My Salvador

My Salvador
Eps.85 Teringat



Kenichi naik lebih dulu, tidak lupa sebelum naik .Nathan meminta tas Kenichi untuk ia taruh keranjang agar bonceng belakang muat banyak .Setelah Kenichi duduk dengan baik, Kazuo menyusul naik ke atas boncengan sepeda dengan tas yang masih ia kenakan.


Melihat keduanya sudah duduk dengan benar di atas boncengan sepeda .Nathan segera naik ke atas sepeda ini .Nathan ayunkan belahan medal sepedanya keluar dari halaman depan rumahnya.


Sudah berada di jalan beraspal di depan rumah .Nathan mengayunkan medal sepedanya sedikit lebih cepat lagi .


+++++++


Keranjang sepeda yang penuh dengan dua tas ransel. Juga bonceng sepeda yang juga penuh dengan dua anak laki-laki yang tengah terduduk tenang di sana .


Iya, sepeda ini tengah melaju di jalanan pesepeda .Dengan Nathan ,seorang pengendara sepeda angin ini .


Masih fokus menyetir sepeda ."Sekolah kalian di mana?".Tanya Nathan .


"TK Nina mini ,depan SMP Kuni no kessoku ."Jawab Kenichi .


"Jalan ini lurus saja, Onii-san."Saut Kazuo .


"Ada di tengah kota sekolah kalian."Tebak Nathan .


"Iya."Balas keduanya bersamaan.


Nathan mempercepat laju sepeda anginnya kembali, di kala ia tahu jika tempat sekolah kedua anak laki-laki ada di tengah kota .Sekolah yang jauh dari tempat nya sekolah.


Nathan yang masih menyetir mengendarai sepeda."Sial."Batinnya geram saat ia menyadari benda pipih di kantung celana panjangnya bergetar .


Namun Nathan tetap melanjutkan perjalanan, ini sudah terlalu siang .Jika ia berhenti untuk mengangkat panggilan ini ,ia akan terlambat sampai di sekolah.


++++++


Selang beberapa menit kemudian, laju sepeda Nathan mulai melambat ."Ini sekolah kalian?".Tanya berhenti di depan sekolah TK Nina Mini.


"Iya, Onii-san ."Balas keduanya bersamaan.


Masih duduk di sepeda ,Nathan sedikit memiringkan sepedanya kanan agar kedua anak laki-laki ini dapat turun dengan muda dari atas sepeda .


Melihat kedua anak laki-laki ini sudah turun .Nathan segera memberikan tas ransel Kenichi kepada sang pemilik.


"Arigatogozaimashita, Onii-san .Sudah mengantar kami ."Kata Kenichi kecil tersenyum manis.


"Sama-sama, sudah sana masuk .Nanti telat kena marah loh ."Kata Nathan sembaring di susul senyum ramahnya .


"Siap, Onii-san ."Balas Kenichi kecil yang masih terdiam di sini menunggu kakak kembarnya.


"Hati-hati di jalan, Onii-san."Ucap Kazuo kecil sembaring berjalan meninggalkan Nathan .


Nathan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis ,sembaring terdiam menatap dua punggung kecil ini semakin menjauh dari pandangan matanya.


Ia yang baru ingat jika harus sekolah, bergegas cepat-cepat memayungkan medal sepedanya kembali berputar arah .Untuk berlanjut kejalur arah sekolahnya, yang jaraknya masih jauh dari sini .


Di jalanan yang mulai ramai dengan orang-orang yang tengah beraktivitas. Nathan dengan sepeda angin membelah jalanan ini .


Dengan hanya mengandalkan bel sepeda anginnya ,ia tetap berlaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ramai di depannya ini.


Saking cepatnya, angin-angin kecepatan melesat ini berhasil menerbangkan rambut pemuda ini .Bahkan jaket hitam polos dengan resleting terbuka ini pun terbang-terbang, berkibas-kibas di samping kanan kirinya .


Sssttt......... Sepeda angin ini berbelok cepat masuk ke dalam gerbang sekolah yang akan tertutup ini .


Dengan belokan menikung tajam berteriak."Ohayo ,pak ."Sapa Nathan yang sudah jauh kepada sang penjaga gerbang sekolah .


Penjaga gerbang ini hanya terdiam mematung menatap kaget dengan apa yang baru saja lewat di depannya .


Sementara untuk Nathan, dia langsung meluncur cepat ke parkiran sepeda sekolah. Sampainya di sana ia bergegas memarkir sepeda nya dengan benar, sebelum ia berlari cepat masuk ke dalam gedung sekolah nya .


