My Salvador

My Salvador
Eps.231



Dua hari kemudian.


Tepat di masjid Darussalam. Dengan kehadiran tiga orang wali. Ezawa sebagai perwakilan wali pihak perempuan dan Jovan juga Kenji sebagai saksi.


"Sudah Tuan mari kita mulai."Kata pak penghulu membimbing Ezawa sebagai wakil pihak perempuan.


Ezawa yang awalnya sudah mendapatkan bimbingan. Dapat mengucapkan ijab kabul dengan baik dalam bahasa Arab,“Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti Bivatigirni Noemi alal Mahri .....”.


Yang lalu di balas Nathan dengan,“Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha Bivatigirni Noemi bin Aza Bivatigirni alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq.”


"Sah."


"Sah."


"Al-fatihah."


Selepas doa. Kedua pasang berganti memasangkan cincin di jari manis masing-masing. Lalu di susul Nathan mencium kening istrinya.


Next....


Selepas acara ijab kabul di Masjid Darussalam. Rombongan kecil ini langsung pergi ke gedung resepsi pernikahan. Di sana Noemi langsung ikut dengan Riska dan Kalisa yang akan membantu Noemi berdandan.


Sementara Nathan,"Jov sebelah sini Jov....lah mantap, yang itu Jov."Tanpa mengenakan pakaian apapun hanya mengenakan celana panjangnya tadi saja. Nathan yang tengah keenakan di pijat oleh Jovan. Karena masuk angin.


Sensasi enaknya punggung ini di pijat dengan sesekali bersendawa layaknya orang masuk angin."Anjing Jov cocok lu jadi tukang pijet."


Mendorong kasar kepada Nathan sampai membentuk Sova,"Mata mu bang*"**sat."


"Nyusahin aja lu anjing. Dari mana saja lu semalam?".


Kenji yang sembaring tadi duduk di Sova lain sembaring sesekali memperhatikan kedua sahabatnya. Tidak lupa dengan menahan tawa karena kelakuan nyleneh Nathan yang masuk angin di hari pernikahan momen pentingnya. Di tambah lagi dengan Jovan yang sangat mendalami sebagai tukang pijat.


Menutupi sedikit mulutnya dengan genggaman tangan yang mengepal,"Hehemm.......".


Tanpa melihat Kenji,"Kalau mau tertawa, tertawa aja anjing tidak perlu di tahan-tahan. Gue tidak perduli yang penting badan gue enteng."


Menekan lebih kuat bahu Nathan Srett...,"Enteng!!!Tangan gue bau minyak anjing."


"Aaa...aduh....aduh..... Jov. Gue kasih uang, beneran Jov. Gue tidak bohong kalau gue bohong lu bisa langsung datangi gue nagih."


Menghentikan kegiatan nya,"Beneran?".


Mengangkat tangannya,"Gue berjanji akan transfer uang 20jt ."


Pakk..... Mendorong kasar kepala Nathan ke depan,"Awas lu sampai bohong gue dobrak pintu kamar lu."


"Janji, janji lanjut,.lanjut."


"Uhhahhahh........".Kenji yang akhirnya tidak sanggup lagi menahan bengkek .


"Btw lu dapat GPU dari mana?".Tanya Jovan yang penasaran karena setau nya di Seoul mana ada penjual GPU.


Lab...Cekrik.....Ezawa yang mengambil gambar tiba-tiba. Membuat Nathan dan Jovan langsung berpaling ke arah cahaya,"Ezawa!!".Tegas Nathan.


Bergegas beranjak dari tempat duduknya,"Hapus, Hapus."Nathan berusaha merebut ponsel milik Ezawa.


Di situ Kenji semakin ngakak sampai tidak sanggup duduk lagi.


Jovan yang merasa kasihan,"Oi Ken, Lu harus diam sebelum perut lu bergetar-getar."


Pakk.... Menepuk-nepuk Sova,"Bentar...ahahha......astaga kenapa lucu?".Kenji yang berusaha untuk tidak tertawa tapi sangat sulit.


