My Salvador

My Salvador
Eps.64 Masih Rencana



Seoul


11.25 Siang


Kamis


Siang ini awan-awan gelap mendominasi di atas sana .Hujan rintik-rintik juga mulai berjatuhan membasahi daerah sini .


Pemuda yang sudah ada di dalam rumah sakit ini ,telah duduk di kursi tunggu di lobi bawah rumah sakit .Terdiam terduduk di sana ,untuk menikmati ketenangan sejenak atau lebih tepatnya mengistirahatkan pola pikir otaknya sebentar.


Entah apa yang membuat pemuda ini lelah ,sampai akhir ia terduduk terdiam di sana .Manik hitam lekat nya terfokus melihat keluar jendela kaca besar yang menjulang tinggi di depannya .


Jen Xin-ki ,pria yang baru saja sampai di dalam ,langsung saja berlanjut masuk ke dalam liv untuk menyusul Nathan .Yang mungkin sudah ada di sana .Pikirnya yang tidak menyadari kehadiran Nathan .


Masih di posisi yang sama dan semakin terfokus melihat luar jendela kaca besar yang menjulang tinggi ini .Pemuda ini buang nafasnya dengan kasar sembaring merapatkan kedua bibirnya. Kini ekspresi wajah nya terlebih seperti tengah tertekan .Walaupun sebenarnya tidak .


Di luar sana, hujan deras mengguyur daerah ini .Daerah yang kini sudah basah dengan air hujan .


Beberapa orang mulai berlari mencari tempat berteduh ,bahkan sebaiknya dari mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan payung sebagai pelindung tubuh mereka dari air hujan .Dan sebagian lagi sudah sebisa mungkin merapat di tempat berteduh agar tidak basa dengan air hujan.


Ada juga yang sudah berlalu begitu saja berlari menerabas hujan tanpa mengenakan pelindung apapun ,selain jaket yang sudah basah sebagai pelindung kepala nya .


Kembali ke pemuda ini ,pemuda yang masih setia terdiam di tempat yang sama .Memperhatikan guyuran hujan di luar sana .


Seseorang menepuk bahunya yang membuat dirinya sendiri mempercepat mendongak melihat ke arah sesosok itu ."Tuan muda kenapa di sini sendirian ?".


Kembali berpaling melihat ke arah lain ."Istirahat sejenak."Balas singkat Nathan .


"Nona Riska sudah mencari anda?".


Berpaling melihat lawan bicaranya sembaring beranjak dari tempat duduknya."Cari saya?".


"Iya."Jen Xin-ki dengan mengangguk ringan .


Nathan yang melihat itu sesegera mungkin mempercepat langkah kaki jengkelnya .Sedangkan Jen Xin-ki yang melihat itu hanya terdiam mengikuti langkah sang majikan .


Nathan yang sudah ingin keluar Liv di lantai atas lorong kamar rawat inap kakak nya ,terpaksa harus terhenti di kala ponselnya tiba-tiba bergetar .Ia yang sudah berdiri di luar Liv segera menggeser gagang telfon yang bergetar tanpa melihat nama sing pembuatan sambungan telepon pertama.


Tersambung


*Hallo ,Nat ."


*Vin ,gimana keadaan Jovan .Lu sudah jenguk dia kan ?".


*Jovan masih keriting ,Nat ."


Nathan yang mendengar jelas itu ,hanya terdiam .Ia tidak tahu lagi harus bertanya apa .


*Semoga nanti malam Jovan berhasil melewati masa keritingnya .Soal jika tid......".


Memotong kalimat yang belum terselesaikan kan .


*BAJI***NGAN LU VIN .Jangan bicara yang aneh-aneh Vin."Bentak Nathan .


*Maaf-maaf gue takut saja ,Nat .Dari tadi sepulang sekolah gue kesini belum ada perkembangan ,Nat .Om dan Tante masih mengurus pemakaman Richard .Gue nungguin di sini sendirian ,gue takut sendiri ,takut Jovan benar-benar tidak akan bang....".


