
Osaka
Senin
Nathan berlari cepat ,mengejar bus cepat ke jalan rumah sakit elit kemarin .
Berhasil sampai di halte bus .Nathan menunggu sesaat sembaring berharap bus itu belum lewat .Akhirnya yang di tunggu-tunggu telah sampai. Nathan segera beranjak naik ke dalam bus ,setelah bus ini sudah berhenti dengan baik .
Duduk tenang di dalam bus ,sembaring menunggu bus ini sampai di pemberhentian kedua halte bus .Itu yang tengah di lakukan Nathan .
Ia yang sudah duduk dengan teneng di dalam bus.Tiba-tiba ponsel bergetar sekilas .Nathan segera mengambil benda pipih dari dalam saku celana panjangnya.
Ia nyalakan layar ponselnya yang ia lihat ada satu notifikasi Chat di sana .
Bang Hanam.
*Benji pulang sama kamu?".
^^^Nathan.^^^
^^^*Tidak, bang ."^^^
Bang Hanam.
*Kira-kira dia masih di sekolahan atau sudah pulang."
^^^Nathan.^^^
^^^*Belum, bang .Tadi kita pulang telat ."^^^
^^^*Emang mau ada apa ,bang?".^^^
Bang Hanam.
*Mau saya ajak makan di luar ."
^^^Nathan.^^^
^^^*ya gitu ,adik sendiri tidak di ajak."Di tambah emot menangis.^^^
Bang Hanam.
*Kamu di mana sekarang ,saya jemput ."
^^^Nathan .^^^
^^^*Tidak perlu, bang .Saya ada janji ."Di tambah dengan emot tertawa .^^^
Sebelum akhirnya ia akhirnya obrolan chat ini .Karena ia harus segera beranjak turun, di kala bus ini sudah berhenti di halte bus tujuan Nathan .
Nathan yang sudah ada di luar bus ,kembali berjalan kaki beberapa menit lagi untuk sampai di rumah sakit elit tujuan di daerah ini .
Sudah sering saya keluar masuk rumah sakit tapi belum pernah bilang nama rumah sakit nya apa .Arora Azuma ,nama rumah sakit elit ini .
Setelah beberapa menit berlalu ,kini sampailah pemuda ini di lobi rumah sakit .Pemuda ini segera bertanya soal kamar rawat Harumi Yuriko kepada resepsionis di sana .Setelah mengetahui tempatnya ,ia segera berjalan kembali untuk pergi ke kamar rawat inap Harumi Yuriko.
Sebenarnya hari ini. Nathan tidak ada janji dengan Harumi Yuriko .Tapi entah kenapa Nathan sangat ingin datang ke sini .
Ia merasa iba ,bukan iba melainkan ia seperti merasakan beratnya apa yang di rasakan Yuriko saat ini .
Nathan memutuskan datang ke sini ,untuk sekedar mengobrol memberikan semangat ,agar Yuriko lebih kuat lagi melawan penyakitnya .Mungkin dengan itu Yuriko bisa punya banyak harapan untuk kembali sembuh.
+++!!
Di usia muda nya sekarang ,yang seharusnya
Yuriko habisnya dengan bermain-main berfoya-foya melakukan banyak hal yang anak muda lakukan .Kini harus pupus akan keadaan.
Keadaan memaksa Yuriko untuk tetap terdiam di satu tempat tanpa melakukan apapun selain melakukan hal yang sama tiap hari. Seperti terapi ,istirahat, terapi ,istirahat ,keluar pun ia hanya bisa jalan-jalan di taman dekat rumah sakit ini saja .Tidak bisa keluar terlalu jauh ,karena tubuhnya terlalu lelah ,lemah untuk melakukan nya .
Musim dingin ,musim salju pertama akan segera turun .Hal yang selalu di nanti-nanti oleh sebagai orang .Namun tidak dengan Yuriko ,keinginan untuk keluar dan bermain salju sejak dulu harus kembali pupus akan keadaan nya .
