My Salvador

My Salvador
Eps.159 Flu menyerang



Indonesia


Pukul. 21.00 Malam


Jum'at


Malam telah tiba. Langit biru tua mulai mendominasi membentang luas di atas sana .Hawa dingin malam mulai menyerang menusuk kulit .Namun dinginnya hawa malam tidak membuat tubuh panas Pemuda demam ini turun .


Malam ini suhu tubuh Nathan naik sangat tinggi .Bi Rani sampai kuwalah mengompres kening Nathan untuk menurunkan demam .Tidak lupa bi Rani juga menggosok-gosokkan telapak kaki Nathan dengan minyak agar hangat .


"Saya akan telfon mas Panji, bi ."Kenji mengeluarkan gawai nya dari saku celana pendeknya .


Bi Rani yang fokus merawat Nathan ."Iya ,Den .Suruh cepat pulang, biar mas Panji antar Den Nathan ke RS ."Nada suara panik Bi Rani melihat Nathan semakin mengigit, akibat suhu tubuh nya sangat panas .


Wajah pucat Nathan mulai terlihat .Kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan Bi Rani. Tanpa membuka kelopak matanya."Jangan telfon kakak bi, ja..ngan..beri tau kakak ."


Bi Rani membalas menggenggam kedua telapak tangan bergetar Nathan ."Tidak, den Nathan istirahat saja sebentar lagi Mas Panji datang antar ke RS ."


"Mas Panji tidak bisa pulang cepat, bi......"Beralih melihat gelas teh yang tinggal sedikit"....teh hangatnya sudah dingin .Saya akan buatkan lagi ."Kata Kenji berlalu pergi membawa gelas kosong ini keluar kamar Nathan .


Nathan masih demam .Panasnya masih belum turun .Bi Rani juga masih setia di samping Nathan untuk menganti handuk kompres ini .Tidak hanya itu ,dengan telaten Bi Rani juga mengelap keringat bercucuran yang keluar dari sela-sela surai rambut Nathan .


++++++


Pukul. 23.39


Selang beberapa waktu kemudian. Malam yang semakin larut .Dengan langkah tergesa-gesa Panji masuk ke dalam kamar Nathan .


"Bagaimana keadaan Nathan ,bi?".Panji tanpa melihat lawan bicaranya. Karena ia langsung mendekati Nathan yang sudah terlihat tenang memejamkan kedua kelopak matanya.


Kenji yang baru bangun di samping Nathan ."Nathan sudah jauh lebih baik ,mas."


"Loh, bi Rani?".Fokus pada Kenji.


"Saya suruh istirahat mas . Bi Rani sudah sepuh tidak baik jika kurang istirahat."


"Maafkan emas .Mas datang terlambat, jalanan sangat macet .Emas juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan."


"Tidak papa mas .Demam Nathan juga sudah turun ."


Memeriksa keningnya Nathan ."Besok pagi saya akan antar dia ke dokter."


"Sekarang mas istirahat saja .Biarkan saya menjaga Nathan di sini ."Kata Kenji melihat lawan bicaranya yang sangat kacau ."Mas Panji pasti sangat lelah seharian full mengurus kasus juga pekerjaan."


Tanpa perlawanan. Panji yang memang sangat lelah .Membalas dengan anggukan kepala ringan."Jika terjadi apa-apa panggilan saya langsung."


"Iya."


Panji berlalu meninggalkan kamar tidur Nathan .Tidak lupa ia juga menutup kembali pintu kamar ini .Membiarkan Nathan dan Kenji istirahat.


++++++


++++++++++


Indonesia


Pukul. 07.10 Pagi


Sabtu


"Iiiittt...". Mencengkram surai rambut kepalanya .Nathan perlahan-lahan membuka kelopak matanya. Sayup-sayup ia lihat sekeliling kamarnya.


Ia yang sangat risih dengan kondisi tubuhnya yang lengket memaksa untuk beranjak duduk .Membuat Kenji yang mimpi indah di atas tubuh Nathan terhempas kasar .


Sayup-sayup setengah sadar."Lu balas dendam."


"Badan gajah laut ."Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.


Nathan turunkan kakinya, dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Berlahan-lahan ia yang sudah berdiri melangkah menjauh dari kamar mandi .


Tubuh yang masih sempoyongan tidak mengurungkan niat Nathan untuk terus melangkah mendekati kamar mandi .


Sementara Nathan berusaha berjalan ke kamar mandi dengan kondisi tubuh yang masih sangat lemas .Kenji justru kembali melanjutkan mimpi tidur yang sempat tertunda .