*Be**go!Tutup mulut mu .Lu jangan bicara yang aneh-aneh ,Jovan akan baik-baik .Lu bantu doa saja ,gue akan minta ijin kak Riska .Jika bisa gue akan kembali ke Indonesia sebentar buat jenguk Jovan ." Berlanjut.*.........Gue jadi ikut khawatir anjing ,Jovan ada-ada saja .Awas saja tuh bocah kalau benar-benar tidak bangun .Tidak akan gue kubur tuh anak ....".


Oceh Nathan sembaring menahan tangis nya .Bagaimana tidak sedih Jovan adalah His best friend sejak ia kecil .Teman curhat juga teman gila bersama .Teman yang selalu menemani di kala ia tengah kesepian membutuhkan pelukan kedua orang tua .Jovan selalu ada untuk membuatnya melupakan semua kesedihan nya .Sedih rasa nya jika Nathan benar-benar akan di tinggal pergi Jovan untuk selama nya .Benar-benar ,belum benar. Ingat itu!!


*Udah dulu ,Vin .Gue akan menemui kak Riska bentar ."


*........lu tidak perlu takut ,Jovan bisa bertahan ."


*Iya ."


Balas singkat Kevin yang tidak tahu lagi harus bicara apa .


Selepas mengakhiri panggilan telfon tadi .Nathan kembali melanjutkan langkah kakinya .


Sesaat setelah sampai di kamar rawat inap kakak nya .Nathan langsung membuka pintu kamar rawat ini berlahan .Namun ia mengurungkan niatnya di kala mendengar percakapan kakak nya di dalam yang tengah berbicara dengan seorang dokter yang bukan seperti dokter pemeriksaan biasanya.


Sebenarnya Nathan tidak ingin mengutip ,akan tetapi rasa penasaran sudah tidak terkendali lagi .


Di dalam .


"Jadi bagaimana dengan keadaan penyakit mental PTSD saya ?".Tanya Riska yang manik hitam nya terfokus melihat dokter yang berdiri di samping brankar tidur rumah sakitnya .


"Dari daftar laporan cidera pada kepala anda ,sudah tidak ada masalah yang serius .Namun saya harap anda lebih hati-hati lagi agar anda tidak mengalami benturan hebat kembali .Karena setelah saya membaca hasil laporan cedera otak anda, salah satu saraf di kepala anda mengalami kerusakan .Walupun itu tidak terlalu parah ,akan tetapi .Jika anda mengalami benturan hebat kembali bisa jadi hal buruk bisa menimpa anda ."


"Maksud dokter?".


"Maksud saya penyakit traumatis anda sudah lebih membaik .Namun itu bisa jadi buruk jika anda mengalami benturan keras lagi di kepala .Jika sampai terjadi saraf yang rusak tadi akan menjadi semakin parah .Dan resikonya Anda bisa mengalami gangguan kejiwaan ,amnesia total (anda akan lupa dengan semua hal ) , atau bahkan kematian ."


Riska masih terlihat tenang mendengar ini .Walaupun ada rasa takut yang amat hebat di dalam dirinya .Rasa takut bukan karena penyakit ,namun rasa takut tentang keadaan adiknya jika sampai tahu soal ini .Dan bagaimana jika sakit ini sampai kambuh dan ia melupakan semuanya .Lalu bagaimana dengan keadaan adiknya yang hanya memiliki satu keluarga yaitu dirinya .


Melihat pasien yang hanya terdiam ."Nona Riska tidak perlu risau .Penyakit anda sudah sembuh ,bukan ."


"Benar dok , terima kasih atas waktu anda yang sudah berkenan datang kamar rawat inap saya ."Riska sembaring menyungging senyum ramah nya .


Menyungging senyum tipis nya ."Sa....".


Druk......


