My Salvador

My Salvador
Eps.65 Otw Indonesia



Seoul


05.09 menjelang pagi


Jum'at


Masih terlalu pagi untuk membuka mata ,atau bangun untuk memulai beraktivitas .Namun pemuda kaos hitam pekat polos panjang sampai menutupi celana pendek nya ini sudah bangun dan sekarang tengah membereskan peralatan sholat nya .


Ia lepet simpel sajadah dan sarung ini sederhana ,sebelum akhirnya ia masukan ke dalam tas ransel yang tidak terlalu besar yang sudah ia siapkan .Selesai dengan itu pemuda ini beralih ke sisi lain kamar untuk mengambil beberapa pakaian ganti ,dan memasukkan ke dalam tas ransel yang tidak terlalu besar tadi .


Selesai dengan itu ,ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk bebersih diri .


Beberapa jam pemuda ini keluar dengan pakaian yang sudah berbeda .Kemeja kotak-kotak berwarna biru dengan celana jins berwarna biru dongker .Dan seperti biasa rambut yang masih klimis (basah) dengan handuk yang masih tertutup di sana.


Tidak bermaksud mengeringkan rambutnya .Pemuda ini berlian memilih sepatu dengan membiarkan model rambutnya masih seperti ini .Melihat beberapa sepatu ,tanpa berpikir lagi pemuda ini ambil sepatu berwarna putih .


Dan segera beranjak keluar untuk secepatnya mengenakan sepatu yang ia ambil ini .


Nathan ,pemuda ini bermaksud untuk pergi ke ruang sakit terlebih dahulu sebelum akhirnya ia mengambil penerbangan kembali ke Indonesia .Menjengguk sahabatnya yang tengah sakit .


++++++++


Setelah beres dengan berkemas-kemas beberapa pakaian .Nathan segera beranjak keluar dari dalam kamar nya .Ia berjalan menyusuri lorong rumah nya dengan jaket yang tersampir di lengan tangan kirinya untuk ia bawa pergi turun melewati tangga rumah ini .


Entah rumah ini yang terlalu besar atau memang masih terlalu pagi .Rumah besar ini terlihat sangat sunyi sepi .Masih belum ada pembantu yang bekerja membereskan rumah ini .


Tidak ingin terlalu mempermasalahkan itu .Nathan tetap melanjutkan perjalanan nya untuk segera turun dan berangkat ke rumah sakit .


Bgruk......


Karena terlalu sibuk memainkan layar ponselnya .Nathan ,pemuda ini tidak fokus dengan jalan di depannya .Alhasil ia pun menabrak meja yang tersedia di lorong ini .Cukup kuat sampai meja ini bergoyang-goyang.


"Aarrhh!!!". Rintih nya meringis menahan sakit yang tidak seberapa ini .


"Nat!".Seru suara seseorang memanggil namanya.


Nathan sedikit mendongak melihat sosok membuat suara ."Hem!?".Dehemnya .


Sosok perempuan dengan segera sekolah lengkap ini berucap ."Emmoa sudah siapkan makan pagi ,kamu bisa langsung turun untuk makan ."


Nathan yang sudah berdiri seperti semula."Hem."Dehem Nathan berjalan lebih dulu .Merasa yang ngajak tidak mengikuti langkah nya ,Nathan penghentian langkahnya ."Ayo turun, sarapan bersama."Ajak Nathan menoleh melihat ke belakang .


Dae Chul-hyun yang mengangguk canggung mengikuti langkah kaki pemuda yang tengah berjalan membelakangi nya .


Setengah perjalanan."Chul-hyun bisa kamu maju sedikit, mungkin jalan di samping saya ."Kata Nathan tanpa menatap lawan bicaranya ataupun menghentikan langkahnya.".....Saya kurang nyaman kamu jalan di belakang saya .Kamu maju saja ,jalan di samping saya ."Menengok sekilas kebelakang sembaring menyungging senyum ramahnya.


Dae Chul-hyun hanya terdiam sembaring mempercepat langkahnya agar ia bisa sedikit maju dan bejalan sejajar dengan Nathan .


Nathan yang melihat itu ."Seperti ini kan enak".Serunya terkekeh kecil .


"Kamu masih SMP?".Memulai membuka percakapan.


"Ya."Balas singkat Dae Chul-hyun.


"Oh... Padahal kita seumur ,saya pikir kamu sudah SMA sama dengan saya."Nathan tanpa menatap lawan bicaranya.


"Eh ,seumuran!?".Dae Chul-hyun memperlihatkan ekspresi sedikit kaget tidak percaya.