Keadaan penyakit yang semakin menggerogoti keinginan ,juga memutuskan kepercayaan nya untuk bisa hidup dengan normal kembali .Bahkan untuk keinginan kembali hidup normal seperti mereka ,keinginan itu sudah pupus .
Yuriko tidak ingin terlalu berharap banyak sekarang, karena ia bisa kapanpun pergi .Pergi beristirahat untuk selamanya .Tapi sakitnya ,iya bisa bertahan sejauh ini .Bertahan yang justru membuat dirinya semakin sakit, seperti di bunuh berlahan ,di luar sakit di dalam jauh lebih sakit.
Ia merasa sangat tidak berguna ,ia membuat kedua orang tua berharap banyak ke padanya .Yang sudah jelas ,jika dirinya tidak akan pernah sembuh.Tapi mereka terus saja berharap saya untuk sembuh .
Mungkin kali ini harapan mereka akan terkabul ,semoga Tuhan mengambil keinginan mereka .Keinginan melihat saya sembuh kembali ,kembali ke keadaan normal saya .Keadaan normal yang sudah lama saya tinggalkan.
Saat mengetahui kabar udara dingin mulai melanda .Saya langsung berucap ."Tuhan ,jika engkau sayang Yuriko .Tolong bantu Yuriko ,Tuhan .Yuriko lelah seperti ini. Yuriko lelah berpura-pura tidak mengetahui tangisan setiap malam Okaa-san dan Otou-san .Tangisnya selalu menyimpan harapan besar agar Yuriko mu ini sembuh ,Tuhan .Yuriko mohon segera jawab pertanyaan kedua orang tua Yuriko, Tuhan ."
Singkat namun sangat mengiris hati .Miris kenapa ia harus tetap hidup, jika di lahirlah dengan keadaan tidak sempurna seperti ini .
Ia tarik nafas panjang ,sebelum ia kembali fokus dengan dunianya menulis sebuah kalimat kecil di sebuah buku diare pemberian ibundanya.
++++++
Pukul 14.49 siang
Masih di hari yang sama .Kini Nathan sudah berdiri di depan salah satu kamar rawat inap VIP rumah sakit Arora Azuma .Nathan ketuk pintu di depannya beberapa kali. Ia tunggu sesaat sebelum akhirnya keluarlah seorang wanita setengah paru baya dari dalam kamar rawat inap ini yang membuka pintu ini .
Melihat sang pemuda yang berdiri di depannya."Kamu pemuda yang kemarin?".Tanya wanita ini kepada Nathan .
Nathan mengangguk ringan ."Iya ,Tante .Selamat sore ."Sapa ramah Nathan .
"Sore, mau apa kesini?".
"Ingin bertemu Harumi ,Tante ."Nathan tersenyum ramah .
Terdiam sesaat ."Mau apa dengan putri saya?".
Nathan tersenyum tipis sebelum berucap."Sekedar mengobrol ,Tante .Tidak ada yang lain ,jika Tante mengijinkan ,jika tidak saya akan pulang ."
"Boleh."
"......Tapi jangan bawa Yuriko keluar kamar ,udara di luar sangat dingin .Kamu pasti tahu apa yang akan terjadi pada Yuriko, jika tekena udara dingin ."Tegas ibu Yuriko.
Nathan mengangguk pertanda faham ."Baiklah ,mari masuk ."Ibu Yuriko mempersilakan Nathan untuk masuk ke dalam .
Di dalam Yuriko yang tengah menulis dengan posisi duduk di atas brankar nya tidur ,segera menoleh ke ambang pintu masuknya ."Nathan."Serunya pelan .
"Hy."Nathan yang selalu tersenyum manis memperlihatkan his dimples.
"Yuriko, Okaa-san harus pergi sekarang .Kamu tidak papa kan disini bersama Nathan ,sebentar saja."
"Tidak papa ,Oka-san pergi saja ."Balas Yuriko tersenyum tipis dalam raut wajah pucat nya .
Mengambil tas kecil ."Nathan saya titip Yuriko sebentar ,saya akan segera kembali ."Kata Ibu Yuriko .
"Iya,Tante ."Balas Nathan .