Pemuda yang membuka paksa pintu kamar rawat inap ini . Sorot mata tajam pemuda ini terfokus dengan satu orang di sana , yang tidak lain ada wanita yang tengah terduduk di atas tempat tidur rumah sakit .


Masih terdiam membisu ,pemuda ini mempercepat langkahnya masuk ke dalam ruangan mendekati wanita yang terdiam ini .


Terlihat ukiran kaget di sana , juga isi hati yang terus berkata ."Semoga Nathan tidak mendengar semua nya!".Batin Riska yang terfokus dengan manik hitam lekat adik nya .


Di rasa sudah dekat dengan brankar pesakitan kakak nya ."Kak Riska kenapa tidak bilang kalau kakak sedang sakit?Sudah berapa lama kak Riska sakit?Dan sejak kapan itu terjadi?Kak Riska bilang kalau ada apa-apa harus bilang tidak boleh ada yang di sembunyikan ,lalu nyatanya .Kak Riska yang justru menyembunyikan sakit kakak ."Ucap Nathan tanpa jeda kalimat .


Baek Dae-hyun yang melihat itu ."Tu....".


"Diam ,Ajusshi!".Dingin nya tanpa melihat lawan bicaranya.


Riska yang masih menatap manik hitam lekat adik nya ."Saya tidak bermaksud menyembunyikan sakit kakak dari kamu .Kakak hanya membuatkan waktu yang tempat untuk bicara dengan kamu ,itu karena kakak tidak ingin sekolah atau kegiatan kamu yang lain sampai terganggu, karena jelas nanti kamu akan terus mengkhawatirkan keadaan kakak .Jika kamu tahu kakak tengah sakit ."Jelas Riska panjang lebar .


Nathan terdiam mencoba mencerna semua perkataan sang kakak .


"Dokter Min-kyung bisa pergi ,terimakasih waktu luang anda ."Riska berpaling melihat Dr.Lee Min-kyung yang masih terdiam di sana .


Sembaring mengangguk ringan ."Hemm ,saya permisi ,Tuan ,Nona ."Pamit nya beranjak pergi meninggalkan ruangan ini .


Duduk di pinggir tempat tidur sang kakak ."Kak Riska benar baik-baik saja?".Manik hitam lekat nya yang terfokus menatap sang kakak .


"Baik ,dik .Kakak sudah sembuh."Riska sembaring menyungging senyum hangatnya.


"Hemm."


"Ajusshi duduk saja ,capek berdiri terus."Riska yang kini terfokus melihat paman Dae-hyun.


Baek Dae-hyun tersenyum ramah ."Tidak perlu ,Nona .Saya kan keluar saja menemani Jen Xin-ki di luar ."Ucap nya sembaring beranjak keluar ruangan .


Riska hanya merespon itu dengan senyum tipis nya .


"Kak Riska serius sudah tidak ada yang sakit ,pusing atau apa gitu?Kata dokter tadi saraf kak Riska bermasalah. Kak Riska serius baik-baik saja?".Nathan yang masih di posisi yang sama .


Menggenggam telapak tangan adiknya ."Kakak sudah benar-benar baikan ,dik ."


".......Kamu sudah bisa kembali ke Jepang lagi".


"Hemm."


".........Tidak dulu kak ,Kak Riska kan belum pulang dari rumah sakit."Nathan merapatkan kedua bibirnya.


"Besok sudah boleh pulang ."


Memasang wajah kaget nya ."Serius kak?".


"Hemm."


".......Saya hanya wajib kontrol satu Minggu sekali."Lanjut nya .


Masih terfokus melihat adik nya ."Jadi kamu sudah bisa kembali lagi ke Jepang."


"Hemm ,kak .Kalau Nathan sekolah di sini saja gimana .Biar bisa bantu-bantu kak Riska ngurus perusahaan ."Nathan sembaring memasang wajah gemoy nya .Berharap dengan kakak nya kan luluh dan membiarkan nya pindah sekolah.