Masih tetap melanjutkan langkah kakinya."Iya ,kamu tidak tahu itu ."


"........Saya terlihat dewasa tapi saya seumuran dengan kamu dan seharusnya saya masih SMP .Tapi karena dulu saya masuk sekolah lebih awal, jadi sudah SMA."


"Umur kamu berapa?".


"15 ."


"Eh , serius!?".


"Hem!".


"........ Terlihat tinggi dan tampan ya?".Nathan menjinjing alisnya sembaring menyungging senyum miringnya menatap manik hitam perempuan ini .


Dae Chul-hyun yang mendapat perilaku itu hanya bisa terdiam membisu ,matanya membulat sempurna menatap respon pemuda di depannya.


Nathan menghentikan aktivitas nya ,ia merangkul bahu Dae Chul-hyun yang tinggi badannya sejajar dengan dada nya .


Masing dengan merangkul bahu Dae Chul-hyun."Ayo jalan ,saya tidak suka jika makanannya dingin ."


Lagi Dae Chul-hyun di buat meleyok-leyok oleh Nathan .Keadaan jantung saat ini benar-benar tidak dalam baik-baik saja .Berdeyut kencang itu yang sedang ia rasakan saat ini .Telinga yang memanas merona .Karena perilaku Nathan .


+++++++++++++


Pukul 06.22 .pagi .


Pemuda dan pakaian yang sama ini ,kini sudah ada di dalam kamar rawat inap di salah satu kamar rawat inap rumah sakit ini .


Berbincang-bincang banyak dengan sang kakak itu yang tengah di lakukan pemuda ini .Sebelum akhirnya ia berpamitan untuk beranjak keluar ,karena ia harus segera pergi ke bandara .Toh sejam lagi pesawat yang akan ia naiki akan lepas landas .


Tidak lupa sebelum pergi pemuda ini memeluk sang kakak ,yang terakhir di susul dengan rambut nya yang di elus lembut oleh sang kakak dengan berkata."Jaga diri ,jangan nakal .Jika sudah selesai langsung kembali ke Jepang ."Pesan sang kakak .


Memperlihatkan senyum manis nya ."Iya kak Riska ,iya .Yasudah Nathan berangkat ,Assallamuallaikum ."


"Hem ,waallaikum"salam, hati-hati di jalan ."Pesan Riska sekali lagi .Terlihat di sana ia sangat tidak ingin membiarkan adiknya pergi-pergi jauh dari nya .Namun adiknya juga manusia yang sudah dewasa dan sudah saat nya untuk belajar menjalani hidup mandirinya .Dan dengan begitu Riska berharap sang adik akan menjadi orang yang lebih baik lagi .


Selepas kepergian adiknya dari perhatian nya .Riska segera menghapus buih bening yang akan menetes ini .Di rasa sudah sedikit lebih baik ."Semoga semua baik-baik saja ,dik. Kakak akan selalu berdoa semoga kamu selalu ada dalam perlindungan Allah."Gumam Riska tersenyum tipis .


+++++++++++


Pemuda yang baru saja turun dari dalam mobil ini kini sudah mulai dalam perjalanan masuk ke dalam bandara ini seorang diri .


Dengan langkah santai pemuda ini masuk ke dalam bandara dan melewati beberapa keamanan bandara sebelum ia benar-benar berhasil masuk ke dalam pesawat tujuan ia naiki.


Sesaat melewati panjangnya proses kini pemuda ini sudah duduk tenang di salah satu kursi pesawat kelas dua, tujuan Indonesia.


Beberapa menit kemudian sang pramugari memberitahu pengumuman ."Selamat pagi para penumpang pesawat Gen-Yu 122 tujuan Indonesia .Pesawat akan segera lepas landas kurang lebih beberapa detik lagi ,saya harapan anda-anda sekalian duduk dengan tenang dan mematikan handphone terlebih dahulu .Sekian atas perhatiannya ,terimakasih."


Detik terakhir pesawat ini mulai lepas landas meninggalkan bandara ini untuk pergi ke tujuan selanjutnya Bandara internasional Indonesia .


Merasa pesawat sudah lepas landas ,Nathan kembali menyalahkan layar benda pipih di ini .Terdapat satu notifikasi Chat di sana .


Pesan Mas Panji .


*Nat ,kamu sudah dalam perjalanan ke Indonesia?".


^^^Balas Nathan^^^


^^^*Pesawat Otw ,mas ."^^^


Balas Mas Panji .