Berhasil mendapatkan ponsel Ezawa,"Sudah terkirim."Ucap enteng Ezawa.


Ceklek......"WOY NAT!!".Sapa Kevin yang baru saja masuk ke dalam ruang kamar ini. Yang di susul oleh Yudha, Asta, dan Jefri. Para rombongan perusuh telah tiba.


"Lah, kemana pakaian lu?".Tanya Kevin melihat hanya Nathan seorang yang tidak mengenakan pakaian di sini.


"Masuk angin tuh bocah."Saut Jovan yang beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke kamar mandi. Dan yang di omongin hanya menampilkan senyum yang sangat malu.


"Oh! Kenalkan."Nathan mempersilakan Ezawa untuk memperkenalkan diri kepada teman-teman Nathan yang tidak hadir waktu resepsi pernikahan.


"Ezawa."Kata Ezawa berganti mendapatkan balasan dari teman-teman Nathan.


"Aku akan keluar, dan Nathan jangan lupa minum obat nya. Tadi aku minta Riska."Kata Ezawa memberikan Nathan tabel obat .


Menerima obat yang tidak asing untuk ia kenal lagi,"Thanks."


Ezawa berlalu pergi meninggalkan ruang kamar ini. Untuk membiarkan Nathan bercengkrama luas bersama kawan-kawan nya.


Next....


Nathan sudah duduk kembali dengan pakaian kemeja putih yang sudah ia kenakan. Bergabung duduk bersama dengan yang lain.


"Kalian kapan sampai?".Tanya Nathan.


"Baru tadi. Terus langsung ke sini."Balas Jefri.


Fokus yang tertuju pada Yudha."Lu bawa Alyah."


"Hem...dua bocil maksa ikut."Dingin seperti biasa,"Maaf kemarin tidak bisa datang, putra sulung gue sakit."


"Gue juga maaf kemarin tidak bisa datang, ada banyak sekali tugas kantor yang harus gue kerjakan."Lanjut Asta .


"Gue juga karena pemilihan wali kota."Jefri dengan raut wajah kecut.


"Santaii......Lagian kemarin yang datang sudah banyak sekali. Gue bahkan sempat mikir kalau kalian datang kira-kira undangan yang lain dapat sisa makanan kalian."


"CK lu pikir kita apaan?".Jefri yang tidak terima dengan ucapan Nathan.


Mengelus bahu Jefri,"Sabar bro. Gue tidak tuyul itu masuk angin lagi dan gue tidak mau bau GPU. Plisss nanti bakal banyak cewek-cewek cantik anjing."Mohon Jovan demi tidak bau GPU .


"CK Playboy lu kambuh."Ngegas Kevin .


Tidak perduli dengan keributan para sahabatnya. Nathan lebih memilih mengambil topik obrolan dengan Yudha dan Kenji yang Alhamdulillah memiliki kewarasan normal dari pada mereka.


"Sakit apa nak lu?".


"Demam."


"Sudah kelas berapa mereka?".


"Udah SD. Yang sulung kebanyakan ambil ekstrakurikuler jadi drop kesehatan nya. Padahal yang bungsu baru kemarin gue ceremai."Yudha di susul membuang nafas panjang nya.


Brak....Nathan, Kenji, dan Yudha yang awalnya santai tanpa perduli dengan keributan. Langsung berpaling ke arah sumber suara keras dari Jovan yang terjungkal Sova pundak tanpa sandaran.


"Atraksi nya nanti saja bos."Ucap Nathan menahan gelak tawa dengan posisi jatuhnya Jovan.


"Huuuaaaa......Asta!!!".


"Bantu gue bang***sat lu yang dorong kursi ini!!".Kesal Jovan yang terjepit.


Semua tertawa terbahak-bahak. Namun Asta yang membantu Jovan kembali berdiri berusaha untuk tidak tertawa. Walaupun sudah tidak bisa di tahan lagi. Tidak terkecuali Kenji yang kembali terbahak-bahak karena ulah Jovan.