
Osaka
Pukul 22.30 Malam
Senin
Selesai makan malam tadi. Nathan langsung melesat pergi ke bilik kamar nya. Sementara Kenji dan ayahnya masih berbincang-bincang di ruang makan .
Di dalam kamar Nathan mencoba menghubungi Riska, kakak nya. Melalui panggilan VedioColl.
Nathan teringat dengan gitar yang kemarin ia beli .Ia bermaksud menunjukkan gitar itu kepada kakak perempuan di seberang sana.
Tersambung.
*Kak Riska." Nathan yang langsung meninggalkan nada suara menyapa kakak perempuan di seberang sana.
Riska dengan nada bicaranya dingin nya.
*Kenapa?".
Melihat sikap dingin kakak nya .
*Eh, ada apa kak?".
*Tidak ada."
*Kamu kenapa belum tidur?".
*Masih sore kak."
Mengangkat tas gitar baru nya.*Lihat kak, saya beli gitar baru. Gitarnya ada stiker kesukaan kak Riska ,nanti kak Riska ambil ya. Gitar lama tinggal kan di sini." Nathan berucap penuh antusias.
Riska menyungging senyum tipisnya.
Nathan yang melihat itu dari layar ponselnya.
*Kak Riska ada masalah?".
*.....Kalau ada Nathan ke sana ya, mungkin ada yang bisa Nathan bantu selesai kan."
Tersenyum hangat .
*Tidak perlu, kakak baik-baik saja. Kakak hanya kecapean beberapa hari ini banyak tugas kantor."
*....Tapi kak Riska tetap merasa semangat terus ,karena ada Zon-jun di sini. Dia anak yang baik, dik. Zon-jun banyak membantu kakak ,menghibur saya."
Nathan ikut ikut bernafas lega, ia merasa senang karena di sana kakak nya sudah tidak kesepian kembali.
*Yasudah saya mau istirahat."
*Iya, kak Riska istirahat lah biar besok pagi lebih semangat."
*Iya."
Panggilan Videocoll di akhir Riska sepihak dari seberang sana.
Baru saja Nathan ingin memastikan layar ponselnya. Tiba-tiba saja panggilan telepon masuk ke dalam ponsel nya kembali.
Tersambung.
*Anjing!!Lelet lu angkat ." Ngegas Jovan di seberang sana .
*Lu sendiri kemana saja, O'on?Gue telfon-telfon tidak di angkat." Nathan tidak mau kalah untuk meninggikan nada bicaranya di seberang sini.
*Gue lupa beli paket data, gue biasa pakek WiFi di rumah sampai tidak ingat jika Wifi di rumah tidak akan tersambung ke mana pun gue pergi."
*Tolol."
*Ada apa cari gue?."
*Biasa."
*Gue sibuk, sekolah SMA membuat gue berasa di penjara."
*......Gue berasa jadi wanita yang mau di pingin ajimmm.".
Mendengar itu Nathan merespon dengan tertawa terbahak-bahak di seberang sini.
Jovan yang mendengar itu.
*Lu seneng lihat gue menderita?".Nada tinggi .
*Santai-santai."
*Yang namanya sekolah SMA memang gitu ,Jov .Gue juga sama kayak lu, tugas sekolah tidak pernah terlambat di berikan."
*Gini sekali jadi anak sekolah."
*Jadi gimana?".
*Tidak bisa, Nat. Lain waktu saja."
*Oke, gue belajar dulu."
Panggilan di akhir Nathan sepihak.
Sudah mengakhiri panggilan telepon itu. Nathan mengnonaktifkan paket data internet nya, agar tidak ada lagi yang menghubungi nya saat tengah fokus-fokus nya belajar.
++++++++
+++++++++++++
Osaka
Pukul. 06.10 Pagi
Selasa .
Nathan yang terburu-buru berganti pakaian tanpa sengaja menyenggol tas berisikan aksesoris .Isi dalam tas itu menjadi berserakan karena nya.
