My Salvador

My Salvador
Eps.87 Berkelahi



Pukul 10.30 Siang .


Sebuah panggilan telepon masuk ke dalam panggilan telepon ponsel Nathan .Pemuda yang tertidur ini segera mengangkat panggilan telepon ini .


Tersambung.


*LU DI MANA, BAKA!".


Hiroyuki sedikit membentak di seberang sana .


Nathan yang mendengar itu segera beranjak bangun, untuk duduk.


*Baka! kaget!".


*LU DIMANA?DAN DI MANA KENJI?". Hiroyuki yang masih terlihat sangat marah di seberang sana .


*Dia tidur, gue juga baru bangun ."


*TIDUR DI MANA?KENAPA KALIAN TIDAK MASUK KELAS?".


*Atap."


".....Ken bangun Yuki marah-marah, Ken."Suara Nathan dengan nada santainya berucap mencoba untuk membangun Kenji yang masih terlelap.


Yang di bangun."Oh!".Gumam singkat Kenji.


*Kenji masih ngantuk."


*....Emang ada apa,Yuki ?".


Terdengar Hiroyuki membuang nafas dengan kasar di seberang sana .*Lu tidak lihat sekarang sudah jam berapa."


*Jam." Nathan melirik ke layar atas ponselnya.


*...10.30 ."


*Lalu kenapa kalian tidak masuk kelas? Cepat bangun dan turun ,jika tidak ku bunuh kalian berdua."


*Okeh ."


Dengan santainya Nathan mengakhiri panggilan telepon ini sepihak.


Nathan beralih menatap Kenji yang sudah bangun ,yang tengah duduk tidak terlalu jauh darinya.


"Turun, Ken .Yuki akan bunuh kita jika tidak masuk kelas sekarang."Ajak Nathan dengan nada santai .Ia berusaha bangkit dari tempat duduknya.


Bersama-sama dengan langkah malas ,keduanya berjalan beriringan menuruni tangga sekolah ini untuk pergi ke lorong kelas mereka.


+++


Terlalu malas untuk membuka obrolan duluan ,keduanya sama-sama hening sampai di dalam kelas. Keduanya langsung masuk ke dalam kelas dengan santai, tanpa memperdulikan tatapan dari beberapa mata yang tengah memperhatikan dirinya.


Kedua pemuda ini langsung duduk di bangku kelasnya masing-masing, untuk memulai belajar menunggu guru .Oh! tidak, keduanya tidak bersiap untuk belajar .Melainkan bersiap untuk melanjutkan tidur keduanya yang sempat terpotong tadi.


Di posisi ternyaman di bangku masing-masing .Kedua pemuda ini kembali berselancar ke dalam alam mimpi .


Mika yang sembaring tadi memperhatikan kedua pemuda malas ini ."Aahh....mereka berdua seperti bangkai yang tak berguna."Ujarnya.


Berbeda dengan Kalisa ."Biarkan saja ,Mika .Mereka berdua terlihat kelelahan."


"Nani! Kelelahan karena apa? Dari awal tadi keduanya sudah hilang entah kemana."Ocehan cerewet Mika mengembung-gembung .


Bersamaan dengan itu akhirnya guru pengajar selanjutnya masuk ke dalam kelas ini. Pelajaran segera di mulai, kedua pemuda bermuka malas ini segera bangun untuk fokus dengan materi pelajaran agar tidak kena marah lagi .


++++++


Pukul 14.38


Pelajaran telah usai ,semua siswa siswi tengah sibuk membereskan barang-barang mereka. Mika yang sudah selesai lebih dulu segera menghampiri Nathan dan Kenji .


"Tadi ada tugas fisika bab 2 halaman 29-33 .Jangan lupa kerjakan, besok di kumpulkan."Beritahu Mika .


Kenji yang membalas dengan memperlihatkan jempol dengan muka datar nya .Dan Nathan yang hanya mengangguk-angguk ringan seperti orang linglung.