Ibu Yuriko berlalu pergi meninggalkan ruangan ini yang kini hanya menyisakan Nathan dan Yuriko di dalam .
Nathan berjalan mendekati ,ia lepas tas ransel nya .Di saat sudah dekat dengan brankar pesakitan Yuriko ia taruh tas ransel sekolahnya di lantai ,sementara ia duduk di kursi kecil yang tersedia di sana .
Menatap lawan bicaranya."Ada apa kesini?".
"Cuma mau nengok keadaan kamu, sekalian ngobrol-ngobrol."Nathan dengan tertawa kecil .
"Kamu tidak takut pulang kemalaman, ini sudah sore loh .Tidak takut di marahi kedua orang tua kamu ,jika kamu pulang terlambat ke rumah."Kata Yuriko yang belum tahu banyak tentang pemuda di depannya.
Nathan hanya membalas dengan senyum tipis mendengar itu .Sebelum ia berucap ."Saya sudah ijin dengan orang tua saya ,jadi teneng saja ."
"Hem."
Melihat sekeliling ruangan ini ."Bagus kamarnya ,nyaman."Ucap Nathan .
Yang membuat Yuriko terkekeh kecil ."Cihh..ya tentu bagus untuk yang baru lihat .Kalau saya ya sudah biasa saja, malah mulai bosan ."
"Tapi serius ,ini nyaman tau .Saya yang pernah rawat inap saja ,belum pernah menempati kamar rawat inap seperti ini ."Kata Nathan .
"Kamu pernah rawat inap, sakit apa kamu?".Tanya cepat Yuriko tanpa mengalihkan perhatian nya untuk melihat ke arah lain .
Melihat lawan bicaranya."Cuma sakit biasa."Balas enteng Nathan .
"Hem."
Melihat sebuah buku di meja depan Yuriko duduk ."Buku apa itu?".
Ikut melihat buku diare nya ."Cuma tulisan pendek."
"Boleh saya lihat?".Ijin Nathan .
"JANGAN."Yuriko segera menjauhkan buku ini dari Nathan .".......Nanti kalau sudah selesai baru saya berikan ke kamu ."Lanjutnya .
"Oh, ok."
"Kamu kenapa mau menjenguk saya?Bahkan mengakui menjadi teman saya ."Yuriko menatap serius lawan bicaranya.
Masih terduduk tenang."Saya tidak tahu kenapa?Yang jelas saya senang saja kalau memiliki banyak teman ."Balas Nathan .".....Emang kenapa? Kamu tidak suka jadi teman saya ?".Lanjutnya .
Tertunduk lesung ,tanpa menjawab pertanyaan Nathan .
Walaupun tidak tahu pasti apa yang tengah di pikirkan Yuriko .Nathan berkata."Santai saja, saya bukan tipe orang yang pilih-pilih cari teman. Saya mencari teman yang mau dekat sama saya saja ,jika tidak yasudah .Tidak perlu berkecil hati jika tidak memiliki teman, karena tidak punya teman bukan berarti kesepian .Masih ada Otou-san dan Oka-san bukan ,kedua orang tua yang selalu setia ada di sisi kita baik susah maupun senang."
Yuriko yang sudah mendongak memperhatikan Nathan berkata .Sementara yang di perhatikan."Ya jadi ending ceramah."Seru Nathan membuyarkan suasana serius ini .
Namun Yuriko menangapi itu dengan serius ,bukan candaan .Yang akhirnya ia terdiam mencerna semua kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Nathan tadi .
Nathan yang menyadari diamnya Yuriko kembali membuka obrolan dengan topik lain ."Kenapa kamu tidak jalan-jalan sore di luar?".
"Dingin ."
"......Salju pertama sudah mau turun, saya tidak di perbolehkan keluar ."
"Hemm."
"......Pasti sangat membosankan jika hanya berdiam diri di dalam kamar ini ."Nathan sedikit merapatkan bibir bawahnya.
Melihat Yuriko ."Jika saya ajak teman-teman saya datang berkunjung ke sini, tidak papa?".
"Boleh, tapi saya harus ijin perawat saya dulu."