"Anjay, apa ini!!".Kesalnya berjongkok untuk merapikan kekacauan yang ia berbuat.
Melihat benda aksesoris yang berserakan."Ini kan gantung tas."Nathan mencoba mengingat-ingat."Astaga! Gantung tas ini mau gue berikan sama teman-teman Hiroyuki....Dasar pelupa."Ujarnya segera membereskan kekacauan ini.
Dengan segera sekolah lengkap nya. Nathan beranjak keluar dari dalam kamar mandi dengan membawa kantung berisikan aksesoris tadi. Tak lupa Nathan juga membawa tas ransel sekolah sekalian.
Ia berjalan turun ke lantai bawah untuk pergi ke meja makan di mana Yoshi sudah menunggu kedatangan nya.
Yoshi yang melihat kedatangan Nathan."Ko turun sendirian, di mana Kenchii?". Sembaring menikmati menu sarapan pagi nya.
Nathan yang sudah duduk di kursi nya."Entah! Mungkin masih mandi, Oji-san."
"Hem."
"Lekas di makan, sarapannya."
Nathan membalas dengan anggukan ringan .Sembaring memulai menikmati menu sarapan pagi nya. Ia berucap."Pekerjaan yang di Tokyo sudah selesai, Oji-san?".
Melihat lawan bicaranya."Sudah."
"Semua berkat kerja keras mu."
Kenji yang baru hadir di ruang makan."Sarapan duluan tidak nungguin."Protes Kenji yang akan duduk di kursi kosong samping Nathan.
"Ehm."Dehem Kenji melihat kursi ini penuh barang bawaan Nathan.
Tanpa mengalihkan perhatian ke lawan bicaranya."Kursi kosong masih banyak."Ucap Nathan.
Kenji membuang nafas kasar. Lalu beralih tempat duduknya. Ia memutuskan duduk di kursi kosong depan Nathan.
Sarapan pagi berlanjut dengan damai sampai selesai. Sampai di mana kedua pemuda ini sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
Selesai berpamitan dengan Yoshi. Pukul 06.23 keduanya pemuda ini langsung beranjak berangkat sekolah.
Sekolah baru akan di mulai pukul 08.00, tapi karena keduanya mengejar kereta. Transportasi umum yang cepat mengantar keduanya sampai di sekolah. Yang membuat kedua pemuda ini berangkat lebih awal.
Seperti biasa di perempat gang rumah Nathan .Benji menunggu kedua pemuda ini .Menunggu Nathan dan Kenji, untuk berangkat ke sekolah bersama.
Nathan yang sekarang sudah berjalan beriringan dengan Benji."Bang Benji tidak di antar Otou-san?".
"Otuo-san harus berangkat pagi."
Mendengar itu Nathan mengangguk-anggukkan ringan kepalanya.
Mengingat aksesoris dalam kantung yang ia bawa ini."Oya, ini berikan kepada Ryo."Memberikan satu gantung tas rubah kepada Benji."..Dan yang ini untuk bang Benji."Mengambil satu gantung rubah kembali dengan bentuk yang sama.
Melihat kedua gantungan tas ini."Suka kan bang?".Tanya Nathan.
"Suka, kawaii bentuk nya."Kata Benji."...Arigato."Sambungnya.
Berjalan lelet nan santai."Cepat jalannya sebentar lagi kereta terakhir tujuan kita berangkat."Kata Kenji dengan pandangan malasnya.
Dengan julidnya Nathan membalas."Yehh."
++++++
Pukul 09.45
Siang
Di kelas MIPA C masih berlangsung pelajaran seperti biasa nya. Namun di lain tempat di jam yang sama. Di sebuah tempat, di daerah Oka Olly .Lebih tempat di sebuah villa yang berdiri dekat tebing bibir pantai.
Ada pertemuan besar di sana. Pertemuan antara geng terkuat yang berkuasa. Geng-geng baru yang belum terlalu faham akan kekuasaan tertinggi yang di pegang oleh Mafia Yakuza.