*Kalau mau sampai chat mas ,Nat .Nanti mas jemput di bandara ,kakak kamu titipin kamu sama mas ."


Tersenyum tipis ."Astaga kak Riska."Nathan terlihat senang mendapat perhatian kecil dari sang kakak yang tetap menjaga nya walaupun ia tidak sedang bersama sang kakak .


^^^Balas Nathan .^^^


^^^*Beres ,mas."Di tambah emot jari membentuk huruf O .^^^


Setelah mengakhiri percakapan chat singkat ini .Nathan segera memasang Handset di kedua lubang telinganya untuknya mendengar musik sembaring menunggu pesawat sampai di tujuan.


+++++++++++


++++++


Indonesia


Pukul 08.39 pagi .


Jum'at


Terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan sendiri di satu ruang rawat tanpa bisa melakukan apapun .Ini yang tengah di alami pemuda ini .Pemuda yang baru saja siuman dari pingsannya .Namun tidak menemukan seorang pun di sisi nya yang tengah menemani .


Kelapa yang masih berbalut perban ini juga masih terasa sangat penih. Kaki kiri yang juga sangat kaku tidak bisa di gerakan dapat pemuda ini rasakan .Juga jangan lupa tangan kiri ya juga sama masih berbalut perban .Sepertinya tangan kiri pemuda ini mengalami cidera saat kecelakaan terjadi.


Pemuda ini tidak ingat apa-apa selain ,ia mengingatkan bagaimana keadaan tubuh sang adik sebelum ia kehilangan kesadaran. Hanya ingat itu yang membekas dalam memori pemuda ini .


Mengerjapkan matanya sembaring membuang nafas panjang .Pemuda ini menyadari sesuatu ,tentang mustahil nya kedua orang tuanya datang dan merawatnya .Karena ia sadar diri jika dia adalah penyebab utama kematian anak kesayangan mereka .Yang jelas-jelas mereka berdua pasti akan membencinya ,sangat-sangat membencinya .


Jika di tanya ,maukah pemuda ini kehilangan adiknya? tentu ia akan menjawab tegas ,TIDAK .Ia juga sangat sayang dengan adiknya tanpa memperdulikan status adiknya yang hanya adik angkat nya .Akan tetapi karena kecerobohan han


Nya ,ia kehilangan adiknya untuk selama-lamanya .


Siapa pemuda ini kalau bukan Jovan .Saat siuman tadi Jovan tengah di periksa oleh dokter yang merawatnya .Jovan sempat bertanya-tanya soal keadaan adiknya .Dan pertanyaan nya sendiri juga yang menyakiti hati nya sendiri .


Jovan mendapatkan jawaban jika sang adik sudah meninggalkan nya untuk selamanya. Hancur ,Jovan langsung menunjuk sisi rapuhnya .Akan tetapi ia memilih untuk menahan nya ,ia hanya terdiam sampai sang dokter pemeriksanya meninggalkan kamar rawat inap nya .


Dan setelah Jovan sendiri di sisi lah sisi rapuh dalam dirinya benar-benar terlihat .Jovan menangis dalam diam ,ia sangat-sangat merasa bersalah kepada adiknya .


Pemuda ini sangat menyalahkan dirinya sendiri ,menyalah dirinya yang tidak baik menjadi seorang Abang .Bisa-bisanya ia membuat adiknya sendiri celaka .


Masih dalam Isak tangisnya."Abang macam apa saya ini ."Jovan memukul-muluk dada nya .


"..... Maafkan Abang, Richard ,maaf."Dalam Isak tangisnya.


Tidak perduli seberapa kencang ia menangis, toh siapa juga yang akan menjenguk nya .Menjenguk orang yang tega membuat sang adiknya sendiri yang tengah sakit terluka dan sampai merenggut nyawa .


Pemuda ini bahkan tidak sadar dengan kehadiran sesosok wanita setengah paru baya yang masih terlihat cantik ,berdiri di ambang pintu kamar rawat inap yang tertutup ini .Wajah wanita ini sangat seduh menatap putranya .Dengan menahan tangis ,wanita ini berjalan mendekati sang putra yang masih tertidur terlentang di atas brankar tidur rumah sakit .


Ia ucap buih bening sang putra ,sembaring menyungging senyum hangatnya ."Sudah sejak kapan Abang bangun?".Tanya Nyonya Tian .Ibu kandungan Jovan .


Merasa tidak ada jawaban dari sanga putra yang hanya terdiam melamun menatap nya ."Hy kenapa?Abang lapar ,jika iya mama akan ambilkan bubur hangat untuk Abang ."Ucapnya yang masih menyungging senyum hangatnya menatap tatapan kosong sang putra .


