My Salvador

My Salvador
Eps.28 Tidak ada apa"



Osaka


pukul ,20.09 ,malam


Air hujan semakin turun dengan derasnya, di luaran sana membuat kabut putih mulai bermunculan di sekitar daerah ini. Hawa dingin di luar sana juga semakin menusuk kulit.


Akan tetapi tidak dengan kedua pemuda yang tengah duduk santai di ruang makan .Nathan, pemuda yang tengah menghabis makan malamnya, bersama dengan Benji yang tengah menikmati segelas minuman hangat yang dibuatkan oleh Nathan.


Benji yang tengah menggenggam gelas berisikan minuman hangat dengan kedua tangannya."Kamu tinggal seorang diri ?Di mana kakek kamu?Kenapa tidak ikut tinggal disini?".Tanya Benji yang fokus dengan lawan bicaranya.


Nathan yang sudah selesai makan segera membereskan piring kotornya ,sembaring membalas pertanyaan Benji."Ya, saya tinggal seorang diri di sini. Kakak saya ada Korea Selatan....Sementara."Menjeda kalimatnya."....kedua orang tua sudah tiada. Begitu juga dengan kakek saya."


Benji semakin fokus dengan lawan bicaranya."Nani!?Maksud ku maaf".Benji yang tidak percaya dengan balasan Nathan .


Nathan yang tengah membawa piring kotornya ke atas wastafel."Kenapa ,bang?".Tanyanya tanpa fokus dengan lawan bicaranya.


"Ya kamu jadi sedih karena pertanyaan saya."


"Santai bang."Balas enteng Nathan dengan senyum lebar nya.


"Soal kakek kamu. Saya sedikit tidak percaya beliau wafat secepat itu ,karna kakek kamu terkenal di hormat disini. Termasuk dengan keluarga ku sendiri yang juga sangat menghormati beliau."Balas Benji yang melihat punggung Nathan yang membelakanginya ,karena Nathan fokus mencuci piring kotornya.


Nathan yang tetap fokus mencuci piring kotornya."Benarkah!?".


Ia yang kini fokus mengelap piring telah selesai ia cuci.".....Kalau benar, beruntungnya bisa memiliki kakek yang di terhormat."Dengan di susul kekeh pelannya .


Benji yang kembali bertanya."Jadi kamu sendirian di sini?".


Nathan kini fokus menata piring bersihnya di rak piring ."Tidak ,ada paman Yoshi yang selalu datang membantu ,jika saya membantu bantuannya."Balasnya tersenyum canggu tiba-tiba.


"Oh." Benji yang fokus melihat dalam gelasnya."........tap......".Lanjut Benji yang langsung terpotong dengan berkata Nathan .


"........Kenji cuma salah faham." Potong Nathan yang menyambung perkataan Benji.


Nathan kembali duduk di tempat duduknya, dan kembali meneguk sedikit minuman hangatnya."Lalu ,kenapa bang Benji kabur dari rumah?".


"........Eh ma-maksud ku ,tidak mungkin kan bang Benji datang ke rumah ku tan......". Lanjut Nathan yang langsung terputus.


"...........Iya ,kamu benar." Saut Benji memutus perkataan Nathan yang belum terselesaikan .


Kini manik hitamnya terfokus dengan lawan bicaranya ."Saya kabur dari rumah .Biasanya saya menginap di rumah Ryo ,saat kabur dari rumah. Akan tetapi rumahnya terlalu jauh dari sini ,hujan juga sangat deras di luar. Jadi saya memutuskan untuk pergi ke rumah kamu."


".......Maaf ,jadi merepotkan." Sambungnya yang masih di fokus yang sama .


"Santai saja bang ,saya justru seneng ada yang berkunjung ke rumah saya ."Ucap Nathan yang meneguk sedikit minuman hangatnya kembali.


Kini manik hitam lekatnya terfokus dengan lawan bicaranya ."Kenapa bang Benji kabur dari rumah?".


"....... Em kalau tidak mau jawab juga tidak papa ,toh itu masalah pribadi bang Benji."Sambung Nathan dengan cepat tanpa menunggu balasan dari Benji yang masih terdiam .


Benji terdiam sembaring fokus menatap ke dalam gelas yang ia bawa ."Saya bertengkar dengan ayah ."Ucapnya.


".......Ayah saya selalu menginginkan saya menjadi sesuai dengan kemauan ego nya. Bahkan untuk cara hidupku ,dia mau saya menjalani hidup sesuai dengan keinginan dan peraturan nya."Lanjut Benji yang tetap menundukkan perhatiannya.


Nathan hanya terdiam ,ia mencerna semua kalimat yang terucap dari mulut Benji .


"Mungkin saya akan pergi ke rumah bibi saya besok ,dan menetap di sana untuk beberapa hari."Kata Benji yang kini terfokus menatap kearah lain .