Mika yang sudah di ambang batas emosinya memilih cepat-cepat beranjak pergi dari sana .Dari pada emosinya meledak di sini dan menghancurkan dua pemuda maklum resek ini .


Dengan telapak tangan yang masih mengepal kuat."Bangkai!!". Geramnya berlalu pergi.


Di Ikuti oleh Kalisa yang akan pulang bersamanya .Selepas kepergian Mika dan Kalisa .Nathan segera beranjak dari tempat duduknya dengan tas ransel yang sudah ia cangkluk ."Ayo."Ajaknya kepada Kenji.


Kenji yang juga sudah siap segera beranjak dari tempat duduknya untuk mengikuti langkah kaki Nathan .


Keduanya sama-sama keluar dari gedung sekolah bersamaan .Di luar keduanya langsung saja berlalu pergi untuk meningkatkan pekarangan sekolah ini yang mulai sunyi sepi .


Kedua pemuda ini tidak pergi ke arah jalan pulang biasa keduanya lewati. Keduanya berjalan ke arah lain ,arah jalan ke kota .


Mungkin keduanya akan menemui Hanam yang tadi sudah membuat janji dengan Nathan. Entah di tempat mana Hanam membuat janji ,sampai kedua pemuda ini harus berjalan ke arah kota .


"Oji-san."Kenji yang tahu maksud Nathan segera menyahut ."Gue sudah ijin kita akan belajar di rumah teman. Kalau Hiro?".


"Gue sudah bilang akan pulang terlambat."Balas Nathan terfokus melihat jalanan di depannya.


"Bang Hanam mau ketemu di mana?".Kenji kembali bertanya .


"Gudang bekas bengkel ,di tengah kota .Gue tidak tahu tempatnya ,lu tahu?".


"Tau ."


Keduanya kembali terdiam untuk berlanjut berjalan kaki masuk ke area perkotaan Daerah Osaka. Sore ini suasana di kota sudah sangat ramai dengan banyak orang-orang yang tengah dalam perjalanan pulang ke rumah nya masing-masing.


Sore semakin berganti malam .Hawa dingin mulai terasa menusuk kulit ,awan hitam di atas sana semakin berwarna hitam pekat.


Syukur nya Nathan dan Kenji mengenakan jaket ditambah dengan jas sekolah yang masih ia kenakan membuat tubuh kedua pemuda ini sedikit menghangat .


Walaupun begitu tetap saja ,hawa dingin masih bisa menusuk kulit. Setiap nafas baik Nathan ataupun Kenji mengeluarkan asap dingin.


"Sampai."Kata Kenji menghentikan langkahnya di depan bekas bengkel yang tersegel garis polisi.


Nathan yang melihat ini ."Serius ini tempat nya."Nathan yang merasa tidak yakin ini benar tempat nya .


Mengambil ponselnya."Bentar ,gue akan telfon bang Hanam ."Kata Nathan mengotak-atik layar ponselnya yang sudah menyalah .


Cukup lama Nathan terfokus dengan panggilan telepon yang tak kunjung tersambung."Kenapa tidak bisa di hubungi, sial!".Ujarnya .


"Masuk saja."Ajak Kenji .


"Tunggu."


"....Jika ini jebakan, bagaimana?".Nathan yang merasa tidak enak ,atau perasaan Nathan saat ini sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Siapa yang jebak?".


"Gue akan masuk duluan, kalau gue tidak balik-balik, lu masuk tolong gue ."Ucap enteng Kenji .


"Bodoh!Enteng banget omongan lu ."Nathan menatap datar.


Melihat Nathan dengan ekspresi wajah datar."Kalau tidak masuk kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi ."


"Terserah lu ."Nathan datar .


Tanpa basa-basi lagi .Kenji benar-benar masuk ke dalam gudang bekas bengkel ini .Nathan yang melihat itu membuang nafas dengan kasar ."Aaarrgghh.....Dasar kecipir kering."Gumamnya.


