My Salvador

My Salvador
Eps.118 Huruf berjajar



Osaka


Pukul 12.59 siang


Minggu


Akhirnya mobil Lexus LM hitam kembali terparkir di depan halaman rumah minimalis ini lagi. Penumpang mobil ini pun sudah beranjak keluar .Yang saat ini mereka berempat tengah duduk santai di ruang tamu untuk beristirahat sejenak.


"Di sini masih ada satu kamar tapi sempit ruangannya. Jadi kalau kamu mau kamu bisa tidur sekamar sama Kenji atau nak Nathan".Yoshi yang sudah terfokus dengan lawan bicaranya.


Hanaki yang melihat lawan bicaranya, mengangguk ringan."Saya tidur di kamar tadi saja, Oji-san."


Yoshi berpaling melihat dua pemuda yang sembaring tadi hanya diam membisu fokus dengan dunianya masing-masing. Dan hanya menjadi penonton percakapan sembaring tadi ."Lebih baik kamu tempati kamar Kenji. Nanti birlah Kenji tidur sekamar dengan Nak Nathan."


Terfokus dengan Nathan yang sedikit melamun."Mau kan?".


Semacam orang linglung yang tak faham topik."Oh? ehm ,ya."


"NANI!!".Kenji menjinjing sebelah alisnya menatap Nathan yang asal berucap."Lu tau apa yang ayah gue bicarakan?".


"Tak."Balasnya sembaring menggeleng ringan.


Beranjak dari tempat duduknya."Yasudah antar Hanaki ke kamar mu, Ken. Nak Nathan bantu Kenji."Yoshi sebelum berlalu meninggalkan ruang tamu.


Seperti di awal .Kali ini Nathan hanya membalas dengan anggukan kepala ringan.


Setelah kepergian Yoshi. Kenji melesat cepat menjitak kening lebar yang tertutup surai rambut hitam yang mulai panjang ini. Pkkkk......".Bodoh lu!Otak lu geser?".Bentak Kenji .


Karena Nathan sedang di mode Mood full 100% .Nathan menangapi amarah Kenji dengan cengengesan ."Heheh...lu lupa kemarin otak gue terpukul balok kayu sampai gue sekarat berminggu-minggu."


"Gue enggak tanya."Ketus Kenji ."Ayo naik ,Han."Mengabaikan Nathan yang menampilkan senyum masamnya .


Hanaki hanya mengangguk ringan sembaring menyusul langkah kecil Kenji yang mulai menaiki anak tangga .Di sini Nathan berjalan jauh di belakang Hanaki .Dengan langkah lelet males geraknya .


Sampai di kamar Kenji. Kenji segera beberes beberapa pakaian miliknya .Mengemasnya ke dalam tas ransel.


Nathan yang berdiri di tepi pintu kamar."Loh!Kenapa lu bereskan?Bukankah besok paman akan ada dinas lagi. Lu kenapa pulang?".


Menenteng tas ransel nya ."Lihatlah orang be**go ini."Kenji berjalan mendekati Nathan yang terdiam mematung mencoba memproses kalimat-kalimat yang tertangkap otaknya tadi.


Menatap Hanaki dengan senyum hangat."Semoga lu suka tinggal di sini. Kalau butuh apa-apa panggil saja kami ,kami ada di sebelah."Kenji melangkah melewati Nathan .


Panik layalnya emak-emak lupa matikan kompor dapur."Oh!Ho! Kenji akan tidur sekamar sama gue. Oh, no, no, no, kamar gue akan jadi kapal hancur leburrrrr!!".Panik Nathan secepat kilat menyusul Kenji yang sudah pergi ke bilik kamar nya .


Hanaki yang sejak tadi hanya terdiam memperhatikan tingkah dua pemuda ini. Sedikit tercengang, baru kali ini dirinya melihat sifat berbeda dari seorang es balok Kenji dan Nathan .Karena di rundung penasaran Hanaki menaruh tas ransel di kamar ini sebelum menyusul dua pemuda tadi.


Namun aneh nya saat Hanaki sudah sampai di bilik kamar Nathan .Hanaki melihat dua pemuda ini yang sudah duduk anteng dengan kesibukannya masing-masing.


Nathan yang sibuk memainkan laptop di meja belajar. Kenji yang sibuk rebahan malas di Sova kamar Nathan dengan dua tangan menggenggam buku novel .


Kenji yang baru menyadari kehadiran Hanaki yang berdiri mematung di ambang pintu kamar."Ada Han?Kenapa tidak masuk?".


Secepatnya Hanaki menggeleng cepat."Dame, dame. A....".Ia menjeda kalimatnya untuk berjalan lebih masuk ke dalam bilik kamar .


Di sini Hanaki tiba-tiba membungkukkan badan."Tolong maafkan saya, maaf soal kejadian kemarin, maaf hampir membuat kalian celaka .Maaf."Dalam keadaan yang masih membungkukkan badannya ia berucap.


Nathan masih duduk di kursi belajar, ia hanya memutar kursi itu menghadap arah Hanaki berada."Angkat badan lu, gue sudah memaafkan lu."


