My Salvador

My Salvador
Eps.58 Sakit 2



Seoul


Pukul .05.30 . Pagi


Di pagi hari dengan cuaca yang mendukung ini .Nathan yang kini ada di rumah kakak nya segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor ,sebuah rutinitas baru nya .


Pakaian kemeja formal warna putih ,berpadu dengan jaket biru yang resleting nya di biarkan terbuka .Nathan terlihat seperti pria muda yang sudah berusia 20 tahun ,dengan tinggi badan yang sekarang cukup membuat dirinya terlihat perfect.


Dengan kaki jengkelnya ,ia mempercepat langkah nya untuk masuk ke dalam liv yang tersedia di dalam rumah .Tidak perlu waktu lama dirinya untuk sampai di lantai bawah .Kini ia yang sudah di lantai bawah langsung saja melanjutkan langkahnya ,agar ia bisa cepat pergi ke rumah sakit di mana kakaknya di rawat .


Setelah kemarin malam ia menjenguk kakak nya .Nathan yang kini bisa sedikit bernafas lega ,karena kakaknya sudah bisa di pindah tempat kan ke kamar rawat inap pagi ini .Ia mengetahui itu dari pamannya ,namun ia kembali mengulangi pertanyaannya kepada dokter yang menangani kakak nya .Dikala ia tanpa sengaja berpapasan dengan dokter ini sesaat setelah ia mengantar Kim Yong-dae berobat malam kemarin .


Oleh sebab itu ,di pagi ini Nathan bergegas berangkat .Sampai di ambang pintu depan rumahnya."Tuan muda ."Panggil Bi Yong-see yang berlari kecil menghampiri Nathan .


Nathan berhenti sejenak ,ia berpaling melihat Bi Yong-see."Tuan muda tidak mau makan pagi dulu?".


"Tidak perlu ,Bi."Balas Nathan menatap lawan bicaranya.".....Bi ,bibi Yo-min di mana ?".Lanjutnya bertanya tentang keberadaan asisten rumah nya yang satu nya .


"Bi Yo-min sudah kembali ke rumahnya ,Tuan muda ."


"Tidak seharusnya bibi Yo-min kembali ke rumah nya ."Batin Nathan,tidak ingin terlalu memikirkan ."Yasudah Bi ,saya berangkat dulu ."Sambungannya langsung mempercepat langkahnya keluar dari dalam rumah nya .


Nathan yang sudah di luar ,langsung di sambut dengan Jen Xin-ki .Seseorang yang mulai hari ini akan mengantar jemput kemana pun Nathan akan pergi .


"Selamat pagi ,Tuan muda."Sapa Jen Xin-ki sedikit membungkukkan pandangan memberi hormat.


Nathan hanya membalas dengan anggukan ringan ."Anda Hyung Jen Xin-ki ?".


Jen Xin-ki mengangguk ringan ."Antar saya ke rumah sakit ."Ucap Nathan beranjak masuk ke dalam mobil Maserati Ghibli .Mobil yang hari ini ,akan menjadi mobil yang sering ia pakai .



Jen Xin-ki yang sudah melihat majikan nya sudah duduk dengan baik di dalam mobil ,ia pun segera ikut beranjak masuk untuk segera tancap gas meninggalkan pekarangan rumah ini.


Beberapa jalan raya di daerah ini ,masih sunyi sepi oleh kendaraan-kendaraan yang biasanya berlalu lalang .Hanya ada beberapa orang saja yang berjalan di atas trotoar ,mungkin orang-orang ini akan memulai kegiatan keseharian mereka.


Seperti pemuda yang tengah terduduk melamun di dalam mobil ini .Semenjak awal perjalanan ,pemuda ini hanya terdiam memperhatikan keluar jendela kaca mobil .Manik hitam lekat pemuda ini terasa sangat seduh menatap keluar mobil .Seakan manik hitam ini terasa sangat lelah melihat banyak nya sejarah .Sejarah gelap yang seharusnya tidak ia lihat dan tidak seharusnya ia jadikan memori tersimpan di dalam pikiran nya.