Nathan berlari cepat dengan kaki jengkal panjangnya ke arah pintu masuk gedung sekolah nya. Walaupun melelahkan tapi ia harus berlanjut ,karena gedung ini sudah sunyi sepi dengan aktivitas muridnya. Yang berarti murid-murid gedung ini sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


Dengan terburu-buru Nathan segera menganti sepatunya dengan sepatu khusus sekolah. Selesai berganti sepatu, ia berlari kembali lebih masuk ke dalam gedung .


Kini ia berlari menaiki tangga sekolah nya untuk pergi ke lantas atas di mana kelasnya berada .Beberapa menit berlarian menaiki tangga sekolah, ini sampai Nathan di lorong barisan kelasnya berada .


Ia berlari melewati lorong ini, namun langkah tiba-tiba terhenti mendadak .Nathan berhenti tepat di depan kamar mandi wanita yang tersedia di lorong tengah antara kelas MIPA A, B Dan C ,D .


Nathan menghentikan langkahnya karena terdengar suara teriakan meminta tolong dari dalam. Ia sempat berpikir jika itu suara hantu toilet dan ia bermaksud mengabaikan teriakan meminta tolong ini .


Namun teriak ini semakin meminta dan terdengar jelas seperti suara orang beneran. Alhasil akhirnya Nathan memberanikan diri untuk masuk ke dalam ,walau hatinya masih gusar ,karena takut jika itu beneran hantu sesuai dugaan nya. Sampai di dalam, Nathan memperhatikan ke empat pintu toilet ini .


Setelah memperhatikan dengan benar, atensi nya terfokus pada pintu toilet nomer tiga yang tertutup sangat rapat .


"Ada orang di dalam?".Tanya Nathan sedikit berteriak karena setelah ia masuk suara itu berlahan-lahan menghilangkan.


"A-ada."Balas gugup seseorang di dalam pintu toilet terkunci rapat dari luar ini .


"Ini gimana bukanya, lu lihat kuncinya tidak?Soalnya pintu ini terkunci dari luar ."Kata Nathan mengotak-atik gagang pintu toilet yang tertutup rapat ini .


Dengan suara pelan seakan tengah menahan sesuatu di dalam , suara perempuan ini kembali terdengar."Sa-saya tidak tahu, tolong ba-bantu saya. Sa...". Suaranya yang semakin pelan, sebelum akhirnya lenyap dari pendengar Nathan .


Nathan yang jadi panik mengetuk-ngetuk pintu toilet ini ."Hy, hy kamu baik-baik saja kan, hy tunggu saya akan dobrak."Nathan langsung mengambil ancang-ancang mundur beberapa langkah sebelum akhirnya ia berlari secepat mendobrak pintu ini dengan bahunya .


Dua kali dobrak berhasil membuat pintu toilet ini terbuka sedikit. Nathan yang melihat itu segera ,segera membuka paksa pintu ini .


Betapa terkejutnya ia saat pintu ini sudah terbuka lebar .Nathan kedua matanya membulat sempurna melihat Kalisa tergeletak pingsan di sana. Dengan seragam yang tidak lengkap. Kalisa hanya mengenakan bawahan rok dan kemeja putih yang basa saja .Itu pun kemejanya sobek di bagian lengan .


Nathan segera mendekat bermaksud mengendong tubuh Kalisa dan membawa Kalisa ke UKS sekolah .Namun tiba-tiba ."Tuh Sensei lihat ,kelakuan anak murid Sensei."Ujar seorang wanita menunjuk Nathan seakan Nathan adalah seorang pria ****** mesum .


Bahkan tidak sendirian di sana juga sudah ada beberapa murid yang juga tengah memperhatikan posisi yang sangat dekat dengan Kalisa.


Nathan yang menyadari pemikiran buruk mereka secepat beranjak ."Sa-saya bisa jelaskan, ini bukan seperti yang ka.......".


Brukk...... Sebuah pukulan keras mendarat tepat pada pipi kanan Nathan .Sampai baik tubuh dan wajah nya di paksa menengok ke arah kiri dengan cepat .


"BAJI***NGAN LU, gue tidak habis pikir lu bisa berbuat seperti ini ,Nat ."Bentak Kenji .Pemuda yang terlihat sangat marah sekali dengan Nathan .


Nathan yang sudah menengok menatap manik tajam ini ."Gue bisa jelaskan, Ken ."