Iya, Kekuasaan tertinggi di daerah sana di pegang oleh Yakuza, geng terbesar dan terkejam.
Geng baru yang melakukan ini adalah geng Monsutafaia dan geng CB(Cold Blood). Geng yang terkenal brutal nan kejam. Geng yang terkenal tanpa tidak memiliki hati, karena tindakannya yang tidak manusiawi.
Entah apa yang akan tejadi dengan nya nanti, tapi di dalam masalah besar saat ini. Karena dia sudah ikut campur dalam urusan geng remaja yang kejam.
"Bukkoroshite yaru, baji**ngan!!."Dengan tatapan dingin suram nya .
(Aku akan membunuhmu) .
"Jangan gegabah, dia cucu seorang Yakuza .Sudah dapat di pastikan dia memiliki pemikiran yang cerdik layaknya seorang mafia Yakuza."
"Mulai malam nanti kita bergerak sesuai rencana awal."
"Ingat!Jangan ada yang gegabah."Tegas ketua geng CB .
Selesai dengan pertemuan ini. Hanya terlihat pemuda dari pemuda yang lain. Pemuda yang sangat mencolok dari yang lain. Pemuda yang berambisi kuat untuk membunuh Nathan.
Next!! Kembali....
Karena sudah terlalu bosan dengan materi pelajaran Nathan memutuskan untuk terlelap sejenak. Begitu pula dengan Kenji yang justru sudah mendahului Nathan.
Namun nyamannya bermimpi-mimpi harus terbuyar dengan getaran benda pipih di saku celana panjangnya.
Kenji rileks kan duduknya, laku diam-diam ia ambil benda pipih ini. Ia nyalakan layar benda pipih ini untuk melihat beberapa notifikasi chat di sana.
Pesan Chat Otou-san.
*Kenji, maaf. Ayah tiba-tiba ada pekerjaan mendadak dengan perusahaan mobil di China .Yang mengharuskan ayah untuk berangkat ke sana hari ini juga."
*Ayah tidak tau akan pulang kapan. Selama ayah di China, kamu tinggal lah bersama nak Nathan .Jangan tinggal seorang diri di rumah."
*Dan ingat!Jangan bertengkar ataupun melakukan hal-hal yang membuat kalian berdua celaka. Kalian berdua harus rukun sampai ayah pulang."
Selesai membaca ini. Batin Kenji memasang mimik wajah julid berkata."Gue?Rukun sama cebong, yang jelas saja. Tiap pagi saja sudah ribut, apa lagi tiap hari ketemu .Mungkin tiap hari akan ada tragedi peperangan."
Entah sadar atau menyadari. Nathan sebagai kabel yang sudah saling tersambung. Menengok datar ke Kenji."Baji**ngan."Batinnya.
"KALIAN BERDUA!!".Suara lantang sang guru Matematika di depan sana .
Baik Nathan ataupun Kenji langsung berpaling ke arah depan."Maju!".Tegas guru MTK .
Keduanya membuang nafas malas nya. Sebelum beranjak berjalan ke depan. Di depan Nathan dan Kenji berdiri sejajar.
Guru ini menulis dua soal matematika di papan tulis."Yang lain kerjakan tugas tadi."Kata Guru MTK .Beralih melihat kedua pemuda ini berganti."Kalian kerjakan soal ini. Lalu terangkan tata cara perhitungan kalian kepada saya."Tegas guru MTK .
Kedua mengangguk ringan, sebelum berjalan lebih maju untuk mendekati papan tulis. Kedua sibuk dengan spidol dan soal nya masing-masing.
Iya, Nathan dan Kenji di beri satu untuk satu orang ,dengan soal yang tidak sama.