Nathan ,nama pemuda ini .Pemuda yang sangat terhanyut dalam pikiran nya sendiri ."Bunda ,Ayah ,Kakak sedang sakit sekarang .Tolong doakan kakak kelas sembuh bunda ,ayah .Nathan tidak ingin ,kak Riska meninggalkan Nathan ,seperti bunda dan ayah ."Batinnya yang berucap .


Di dalam tatapan kosong , tiba-tiba harus terbuyar dengan ponsel nya yang bergetar .Nathan segera mengambil ponselnya yang ada di dalam kantung jaketnya .


Pesan paman Dae-hyun


*Tuan muda ,Nona Riska sudah di pindah tempat kan ke ruang rawat inap ,kamar mawar 08 ."


*Nona Riska sekarang sedang bersama dengan istri saya ,karena saya akan keluar membantu mencari barang bukti pelaku kecelakaan Nona Riska .Agar pelaku lekas di tangkap."


Setelah membaca isi pesan panjang paman Baek Dae-hyun .Nathan langsung menekan tombol gagang telepon di atas untuk segera menelepon paman Dae-hyun .


Tersambung .


*Hallo ,paman ."


*Maaf ,Tuan .Saya tidak bisa menjaga Nona Riska hari ini ."


*Bukan ,bukan itu ."


*......Kenapa anda tidak memberitahu saya kalau penyebab kecelakaan kakak saya karena ulah orang lain .Bukan karena kesalahan menyetir mobil kakak saya sendiri .Kenapa paman?".


Nathan yang berucap dengan sedikit menahan rasa emosinya .


*Bukan saya tidak bermaksud menyembunyikan ini dari anda ,tuan muda .Saya cuma tid......".


Belum selesai paman Dae-hyun berkata di seberang sana .Nathan sudah lebih dulu memotong dengan berkata.


*Paman cari tahu buktinya ,dan segera beritahu saya .Saya percaya kepada paman ,jadi saya harap paman tidak menyembunyikan apapun lagi dari saya ."


*Baik ,Tuan muda."


Panggilan di matikan sepihak oleh Nathan .


Sesaat setelah menutup panggil telfon, bersamaan dengan itu akhirnya sampailah mobil Nathan di parkiran rumah sakit .


Sebelum beranjak turun."Saya perlu nomer telfon anda ."Ucap Nathan yang berbicara dengan Jen Xin-ki ."Tuan muda sebutkan nomer telfon ,tuan .Biar saya masuk ke dalam kontak ponsel saya ."Balas Jen Xin-ki yang masih terduduk di kursi pengemudi .


Tanpa berbasa-basi .Nathan langsung saja menyebutkan nomer telfon berlahan agar Jen Xin-ki dapan dengan mudah memasukan nomer telfon ke dalam kontak nya .


Selesai dengan itu ,Jen Xin-ki langsung membuat nada sambung untuk memeriksa apakah nomernya sudah tersambung .


"Sudah masuk tuan ?".


"Hem ."Dehem Nathan memainkan layar ponselnya .


Tanpa suruhan dari Nathan .Jen Xin-ki beranjak turun dari dalam mobil ,ia membukakan pintu mobil untuk Nathan .Nathan segera beranjak turun ,ia yang sudah di luar mobil juga memberikan sedikit anggukan sebagai pertanda ia mengucapkan terimakasih .Sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkan parkiran mobil .Untuk segera berlanjut berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit .


Yang tentunya langkah juga di ikuti oleh Jen Xin-ki ,yang memang sudah tugasnya untuk menemani Nathan .


Sedikit lama Nathan ada di dalam liv rumah sakit ,kini ia yang sudah keluar dari Liv yang sudah berhenti di lantai atas yang ia tuju .Nathan kembali sedikit berjalan menyusuri lorong rumah sakit ini .Sampai akhirnya tibalah di kamar VIP mawar .Ia berjalan berlahan mencari nomer kamar rawat inap yang di tempat ia Riska ,kakak nya .