".....Lagian itu semua bukan sepenuhnya salah lu ,jika bukan karena salah faham mana mungkin lu melakukannya."Merotasi manik hitam lekatnya."Terkecuali gue hahhhh....".


Kenji yang sudah duduk dengan benar di Sova."Jangan dengarkan mulut rusaknya."


"Mulut lu amis, kecipir kering."Umpat Nathan tidak mu kalah.


Menatap tajam."MAKSUD LU?".


Kembali fokus dengan apa yang dia kejadian."Diem lu bang**sat. Gue gantung amputasi lu."Gertak Nathan dengan suara berat nya .


"Ba**cot."Singkat. Sebelum kembali rebahan malas di atas Sova .


"Ehm. Kalau gitu gue balik ke kamar. Permisi, maaf mengganggu."Ucap sopan Hanaki sebelum beranjak pergi dari bilik kamar Nathan .


"Ya."Balas keduanya bersamaan tanpa merubah posisi .


Mendengar balasan itu. Hanaki menggaruk surai rambut kepala belakang nya yang tidak terasa gatal. Dengan langkah kecilnya yang mulai meninggalkan kamar Nathan .


++++++++++


Pukul 17.20 sore menjelang malam.


Seorang pria setengah paru baya dan ketiga pemuda ini .Tengah duduk di kursi makan mereka masing-masing. Duduk sembaring menikmati menu makan malam yang sudah tersedia di atas meja makan ini.


Yoshi menghentikan kegiatan makan nya tiba-tiba .Ia alihkan fokusnya kepada Hanaki .Pemuda yang duduk di samping Nathan ."Maaf, saya harus memberitahu kabar buruk ini kepada kamu, Hanaki."


Merasa terpanggil Hanaki melihat sumber suara itu.


Fokus Yoshi yang masih pada Hanaki."Saya baru dapat kabar kalau kamu terancam di keluar dari sekolah."


".....Hanya ada dua pilihan. Kamu pindah sekolah ke asrama atau tetap di sana tapi tidak akan mendapatkan perilaku yang baik."


Masih di fokus yang sama."Kamu tahu sendiri apa yang kamu lakukan kemarin. Walau itu bukan sepenuhnya salah mu, mereka tidak akan perduli .Karena mereka akan menilai mu dari kata nya. Bukan faktanya."Yoshi mencoba menjelaskan.


"Iya, saya mengerti paman."Hanaki menyungging senyum tipisnya.


Melihat itu Nathan sejak tadi memperhatikan berucap."Lu senyum di bawah paksaan ,bodoh."Menatap datar Hanaki .


Mendengar itu .Kenji yang duduk di depan Nathan langsung menendang kaki Nathan .Namun Nathan tidak memperdulikan itu. Walaupun meja makan ini sempat sedikit bergoyang. Ia tetap di fokus yang sama .Sebelum ia berganti fokus ke Yoshi."Apa nama asrama yang dapat Hanaki tempati dengan nyaman?".


"Seinen sensei ryō. Sepengatahuan paman warga asrama di sana sangat ramah-ramah .Namun kelebihan asrama itu ,memiliki tingkat keamanan dan kedisplinan yang ketat kepada murid-murid yang menetap di sana ."


"Bukankah itu asrama bang Genki ."Tebak Kenji membuka suara.


Nathan tersenyum tipis melihat Hanaki."Bagus kalau ada bang Genki di sana. Kalau kamu mau sekolah di sana saja."


Hanaki masih terduduk dengan pandangan sedikit tertunduk."Saya tidak tau apa yang kamu khawatir."Ucap Nathan merangkul bahu Hanaki."Soal biayanya saya yang akan tanggung .Saya juga tidak akan memaksa kamu untuk masuk asrama itu. Tapi apapun keputusan mu nanti ,saya akan mendukung mu."


Mendorong kasar bahu Hanaki."Ini bukan soal balas budi karena kamu telah menyelamatkan nyawa saya. Toh bagaimana pun saya balas budi tidak akan cukup untuk membalas kebaikan mu yang sudah menyelamatkan saya waktu itu."


Merapatkan kedua bibirnya."...Sebut saja ini sebagai .....". Memotong kalimat Nathan."....Cerewet lu, kebanyakan basa basi ."Sindir Kenji melanjutkan kegiatan makan nya yang sempat tertunda .


"Iri lu?". Semprot Nathan .


Menyadari akan ada pertengkaran."Sudah cukup lanjutkan makan kalian berdua, nanti dilanjut lagi ngobrol."Tegur Yoshi .


+++++++


Pukul 20.05 Malam


Semua beristirahat di kamar masing-masing .Karena besok sudah hari Senin yang berarti Nathan dan Kenji harus mendobrak materi untuk bahan ujian sekolah susulan besok .Sementara Yoshi harus beristirahat lebih awal karena besok ada jadwal padat pekerjaan yang sudah dapat di jelaskan tidak akan mudah membuat nya mendapatkan istirahat yang cukup.


