
Indonesia
Pukul. 08.00 Pagi
Sabtu
Lima tahun telah berlalu. Nathan Salvador telah menyelesaikan semua pendidikan nya sebagai siswa ataupun mahasiswa di Italia.
Selama itu juga, ia menyelesaikan semuanya pendidikan nya di Italia. Dan setelah selesai ia juga kembali ke Indonesia tempat kelahirannya. Bukan Korea Selatan tempat kerja dan rumah kedua kakak perempuan nya.
Pria yang mengenakan jaket hitam ini berjalan keluar bandara. Menghampiri seorang pemuda yang tengah melambai-lambai tangannya di tempat tunggu penjemputan bandara.
Menyungging senyum hangat lebar ."Oi Nat."Panggil Lee Jovan Do.
"Umur lu lebih dewasa dari gue .Dan......".Beralih fokus melihat sesosok wanita muda yang tengah bersama dengan Jovan ."Apakah kamu tidak malu bersamanya?".Tanya Nathan pada Sekar .
"Lumayan ....Tapi sayang kalau di tinggal sulit untuk mencari versi seperti dia ."
"Wew....".Ujar Jovan .
Merangkul lengan Jovan ."Sudah mas cuma bercanda ."Kata Sekar .
"Kalian beneran akan nikah hari Senin?Bukan sudah nikah kan?".Tanya Nathan .
"Iya ."
"Gue pikir lu bakal nikah tanpa mengundang gue ....Gue....".Nathan yang hendak mencetak kepala Jovan .
Ketiga maklum ini berlalu meninggalkan bandara. Berlalu untuk mengantar Nathan pulang ke rumah tentunya.
Next.....
Selang beberapa waktu kemudian. Mobil Jovan berhenti tepat di depan gerbang utama masuk ke dalam pekarangan rumah Nathan .
"Sorry Nat tidak bisa mampir ."
Nathan yang sudah ada di luar mobi dengan barang-barang bawaan nya."Santai saja .Makasih sudah di antar ."
"Oky ."
"Kita duluan ."Pamin Sekar bersamaan dengan berlalunya kembali mobil Jovan melanjutkan perjalanan.
Nathan mulai berlalu masuk ke dalam pekarangan rumah nya. Ia langsung di sambut oleh satpam rumah baru Nathan yang membukakan pintu gerbang ini .
"Selamat datang di rumah tuan ."
"Iya pak ."Balas rama Nathan berlalu meninggalkan satpam rumah nya .
Nathan berlalu menarik kopernya mendekati pintu depan rumah."Bi Mina."
"Aden ."Bi Mina memeluk Nathan dengan menangis haru bahagia.
Dalam pelukan hangat ini ."Bi Mina sehat kan?".
Bi Mina melepas pelukannya."Sehat dong den ,hanya bertambah tua gitu aja ."
"Soal Pak Tedi....."
"Saya sudah mengetahuinya dari mas Panji .Memang sudah waktunya pak Tedi beristirahat menikmati waktu tuanya di rumah."Kata Nathan."Jika ada waktu saya akan menemuinya."
"Ayo masuk deh .Bibi malah menahan Aden di luar ."Bi Mina mengajak Nathan untuk masuk ke dalam rumah yang sudah lima tahun ia tinggalkan.
"Mbak Riska tidak ikut pulang?".Tanya Bi Mina.
"Saya yang akan menyusulnya ke Korsel."Balas Nathan."Saya naik dulu bi ,nanti malam tidak perlu masak dulu saya mau reuni sama teman-teman."Nathan di barengi berlari menarik kopernya.
++++++
Pukul. 18.10 Malam
Perkumpulan para bujangan. Kecuali Yudha hahah..... Next....
"Nathan."Kevin yang langsung mengeplak bahu Nathan cukup kuat .
"Aduh-aduh ,mata mu Vin ."Umpat Nathan yang hampir nyungsep.