Nathan yang sudah berdiri di depan kamar 08 ."Hyung Jen Xin-ki tunggu di sini. "Ucap Nathan sembaring membuka pintu kamar rawat ini .


Nathan beranjak masuk ke dalam meninggalkan Jen Xin-ki yang terdiam menunggu di luar atas perintah nya .


Di dalam kamar rawat inap ini Nathan di sambut oleh kehadiran bibi Yo-min ,yang tengah terduduk di dekat brankar pesakitan tempat Riska terbaring .


Bibi Yo-min yang menyadari kehadiran Nathan ,segera bangkit dari tempat duduknya agar Nathan bisa duduk di sana .


Nathan yang kini sudah berdiri di dekat brankar tidur tempat kakaknya terbaring ."Bi bisa tinggal kami ."Ucapnya tanpa menatap lawan bicaranya.


"Tentu tuan ,saya permisi ."Bibi Yo-min beranjak keluar dari dalam kamar rawat inap Riska .Untuk memberikan waktu adik dan kakak ini berduaan di dalam .


Selepas kepergian Yo-min .Nathan dudukkan dirinya di kursi kecil yang tersedia di sana .Ia yang sudah terduduk, kini menggenggam telapak tangan kakak nya dengan kedua tangan nya .


Ingin ia menangis melihat keadaan kakak nya yang seperti ,namun ia tahan .Walaupun hati terasa sangat sakit melihat kakak yang hanya terdiam dengan mata terpejam mengabaikan dirinya .Namun di sisi lain Nathan juga sangat bersyukur karena mimpi tidak sampai menjadi nyata.


Masih di posisi yang sama ."Kak Riska ,kakak kan tahu adik kakak ini tidak suka di abadikan ,lalu kenapa kakak mengabaikan Nathan sekarang?Nathan rindu kakak ,kak Riska bangun ya .Kak Riska boleh ko memarahi Nathan tiap hari ,menghukum Nathan tiap hari .Nathan akan terus berbuat salah agar kak Riska memarahi Nathan. Nathan lebih suka kak Riska memarahi Nathan tiap hari seperti dulu dari pada ....". Ocehan terhenti ia terdiam menahan tangis nya .Sampai ia melanjutkan dengan nada suara yang pilu."Bangun kak ,adik kakak sangat merindukan kak Riska ."Sembaring mengangkat tangan kakaknya membawa ke dalam pelukan .


Nathan menciumi punggung tangan kakaknya."Saya pamit pergi ke kantor ,nanti siang Nathan akan kembali lagi ke sini ."Pamit Nathan beranjak dari sana ,ia sudah tidak bisa menahan bui bening Nya .Sehingga ia memilih untuk beranjak pergi dari sana ,ia tidak ingin menangis lagi di depan kakaknya .


Kini ia yang sudah di luar kamar rawat inap kakak nya ."Saya titip kakak bibi ,nanti saya akan kembali."Ucapnya menatap bibi Yo-min .


"Iya ,nak Nathan ."Balas Bibi Yo-min terfokus dengan lawan bicaranya.


"Saya permisi ."Ucap Nathan beranjak pergi meninggalkan lorong rumah sakit ini .


Yang ikut oleh Jen Xin-ki yang juga mengucapkan hal yang sama dengan Nathan sebelum ia beranjak pergi menyusul ,langkah kaki Nathan yang sudah lebih dulu berjalan mendahului nya .


+++++++++


Pukul ,06.00


Jam 6 tepat mobil Maserati Ghibli yang di naiki Nathan telah sampai di depan pintu utama masuk nya gedung yang menjulang tinggi ini .