"Tanyalah dulu, jika boleh segera kabari saya ."Kata Nathan berpaling menatap jam dinding yang terpasang di kamar rawat inap ini .
Yuriko yang ikut memperhatikan itu ."Mau pulang?".
Tersenyum tipis ."Iya ,saya harus sampai rumah sebelum malam."Balas Nathan.
"Yasudah pulang saja ."
Masih di posisi yang sama ."Sudah punya nomer telpon saya ?".Tanya Nathan .
Nathan beranjak dari tempat duduknya .Ia ambil bolpoin di depan Yuriko tanpa seijinnya .Sudah memegang bolpoin ,Nathan langsung menulis nomer telpon di salah kertas di atas meja ini .
Selesai menulis."Beres, kabarin saya lewat nomer ini saja .Biar cepat sampai ke telinga saya ."Kata Nathan .
Nathan membungkuk untuk mengambil tas ransel nya tadi .Setelah mencangkul sebelas tas ransel nya ."Saya pamit, selamat malam ."Pamit Nathan. Menghentikan langkahnya di depan pintu Nathan berpaling melihat Yuriko."Eh!Kamu tidak papa di tinggalkan sendirian?".Tanyanya.
Terfokus dengan lawan bicaranya."Tidak papa ,pergi saja."
"Baiklah, selamat malam."Pamitnya kembali beranjak pergi meninggalkan tempat ini .
"Ya, malam."Sembaring membalas dengan anggukan kepala .
Belum juga pergi jauh, tiba-tiba ponsel miliknya bergetar .Nathan menghentikan langkahnya sejenak tanpa berpaling menatap Yuriko yang masih memperhatikan punggung nya.
Berhasil mengambil benda pipih bergetar ini dari saku celananya .Nathan segera menggeser gagang telfon yang bergetar-getar ini .
Tersambung .
*Assallamuallaikum ,dik."
Dengan ponsel yang sudah tersambung dengan panggilan telpon di seberang sana dengan seorang. Nathan kembali melangkahkan kakinya berjalan ke luar kamar ini .Dengan ucap .*Wassalamu'alaikum ,kak .Ada apa?".
*Kamu sudah pulang sekolah?".
*Belum ,saya masih di rumah sakit jenguk teman sakit ."
*Siapa?...Kenji."
*Bukan ,kak .Astaga panik sekali ,padahal bukan adik sendiri."
Riska yang mendengar itu hanya terkekeh kecil .Di seberang sana .
*Yasudah kak ,saya matikan dulu .Saya mau jalan pulang ."
*Ko jalan, tidak ada taksi?".
*Deket ,kak .Lagian ada kereta juga ,tapi semoga saja masih ada ."
*Baiklah hati-hati di jalan, nanti sampai rumah langsung mandi dan makan malam .Jangan sampai tidak ."
*Siyap, bos ."
Panggilan di akhiri Riska sepihak di seberang sana .
Selesai memasuki benda pipih ini ke dalam saku celana panjangnya kembali .Nathan segera berjalan kaki kembali untuk keluar dari dalam gedung rumah sakit ini .
Nathan berjalan santai, namun tiba-tiba .Brukkk.......seseorang yang berjalan terburu-buru berlawanan arah dengan Nathan .Tiba-tiba saja menabrak nya .
"Gomen'nasai ,gomen."Ucap Sesosok ini membungkuk-bungkuk meminta maaf .
"Yuki!".Seru Nathan menatap seseorang ini ,yang tak lain adalah Hiroyuki teman sekelasnya.
Hiroyuki yang mendengar itu segera menghentikan aktivitas ,dan ia mendongak melihat sang sumber suara ."Lu kenapa di sini, o'on?".
"Jenguk teman."Balas Nathan singkat .".....Oka-san lu belum sembuh?". Lanjutnya bertanya .
"Belum ,Oka-san belum siuman dari kemarin ."Kata Hiroyuki tertunduk lesung. Ekspresi wajah terlihat sangat sedih .
Nathan menepuk bahu pemuda di depannya ini ."Semangat, Yuki . Okaa-san lu pasti akan sembuh."