+++


Di dalam kamar mandi .Di depan cermin. Nathan mulai melepas kaos lengan pendek yang ia kenakan. Sampai menampilkan tubuh penuh lukanya .


"Lengket sekali tubuh sialan ini ."Ujar Nathan menaruh kaosnya ke dalam keranjang pakaian kotor .Sebelum ia melangkah masuk ke dalam tempat pemandian.


Di dalam pemandian ,ia menyalahkan keran air untuk menguyur tubuh lengketnya.


++++++++


"Umm...".Tanpa membuka kelopak matanya. Kenji bangun untuk beranjak turun dari tempat tidur.


Pakk..."Aaahhhhhhhhhkkkkckkckkk.... Makanan jangan tidur muluk ."Ucap Nathan pada Kenji yang keningnya baru saja mencium gawang pintu kamar Nathan .


"Bang**sat ,siapa yang pasang pintu di sini."Kesal Kenji mengelus keningnya yang benjol .Belaku meninggalkan kamar Nathan dengan ngedumel tidak jelas .


"Dasar kecipir."Nathan menghela nafas heran .Ia berjalan menutup pintu kamarnya kembali. Agar ia bisa berganti pakaian.


+++


Posisi Nathan saat ini sudah ada di ruang makan .Menikmati menu sarapan paginya seorang diri .Karena kedua tamunya belum kunjung turun .


"Bi kemari malam tidak ada yang telfon kak Riska kan?".Nathan memastikan jika tidak ada yang memberitahu kakak perempuan nya ,kalau dirinya sakit .


Fokus pada lawan bicaranya."Tidak den ."


Hajjjiiihh...Hajiicc...hajjjiuhh....Suara bersin yang di buat oleh Panji menggema di ruangan ini .


Nathan yang melihat kedatangan Panji."Mas Panji sakit?".


"Sepertinya flu."


"Saya buatkan minuman herbal dan saya ambil obat ,mas Panji ."Kata Bi Rani.


Mengangkat tangan."Iya, bi ."Panji duduk di depan Nathan yang tengah asik makan .


Panji yang melihat tingkah Nathan seperti bukan orang sakit ."Katanya semalam demam, ko..".


"Mas...Saya cuma demam bukan koma .Jadi wajar lah kalau saya makan banyak untuk penambah energi."


"Ya, ya, terserah kamu .Jikkk...jihkk...".Di akhir dengan bersin di akhir kalimat.


Menyadari ada yang kurang."Kenji di mana?".


"Tidur ."


Hening cukup lama .Karena Nathan hampir selesai dengan aktivitas sarapan paginya .Sementara Panji masih sibuk dengan bi Rani yang memberikan nya obat dan ramuan minuman (Jamu).


+++++


Nathan masuk ke dalam Liv rumah nya untuk kembali ke lantai kamarnya .Selama itu Nathan memainkan ponselnya dalam genggaman nya sampai tersambung dengan nomor Jovan di seberang sana .


...Tersambung...


*Lu sibuk?".Tanya Nathan di seberang sini.


Hajjjiuhh... Hajjjiuhh....Uhmm...*Sorry Nat, gue flu."


*Lah sama kayak mas Panji ....Sejak kapan?".


*Kemarin pulang gue langsung tumbang. Badan gue remuk semua .Untung Fadil mau pijatin."


*An**jay babu."


*Yang penting ilang capek-capek nya...".Hening sesaat."...Gimana info selanjutnya Hidan ."


*Gue belum tanya mas Panji .Gue justru mau ajak lu jenguk Asta ke RS ."


*Sorry ,gue tidak bisa keluar. Nyokap gue kurung gue di kamar gara-gara kemarin tumbang ."


*Yasudah lu istirahat saja ....Eh tapi tunggu....Btw Kevin kemana ."


*Lu belum tahu kalau Kevin tidak di kota ini ."


*Kemana emak?".


*Dia ikut olimpiade MIPA. Sejak awal libur kemarin .Jika dia kalah mungkin dia sudah pulang sejak kemarin, kalau belum gini kayaknya emak menang dan lanjut ke babak final."


*Otak emak sejak dulu tidak perlu di ragukan."


*Udah Nat. Gue mau lanjut tidur ."


*Hem."


Panggilan di akhir Jovan sepihak.


Nathan yang sudah keluar dari Liv .Kini masuk kembali ke dalam kamar tidurnya .Nathan membuka lemari pakaian untuk mengambil jaket juga tas selempang.


Dengan membawa kedua benda itu .Nathan berlalu turun kembali ke lantai bawah rumah nya .