"...Ini semua tidak seperti yang kali....". Memotong kalimat Nathan ."Ikut saya ke ruang guru sekarang."Ajak Tuan Hajime tegas menatap tajam Nathan .


"Tap....". Memotong kalimat Nathan kembali."CEPAT, TUAN NATHAN ."Kini berganti dengan nada suara membentak tegas .


Sementara Nathan di marahi Tuan Hajime .Kenji justru Langsung mendekati Kalisa, ia segera melepas jasnya untuk menutup tubuh Kalisa yang basah kuyup .Sebelum akhirnya ia menggendong tubuh tidak sadarkan diri Kalisa keluar dari dalam toilet ini .


Nathan yang memperhatikan itu hanya menghela nafas kasarnya ,ia ikut berjalan keluar menyusul kepergian tuan Hajime walikelas yang tengah menunggu dirinya di luar toilet dengan tatapan tajam nya yang tidak henti-hentinya mengintimidasi dirinya seperti seorang pemuda ****** mesum .


Yang nyatanya sangat bertolak belakang .Boro-boro mesum dekat dengan wanita, pacaran pun Nathan belum pernah. Nathan hanya memiliki banyak teman cewek, bukan banyak pacar .Karena sekian banyak wanita yang menyukai nya Nathan hanya memberi PHP.


Iya, Nathan memang memiliki banyak teman cewek .Tapi itu hanya teman tidak lebih .Dan kini ia tiba-tiba di bawa paksa ke ruang guru ,karena ia di tuduh mesum di dalam toilet .Sial!".Kalimat yang sekarang hanya bisa Nathan ucapkan.


+++++++++


Pukul 08.59 menjelang siang .


Masih terlalu pagi. Namun Nathan sudah duduk di ruangan dingin, tempat biasa anak-anak nakal di kumpulkan .


Ruang BK ,ruangan yang saat ini Nathan tempati.


Setelah dari ruang guru. Tuan Hajime, walikelas akhirnya memutuskan membawa dirinya ke ruang BK untuk di tindak lanjuti. Yang akhirnya membuat dirinya harus terduduk diam menunggu wali nya yang di panggil ke sekolahan hari ini juga.


Walinya Nathan ,siapa lagi kalau bukan .Yoshi ayah Kenji ,yang akan datang ke sekolah .


Sementara di sini Nathan tengah menunggu kedatangan sang paman. Di ruang UKS sekolah ,Kenji tengah terduduk menemani Kalisa yang belum kunjung membuka matanya .


Sampai akhirnya yang di tunggu-tunggu tiba. Kalisa berlahan-lahan membuka kelopak kedua matanya .Ia kerjapkan kedua matanya sekejap ."Itsaa....". Rintihannya menahan pusing di kepalanya .


Kalisa pegang kepala dengan tangan kanannya."Sakit ya".Ucap Kenji yang melihat itu .


"Tidak."Balas singkat Kalisa .


".....Oh!".Ujarnya langsung beranjak bangun untuk duduk dengan cepat ."Orang tadi mana?".Tanya Kalisa terfokus melihat Kenji .


Kenji yang bingung dengan siapa yang di maksud Nathan ."Siapa?".


"Orang yang menolong saya, dia tadi membantu saya ,dia mendobrak-dobrak pintu toilet berkali-kali untuk menolong saya .Tapi saya....".Ucap Kalisa tertunduk lesung."....Saya keburu pingsan sebelum mengucap terima kasih."


Seketika itu Kenji langsung berdiri tegak dengan posisi memukul kuat keningnya ."ASTAGA!NATHAN!".Serunya dengan ekspresi wajah merasa bersalah.


"Nathan!?".


"........ Apakah Nathan yang menolong saya?".Kalisa yang terfokus menatap Kenji .


Ekspresi wajah campur aduk."Iya, tapi dia di bawah ke ruang guru sekarang."Balas Kenji .


"H!?".


"..... Kenapa?".


"Ada yang bilang, Nathan berbuat mesum dengan kamu yang pingsan di dalam toilet karena di paksa Nathan."


"H!?".Kalisa membulat sempurna bola matanya."....Saya harus segera menolong nya. Ini bukan salah dia, tadi itu ada seseorang bermasker tapi berseragam sekolah sini .Seseorang itu menyiksa saya ,lalu me...". Ucap Kalisa terhenti .Ekspresi wajahnya berganti panik ketakutan, bui bening juga tiba-tiba keluar dengan kedua tangan yang meremas menutup rapat kedua telinganya.