+++++


Pukul. 15.38 Sore


Rabu


Namun Kenji tetap ingin masuk ke dalam sana ,dengan alasan ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam .


Nathan sudah mencurigai, jika ini sebuah jebakan .Akan tetapi Kenji tetap memaksa masuk ,dan Kenji menyuruhnya untuk menunggu di luar. Jika sudah lama Kenji tidak kunjung keluar ,makah Nathan harus menyusul masuk untuk melihat keadaan Kenji di dalam .


"Sungguh merepotkan".Batin Nathan memutar manik hitam malas melihat ke arah lain.


Sementara kini, Kenji sudah masuk ke dalam bekas bengkel ini. Lorong gelap bau apak menyambut kehadiran. Suara-suara keramaian di dalam bekas bengkel ini terdengar sangat mengerikan. Banyak orang-orang yang berteriak-teriak di dalam sana ,belum juga suara musik DJ yang menggema .


Semakin langkah kakinya masuk, mulai terlihat beberapa punggung seseorang di depan sana .Terdapat sebuah lambang yang terpasang di pakai salah satu punggung sesosok yang Kenji lihat.


Lambang sebuah geng yang tak asing untuknya lihat. Semakin mendekat ,benar dugaannya. Jika itu lambang dari geng Monsutafaia ,musuh terbesar dari geng berandal yang ia ikuti saat ini .


Langkah Kenji berhenti tepat di depan pintu masuk ruangan ini. Beberapa sepasang mata yang menyadari kehadiran mulai berpaling menatap nya dengan sorot mata yang mematikan. Sampai itu semua tersalurkan bagaikan kabel listrik, yang akhirnya membuat semua menjadi berpaling menatap dirinya. Dan seisi ruangan ini menjadi hening.


Tatapan yang sangat mematikan, seakan ingin membunuh Kenji saat itu juga .Namun Kenji tetap terlihat tenang, percuma juga panik toh ini juga keinginan sendiri untuk tetap memaksa masuk ke dalam.


Di dalam penuh ketegangan. Di luar Nathan justru sibuk mencoba mengambil minuman dari dalam lemari es yang mengunakan uang untuk mendapatkan minuman.


Mengacak-acak rambut nya frustasi."Aaaahh, kenapa tidak mau keluar, BAKA!BAKA!BAKA!".Ujar kesalnya kepada lemari es ini .


Mengambil selembar uang kembali ."Ini yang terakhir ,gue tidak dapat gue bunuh lu."Ancaman nya kepada lemari es yang tidak memiliki salah apa-apa.


Jglek.......emmm.....Tek.....Mesin ini berhenti bergerak .


"itu lupa pilih minuman apa yang mau lu beli, jadi tidak bisa keluar ."Seorang pemuda langsung mengambil alih lemari es ini ."Mau minuman yang mana?".


Nathan terdiam, namun ia menunjukkan minuman apa yang sangat ingin ia dapatkan.


Geledek..... Minuman yang di minta Nathan berhasil keluar .Pemuda ini segera mengambil kan minum itu dan memberikan kepada Nathan .


Nathan menerima meminum itu dengan ekspresi wajah sumringah, seakan baru saja mendapatkan traktir minum dingin gratis .


Tanpa terasa pemuda yang membantu Nathan menyungging senyum tipisnya, memperhatikan tingkah kekanak-kanakkan Nathan .


Nathan langsung saja membuka botol minuman ini untuk segera ia teguk."Sedang apa disini?Bukankah jam pulang sekolah sudah usai dari tadi."Kata Pemuda ini .


Nathan yang tengah menutup botol minuman ini kembali ."Segarnya!!".Ujarnya .


Selesai minum."..... Nunggu teman."Lanjutnya menjawab singkat.


"Oh."


"Makasih bantuannya, gue harus menyusul teman ke dalam."Nathan yang langsung beranjak pergi menjauh .


Pemuda ini hanya mengangguk ringan sembaring memperhatikan punggung lebar pemuda didepannya ini yang belahan menjauh dari pandangan nya .