"Lalu bagaimana dengan obrolan tadi siang?".Tanya Nathan soal obrolan tadi siang di depan rumah tradisional Jepang tadi siang .


Benji menyungging senyum miringnya."Soal itu ,Hiro akan menyelesaikannya sendirian."Balasnya .


Nathan yang masih terfokus dengan lawan bicaranya ."Serius bang ,tidak mungkin Yuki melakukannya sendirian. Seorang diri berhadapan dengan mereka ."Nathan yang tidak yakin.


"Kan ada kau!".


"Nani!?".Nathan yang mengerutkan keningnya.


Benji yang meneguk sedikit minuman hangatnya ."Kamu lupa?".


Nathan terdiam mengingat-ingat obrolan tadi siang .


Ingatan Nathan .


"Nat lu ikut kita ,soalnya Benji belum tentu bisa datang ."Ajak Ryo kepada Nathan .


Nathan langsung mengangguk ringan membalas ajakan Ryo kepadanya.


Nathan yang teringat itu langsung tersadar dan berkata ."TIDAK!!".Ujarnya membulatkan bola mata hitam lekatnya sempurna .


"Tidak usah lebay ,bukankah kamu sudah biasa melakukannya ."Ucap enteng Benji.


"lyaiya ,nidoto tatakawanai koto do yakusono shita ."Nathan yang mulai tidak suka.


(Tidak, tidak ,saya tidak ingin berkelahi .)


"Terserah kamu Nat ,tidak datang juga tidak papa."Ucap Benji .


Cukup lama mereka mengobrol ,akan tetapi karna hari semakin larut malam .Akhirnya Nathan memutuskan untuk mengajak Benji beristirahat ,karna ia besok juga harus sekolah.


Di lantai dua rumah Nathan. Benji masuk ke dalam kamar yang tadi di tunjukkan Nathan untuknya istirahat .


Sementara itu ,Nathan yang sudah di dalam kamarnya sendiri langsung mengunci pintu kamarnya sebelum ia dudukkan pantatnya di kursi dekat meja belajarnya.


Nathan fokus mengerjakan tugas sekolah yang akan di kumpulkan besok ,sampai hampir tegah malam ia masih disibukan di sana.


Di tengah ,tengah malam. Nathan yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya segera membereskan buku-bukunya .Lalu mengangkat kedua tangannya keatas sembaring menegakan punggung ."Aarrghh!".Geramnya yang melonggar otot-ototnya .


Selepas itu ia segera beranjak dari tempat duduknya .Nathan segera mematikan lampu kamarnya ,sebelum ia lompat ke atas tempat tidurnya .


Ia yang sudah tidur terlentang di atas tempat tidurnya ."Rest your body for today. Tomorrow morning there will be a new story waiting for you, Nat. Good night."Gumamnya dengan mata yang sudah terpejam .


Nathan terlelap dalam tidur malamnya ,ia tidur sangat lelap .Mungkin ia terlalu lelah sampai tidurnya terlalu lelap .


+++++++++++


+++++++


Seoul


pukul 06.30


Hari masih terlalu pagi ,hawa dingin di luar sana juga masih sangat menusuk kulit .


Akan tetapi ,wanita berparas cantik dengan mantel hangat yang ia kenakan ini .Kini sedang berdiri mengantri di depan pemeriksaan bandara ,dimana wanita itu akan masuk ke dalam pesawat yang akan ia naikin .


Riska ,wanita yang tengah mengantri itu .Bersama dengan Hana sekretarisnya ,dan pamannya .Baek Dae-hyun yang menjaga Riska .


Riska ,pamannya ,dan sekretarisnya akan terbang ke Cina pagi ini .Untuk perjalanan bisnis di sana. Di dalam pesawat. Riska yang masuk kelas VIP di dalam pesawat pun duduk di kursi yang berhadap-hadapan bersama dengan paman dan sekretarisnya.


Mereka sama-sama hening. Riska yang fokus membaca bukunya .Sekretaris Riska yang fokus membaca majalah yang tersedia di sana.


"Ajusshi tidur saja ,perjalan kita juga masih lama."Kata Riska kepada pamannya.


Paman Dae-Hyun mengangguk ringan ."Iya, Agassi."Balasnya .


Hana yang fokus dengan lawan bicaranya."Agassi ,jika saya boleh tanya. Kenapa anda mengajak saya bukan Kim Yong-Bae ,bukankah saya hanya wakil sekretaris. Keahlian saya juga belum seberapa."Hana yang tegah duduk di samping paman Baek Dae-Hyun.


Riska yang masih fokus dengan buku di depannya ."Dengan keadaan perusahaan seperti sekarang tidak mungkin untuk saya meninggalkan kamu di sana, mengurus perusahaan seorang sendirian, Hana."