Kenji yang melihat itu, segera membawa Kalisa ke dalam pelukannya .Dengan mengelus lembut lengan Kalisa ."Tenang lah ,kamu aman disini .Semua sudah berakhir."Kata lembut Kenji .


Kalisa segera menyadari kesadaran, ia sadar ada seseorang di sana yang sangat membutuhkan bantuan nya ."Ken, tolong antar saya ke tempat Nathan. Saya harus membantu Nathan, sangat tidak baik jika Nathan sampai di bawa ke ruang BK."Kata Kalisa .


"Iya, iya ,ayo ."Ajak Kenji yang ikut cemas dengan keadaan Nathan .


+++++++


Di posisi Nathan. Pemuda ini sudah menjelaskan berulang kali dengan guru BK .Naamun guru ini tidak menggubris sama sekali dengan penjelasan membela dirinya .Guru BK seakan sangat tidak percaya dengan penjelasan Nathan, dan menganggap penjelasan itu hanyalah bualan Nathan belakang .


Sampai seseorang yang di tunggu-tunggu akhirnya sampai di ruang BK .Seseorang ini segera berjalan masuk setelah mendapatkan ijin.


Yoshi kini sudah dekat di dekat Nathan."Oji-san ,beneran Oji-san saya tidak pernah melakukan itu .Saya tadi menolong bukan berbuat lain ."Jelas Nathan kepada sang paman. Ia berharap pamannya mengerti akan ceritanya .


Yoshi menyungging senyum hangatnya."Saya percaya, tidak mungkin kamu melakukan itu."Kata lembut Yoshi membuat hati Nathan sedikit bisa bernafas lega .


"Semua bukti dan saksi tertuju kepada Nathan, Tuan .Jadi dengan berat hati, terpaksa kamu putuskan .Nat...". Terpotong dengan sebuah suara yang tiba-tiba memotong kalimat yang belum terselesaikan ini ."Berhenti!".Tegas Kenji suara yang memotong kalimat ini .


Nathan yang melihat itu ."Kenji."Serunya pelan.


Kalisa berlahan-lahan masuk ke dalam ,bersama dengan Kenji yang mendampingi nya ."Maaf ,Sensei. Tapi Nathan tidak salah, justru Nathan lah yang telah menolong saya .Jika saja Nathan tidak menolong saya ,mungkin saat ini saya tidak ada di sini .Tapi sudah terbaring di ranjang rumah sakit ."Jelas Kalisa.


"Tolong Sensei jangan keluar Nathan dari sekolah ini ."Minta Kalisa .


Guru BK ini membuang nafas nya lembut ."Baiklah ,Nathan di boleh pergi .Tapi tolong lain kali jangan sampai membuat kesalahan yang membuat kamu di manfaatkan atau di sudut ."Kata guru BK ini .


".......Tidak ada batasan menolong orang lain, tapi bukan berarti kamu lengah untuk waspada dengan kelicikan seseorang di sekitar kamu. Tidak semua yang terlihat baik, bukan berarti baik ."Tutur Guru BK ini kepada Nathan .


Tersenyum tipis."Kamu cucu kakek Taman."Tebak Guru BK ini .


Yang di tanya hanya mengangguk ringan .Membalas kalimat ini .


"Yasudah ,tuan Nathan .Saya minta maaf karena sudah menuduh kamu yang tidak tidak ,sekarang kamu bisa kembali ke kelas ."Kata Tuan Hajime.


"Iya , Sensei permisi ."Beranjak dari tempat duduknya."......Oji-san saya pergi dulu, terima kasih sudah mau datang ."


Yoshi yang sudah berdiri mengelus lembut pipi memerah memar Nathan ."Nanti di kompres lebamnya pakek air hangat biar tidak bengkak."Kata Yoshi yang belum tahu sang pembuat luka siapa .


Sementara yang pembuat luka hanya terdiam merasa bersalah menatap Nathan .Yang seperti tidak memperhatikan kehadiran sama sekali.


"Iya, Oji-san permisi."Nathan tersenyum tipis berjalan sedikit membungkukkan melewati Yoshi .Tidak lupa ia juga memberikan bungkuk sekilas memberi hormat kepada walikelas juga guru BK ini .


Namun sebelum Nathan benar-benar pergi."Kalisa nanti kamu datang ke ruangan saya ."Pesan guru BK ini yang di balas anggukan kepada dari Kalisa.