Dan iya. Bagaimana dengan Hanaki .


Saat ini Hanaki tengah duduk merenung di Sova dekat pintu kaca balkon yang sengaja gorden nya di biarkan terbuka lebar .Alhasil Hanaki dapat melihat langit-langit penuh bintang di luaran yang berlahan-lahan tertutup awan mendung .


Suasana malam ini sedikit kacau untuk Hanaki .Bukan sedikit sih, tapi memang sangat kacau .Di tengah gempuran ia bertahan hidup seorang diri bertahun-tahun di panti asuhan .Sampai ia memutuskan untuk keluar dari panti dan hidup mandiri yang pada akhirnya membawa nya sampai di titik sekarang. Di titik dimana dirinya di landa kehancuran seorang diri karena keegoisan ambisi balas dendam nya sendiri .


Fakta pada akhirnya. Seseorang yang ia targetkan sangat ia benci ternyata seseorang itu juga yang telah membantu, mendukungnya untuk kembali bangkit.


Dalam renungan ini Hanaki sadar .Sadar akan kesalahannya. Kesalahan yang tidak sepantasnya ia lakukan. Ia terlalu berambisi karena sebenarnya itu bukanlah ambisi balas dendam, melainkan ambisi akan rasa iri kepada kehidupan orang lain yang memiliki hidup begitu bahagia.


Memang pantas di maklumi, jika Hanaki merasakan rasa iri .Ia sudah kesepian sejak kecil .kedua orang tua nya sudah lama meninggal .Bukan!Tapi ayahnya lah yang sudah wafat .Sementara ibu kandung, Hanaki tidak pernah mengenal siapa ibu kandungnya.


Karena di masa lalu dulu. Yang entah peristiwa semacam apa yang pernah Hanaki alami. Sampai membuat Hanaki mengalami amnesia.


Iya, Hanaki masuk panti asuhan bukan karena ia tidak memiliki kedua orang tua lagi. Tapi karena seorang petugas kepolisian yang memasukkan nya ke dalam sana .


Waktu itu. Di tengah malam menjelang pagi .Hanaki di temukan oleh dua petugas kepolisian yang tengah bertugas berkeliling memeriksa kemanan. Hanaki penuh luka di sekujur tubuhnya tergeletak di pinggir jalan .Banyak orang menduga kalau Hanaki korban tabrak lari waktu itu .Sehingga kasus tidak sampai di bawah lebih jauh lagi .Di karena Hanaki yang mengalami hilang ingatan juga melihat usia Hanaki yang terpaut masih cukup balita ,membuat kepolisian mengambil kesimpulan untuk memasukkan Hanaki ke dalam panti asuhan agar Hanaki mendapatkan perawatan yang jauh lebih baik di sana .


Next Cerita.


Mengingat situasi waktu itu membuat Hanaki menangis dalam diam .Ia meracau. Kenapa amnesia ini hanya mengingat tentang ayah?Aku ingin tahu siapa ibu ku, akan ingin melihatnya. Kenapa?Kenapa seperti ini?Aku sangat merindukan sosok nya biarkan aku mengingat .Bisakah ku mohon!. Dengan sesekali ia pukul-pukul kepalanya sendiri .


Hanaki sudah di titik putus asa dalam hidupnya. Ia sangat takut sekarang. Takut untuk melangkah kembali, takut untuk bangkit kembali .Ia sangat membutuhkan seseorang. Bukan orang tua tapi siapa saja yang mengerti dirinya.


Cukup lama Hanaki duduk meringkuk di atas Sova ini. Dengan sesekali meracau berbicara asal .Memukul bahkan menarik-narik surai rambut kepalanya.


Bahkan saat pintu kamarnya di buka pun Hanaki tidak menyadarinya."Han."Suara berat hangat Nathan menggema .Namun tidak ada balasan.


Nathan melangkah mendekati Hanaki yang duduk membelakangi dirinya. Di ruang kamar gelap ini Nathan menjadi saksi bisu betapa rapuhnya seorang Ilyushi Hanaki .


Nathan semakin mendekat dan menepuk bahu layu ini."Hy, lu kenapa?".Tidak mendapatkan balasan Nathan memutuskan duduk di samping Hanaki.


Disini Nathan terduduk dengan pandangan sedikit mendongak melihat langit-langit yang gelap tanpa germirlak bintang yang bisa menghias langit malam ."Kalau lu tidak cerita ke gue ,gue tidak akan tau kesedihan apa yang lu rasakan."Menjeda kalimatnya sejenak."...Tidak semua orang tau apa yang lu rasakan ,karena setiap orang memiliki cerita hidup yang berbeda. Juga cara pandang yang berbeda."


"...Bukan berarti gue paksa lu cerita sekarang."Lanjutnya cepat berucap .


Sementara yang di ajak ngobrol hanya terdiam melamun tanpa ada rasa membalas perkataan Nathan sedikit pun..Karena Hanaki belum cukup tenang saat ini. Bisa dibilang, mood berbicara belum cukup full untuk nya mengutarakan unek-unek suara hati nya hampir meledak ini.