"Benar juga sih ,saya adalah sekretaris pemula tidak mungkin untuk saya mengurus perusahaan di Seoul."Kata Hana yang berpikir benar juga yang di bilang dengan bosnya .


+++++++++++


Beberapa jam kemudian ,pesawat yang di naik Riska akhirnya mendarat di bandara internasional China. Riska ,pamannya ,dan sekretaris segera bersiap-siap untuk turun.


Di luar pesawat ,Riska melewati pemeriksaan keamanan bandara sebelum ia berlalu pergi mengambil barang-barangnya .


Sesaat kemudian ,Riska dan sekretaris tengah berdiri di luar bandara untuk menunggu mobil taksi yang tangah di carikan olah paman Baek Dae-Hyun.


Di saat sudah mendapatkan taksi. Paman Baek Dae-Hyun mempersilakan Riska untuk masuk ke dalam mobil taksi yang di susul oleh Hana .Setelah selesai membantu supir taksi tadi memasukkan beberapa barang koper kedalam bagasi mobil .Paman Baek Dae-Hyun segera menyusul masuk ke dalam mobil taksi yang di susul oleh ,supir taksi tadi yang duduk di kursi pengemudi dekat dengannya duduk .


Mobil itu segera berlalu pergi dari sana ,meninggalkan halaman dengan bandara.


Sedikit lebih lama Riska menempuh perjalanan mengunakan mobil taksi .Dan kini mobil taksi itu sudah berhenti di depan penginapan. Bukan, tapi di depan Villa yang berdiri tidak terlalu jauh kota.


Riska dan Hana segera beranjak turun. Paman Baek Dae-Hyun juga ikut turun untuk membantu mengeluarkan koper yang ada di dalam bagasi mobil .


Selepas membayar ongkos taksi ,mobil taksi itu segera berlalu pergi dari sana .


"Mari masuk ,Hana."Ajak Riska kepada sekretarisnya yang sejak awal turun dari mobil taksi hanya terdiam .


Hana mengangguk ringan sembaring menyusul langkah kaki bosnya dan paman Baek Dae-Hyun yang sudah berjalan lebih dulu .


++++++++++++++


++++++++++


Osaka


Pukul ,06.29


Jum'at.


Di jam yang hampir sama ,akan tetapi di lain tempat .Pemuda yang tengah mengendarai sepeda anginnya ,mengayun dengan pelan sepedanya memasuki halaman depan sekolah SMA Sanshain .


Di dekat parkiran sepeda ,pemuda itu beranjak turun untuk menuntun sepedanya .Sampai seseorang pemuda tiba-tiba menaiki boncengan sepedanya .


"Benji jadi tidak masuk sekolah?".Tanya Ryo pemuda yang menaiki boncengan sepeda Nathan.


Nathan menengok kebelakang sekilas di saat berasa sepedanya berat untuk di tuntun."Hem."Dedem Nathan membalas pertanyaan Ryo.


"Tadi bang Benji pergi ,katanya mau ke rumah bibinya ."Kata Nathan yang tetap fokus menuntun sepedanya dengan Ryo yang masih duduk di sana .


Sampai tiba-tiba suara yang memecah gendang telinga ,mengusik gendang telinga kedua pemuda itu .


"OI ,KALIAN."


"....bos kalian berani datang atau malah kabur ."


"Kayak anak an**jing ."


"HHHHHHHHH......."


Ledek senior kelas Nathan .Selesai memanas-manasi, ke empat senior kelas Nathan dan Ryo tadi berlalu pergi dari sana dengan tertawa lepas.


Ryo hendak beranjak ,melayani mereka .Akan tetapi ,Nathan dengan cepat mencengkram kuat pergelangan tangan Ryo ."Biarkan ,mereka hanya ingin membuat kita marah ,lalu kita yang akan kena hukuman ."


Dengan kembali menuntun sepedanya tanpa Ryo naik di sana."......Lagian harga diri kita juga tidak akan rendah hanya karena cacian basi mereka."Lanjut Nathan fokus menuntun sepedanya .


Ryo mengeram kesal ,melihat kepergian ke empat senior tadi. Nathan yang selesai memarkir sepedanya ."Ayok masuk."Ajak Nathan yang sudah berjalan mendahului Ryo .


++++++++


Setibanya di dalam gedung sekolah. Ryo masuk ke dalam kelasnya lebih dulu ,di kelas 10 A .Sementara itu Nathan masih berlanjut berjalan berlahan naik ke lantai atas untuk pergi ke kelas 10 C kelas belajarnya .


Setibanya di ambang pintu masuk kelas .Hiroyuki yang tengah kesulitan membawa terlalu banyak buku tugas yang kemarin belum sempat ia taruh di meja guru.