Saat sudah di dalam gedung perusahaan Salvador .Ia yang kini sudah di dalam segera mendekati meja kerja wakil ke dua sekertaris nya ,Hana .Gi Hana ,wanita muda yang pagi-pagi ini sudah di sibukkan dengan beberapa berkas menumpuk di atas meja kerjanya.


Nathan yang sudah berdiri di depan meja kerja Gi Hana ."Nona Hana ,setelah ini anda bisa datang ke ruang saya ?".


Hana yang sudah berdiri di dekat tempat duduk kerjanya ,saat melihat kedatangan Nathan untuk menghormati Nathan sebagai atasnya yang taman itu kata hari Hana ."Astaga pangeran pagi buta telah hadir."Batin Hana saat ini menatap hangat pemuda di depannya yang membuat meleyot-leyot.


Nathan yang menyadari ada yang aneh dengan wakil sekretaris nya ini pun melambai-lambai kan telapak tangan kanan nya di depan wajah Hana .Sampai membuat terkaget Hana dan merubah Hana menjadi salah tingkah .Seperti sekarang ,ia menjatuhkan tumpukan berkas di mejanya sampai berserakan di lantai karena salah tingkah nya .


Nathan yang memperhatikan itu hanya terdiam ."Saya tunggu di ruangan saya ."Ucap Nathan langsung beranjak pergi meninggalkan Hana yang salah tingkah karenanya .Yang hanya menatap biasa saja Hana .


Tapi mungkin Hana salah tingkah buka karena tatapan mata Nathan yang menghangatkan .Namun juga karena penampilan Nathan yang terlihat cukup perfect sebagai seorang pemuda seusianya . Penampilan sederhana yang terlihat cool ,membuat sebagian karyawan kantor kini memperhatikan dirinya .


Sedangkan Nathan yang merasa di perhatikan ."Semoga tidak ada satupun Tante-tante yang menyukai saya di sini ,Yaallah astaga ."Batin Nathan sedikit tidak nyaman dengan posisi nya saat ini .


++++++++


Setelah dengan banyaknya orang yang memperhatikan dirinya ,sampai rasa tak nyaman menghantui nya. Kini Nathan bisa bernafas sedikit lega karena ,ia sudah berada di dalam ruang kerja pribadi kakak nya yang saat ini ia tempat i .


Nathan dudukkan pantatnya di kursi kerja nyaman ini ,ia tegakan pandangannya sampai perhatian manik hitam lekat nya dapat lihat ke atas langit-langit ruang kerjanya .


Tatapan mata sungguh pilu ,bahkan dari awal masuk ia belum melebarkan senyum manis nya sama sekali .Raut nya hanya berekspresi dingin datar ,pandangan gelap penuh kisah misteri di dalam nya .


Namun bagi wanita itu ,wanita-wanita yang mengagumi Nathan tadi justru semakin membuat mereka tertantang untuk semakin mengagumi nya .Mungkin mereka belum melihat sikap amarah seperti apa yang dapat Nathan lakukan ,jika sudah lepas kontrol .


Akan tetapi Nathan berharap hal seperti itu tidak akan terjadi lagi .Sekarang di sudah dewasa dan saat nya untuknya berpikir lebih dewasa lagi .Agar tidak terlalu menyusahkan kakaknya lagi .


Ahh iya ,Nathan jadi teringat dengan kakaknya .Nathan pemuda ini sangat suka melihat kakaknya memarahi dirinya ,karena itu adalah kesenangan tersendiri untuknya .Walaupun terkadang juga ada rasa penyesalan karena ia selalu menyusahkan kakak nya .


Seperti sekarang ,kakak nya sedang terbaring lemah dalam rumah sakit .Memang benar kakak nya berhasil melewati masa keritingnya .Namun karena luka di kepalanya sampai sekarang kakak nya belum kunjung siuman .


Dunia yang penuh dengan orang-orang yang gila akan materi ,harta dan tahta ,oleh sebab itu orang-orang seperti mereka terkadang tidak segan-segan untuk bermain licik yang bahkan dapat membuat saingannya sampai mati dan hancur .