"Tidak."


"........Kakak tidak suka kamu ikut bantu-bantu sebelum kamu benar-benar lulus sekolah .Kakak tidak akan mengijinkan nya .Kamu sekolah di sana saja ,dik .Kakak akan baik-baik di sini ,kak Riska janji .Lagian kamu juga sudah janji dulu sama kakek buat sekolah SMA di sana sampai lulus ,bakal jaga rumah peninggalan nenek .Masak iya baru setengah jalan sudah menyerah ."Riska mencoba menuturi sang adik .


Membuang nafas kesal ."Hem....kak ."


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Hem??".Riska yang kembali fokus membaca buku novel yang sembaring tadi tergeletak di samping tempat tidur rumah sakit nya .


"Kalau gitu, saya boleh ke Indonesia besok sebelum kembali ke Jepang?".Tanya Nathan ragu-ragu dengan respon sang kakak .


Menatap tajam."Kenapa ke Indonesia?".Tanya balik Riska dingin .


Nathan yang mendapat tatapan itu ,berubah menjadi sedikit gugup .Ia tahu betul sejak ke jadi itu sang kakak sering tidak pernah membiarkan kembali ke Indonesia ,apa lagi seorang diri tanpa sang kakak ."Itu ......".


Riska semakin mefokuskan perhatian kepada sang adik dengan menjinjing alisnya ."An....Jovan kecelakaan saya ingin jenguk dia ."Ucap nya cepat .


"Hem."Dehem Riska terfokus melihat buku bacaan kembali .


Masih dengan ragu-ragu ."Boleh kan kak?".


Lama tidak ada jawaban .Nathan pun mengambil kesimpulan jika sang kakak tidak mengijinkan keberangkatan nya .Tidak bermaksud membuka percakapan kembali ,Nathan memilih untuk terdiam .


"Dik."Seru Riska setelah sekian lama terdiam .


"Iya!?".


Menaruh layar ponselnya."Kamu berangkat besok ,biar hari Senin kamu bisa langsung sekolah.Tapi jika kamu lelah jangan sekolah dulu ,Selasa atau Rabu nya saja baru masuk sekolah lagi ."Kata Riska .


"Maksud kak Riska ,saya boleh pergi ke Indonesia dulu besok?."Memasang wajah sumringah senang nya .


"Hem ."Mendengar itu Nathan langsung meloncat memeluk sang kakak ."Makasih kak ,saya janji nanti kalau sudah sampai saya akan langsung memberi kabar kakak ."


"Iya iya ,dik .Sudah ah di lepas, sesak."


Nathan melepas pelukannya dengan tertawa kecil .Riska yang melihat itu hanya menyungging senyum tipisnya."Kapan Jovan kecelakaan?".


"Tadi pagi ,kak .Jovan masih koma ,sementara adik nya meninggal di tempat .Saya dapat kabar dari Kevin."Kata Nathan tertekuk lesung ."......Padahal baru tadi pagi juga saya ngobrol dengan dia ."Sambungnya .


"Eh , ngobrol!?".


"Lewat Videocall .Besama Richard juga ."


Mengelus pucuk rambut kepala adik nya yang wajahnya tertekuk lesung ."Semua akan baik-baik saja ,Nathan tidak perlu terlalu khawatir."


"Hemm."Nathan memperlihatkan senyum tipisnya.


"Yasudah kamu pulang gihh , siap-siap. Supaya besok tinggal berangkat dan maaf kakak tidak bisa antar ,kakak belum bisa pulang besok tapi lusa nya kakak baru boleh ."Kata Riska .


"Hem."


"Nanti saja kak, sekarang saya pingin ngobrol-ngobrol banyak dengan kakak hehe......".Dengan di susul tawa renyah nya .


++++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Di sebuah gedung apartemen ,pria dengan pakaian yang sudah berbeda ini tengah terdiam di dalam liv yang tengah berjalan naik ke lantai atas .