Ia yang menyadari ke datangan Nathan ."Tangan Nat!".Ucap Hiroyuki yang membuat Nathan mengangkat kedua tangan ,dan itu langsung di manfaatkan oleh Hiroyuki untuk menaruh tumpuk buku-buku itu di atas tangan Nathan yang tengah memandu.


"Nani, nani ,apa ini!?". Ujar Nathan yang mengerutkan keningnya dengan kesal.


Hiroyuki mengambil tumpuk buku lain di atas lemari ."Sudah ayo ,bantu ketua kelas sesekali."Kata Hiroyuki berjalan mendahului Nathan dengan membawa tumbuk buku di tangannya yang tidak terlalu banyak.


Nathan yang sudah terlanjur membawa buku-buku itu pun segera menyusul langkah Hiroyuki yang sudah berjalan keluar kelas lebih dulu.


++++++++++


Pukul 09.20


Dengan menunggu jam pelajaran ke dua di mulai .Hiroyuki memutar duduk melihat Nathan."Nat."


"......Benji jadi tidak masuk sekolah?".


Nathan yang tengah fokus membaca buku mengangguk ringan ."Tidak."Balasnya.


Tidak membuka percakapan lagi .Hiroyuki dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan, kembali duduk dengan benar di kursi duduknya .Sembaring menunggu guru pengajar datang .


+++++++++


Pukul 09.20


Di Jam yang sama ,akan tetapi di lain tempat .


Di atap gedung sekolah ,beberapa pemuda yang masih dengan seragam sekolah yang sudah terpakai dengan acak-acakan .Dan hanya satu dari keempat pemuda itu yang mengenakan seragam sekolah dengan rabi. Keempat pemuda itu tengah membahas sesuatu.


Yang sampai."Gue sebenar tidak suka dengan perkelahian ini ."Kata salah seorang pemuda yang wajahnya tersemat beberapa plester luka di sana.


"...........Perkalian ini di lakukan dengan penyebab yang tidak jelas ,lagian gue juga tidak akan mau mengikuti perintah Hakima ."Lanjutnya sembaring beranjak berlalu pergi.


"Kemana lu?".Tanya salah seorang pemuda yang lain .


Pemuda yang tadi ,yang tengah berhenti di ambang pintu turun ke lantai bawah gedung sekolah ."Balik kelas."Balasnya dengan suara lantang khas pria .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Hanam tidak akan semudah itu menurut dengan perintah orang lain ,termasuk dengan Hakima .Walupun Hakima pemimpin geng besar sekali pun."Saut salah satu pemuda yang tengah terduduk santai di kursi kosong yang tersedia di sana .


Chiko, pemuda yang menangapi maksud Hanam pemuda yang baru saja pergi.


"Lalu!Apakah kau akan diam saja?". Tadao pemuda yang terus bertanya-tanya tadi.


*Tadao Shuichi ,atau Tadao .Pemuda kelas 11 yang punya tingkah receh ini adalah salah satu anggota dari geng Monsutafaia .*


Sampai salah seorang pemuda merangkul bahu Taka ,yang sembaring tadi berdiri memperhatikan percakapan itu ."Sebesar apapun Hanam di hormati di dalam geng kita .Hanam akan tetap tidak perduli ,dia tetap kokoh dengan pendirian nya yang tidak mau terikat dengan geng apapun ."Taka yang mencoba menjelaskan .


"....Kamu ingat saat pertama kali ,dia datang?".Lanjutnya sembaring melepas rangkulannya .


*Noritaka Riki ,atau Taka ,atau Riki .Pemuda dengan tinggi badan 180 cm dari kelas 12 ini adalah wakil ke tiga ketua geng Monsutafaia .*


"Gue membantu kalian bukan berarti gue anggota geng kalian .Gue tidak mau ikut kalian .Gue ke sekolah ini untuk belajar, bukan untuk menjadi anggota geng kalian. Bahkan untuk memliki impian masuk ke dalam geng Monsutafaia ."


".......Tidak ada keinginan. Saya dekat dengan kalian hanya sebatas teman sekolah ,tidak lebih itu."Lanjutnya.


Ingatan Tando tentang perkataan Hanam waktu pertama kalian mengenal mereka .


"Ho'o lah .Dia hanya anggap kita teman sekolahnya ,tidak lebih."Ucap Tando yang teringat .


Chiko yang sudah beranjak dari tempat duduknya,berjalan berlalu pergi dari sana.Taka yang melihat itu ."Mau kemana?".


Sembaring tetap berjalan ."Kelas."Balas Chiko.


Taka menyusul langkah kaki Chiko yang sudah berlalu pergi dari atap gedung sekolah .Tando yang menyadari itu segera mengikuti langkah kaki Taka yang sudah berjalan mendahuluinya.