Sungguh miris dunia mereka, dunia yang hanya mengenal siapa yang kuat dia lah yang di kagumi ,dan untuk menjadi seperti orang itu .Makah kita harus berani menghancurkan kebahagiaan ,bahkan hidup musuhnya agar bisa menjadi kuat di tahta tertinggi pengusaha terkenal .


Walaupun ada cara baik ,namun bagi sebagian pebisnis memilih jalan ini adalah cara tercepat mereka untuk menjadi di atas tahta tertinggi .


Sebagai dari mereka tidak ada yang mengenal saling tolong menolong dengan gratis di dalam bisnis .Karena di dalam bisnis hanya mengenal ,ada uang ada barang .Ada keuntungan bagi rata .Mau bantuan juga harus siap dengan imbalan nya ,jika tidak ada .Ya, usaha sendiri .Jika gagal rasakan sendiri resiko dan frekuensi nya .


Kalian pasti berpikir .Kenapa sahabat-sahabat yang dulu-dulu banyak duit tidak membantu?.


Hy ,kalian tahu kata ini kan .Ada uang ada barang .Tidak ada ya tinggal kan! Mana mungkin orang yang bertatapan tinggi ,mau dengan kita yang sudah karatan.


Ya itu lah ,mereka ,itu lah sahabat .Eh bukan sahabat saja sih ,tapi juga keluarga yang gengsinya tinggi juga kadang seperti ini . Terkadang kita yang sudah gagal akan dikucilkan ,jika mau mereka kembali ya kita harus berusaha sendiri lagi untuk naik kembali ke tahta tertinggi sebelum nya .Setidaknya lah kita banyak duit, gitu saja .


Yasudah lanjut ,jangan banyak nulis nya nanti tidak jelas .Hehehe......


Setelah lama termenung di sana .Nathan kerjakan mata nya sejenak untuk menghilangkan penat karena sakit nya menahan tangis .Itu juga ia lakukan karena pintu ruang kerjanya di ketu dari luar oleh seseorang .


Di rasa sudah lebih baik ."Masuk."Ucap nya yang masih di tempat yang sama .


Hana membuka pintu ruang kerja bos nya berlahan ,sebelum akhirnya ia berjalan masuk ke dalam dengan beberapa berkas di tangannya.


Hana letakan beberapa berkas itu di atas meja kerja bos nya. "Ini beberapa catatan keuangan hari ini ."


"Hem."Dehem Nathan mengambil dokumen itu.


"Bos tinggal baca ,saya sudah salin catatan nya ."Kata Hana yang berdiri tidak terlalu jauh dari meja kerja bos nya ."....Sebentar lagi bos ada pertemuan dengan dewan gubernur Bank Camellia .Jam 7.30 ."


"Hem."


"......Kamu siap kan saja semua yang di butuhkan ,jika sudah waktunya saya akan datang ke meja kerja ,Nona Hana ."Nathan yang perhatian sudah terfokus membaca beberapa berkas artikel keuangan perusahaan nya .


"Saya permisi ,Tuan ."Pamit Hana membungkuk hormat sekilas sebelum beranjak pergi .Belum beberapa langkah ."Tunggu ,Nona Hana."Panggil Nathan yang menghentikan langkah Hana .


Nathan beranjak dari tempat duduknya ,ia berjalan mendekati Hana yang terdiam mematung di sana .Manik coklat Hana tidak henti-hentinya menatap wajah pemuda di depannya .


Sampai membuat Hana berjalan mundur di kala Nathan tiba-tiba membungkuk kan badan di depan Hana ."Eh ,bos ."Ujar kaget Hana .


Namun Nathan tetap membungkuk ,yang ternyata yang terpikir oleh Hana tentang bos nya salah .Nathan membungkuk di depannya dan sangat dekat dengan nya ,hanya untuk mengambil satu dokumen yang masih ia pegang ."Astaga ,astaga!Apa ini?Kenapa saya salah tingkah seperti ini, astaga ."Batin Hana menggeleng-gelengkan kepala ringan di kala tahu apa maksud bos nya sebenarnya .