Nathan terdiam sembaring memperhatikan soal di depannya."Soal ini sama kayak soal kemarin yang di kerjakan bang Lingga."Batin Nathan. Ia yang ingat dengan cara mudah yang di berikan bang Lingga pun, dengan sat set wat wet langsung menyelesaikan satu soal di depannya ini.
Sementara Nathan sudah mulai mengerjakan. Di sisi lain, Kenji masih kebingungan. Ia bahkan mencak-mencak surai rambut nya berkali-kali .Karena frustasi.
Sudah selesai. Nathan melirik sekilas ke guru MTK yang tengah sibuk membaca. Secepat ia berpaling ke arah Kenji. Dengan kabel batin yang terhubung Nathan berucap tanpa mengeluarkan suaranya."Wew, kecipir."
"Apa, bego?".
"Soal kemarin, nomer 27. Ingat-ingat cara soal itu." Batinnya memberitahu Kenji .
Masih tanpa mengeluarkan suaranya."Iya ,anjing .Arigato, Cebong."
Melihat Kenji sudah bisa mengerjakan soalnya .Nathan segera memanggil guru MTK ini."Sensei."
Berpaling melihat sang sumber suara."Oh, sudah selesai."
"Coba jelaskan cara kamu mengerjakan nya."Guru MTK mulai fokus memperhatikan Nathan.
Nathan yang tidak pernah nervous, tiba-tiba hampir saja nervous karena ulah tatapan mematikan guru matematika ini. Namun ia dapat menghentikan nya dengan sekali hembusan tenang nafas lembut nya sebelum mulai berucap menjelaskan.
++++++++
Sesaat kemudian yang di tunggu-tunggu telah tiba .Apalagi kalau bukan panggilan bel istirahat .Semua murid mulai berkemas, tidak terkecuali guru MTK. Nathan dan Kenji yang sudah kembali ke tempat duduknya. Segera membereskan buku-buku di atas meja nya masing-masing.
Nathan ingat dengan aksesoris tadi."Oi! Tunggu kalian."Panggil nya kepada kedua perempuan yang hendak beranjak keluar ini.
Beranjak mendekati kedua perempuan ini .Nathan yang sudah ada di dekat Mika memberikan kantung berisi gantungan tas terakhir ini kepada Mika."Ada gantung tas di dalamnya. Kalian pakek ya, Yuki dan yang lain juga sudah ku kasih."
".....Kalian jaga, itu tuh pemberian gue....Dan lu Kalisa. Lu tenang saja, warnanya sama kayak punya Kenji. Oke!." Nathan dengan nada menggoda nya.
Membuat wajah Kalisa merona panas yang berakhir dengan tertunduk malu.
Mika yang sudah melihat isi kantung pemberian Nathan."Iya, Arigato Nat."
"Iya."
"Ari-arigatogozaimashita."Ucap sedikit guguk Kalisa.
"Hem."Dengan mengangguk ringan sebelum berlalu pergi.
Mika kembali ke bangkunya untuk menaruh di mejanya. Sebelum berlanjut ke tujuan awalnya untuk pergi ke kantin bersama Kalisa.
+++++++
Pukul. 14.50
Siang menjelang sore .
Nathan dan Kenji mulai dalam berjalan pulang ke rumah. Namun kali ini, tidak langsung pulang .Karena Nathan memutuskan untuk mengantar Kenji kembali ke rumah terlebih dahulu .Untuk mengambil beberapa kebutuhan Kenji selama tinggal di rumah Nathan.
Benji juga ikut bersama kedua maklum resek ini .Karena ia sudah mulai akrab dengan ayahnya lagi. Benji mencoba menguji kesabaran ayahnya kembali. Apakah ayah nya masih mengekang kebebasan nya atau sudah benar-benar memberinya sedikit luang untuk menikmati masa muda nya .
Nathan yang melihat-lihat foto-foto pigura keluarga ,di ruang keluarga Kenji."Bibi cantik sekali ,tapi ko tidak ada yang mirip-mirip nya dengan Kenji?".