Sesaat setelah Liv terbuka dan pintu liv juga sudah terbuka lebar .Pria ini segera beranjak keluar dari dalam liv .Ia berjalan menyusuri lorong rumah apartemen ini .


Yang di sapa hanya membalas dengan senyum ramah nya .


"Maaf Ghie-hye ,saya tidak dapat menghadirkan pemakaman ibu kamu .Saya harua menjaga cucu dan putra kamu disini ."


Masih tersenyum ramah ."Tidak papa bibi ,justru saya yang banyak berterima kasih karena bibi sudah menjaga putra saya selama saya pergi ."


"Santai saja ,Ghie-hye .Saya justru senang sekali ada Zon-jun di sini ,cucu saya jadi ada teman bermain ."Bibi ini tersenyum ramah .


"........ Ghie-hye beneran sudah tidak papa ,seperti luka-luka kamu belum benar-benar baik ."Sambungnya .


"Tidak papa ,Bi .Saya sudah lebih baikan ,dan sekarang saya merindukan Zon-jun."Tersenyum ramah .


Bibi ini membalas dengan senyum manisnya."Yasudah mari masuk , Zon-jun sedang bermain dengan cucu saya di ruang tengah ."


Jee Ghie-hye mengangguk ringan sembaring beranjak masuk mengikuti langkah sang bibi ini .Di dalam Jee Ghie-hye menyungging senyum lebar di kala melihat punggung sang putra yang tengah asik bermain .


Bibi ."Zon-jun ,Appa kamu datang."


Merasa faham ,atau merasa kehadiran sang ayah .Zon-jun langsung menengok ke belakang ,dengan susah payah ia berusaha bangkit dari tempat duduknya .


Jee Ghie-hye yang melihat itu segera berjongkok ,untuk menerima kedatangan sang anak yang berlari kecil ke arah nya .Walaupun sesekali hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya .Zon-jun tetap berlari kecil menghampiri sang ayah dengan menyungging senyum yang memperlihatkan dua gigi depan susu nya yang manis ini.


"Puyung!!".Ujar Jee Ghie-hye memeluk sang putra kecilnya .


Dalam pelukannya sang ayah ."Appa ,appa ,Appa."Ucap Joo Zon-jun nada suara kecil lucunya berkali-kali sembaring mengeratkan pelukannya kepada sang ayah .


Masih dalam pelukannya ,Jee Ghie-hye mengangkat tubuh sang anak ."Pamit sama bibi dan Seung-woo. Sudah waktunya Zon-jun pulang ."Instruksi Jee Ghie-hye kepada sayang putra .


Merasa mengerti Joo Zon-jun ,putra pertama Jee Ghie-hye ini melambaikan tangannya dengan malu-malu yang di susul dengan ."Dadah!!".Kembali memperlihatkan dua gigi depan susu nya.


Chang Seung-woo yang dalam gendongan sang nenek ,membalas dengan senyum manis nya .


Bibi ini yang sudah mengendong sang cucu ."Aduh imut nya putra kamu .Sering-sering titipkan ke sini juga tidak papa .Biar ada teman bermain sama cucu saya ."Pesan bibi ini


Jee Ghie-hye yang mendengar itu hanya membalas dengan senyum manis ."Sudah dulu Bi ,kami permisi ."Lanjutnya .


"Tunggu tas , Zon-jun .Bentar saya ambil kan ."Berjalan ke ruangan lain rumah apartemen nya untuk mengambil tas berisikan pakaian ganti Zon-jun .


Sesaat kemudian ,bibi ini kembali dengan membawa tas selempang yang tidak terlalu besar di genggaman tangannya .


Bibi ini memberikan tas ini kepada Jee Ghie-hye ."Kalau kamu sibuk tidak perlu merasa tidak enak untuk menitipkan Zon-jun kepada saya ."