Ia berlalu pergi dari sana .Begitu juga dengan Kalisa dan Kenji yang mengikuti langkah Nathan .


Di sepanjang perjalanan. Nathan hanya terdiam sembaring terus berjalan cepat menuju kelasnya .Jalannya tanpa menoleh kebelakang sama sekali, seakan ia sedang mengabaikan kedua orang yang berjalan mengikuti nya di belakang.


Sedangkan Kenji yang berjalan beriringan dengan Kalisa. Juga hanya terdiam memperhatikan punggung lebar pemuda yang berjalan di depannya ini .Terselip rasa sangat bersalah di dalam diri Kenji, namun sulit untuknya mengucapkan maaf.


+++++++


Pukul 10.10 siang


Jam istirahat makan siang telah tiba .Namun Nathan masih setia menyilang kan kedua tangannya di atas meja, sebagai bantalan dirinya untuk berlayar di dunia mimpi.


Kenji masih terduduk diam di sana ,rasa bersalah masih menghantuinya .Ia bahkan belum minta maaf kepada seseorang yang telah ia buat kesakitan karena ulahnya yang bertindak tanpa berpikir lebih dulu.


Ada rasa ragu juga tidak enak dalam dirinya, tapi ia yang salah .Akhirnya dengan keberanian Kenji mencoba memulai membuka obrolan.


"Nat."Panggilnya ragu .


Sementara yang di panggil tidak bergerak sama sekali .


"Nat gue minta maaf soal tadi ,gue kebawah emosi tadi, jadi reflek gitu saja mukul lu .Maafkan gue ,Nat."Kata Kenji menatap punggung pemuda yang masih di posisi nya yang sama .


Menepuk bahu Kenji ."Tadi gimana ceritanya sampai Nathan masuk BK?".Tanya Ryo yang baru saja masuk ke dalam kelas Kenji bersama dengan Benji di sana.


"Cuma salah faham."Balas cuek Kenji tanpa melihat lawan bicaranya. Kenji masih terfokus menatap punggung Nathan yang belum bergerak dari posisi nyamannya.


Benji yang sudah duduk di bangku kosong milik Hiroyuki yang hari ini tidak masuk ."Nathan ketiduran."


"Yasudah biarkan dia tidur."Balas Kenji sedikit dingin .


"Hiro kenapa tidak masuk?".Ryo berganti bertanya soal hal lain .


Kenji dan Benji hanya mengedipkan kedua bahu mereka saja menangapi pertanyaan Ryo.


Dengan sayup-sayup Nathan berlahan membuka kedua matanya ,ia terbangun karena merasakan getaran dari benda pipih yang ada di dalam saku jas sekolah nya .


Berlahan ia bangun untuk duduk dengan benar juga untuk mengangkat benda bergetar ini.


Nathan lihat di layar benda pipih ini nama Hiroyuki .Ia segera menggeser gagang telepon bergetar di layar benda pipih ini .


Tersambung.


*Kon'nichiwa, Nat ."


*Hem."


*Nanti tidak perlu jemput adik gue ,biar gue saja yang jemput .Lu langsung pulang saja istirahat ,nanti gue saja yang buatkan makan malam buat lu juga keluarga gue ."


*Serius!?".


*Iya, ini sebagai ucapan terima kasih."


*Beneran, awas lu bohong."


*Gue tidak bohong."


*.......Sudah dulu gue harus antar Okaa-san ke ruang kontrol ."


*Iy."


Panggilan berakhir.


Baru saja menutup panggilan telepon."Siapa ,Nat?".Tanya Ryo yang duduk di bangku depannya .


Nathan yang mendengar itu langsung menengok ke arah sumber suara ."Lu ,eh ,kalian sejak kapan ke sini?".Tanya Nathan kepada kedua pemuda yang tak sekelas dengannya ini .


"Dari tadi."Saut malas datar Kenji menyanggah dagunya dengan tangan kanan.


"Oh."Saut Nathan tak kalah datar .


Ryo yang duduk di bangku depan bangku duduk Nathan."Lu tadi telfon siapa?".Tanya Ryo kembali .


"Yuki."Balasnya singkat.


"......Ibunya masuk rumah sakit ,jadi kedua adik dan neneknya tinggal di rumah gue untuk sementara waktu."Lanjutnya menjelaskan.


"H! Ibu Hiro sakit .Dia ko tidak beritahu gue ."Ujar Ryo sedikit tersenyum masam .