Tersenyum tipis ."Makasih ,Nat ."
"Kalau butuh bantuan hubungi gue saja ,kalau gue tidak sibuk gue pasti bantu ."Tawar Nathan .
Menatap lekat manik hitam lekat pemuda di depannya."Tidak perlu ,Nat ."
"Hem."
"......Eh gue duluan ya, ketinggalan kereta gue bakal jalan kaki berjam-jam ."Nathan yang menepuk bahu Hiroyuki sekilas sebelum ia beranjak pergi dari sana .
Nathan sudah menghilangkan dari pandangan penglihatan Hiroyuki .Akan tetapi Hiroyuki masih terdiam mematung di sini ,dengan ponsel yang tiba-tiba berdering .Hiroyuki segera mengangkat panggilan telepon ini ,sebelum mati .
Tersambung.
*Onii-chan masih di rumah sakit?".Tanya Kazuo ,adik Hiroyuki di seberang sana .
*Iya, emang ada apa?".
*Obaa-chan kakinya keseleo ,Onii-chan. Obaa-chan habis jatuh di kamar mandi ."
*Terus sekarang, gimana keadaan nenek?".Hiroyuki yang memulai menaikkan nada suara paniknya .
*Nenek sudah di bawa ke klinik desa ,tadi saya minta bantuan tetangga ."
*Syukurlah."
*.....Kamu dan Kenichi masih di klinik?".
*Masih."
*Onii-chan akan segera ke sana ."
Hiroyuki segera mematikan nada sambung telfon nya .Ia segera beralih ke nomer lain untuk mengirimkan notifikasi Chat .
Oba-san\=>Panggilan nenek bhs Jepang
Hiroyuki.
*Lu dimana, Nat?".
Nathan di seberang sana yang merasakan benda pipih ini bergetar ,segera menghentikan langkahnya sejenak .Untuk ia lihat notifikasi Chat dari siapa yang masuk ke dalam ponsel.
Nathan yang sudah membaca pesan dari Hiroyuki .Segera ia mengetik .
^^^Nathan.^^^
^^^*Depan rumah sakit."^^^
Hiroyuki .
*Jangan pulang dulu ,Nat .Tunggu gue di situ ,gue akan segera turun ."
^^^Nathan.^^^
^^^*Ok."^^^
Membaca itu Nathan segera menepis mencari tempat duduk yang nyaman .Tempat duduk yang berada di depan rumah sakit ini .Namun karena tidak menemukan ,ia terpaksa masuk kembali untuk duduk di kursi panjang tunggu lobi rumah sakit .
++++
Sementara untuk Hiroyuki ,ia sudah berlari cepat menghampiri ruang rawat ibunya .Sesampainya di sana ,benar saja dugaan nya jika perawat yang memeriksa keadaan ibunya masih berada di kamar rawat berisikan empat orang pasien .
Hiroyuki yang sudah masuk ke dalam kamar rawat inap ini ,segera menghampiri sang perawat wanita ini ."Sus ,saya titip Okaa-san sebentar .Tolong jaga dengan baik Okaa-san saya ,saya akan secepatnya kembali .Tolong ya ,sus ."
"Iya ,tuan ."Balas perawat ini tersenyum ramah .
Namun yang diberi senyuman hanya bersikap acuh ."Baiklah ,sus .Jika Okaa-san sudah sadar langsung saja telfon ."
"Iya ,tuan ."
Mendengar itu Hiroyuki segera berjalan cepat keluar kamar rawat inap ini .Di luar kamar rawat inap ,ia segera berlari secepat mungkin untuk sampai di Liv ,jalan yang akan mempercepat untuk sampai di lantai bawah rumah sakit .
Setibanya di lantai ,bawah .Hiroyuki segera berlari kembali menghampiri Nathan yang tengah terduduk tidak terlalu jauh dari pintu keluar rumah sakit .
Sudah di depan Nathan ."Ayo ,Nat ."Ajak Hiroyuki .