Menerima tas itu ."Iya Bi ,permisi ."Jee Ghie-hye beranjak pergi .


Bibi ini mengantar Jee Ghie-hye dan putra kecil sampai di luar rumah apartemen nya .Sementara itu Jee Ghie-hye yang masih mengendong putra kecilnya dalam pelukannya .Tetap melanjutkan langkahnya sampai di depan liv tadi untuk kembali turun ke lantai rumah apartemen nya berada .



Sedikit foto putra kecil sang dokter bedah .


+++++++++++


Pukul ,20.46 Malam .


Di sebuah bangunan tua yang sudah lama tidak ditempati .Seorang pria setengah paru baya dengan pakaian sedikit lusuh dan tiga pria yang tengah berdiri di hadapan.


Ke empat makhluk bumi ini begitu sangat fokus dengan inti pembicaraan .Entah apa yang akan di lakukan pria setengah paru baya ini .Yang jelas akan ada hal buruk yang akan terjadi .


Tersenyum miring ."Tinggal dua hari lagi!!".Sorot mata yang tajam nan mematikan .


++++++++


Di jam sama akan tetapi berlainan tempat .Pemuda dengan pakaian yang masih sama dengan pakaian yang ia kenakan tadi siang .Terdiam menunggu pintu depan rumah nya di buka dari dalam, setelah ia menekankan bel rumah ini .


Sesosok perempuan muda membuka pintu lebar belah sayap kupu-kupu ini ."Nathan!".Seru perempuan muda ini setelah melihat pemuda yang tengah berdiri depannya .


Tersenyum canggung ."Hy."Sapa Nathan dengan mengangkat satu tangan kanannya .


Dae Chul-hyun yang melihat itu hanya terdiam mematung menatap lekat wajah pemuda di depannya ini ."Chul-hyun!". Panggil Nathan sedikit meninggi nada suara nya .


Menjadi panik sendiri ."Aa...eh .....yeh...apa?Bukan itu maks.....". Memotong kalimat yang terucap putus-putus ini .Nathan dengan membungkam mulut Chul-hyun dengan satu jari nya ."Boleh saya masuk rumah?".Dengan menyinggung senyum ramahnya .Nathan beranjak masuk begitu saja melewati Chul-hyun yang masih terdiam mematung di sana .


Melihat ke datangan Nathan ."Nak Nathan."


Nathan yang merasa terpanggil menghentikan langkahnya sejenak dan berpaling melihat sang sumber suara .


Sudah dekat dengan pemuda ini ."Nat, Nathan sudah makan ?".


Tersenyum ramah ."Sudah Bibi ,tadi Ajusshi yang mengajak makan di luar ."Balas Nathan .


"Ummm ,bibi Yo-min sudah masak buat Nak Nathan."Sedikit memasam kan raut wajahnya.


Merasa kurang enak mengabaikan usaha bibi Yo-min yang sudah susah-susah memasak makan malam untuk nya."Kalau gitu ,saya makan Bi."Ajak Nathan tersenyum ramah.


"Eh tidak perlu ,kamu kan sudah kenyang kalau di paksakan nanti sakit perutnya ."


"Tidak papa ,Bi .Saya tadi cuma makan dikit ,jadi aman-aman saja ."Berjalan lebih dulu dari bibi nya ."......Saya juga ingin makan masakan bibi yang enak-enak heheh.....".Sembaring terkekeh ringan.


Bibi Yo-min hanya tersenyum manis sembaring mengikuti langkah kaki pemuda di depannya ini yang akan pergi ke ruang makan .


Di sisi lain .Seorang perempuan muda ini yang masih di tempat yang sama di buat memperlihatkan senyum manis di kala melihat kehangatan ibu dengan sosok pemuda ini .Ini membuat dirinya merasa senang ,bukan senang saja sih.Tapi juga sangat bahagia.