"Belum sempat mungkin. Karena Yuki kelihatan kacau sekali sejak kemarin ."Kata Nathan menatap lawan bicaranya.


"Sakit apa ibu Hiro?". Giliran Benji bertanya .


"Kecelakaan di tempat kerja katanya."Balas Nathan .


"Sekarang Zuo dan Chi masih di rumah lu?".Tanya Kenji .


"Masih."


Setelah obralan singkat itu .Benji dan Ryo bergegas pergi meninggalkan kelas Nathan. Karena harus segera kembali ke kelasnya masing-masing sebelum jam pelajaran dimulai.


++++++


Pukul 14.48


Kini pemuda dengan pakaian yang masih sama tengah mengayunkan medal sepedanya dengan kecepatan rata-rata melewati jalanan yang tak terlalu ramai ini .


Keranjang sepeda pemuda ini penuh dengan macam-macam camilan yang baru saja ia beli ,yang sudah terkemas rapi dalam satu kantung plastik. Dan kini, pemuda ini tengah dalam perjalanan pulang ke rumah nya .


Masih lumayan jauh ,namun ayunan sepeda ini semakin kencang .Bahkan rambut juga jaket pemuda ini mengibas-ngibas terterpa angin .Sepeda angin ini berhasil masuk ke dalam pekarangan rumah elit .Laju sepeda angin ini pun sedikit melambat .


Sampai selang beberapa menit kemudian ,sepeda angin ini berhenti di halaman depan salah satu rumah elit di daerah ini.


Berhasil menjagang sepedanya dengan benar .Pemuda ini pun segera berlari kecil masuk ke dalam rumahnya .


Di dalam .Seorang nenek tua yang tengah terduduk santai membaca buku ,teralih melihat kedatangan pemuda ini ."Sudah pulang, Nak?".Tanya basa-basi Nenek Suki dengan senyum hangatnya.


Setelah melepas sepatu sekolah, Nathan yang sudah mengenakan sandal selop rumah berjalan mendekati nenek Suki."Iya ,Obaa-san ."


"....Ini tadi sekalian belikan camilan untuk Kenzo dan Kenchi. Dan .....".Melihat sekitar ruangan .


Nenek Suki yang menyadari maksud Nathan ."Mereka ada di dapur sama Onii-chan."Kata Nathan.


"Kalau gitu saya ke sana ,Obaa-san .Pemisi ."Natham yang ingin beranjak pergi.


"Tunggu, Nathan."


Nathan menghentikan langkahnya, ia kembali terfokus dengan lawan bicaranya."Sebelumnya saya mau minta maaf ,jika seandainya dapur kamu menjadi berantakan .Karena Kenichi kalau sudah mengganggu Onii-chan nya memasak suka merusak sesuatu."Kata nenek Suki terlihat sangat tidak enak dengan Nathan ,jika sampai benar ada barang dapur yang rusak .


Nathan yang mendengar itu tersenyum manis ,lalu si susul dengan berkata."Santai saja ,Obaa-san .Saya tidak papa selama tidak seisi rumah yang hancur ."


".....Saya permisi, Obaa-san ."Pamit Nathan tersenyum hangat sebelum benar-benar beranjak pergi dari ruang tengah ini .


Nenek Suki yang masih menatap punggung lebar pemuda ini yang semakin menjauh dari nya ."Cucumu sangat kuat, nenek Gin ."Gumamnya tersenyum manis dalam guritan wajah keriput nya.


++++++


Sementara itu di dapur Hiroyuki tengah sibuk membuat makan malam .Di bantu oleh Kazuo dan di acak-acakan oleh Kenichi .


Sampai Nathan datang dengan segudang bahan julidtan menambah tekanan darah tinggi untuk Hiroyuki yang semenjak tadi berusaha untuk sabar di depan si bungsu julid .


"Wey, Wey, Wey ,lihat Onii-san bawakan camilan buat bergadang nanti malam ."Nathan yang mengangkat satu kantung plastik besar berisikan camilan.


"Ha!! ."


".....Mantap bos!!".Saut Kenichi yang beranjak turun dari tempat duduknya .


Hiroyuki yang tengah mengandung telur dalam wadah ."Hemat, Nat ."


"......lu tidak takut u.....". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Hiroyuki ."..... Tidak perlu risau ,Yuki .Gue jarang pakai uang kiriman ,One-chan. Santai saja uangnya tidak akan habis ."Kata santai Nathan di susul senyum manisnya.