Masih memperhatikan pergerakan Nathan dari kejauhan tempat nya tadi."Eh! Kenapa anak itu masuk ke dalam sana?".Ucapnya bertanya kepada dirinya sendiri.


Sampai seorang pemuda menepuk bahunya."Hoy!Sorry telat ."Ucap Hanam pemuda yang baru sampai di tempat ini.


"Santai."Balas Takumi ,sesosok pemuda yang baru saja membantu Nathan tadi .


Hanam yang sudah berdiri dengan benar, setelah sedikit mengatur nafas ngos-ngosan tadi ."Yang lu maksud tadi siapa?".Tanya Hanam penasaran dengan kalimat samar-samar yang baru saja tanpa sengaja ia dengar.


"Tadi anak dari sekolah kita. Sepertinya adik kelas kita .Dia kesulitan mengambil minuman di dalam sini, gue bantu .Tapi setelah itu, dia masuk ke dalam sana."Jelas singkat Takumi .


"Dia pakek tas ransel hitam ,juga jaket hitam."Tabak Hanam yang ekspresi wajah berubah menjadi sedikit khawatir .


"Hem."Balas Takumi sembaring mengangguk ringan kepalanya.


"Sial!".Umpat Hanam dalam ekspresi wajah kesalnya .


Takumi yang melihat itu."Ada apa?".


"Dia Nathan, pemuda yang biasa gue ceritain ke lu .Sekarang dia dalam masalah besar, gue harus nyusul ke dalam."Hanam yang akan memulai berjalan mendekati bekas bengkel .


Takumi yang melihat itu ,tanpa basa-basi lagi .Ia juga segera mengikuti langkah kaki cepat Hanam yang sudah berjalan mendahului nya.


++++++


Pukul. 16.10 Sore


Nathan berada di tempat di mana tidak seharusnya ia ada di sini. Nathan lihat sekeliling nya yang tengah sibuk memperhatikan sesuatu di depan mereka, di depan mereka yang seperti mengerubungi ,sampai hampir membentuk lingkaran.


Membuat kehadiran Nathan tidak terlalu di sadari oleh sebagian besar pemuda-pemuda yang berkumpul di sana .


Nathan yang penasaran ,juga seperti biasa tanpa rasa takut ,dan tanpa memikirkan resiko selanjutnya yang akan ia terima. Ia tetap berjalan lebih mendekat untuk menghilangkan rasa penasaran nya .


Dan setiap langkah santainya, Nathan sempat berkata dalam hati."Dimana kecipir kering, awas saja sampai ninggalin gue di sini sendirian."Batinnya.


Samar-samar dari jarak yang sudah lumayan dekat .Manik mata kedua Nathan membulat sempurna.


Nathan syok melihat sebuah tubuh penuh luka terlempar begitu saja .Sesosok penuh luka ini masih dapat bergerak, bahkan sesosok pemuda ini masih sanggup berusaha untuk bangkit .Namun tiba-tiba sebuah kaki menindih kepala sesosok ini sampai menghimpit ke lantai kotor ini.


"Aaarrgghhh....".Merintih kesakitan, hanya itu yang dapat di lakukan sesosok pemuda ini dengan keadaan nya sekarang.


Nathan mencengkram kuat botol minuman sampai botol itu pecah dan menumpahkan semua air di dalamnya. Dengan sorot mata tajam, bak seperti seekor elang yang ingin menghancurkan buruannya .Nathan berjalan lebih mendekat lagi ,membela kerumunan ini.


Sampai ia di pinggir kerumunan. Sesosok terluka yang menyadari ke hadiran Nathan."Dasar!Cebong cerewet, dia pasti akan menghancurkan tempat ini."Batinnya .


Tanpa aba-aba Nathan mempercepat langkahnya untuk semakin mendekati pemuda yang menindih kepala Kenji dengan kakinya. Lalu segera melayangkan sebuah tendangan keras tepat di punggung pemuda ini ,sampai tubuh pemuda ini sedikit terhempas jauh .


