My Salvador

My Salvador
Eps.154 Tertembak



Indonesia


Pukul. 10.10 Siang


Rabu


Nathan dan Kenji sudah cukup jauh dari rumah .Keduanya sudah berada di pinggir jalanan halte bus .Nathan sempat ingin duduk di sana .Namun urung di kala ia melanjutkan perjalanan nya kembali .Sementara Kenji hanya mengikuti saja arah kemana Nathan pergi .


Nathan membawa Kenji jalan beberapa km dari tempat tadi .Yang akhirnya langkah Nathan berhenti di pangkal ojol mobil .


"Pak bisa antar kami ke Rumah Sakit Sakti Bakti?".Tanya Nathan kepada salah seorang pemilik mobil .


"Bisa mas .Mari naik ."Supir langsung mempersiapkan Nathan dan Kenji masuk ke dalam mobil .Sementara dirinya menyusul duduk di kursi depan pengemudi.


Mobil ini segera tancap gas ke tujuan rumah sakit Sakti Bakti. Tujuan yang akan Nathan datangi.


++++++


"Sial."Umpat Nathan yang sudah ada di dalam halaman depan rumah sakit Sakti Bakti.


"Kenapa?".


Mengabaikan pertanyaan Kenji ."Ayo cepat masuk ."Nathan mempercepat langkahnya masuk ke dalam gedung rumah sakit Sakti Bakti .


+++


Di sisi lain .


Di luar kamar rawat inap Asta."Saya akan menjenguk Tante Nini."Yudha yang hendak berpamitan pergi ke ruang IGD ruang rawat gawat darurat tempat Nini di rawat .


"Kamu tadi beneran sudah makan?".Tanya Dania kepada Yudha .


Yudha tersenyum .Lalu di susul berkata."Sudah ibu. Saya akan harus minum obat. Alyah sudah menyiapkan semuanya, jika saya menolaknya dia akan mengomel-gomel seperti ibu bisanya ."


"Hem."


"Heheh....",tawa renyah Yudha ,"...Yudha pamit ,kalau butuh apa-apa telfon saja .Assalamu'alaikum."


"Wallaikum'salam."Dania yang masih terdiam memperhatikan punggung putra sulungnya yang semakin menjauh dari perhatian nya .


Lantas ia segera melangkah masuk ke dalam kamar rawat inap Asta. Di kala Yudha sudah benar-benar hilang dari perhatiannya.


Di dalam kamar rawat inap. Dania yang melihat Asta hendak beranjak turun dari tempat tidur .Secepat melangkah menghampiri Asta .


Dania menggenggam lengan Asta .Namun Asta langsung menghentikan pergerakan Dania ."Saya bisa sendiri, anda tidak perlu repot-repot membantu."


Memilih mengalah menuruti keinginan Asta .Walaupun begitu Dania tetap berada di dekat Asta .Kurang lebih untuk menjaga Asta jika sewaktu-waktu kehilangan keseimbangan agar tidak sampai jatuh.


Asta berjalan pelan .Tertatih-tati berpegangan pada Ting infus."Kedua kaki ini seperti mati rasa ,CK..lemah."Batin Asta merasakan pembengkakan pada kakinya. Di tambah lagi dengan warna kulit yang sedikit berbeda (kuning).


Asta masuk ke dalam kamar mandi yang tersedia di dalam kamar rawat inap nya .Sementara Asta di dalam kamar mandi .Dania masih setia menunggu putranya keluar dari dalam kamar mandi .Tepat di depan pintu.


Sangat terlihat jelas ekspresi wajah khawatir Dania .Mungkin naluri ibu Dania sedang berpikir yang negatif-negatif .Takut Asta terjatuh di dalam kamar mandi .Atau hal lain .


Next....


Asta membuka pintu kamar mandi belahan. Ia yang masih mendapati Dania masih pada tempat awalnya. Hanya terdiam membisu ia yang mengabaikan kehadiran Dania dan berlalu begitu saja melewati Dania .Tanpa perduli dengan raut wajah cemas Dania .


Baru selangkah Asta dekat dengan tempat tidur ,ia tiba-tiba di kejutkan dengan suara pintu kamar rawat inap nya yang terbuka paksa .Brakk.....


Sepasang atensi matanya langsung terfokus pada pintu kamar yang terbuka paksa .Bersamaan dengan itu .Asta langsung menarik paksa pergelangan tangan Dania untuk membawanya berdiri di belakang nya .


"Mau apa lu?".Atensi tajam Asta menatap dingin pria dewasa yang tak terlalu jauh dari jaraknya berdiri .


Bram .Pria itu adalah Bram ayah angkat Asta .


"Tidak ku sangka .Kau bisa berwajah dua ,Dania .....", melangkah lebih mendekat,"....Kau bisa berpura-pura baik juga jahat ."


"Saya tidak pernah membuang anak saya .Saya melakukan itu karena saya ingin putra saya mendapat kehidupan yang lebih layak dan jauh lebih baik dari saya ......Justru itu adalah kesalahan terbesar saya .Kesalahan karena saya menitihkan putra sebaik dia kepada manusia iblis seperti mu ."Kata Dania .


"O..cut..cut...manusia iblis. Jika saya iblis mungkin sejak awal saya sudah membunuh anak mu Dania ."


"Kau lihat dia .Ibu mu tidak pernah menghargai ku yang sudah berjasa merawat mu dengan baik ."


"BAIK KAU BILANG."Bentak Dania ."Dia sakit karena kau ,kau bahkan menelantarkan Nini ,BRAM!".Dania menunjuk Bram dengan jari dan tatapan tajam nya .