Hiroyuki yang mendengar itu hanya geleng-geleng kepala saja .Sembaring melanjutkan aktivitas nya kembali .


Nathan memberikan kantung plastik belanjaan tadi kepada Kenichi ,sembaring sedikit berjongkok di depan Kenichi." Bawa dan makan bersama sama Kazuo-kun dan Obaa-san ."Kata Nathan .


Kenichi membalas dengan anggukan kepala, sebelum ia berlari kecil meninggalkan dapur .


Nathan yang masih mendapati Kazuo masih terduduk tenang di kursi sembaring memotong sayuran ."Ikutin Chi ,Kazuo .Biar saya yang bantu Onii-chan biar cepat selesai nya ."Kata Nathan kepada Kazuo .


Yang di ajak bicara justru berpaling menatap Hiroyuki."Pergi ."Ucap Hiroyuki yang mengerti adiknya .


Kazuo turun ,ia segera beranjak meninggalkan dapur .Yang kini hanya menyisakan Hiroyuki dan Nathan saja .


Selepas kepergian Kazuo. Hiroyuki kembali fokus memasak membuat menu makan malam .Sementara Nathan yang sudah terbiasa di dapur langsung ikut terjun begitu saja membantu Hiroyuki membuat menu makan malam .


Fokus sendiri-sendiri dengan kegiatannya ,kedua pemuda ini tetap tidak meninggalkan ritual ngobrol-mengobrol tanpa meninggalkan kegiatannya .


"Lu jago juga masak. Belajar dari mana ?".Tanya Hiroyuki pada kegiatan memotong sayuran.


Nathan yang hampir sama dengan Hiroyuki."Gue belajar sama ibu ."


"Ha!". Hiroyuki yang terfokus menatap Nathan.


"Lu kenapa, be**go?Gue colok mata lu."Sewot Nathan mengangkat Sutil penggorengan yang ia bawa .


"He, bukanya Okaa-san lu sud.....". Hiroyuki tidak melanjutkan kalimatnya.


Fokus dengan masakan."Meningal."Saut Nathan .Masih diposisi yang sama. "...Ibu saya memang sudah meninggal saat saya masih di bungkus sarung.Tapi gue masih ada ibu kedua ,bibi gue ."Lanjutnya .


"Oh."


Hening sesaat ."Beruntung lu ,masih ada bibi lu yang sayang sama lu .Juga One-chan lu ."Kata Hiroyuki.


"Iya gitu lah ."Balas nya .


++++


Selang beberapa waktu kemudian .Hiroyuki menyuruh Nathan untuk pergi dari dapur .Karena hanya tinggal menata saja di atas meja makan ,dirinya seorang pun beres. Jadi Hiroyuki bermaksud menyuruh Nathan untuk pergi mandi bebersih diri ,di rasa ia juga tahu sejak awal datang Nathan belum ganti baju sama sekali. Nathan tetap sama dengan pakaian sekolah nya.


Sementara Nathan tengah mandi .Hiroyuki segera menata makanan di meja makan .Selesai dengan itu ia segera menghampiri nenek dan kedua adiknya di ruang tengah .


Sesampainya di ruang tengah .Hiroyuki hanya mendapati keberadaan kedua adiknya saja ,tidak dengan keberadaan neneknya.


"Di mana, Obaa-chan ?".Tanya Hiroyuki kepada kedua adik laki-laki.


Kedua anak laki-laki berusia sama ini ,salah satunya berkata ."Obaa-chan mandi."Balas Kazuo.


"Kalau gitu kalian juga mandi, setelah itu ke ruang makan untuk makan malam ."Kata Hiroyuki .


"Baik, bos ."Kenichi yang langsung beranjak menghilang dari sana .Untuk melesat ke lantai atas .


Berbeda dengan Kenichi yang berkobar-kobar semangat nya .Kazuo justru kebalikannya.


Iya, si sulung, kembaran Kenichi ini bersikap seolah-olah sudah tidak memiliki semangat lagi untuk bergerak di muka bumi ini.Ya sudahlah lajut.....


++++++++


Pukul 16.00


Dengan kaos lengan panjang, dan celana training hitam dengan pelet putih di lutut yang ia kenakan .Nathan berjalan dengan kaki jengkalnya menuruni anak tangga rumahnya.


Nathan menghampiri Hiroyuki yang tengah sibuk membereskan barang-barang di ruang tamu(ruang tengah) yang berantakan.