Masih di posisi sedikit membungkukkan di sana."....Kenji seperti anak Kecipir."
"URUSAI!!".Kenji berteriak dengan lantang dalam kamar tidur yang tidak jauh dari ruang keluarga.
(Berhenti!!)
"Yehh."Menjinjing bibir julid nya .
Benji yang tengah duduk santuy."Jangan berulah ,Nat."Tegur Nya .
+++++
Sesaat kemudian. Saat Kenji sudah beres dengan semua barang bawaan nya. Ketiganya segera beranjak pergi dari sana. Pergi pulang ke perumahan elit, daerah Hinode.
Sembaring berjalan santai menikmati suasana menjelang sore. Dengan cahaya redup dan suasana yang semakin mengelap. Ketiganya berbincang santai tanpa mengubah posisi berjalan bersama.
"Tapi kalian tidak papa kan?".Tanya Benji saat sudah selesai mendengar cerita Kenji dan Nathan soal masalah di Oka Olly.
"Tak, no lecet-lecet."Balas enteng Nathan.
Mengusap kasar wajah Nathan."Tak lecet, apaan bego?....bekas memar di muka lu masih ada, o'on."
Menatap datar Kenji."Bicara lu tidak bisa biasa?".
"Tidak."Enteng Kenji.
Membelah jalan di antara keduanya."SUDAH!Ayo jalan, langit semakin gelap."Ajak Benji.
+++++++
Pukul 19.20 Sore
Kedua pemuda ini sampai di rumah dengan selamat. Dan kini keduanya tengah di sibukkan di dalam bilik kamarnya masing-masing. Sibuk dengan ritual mandi sore tentunya.
+++++++++
++++++++++++
Korsel
20.10 Malam
Riska tengah makan malam bersama dengan Joo Zon-jun. Seorang anak laki-laki yang beberapa minggu ini menemani. Atau kurang lebih ia asu.
"Zon-jun pinter sekali, sudah bisa makan sendiri .Tidak berantakan juga. Tante suka melihat kamu yang pintar dan manis ini."Gemes Riska mencubit kecil pipi Joo Zon-jun.
"Umm, Zon-jun kan sebentar lagi masuk SD. Masak masih di suapin, kan malu Tante."Suara lucu Joo Zon-jun berucap.
"Iya, Tante lupa."Riska dengan senyum manis nya.
Riska sangat senang dengan kehadiran Joo Zon-jun bersamanya. Bahkan ia tidak pernah merasa direpotkan sedikit pun oleh kebutuhan anak ini. Padahal, di sisi lain ia juga selalu di sibukkan dengan tugas-tugas pekerjaan menumpuk kantornya.
Riska tetap tidak pernah merasa ataupun mengeluh kelelahan. Ia justru sangat senang juga bahagia. Bahkan dokter psikologi nya. Dr. Lee Min-Kyung mengatakan .Bahwa hari semakin hari keadaan kesehatan mental illness Riska sudah jauh lebih baik. Walaupun masih ada sedikit ancaman pada sistem saraf otaknya. Yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa nya. Riska tetap tidak memperdulikan itu. Karena mendengar keadaan kesehatan tubuhnya sudah jauh lebih baik saja, ia sudah cukup senang.
Karena dengan begitu ia bisa berakibat seperti sedia kala .Menjalani aktivitas sehatnya seperti biasa.
Next kembali....
Selesai makan malam tadi. Kini Riska mulai di sibukkan mengerjakan tugas kantor. Bersama dengan Joo Zon-jun yang sibuk mengerjakan soal-soal kecil yang sengaja Riska buatkan untuk Joo Zon-jun belajar.
+
+
+
+
+
Malam semua ππ€
Akhirnya Author sudah selesai review. Kalian bisa baca ulang jika mau. Soalnya ada beberapa kalimat yang Thor rubah/tambah .
Semoga kalian suka, jangan luka like"" dan komen .Thor akan upload seperti biasa kembali
Tatatatttt...ππ€