Dengan Entang .Dan tanpa terduga Bram justru berkata ."Nini memang sudah pantas mati .Dia hanya wanita penyakit yang membuat saya kehilangan semuanya."


Demm....Entah kenapa .Seketika perut Asta tiba-tiba terasa keram kembali, ia refleks mencengkram kuat perutnya .Namun Asta masih dapat terlihat tenang menahan rasa sakit yang luar biasa ini .Ia hanya melampiaskan rasa sakitnya pada genggaman tangannya pada tiang infus yang semakin ia eratkan .


"Begitu juga Asta ."


"Bukankah nyawa harus di balas dengan nyawa .Begitu juga yang di lakukan Asta .Yang membunuh putra sulung ku ."


"Asta?".


"Oh!Jangan bilang kau tidak mengetahui apapun Dania ."


"Putra yang kau bangga-banggakan dan yang selalu kau perjuangkan itu adalah seorang pembunuh, Dania ."


Asta hanya terdiam, diam menyadari bahwa biang keladi kematian Arga adalah dirinya.


"TIDAK!ASTAKU BUKAN PEMBUNUH."Tegas Dania membuat Asta mengangkat pandangan nya ."Kau yang pembunuh Bram .Kau tidak menyadari kesalahan mu ,jika bukan karena keegoisan mu .Mungkin Arga saat ini masih bersama mu Bram."


"Dia mati karena ulah mu sendiri ,bukan orang lain .Kamu memaksa putra mu untuk membunuh saudara kembarnya sendiri. Namun Arga ,anak baik itu menggagalkan semuanya dengan mengorbankan dirinya ."


"Arga lebih dewasa dari mu Bram .Arga mengerti yang kau lakukan itu salah ,tapi harta mu membutakan mata mu .Kau bahkan tidak mengetahui kalau salah seorang pembunuh bayar yang kau sewa adalah putra mu."Ucap panjang lebar Dania mengaskan situasi sebenarnya kejadian yang merenggut nyawa Arga .


"Papa .Apa itu benar?....Papa yang menyewa penjahat itu ."Arga dengan ekspresi wajah gusar kekhwatiran berlebih ."... engkau menyakiti ku setiap hari ,saya bisa tetap diam .Namun saat engkau tau ,kau yang membuat Arga mati .Bagiku engkau memang seorang iblis ,engkau tidak pantas di panggil papa .Entah itu saya ataupun Arga."


Air mata yang mulai meniti ."Arga punya banyak keinginan ,banyak impian. Setiap malam dia selalu bercerita banyak hal tentang keinginannya ,impiannya. Tapi engkau ,kau menghancurkan semuanya."Hening sesaat."Kau bahkan tidak mengetahui kalau keinginan terbesarnya adalah kau melihat turnamen pencak silat nya .Jangan kan mengucapkan selamat saat adik menang pertandingan .Kau bahkan tidak hadir saat pertandingan."


"Kau papa baji***ngan ,breng****sek ,kau tidak pantas di panggil papa oleh Arga. Kau juga tidak pantas di sebut suami yang baik untuk bunda ."Ucap lantang Asta dengan nada bicara tinggi.


"Anak durhaka."Dorr....Brukkk....


Tubuh bersimbah darah Dania tumbang di pelukan Asta ."Ibu."Seru Asta menopang keseimbangan tubuh ibunya yang semakin melemah.


Asta terduduk dengan tetap memeluk ibunya."Kenapa?Kenapa?...".hiks..hiks...isak tangis Asta ."Kenapa ibu menolong ku?Kenapa?Saya sangat membenci ibu ,tapi kenapa ibu tetap melindungi ku ."


Di tengah-tengah itu .Faktur yang kebetulan akan pergi ke ruang rawat inap Asta mendengar suara tembakan. Ia dengan cekatan segera berlari ke sana .Membuka pintu kamar rawat inap Asta berlahan .Sampai akhir berhasil melumpuhkan Bram seperti sekarang.


Bram sekarang tengkurap di lantai kamar tertindih lutut dan tangan Faktur yang mengunci pergerakan nya .


Next...


Asta semakin terisak dalam tangisnya. Dan tangan bergetar berlumuran darah ini mengusap bui bening yang mengalir deras."Jangan nangis.....putra pemberani ibu tidak secengeng ini...putra ibu kuat ."


"Ibu, maafkan Asta , maafkan Asta Bu. Maaf .Ibu harus bertahan, ibu tidak boleh pergi .Asta mau bersama ibu .Asta akan menjadi anak penurut ,ibu jangan pergi ."Asta genggam erat tangah penuh darah ini .


Brakk....."Ayah."Yudha dengan ekspresi wajah cemas membuka paksa pintu kamar rawat inap Asta.


"Yudha bantu ibu kamu .Panggil dokter ."Tegas Faktur yang masih mengunci pergerakan Bram yang masih ingin memberontak .


Yudha segera menekan tombol darurat yang tersedia di atas ranjang pesakitan."DOK KELAS CEPAT KEMARI IBU SAYA TERLUKA ."


Nathan yang baru menyusul Yudha .Langsung masuk ke dalam kamar rawat inap Asta. Nathan dengan di bantu oleh Kenji langsung membantu Faktur menangani Bram .Sementara Faktur langsung membantu Yudha dan Asta menolong Dania .


Tidak butuh waktu lama .Beberapa detik kemudian petugas keamanan dan Dokter juga perawatan mulai masuk ke dalam kamar rawat inap Asta .Dania langsung di bawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan pengeluaran peluru dari dalam tubuh .Sementara Bram langsung di gelandang petugas keamanan rumah sakit keluar untuk di bawa ke kantor polisi.