Tanpa menjawab Nathan langsung saja beranjak dari tempat duduknya untuk segera berjalan cepat mengikuti langkah kaki Hiroyuki .
Berjalan beriringan dengan terburu-buru."Rumah lu kan di pinggir kota ,tapi kenapa ibu lu di rawat di rumah sakit yang jauh dari rumah lu?".Tanya Nathan .
Sama seperti Nathan ."Tempat kerja Okaa-san ada di sekitar sini ."Balasnya singkat .
"Oh!".
"Nat ,bantu gue ya ."
"...... Obaa-chan gue kakinya tergilir, tolong jagain Obaa-chan gue untuk malam ini saja ."
"Hem."
"......Maksud ku, apa parah?".Lanjutnya cepat.
"Belum tahu .Makannya gue ajak lu buat lihat, jika nanti parah .Gue titip adik-adik gue sebentar ,selama gue bawa Obaa-chan ke rumah sakit ."Jelas cepat Hiroyuki .
Nathan tidak jawab kembali ,ia terdiam mencoba mencerna semua kalimat-kalimat yang barusan ia dengar .
+++++++++
Pukul 16.10 Sore .
Nathan dan Hiroyuki sudah setengah jalan ke rumah nenek Hiroyuki .Bagaimana tidak secepat ini ,sampai sudah setengah jalan .Hiroyuki yang menggoncang Nathan dengan mengunakan motor .Mengendarai motor ini dengan kecepatan di atas normal ,jadi tidak heran jika keduanya cepat sampai di pertengahan jalan yang kurang sedikit lagi akan sampai .
Akan tetapi ,di pertengahan jalan ini. Tiba-tiba motor Hiroyuki harus di hentikan paksa oleh segerombolan 10 pemuda yang tengah menghalangi jalannya .
Nathan yang duduk di belakang ."Turun, biar gue yang nyetir motor lu ."Suruh Nathan dengan nada suara berat nya .
"Tap...". Kalimat Hiroyuki terhenti di kala Nathan tiba-tiba saja memaksa untuk duduk di depan mengambil alih menyetir motor ini .
Sudah memegang kedua setir motor ."Lu pukul ,tendang sekeras mungkin siapapun yang coba menghalangi jalan kita .Jika tidak berhasil....".Ucapnya terhenti sembaring tersenyum miring mengerikan.".....Kita tabrak mereka ."
Berum......Berumm.......Berum......ngerung.....Motor ini langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi ke arah gerombolan di tengah jalan ini .
Tanpa rasa takut menabrak orang, walaupun sudah dekat sekali .Nathan justru semakin menambah kecepatan laju motornya.
Sementara dari kejauhan."Siapa diantara mereka yang namanya Nathan?".Tanya pemuda paling tengah kepada rekannya.
"Yang bonceng, bos ."Balas rekannya .
Berumm........ Semakin cepat mendekati kerumunan ini".Wowww...".Teriak sebagai yang langsung berlarian minggir .
Namun tidak dengan pemuda ini ,pemuda yang tetap berdiri di tengah jalan yang akan Nathan lalu .Akhirnya trik skill balap motor liarnya ,dengan jarak yang sangat dekat dengan pemuda yang berdiri di tengah jalan ini .Nathan baru membelok motor ini ke arah lain untuk menghindari pemuda ini .
Cara yang Nathan lakukan membuat semua pemuda yang sudah menepi melongo kaget dengan tindakan Nathan .Karena sedikit saja ,Nathan akan benar-benar menabrak pemuda ini.
Tanpa memperdulikan itu, di saat berhasil melewati .Bersamaan dengan itu tiba-tiba kerah pakaian Hiroyuki tertarik .Namun sesuai instruksi Nathan tadi .Dengan kuat ia segera menendang kuat paha pemuda yang menarik kerah bajunya sampai tersungkur .
Menyadari Hiroyuki berhasil terlepas .Nathan segera tancap gass lebih cepat lagi untuk segera menghilangkan menghindari pemuda-pemuda ini .
"Jadi dia Nathan ."Ujar pemuda ini tersenyum licik, menatap kepergian motor tadi .
+++++!