++++++++++


Pukul .21.00 malam


Nathan yang kini sudah ada di dalam kamar tidur pribadi nya langsung saja menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur .Setelah ia selesai mencuci tangan, muka ,dan menggosok gigi nya .


Pemuda ini langsung saja meloncat ke atas tempat tidur sederhana nya ini .Tempat ternyaman nya untuk melepas penat setelah lelah nya siang tadi .Kini pemuda ini dapat memejamkan matanya dan meluncur ke dunia mimpinya .


Eh ,tidak .Pemuda ini masih sempat menyelamatkan layar ponselnya .Dengan posisi tidur terlentang ,pemuda ini memainkan layar ponselnya untuk menghubungi seseorang di seberang sana .


Sesaat setelah menunggu sedikit lama .Nomer ini tetap tidak menerima jawaban di seberang sana .Pemuda ini kembali menelan nomer ini kembali , sembaring bergumam ."Endah susah sekali menghubungi Kevin ,gue jadi tidak tenang."


Panggilan kedua tetap tidak ada jawaban telfon dari seberang sana .Alhasil Nathan beralih mencari nomer telfon temannya yang lain .Yudha ,ia akan menghubungi nya .


Sedikit lebih lama Nathan menunggu .Namun akhirnya ada jawaban di seberang sana oleh Yudha .


Tersambung.


*Kenapa ,Nat ?".


*Be**go ,lu tidak tahu berita Jovan?".


Ngegas Nathan.


Masih dengan nada suara santainya .


*Tahu ."


*.......Jovan sudah melewati masa keritingnya .Saking senangnya tadi ,Kevin sampai pisang ."


*He!?".


*....Ko bisa!?".


*Biasa asam lambung kambuh sama HB juga rendah ,susah diajak makan .Nunggu sakit baru makan, kayak lu!."


Yudha nada suara sedikit dingin .


Nathan tertawa kecil di seberang sini .


*Hemheh.......Tapi dia baik-baik saja?".


*Baik ,cuma pisan bentar."


*Syukurlah ."


*Jovan beneran sudah melewati masa keritingnya?".


*Hemm ,gue tadi jenguk dia . Keadaan nya sudah membaik ,walupun dia belum bangun ."


"BANG YUDHA MATUR SUWON WES BENAHNO MOTOR KU!!".Teriak seseorang pria di seberang sana yang cukup keras sampai masuk panggilan telfon ini .


(Bang Yudha terimakasih sudah memperbaiki motor saya) .


Yudha yang mendengar itu hanya berdhem ."Hem!".


Berbeda dengan Nathan di seberang sini .


*Anjing siapa tadi?Gila rusak gendang telinga gue ."


*Biasa manusia ."


*Siapa tanya dia bukan manusia,Yud?".


*Mungkin lu tidak faham ,lu kan bukan manusia."


*Gelud yuk Yud .Capek gue ."


*Istirahat kalau capek .Bukan gelud."


*Hemm, otw ."


*Oh ."


*Mulai sudah ."


*Apa!?".


*Lu mulai?".


*Apaan be**go?".


*Anjing Ngegas ,lu?".


*Tak!".


*Oh!".


*Hem."


*Ummm."


*Lu kenapa sih n**jir?Kalau tidak minat ngomong matikan ."


*Ko jadi lu yang marah!?."


*Oh sorry kebalik ."


*Sudah tau tanya ."


*Hemm."


*Dah lah Yud ,gue balik lu yang akan gue kubur idup-idup pertama kali."


*Okeh!".


Panggilan di akhiri oleh Nathan sepihak .


Ubun-ubun terasa sangat panas merespon pembicaraan Yudha kepada nya .Pria dingin di seberang sana itu tidak akan ada waktu berhenti untuk tidak membuat orang kesal .


Selepas mematikan layar ponselnya ,Nathan langsung saja melajukan untuk memejamkan kedua matanya .Dan berlayar ke alam mimpi.