Nathan yang kini sudah mendapatkan dokumen nya ."Anda lupa memberikan ini ."Ucap nya singkat .


"Ye ,bos .Maaf ,saya permisi. "Hana membungkuk sekilas dengan cepat sebelum akhirnya ia berlari kecil segera keluar dari ruang kerja bos nya .


Masih terdiam menatap punggung Hana .Nathan hanya memayungkan bibirnya sebelum akhirnya ia kembali duduk dan terfokus kembali dengan pekerjaannya .


+++++++


Pukul ,06.59


Telfon pribadi berdering bersamaan dengan telfon kantor nya .Nathan memilih melihat layar ponselnya terlebih dahulu sebelum mengangkat telfon kantor .


Setelah melihat layar ponselnya .Dengan cepat ia mengangkat telfon dari kantor .Yang tergeletak di atas meja .


Tersambung


*Hallo ,Tuan .Saya ingin memberitahu jika semua yang di butuhkan sudah siap ."


*Ya ,saya akan turun sebentar lagi ."


Panggilan di akhiri oleh Nathan sepihak .Ia berganti mengangkat gagang telfon yang bergetar-getar di layar ponselnya .


Tersambung


*Hallo ,paman Yoshi."


*Nak Nathan, saya sudah berbicara dengan pihak sekolah .Kamu di perbolehkan mengambil homeschool .Kamu akan tetap naik kelas tanpa mengikuti pelajaran kelas ,namun kamu tetap wajib datang jika ujian hadir ."


*Baik ,paman .Terimakasih bantuannya ."


*Sama-sama ,nak ."


*......Nanti Kenji akan membantu kamu dengan mengirimkan materi sekolah agar kamu tidak kesulitan saat melakukan ujian ."


*Iya ,paman , Terimakasih ."


*Bagiamana keadaan, kakak kamu?".


*Kakak belum siuman ,paman ."


Nada suara Nathan yang terdengar seduh .


*Semoga Nona Riska lekas siuman ,agar nak Nathan tidak bersedih dan lekas kembali."


*Terimakasih ,paman ."


*....Sudah dulu ,paman .Saya harus menghadiri pertemuan ."


*Iya ,nak Nathan .Hati-hati dan semangat ."


*Iya ,paman ."


Panggil berakhir.


Nathan melekat ponselnya di atas meja ,ia beranjak masuk ke ruang istirahat yang tersedia di dalam ruang kerjanya .


Iya di dalam ruang kerja ini ada ruang istirahat ,semacam kamar tidur.


Di dalam Nathan membuka lemari pakaian yang tersedia di sana .Ia menemui pigura foto ayah dan ibu nya di dalam lemari ini .Sehingga ia sempat tersenyum tipis ,sangat tipis melihat pigura kecil itu .Lemari ini juga menyimpan beberapa jas bagus .


Nathan ambil beberapa jas dan mencobanya mungkin ada yang pas dengan ukuran badannya .Jas biru dongker sangat pas dengan ukuran tubuh nya .Alhasil Nathan pun beranjak keluar dengan mengunakan jas ini .


Ia yang sudah kembali ke meja kerjanya ,meletakkan jaket yang ia pakai tadi di kursi kerja nya .Iya ,ia mengantuk kan jaket itu di sana .


Sedikit kurang nyaman ,iya itu yang saat ini Nathan rasa kan saat mengunakan jas ini .Walaupun ini jas bagus dan mahal sekali pun .


Namun Nathan tetap mencoba untuk senyaman mungkin .Ia langsung meraih ponselnya ,juga satu berkas dari atas meja nya .


Dengan langkah kaki jengkelnya ia berjalan ke luar ruang kerjanya .Untuk segera mengajak sekertaris Hana menemui meeting pertama hari ini dengan direktur utama Bank Camellia ,bank terbesar di daerah sini .