Tidak terlalu memperdulikan pemuda yang baru saja ia beri tendangan. Nathan justru langsung terfokus membantu Kenji untuk bangkit kembali."Gue bilang juga apa, BODOH!".


Kenji yang berada dalam papahan Nathan."Emang gue pernah bilang minta bantuan lu."Ucapnya .


Nathan yang tengah membantu Kenji agar dapat berdiri dengan baik ."Baka! diem lu. Kecipir kering!".Umpatnya kesal dengan respon Kenji .


"Tidak dapat diduga lu hadir juga disini ."Ucap Noritaka .Seorang pemuda yang pernah mengeroyok Nathan ,yang pada akhirnya dirinya sendiri yang mengalami babak belur .Di hajar habis-habisan oleh Kenji .


Nathan yang melihat itu ."Dia."Ujarnya .


"Noritaka, orang yang pernah mengeroyok lu."Saut Kenji menjelaskan dengan singkat.


"Artinya ini tempat berkumpul geng Monsutafaia."Nathan melotot kan manik mata menatap Kenji .


Kenji yang tetap pada perhatian yang sama, kearah Noritaka."Hem."Dehemnya membalas perkataan Nathan .


"Sial! Bagaimana jika One-chan tahu. Mati gue!".Nathan yang sangat frustasi dengan situasi saat ini. Di Indonesia ia mati-matian menjauhi keributan, di sini ia justru di kejar-kejar keributan yang akan membuat dirinya terancam mati direbus oleh kakak perempuannya, jika mengetahui soal ini .Dan salah faham soal ini .


Sudah tidak dapat dibayangkan lagi. Bagaimana nasib buruk yang akan menimpa Nathan ,jika kakak perempuan sampai mengetahui soal ini semua.


"Jangan jadi pengecut, baka! Lu kemarin bilang katanya mau ikut kita agar masalah lu cepat kelar ,tapi kenapa sekarang lu gemetar seperti cebong bermulut besar saja."Kata Kenji tanpa mengalihkan perhatian menatap Nathan .


Walaupun sederhana. Tapi Nathan merasa seperti tertampar dengan ucapan kemarin .


Kenji menurunkan lengannya dari bahu Nathan."Kita selesaikan ini dan.....". Seseorang memotong kalimat Kenji ."BERANI SEKALI KALIAN BERMAIN KEROYOKAN ."Hanam dengan nada suara lantang nya .


Chiko yang mendengar itu .Yang awalnya sangat tidak antusias .Kini ia dengan semangat bangkit dari tempat duduknya ,zona nyamannya. Kedua manik mata terfokus kepada Hanam .


Hanam berjalan mendekati Nathan .Plak.....Tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Nathan .


"Lu mau mati di rebus idup-idup sama kakak lu?Lu lupa sama perkataan kakak ku?".Tanya Hanam dengan nada suara marah nya kepada Nathan .


Nathan mengelus pipi memerahnya dengan menyungging ekspresi wajah gemoy. Ekspresi wajah seakan dirinya sendiri yang paling menderita di dunia ini ."Jangan sok imut, mau di tambah lagi."Gertak Hanam menunjukkan ekspresi wajah datarnya .


Masih dengan ekspresi wajah gemoy nya."Bang Hanam sendiri yang menyuruh kita datang kesini .Tidak percaya? Mau lihat isi chatnya?".Nathan membela diri.


"Eh!".


Mengingat jika sejak kemarin ponselnya hilang, dan belum di ketemukan sampai sekarang.".....Ah sial!".Hanam menepuk kasar wajah nya .


"Ponsel Hanam hilang, pasti salah satu dari mereka yang mengambil nya ."Sahut Takumi menjelaskan dengan singkat padat jelas .


"Jadi bukan seratus persen salah gue."Nathan menjunjung tinggi dirinya tidak salah disini .