Masih di posisi yang sama ,Nyonya Tian masih setia mengelus lembut pipi sang putra untuk menghilangkan bekas air mata di sana .


"Mama tidak marah dengan Jovan?".Jovan yang baru membuka suara setelah sekian lama hening.


Menatap bola mata yang putra ."Hem? Marah kenapa? ".Nyonya Tian yang berbalik bertanya .


Jovan yang mendengar itu kembali terdiam ,ia paling kan perhatiannya menatap ke arah jendela kamar rawat inap nya yang tertutup gorden .


Menyadari apa yang tengah di pikirkan sang putra."Maaf."Ucap Nyonya Tian yang membuat Jovan tertarik menatap mama nya kembali .


"Maaf karena selama ini mama dan papah sering memarahi kamu ,memukul kamu .Kami tahu itu salah ,tapi kami hanya ingin kamu menjadi anak yang kuat di kala kamu adalah satu-satunya putra kandung kami .Bukan hanya itu ,kami melakukan ini juga agar kamu bisa lebih mandiri lagi menjaga diri kamu sendiri ."


".........Papah ,Mama saya kalian berdua .Papah kamu sering menangis, jika mengingat tentang kamu.....". Memotong kalimat yang bunda ."Lalu kenapa papah tidak datang menjenguk Jovan?".


"Papah kamu ada perkejaan di luar kota yang tidak bisa di tinggal .Tapi tadi malam ,papah kamu menginap disini menemani kamu semalaman .Mama rasa papah kamu tidak tidur semalaman ,jadi tadi mama suruh papah di antar supir agar bisa istirahat di mobil ."


".........Papah juga sempat berpesan sama mama ,jika Abang bangun cepat-cepat kabari papah ,mah .Kata Papah tadi pagi ."Cerita Nyonya Tian menjelaskan dengan nada suara pelan agar sang putra mudah memahami maksud nya .


Berpaling melihat kearah lain ."Richard!?".


"Mama dan papah berusaha mengiklankan kepergian Richard .Mama akan selalu berdoa kepada Tuhan agar adik kamu di tempat di surga terbaik ."Nyonya Tian menyungging senyum hangatnya.


"Ma."Panggil Jovan yang melihat mata memerah menahan tangis sang mama .


"Iya ,sayang?".Tanya hangat Nyonya Tian kepada sang putra .


"Maafkan Jovan ,Ma .Karena Jovan yang ceroboh saat menyetir mobil ,karena itu Richard jadi pergi Ma .Maafkan Jovan ,Ma .Richard sama papah pasti marah sekali sama Jovan ,Ma .Maafkan Jovan."Jovan berucap dalam tangisnya .Tidak dapat di bendungan lagi kesedihan nya akhirnya ia menangis mengeluarkan semuanya.


Nyonya Tian yang mulai menitihkan air matanya ,tetap bersikap tabah demi sang putra agar lebih kuat lagi .Ia mengelus lembut pucuk kepala sang putra ."Huss...sudah diam, sayang."


"......Richard sudah tenang di sana sayang .Richard juga tidak akan marah sama Abang tersayang nya ,papah juga tidak sayang .Papah ,Mama ,dan Richard sayang sama Bang Jovan ."Kata manis nyonya Tian.


"......Kamu jangan sedih lagi .Richard pasti akan marah besar sama mama dan papah ,jika dia melihat kamu sedih. Nanti di sangka mama dan papa tidak menjaga kamu .Richard pasti berpikir ,Mama dan papah tidak merawat Bang Jovan dengan baik .Jovan yang kuat ya ,sini biar mama hapus air matanya."Nyonya Tian merai tisu yang tersedia di sana dan menghapus air mata sang putra .Yang masih terisak dalam tangisnya .


Lama Jovan terisak larut dalam kesedihan yang menangisi penyesalan juga, kesedihan atas kepergian sang adik tercinta ."Sudah sayang. Sini mama peluk ."Nyonya Tian membawa sang putra ke dalam pelukannya.Dengan mengelus punggung sang putra ."Sudah Abang ,jangan nangis lagi ihh .Mama jadi ikut sedih kalau Abang Jovan sedih ."Nyonya Tian yang sudah ikut larut dalam kesedihan nya .Namun sebisa mungkin ia menyembunyikan air mata nya dari sang putra yang masih larut dengan rasa kehilangan yang amat dalam atas kepergian sang adik .