"Mandi Yuki, gue pinjemin pakaian ganti."Kata Nathan .


Masih sibuk dengan kegiatan nya."Tidak perlu ,Nat .Gue sudah mandi sebelum kesini tadi ."Balasnya .


Nathan yang masih berdiri di sana ."Tidak perlu di bereskan ,Yuki . Biarkan saja ,nanti biar gue saja yang bereskan."


Hiroyuki yang kini sudah terfokus menatap manik hitam lekat lawan bicaranya."Sudah numpang tidak tanggung jawab kan tidak baik ,Nat .Jadi biarkan saya membantu membereskan rumah ini ,sedikit-sedikit."Kata Hiroyuki di susul senyum tipisnya.


Berlanjut sibuk dengan kegiatan yang tinggal sedikit lagi selesai."Rumah lu bersih sekali, gue jadi tidak percaya lu cuma tinggal seorang diri di sini."Kata Hiroyuki .


Nathan yang masih terdiam berdiri di sana .Dengan bibir sedikit mayung ia berkata."Gue emang sendiri, gue anak rajin .Jadi jangan heran jika rumah ku terl....".


Plakkk.......Sebuah bantal hiasan Sova ruang tamu mendarat tepat di wajah julid Nathan .


Dan dengan santainya Hiroyuki berjalan melewati Nathan dengan membawa kantung plastik berisikan sampah berlalu pergi meninggalkan ruang tamu .


Tangan kanan yang sudah mengepal kuat ini terangkat ."Baji***ngan!".Geram Nathan emosi berat.


Sampai sebuah suara membuat jantung hampir tidak baik-baik saja ."Nak Nathan, ada apa?".Tanya nenek Suki yang baru saja datang ke ruang tengah.


Nathan yang berusaha terlihat baik-baik saja."Eh,itu ,tidak ada apa-apa Obaa-san .Mari ke ruang makan ,Yuki sudah membuat makan malam yang enak-enak hari ini ."Nathan beralih mengajak nenek Suki ke ruang makan .


Nenek Suki mengangguk ringan dengan guritan senyum manisnya.


Nathan ikut mengangguk ringan sembaring menuntut nenek Suki yang masih mengenakan tongkat pemberian Nathan .Nathan dengan nenek Suki yang ia tuntun berjalan ,berlalu masuk ke ruang makan .


Sesaat kemudian ,baik Nathan ,dan keluarga kecil Hiroyuki telah berkumpul di ruang makan rumah Nathan .


Mereka sudah memulai menikmati makan malam yang tersedia dengan hening. Memasang sudah menjadi adat kesopanan untuk makan tanpa membuka suara obrolan .Di tambah lagi ada nenek Suki yang makan bersama mereka ,membuat kedua pemuda dan anak laki-laki ini menjaga kesopanan saat makan nya .


Selesai makan malam. Nathan dan Hiroyuki langsung membereskan bekas makan yang kotor .Sementara untuk nenek Suki sudah di antar Kenzo dan Kenichi ke ruang tamu untuk duduk .


++++++


Pukul 17.24 Malam


Sudah makan malam, sudah membereskan bekas makan .Kini Nathan dan tamunya tengah terduduk santai di ruang tengah. Mereka duduk dengan membuka beberapa obrolan kecil .


Seperti sekarang ,Nathan dan tamunya tengah membahas tentang keluarga pribadi nya sendiri.


"Jadi kakak kamu sekarang sendirian di Korea Selatan sana?".Tanya nenek Suki setelah mendengar cerita kecil Nathan tadi .


"Benar, tapi kalau sudah khawatir pada keadaan saya disini. Dengan kendaraan nyamuk pun dia langsung terbang ke sini .Hanya untuk mastikan langsung saya dalam keadaan baik-baik saja atau tidak ."Kata Nathan dengan terkekeh pelan .


Sampai sebuah bantal hampir saya menimpa wajah gantengnya lagi, jika saja ia tidak sadar dan menangkap bantal itu .Mungkin bantal ini benar-benar menimpa wajah ganteng nya .


Menunjuk wajah julidnya .Nathan menjulurkan lidahnya ke arah sang pelaku .Hiroyuki ."Ogak kena."Ujar Nathan .


Hiroyuki yang kesal sendiri belum bersiap dengan satu bantalnya ."Nathan..!!".


"Sudah-sudah kalian istirahat sana ,atau belajar saja agar tidak tidur terlalu larut malam ."Kata Nenek Suki melerai pertikaian kedua pemuda ini .


++++