+++++++


Nathan masuk ke dalam liv kantor yang akan mempercepat nya untuk sampai di lantai bawah dimana meja kerja Hana berada .


Sesaat setelah menunggu sedikit lama di dalam liv.Nathan langsung saja beranjak keluar dari dalam liv saat pintu liv terbuka .


Ia kembali berjalan untuk menghampiri meja kerja sekertaris Hana .Di kala sudah dekat ."Mari berangkat ,Nona Hana."Ajak Nathan tanpa memperhatikan senyum nya kepada lawan bicaranya.


Hana yang sudah berdiri sejak kedatangan Nathan."Ye ,tuan ."Balasnya tersenyum ramah .


Dan bersamaan dengan itu Kim Yong-dae yang baru sampai di kantor langsung mempercepat langkahnya menghampiri Hana dan Nathan.


"Pagi ,Tuan ."Sapa Kim Yong-dae kepada Nathan ,yang sekarang menjabat menjadi atasannya.


"Hem ,pagi ."Balas Nathan tanpa merubah ekspresi wajah datarnya .Lalu ia kembali berpaling melihat Hana ."Ayo berangkat ,saya tidak suka menunda-nunda waktu ."Ucap Nathan terdengar dingin .


Menghentikan langkah Nathan. "Tunggu ,Tuan ,biar saya saja yang menemani pertemuan, Tuan ."Kim Yong-dae .


"Tidak bisa ,kamu harus menyelesaikan berkas kemarin karena setelah ini kita harus langsung berangkat meeting selanjutnya ."Jelas Nathan singkat .


"Tap...".Belum melanjutkan kalimatnya Hana lebih dulu memotong kalimat Kim Yong-dae."Mari ,bos berangkat."Hana mempersilakan bos nya berjalan lebih dulu meninggalkan Kim Yong-dae .


Kim Yong-dae yang terlihat sangat cemburu dengan kedekatan Hana dengan Nathan .Pemuda yang bahkan tidak perduli dengan apapun.


Bahkan sampai kepergian atasannya dengan Hana dari pasangan pun ,Kim Yong-dae masih terdiam di tempat memasang wajah masam nya .


+++++++


Di luar ,Hana berjalan mengikuti langkah kaki pemuda di depannya yang sejak keluar dari gedung kantor hanya terdiam saja ."Naik mobil saya .Kamu duduk di tengah bersama dengan saya agar mudah jika ingin membahas sesuatu ."Ucap Nathan tanpa menatap lawan bicaranya dan tetap melanjutkan langkah kaki nya .


"Baik ,Tuan ."Balas Hana menatap punggung pemuda ini .


Setibanya di depan parkiran mobil ,mobil Nathan sudah berhenti di depan pintu keluar dari parkiran .Di dalam mobil juga sudah ada Jen Xin-ki yang tengah menyetir mobil .Setelah melihat abah-abah tangan dari Nathan ,Jen Xin-ki membiarkan pintu mobil terbuka agar tuannya dapat dengan muda membuka pintu .


Baik ,Nathan ataupun Hana segera beranjak masuk ke dalam mobil .Namun sebelum itu benar-benar terjadi ,karena sempat ada hal memalukan yang Hana lakukan .


Di waktu ,Nathan membuka pintu mobil .Hana ngeloyor ingin masuk ke dalam mobil di mana tempat Nathan akan beranjak masuk ."Hem".Akhirnya Nathan berdehem ringan yang membuat Hana tersadar .


Hanya hanya mengangguk-angguk tersenyum canggung sembaring dirinya berjalan cepat ke sisi lain mobil .


Walaupun Hana terlihat lucu saat ikut dengan wajah memerah panas nya .Nathan tetap memasang wajah datarnya .Ia beranjak masuk ke dalam mobil saat Hana pergi dari sisi mobil yang ini .