"Sorry-sorry."
Nathan, Jovan, Kevin, Jefri, Arga, dan Yudha berkumpul di salah satu ruangan VIP bar yang sudah Jovan sewa .Sengaja untuk pertemuan khusus para sahabat setelah sekian lama berpisah karena urusan masing-masing. Membuat Jovan sengaja menyiapkan ini agar tidak ada satupun yang mengusik pertemuan ini .
Next....
Sudah lama tidak jahil .Sisi jahil Nathan tiba-tiba kambuh karena duduk di samping Yudha ."Waduh-waduh Daddy Yudha .Udah punya anak berapa lu?".Di susul kata tanya dengan nada suara tinggi.
Arga yang duduk bersebrangan. Mengangkat dua jarinya ."Dua tuyul kembar. "
"Anjing langsung kembar .Gimana buatnya?".
Mendorong kasar kepada Nathan."Mata mu Nat."Jovan yang justru kesal dengan pertanyaan nyeleneh Nathan .
"Wajar gue tanya gitu ,gue juga butuh pengalaman."
Uhuk.....Uhukk....Jefri yang asik makan langsung tersedak mendengar celotehan nyeleneh Nathan .
Mengelus dan menyodorkan sebotol air mineral."Sabar Jefri, lu harus terbiasa karena si biang kerok telah kembali."Ucap Kevin yang sudah terbiasa mendengar celotehan nyeleneh sahabat-sahabat dekatnya .
Sementara Yudha hanya menunduk kepalanya sembaring memijat keningnya. Merasa tertekan dengan perilaku sahabat-sahabat yang tidak ada kata perubahan dewasa .
"Gue tidak tau anjing .Makanya cepat nikah biar tau rasanya cari pengalaman sendiri ."Kata Yudha .
Jefri merangkul lengan Arga begitu juga Arga yang merangkul balik ."Gue jomblo ngenes ."
"Itu karena kalian berdua gila kerja .Komputer dan berkas-berkas saja yang kalian kencani 24 jam."Timpal Yudha .
"Bukan gila kerja ,kita kan baru lulus."Ucap Nathan Arga Kevin Jefri bersamaan.
"Gue juga baru lulus kuliah udah mau married besok ."
Mengangkat tangan yang menggenggam gelas berisikan bir ."Oi kita bertemu buat senang-senang bukan buat ba***cot tidak jelas ."Kata Yudha .
Ting.....Ke empat gelas kaca ini saling bertabrakan untuk bersulang.
Sesaat kemudian.
"Huaaaaaahhhhhh.........".Tertawa kencang. Jovan menertawai tingkah Yudha dan Jefri yang berjoget-joget riya tidak jelas. Bahkan mereka berdua seperti kehilangan tulang belakang.
Mengerutkan keningnya."Gue lebih suka melihat Abang gue sadar ."Ucap Arga merasa malu melihat tingkah saudara kembarnya.
Sementara Nathan sibuk mengunyah camilan di samping Kevin yang tidak bisa bergerak."Anjing pusing sekali kepala gue ."
Mulut yang penuh makanan ."Lu dari dulu kan lemah soal minum."
"Tapi gue bukan yang dulu lagi .Tapi ,tapi ."Brukk.....Membentur keningnya di atas meja dengan mata terpejam.
"Sudah ku duga, selamat bobok ."Ujar Nathan yang tetap sibuk mengunyah camilannya.
"Hoy....Hoy ..Hoy....Tarik kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri ."Yudha yang sangat bersemangat menari .
Begitu juga Jefri yang sangat bersemangat menggoyangkan pinggulnya.
Mengangkat genggaman tangan kanannya yang menggenggam botol minum."GOYANG TERUS BIDUAN KOTAK ."Teriak Jovan tanpa beranjak dari tempat duduknya.
Menengok cepat ."Mata mu biduan kotak ."Jovan melangkah cepat mendekati Jovan .Menarik kerah pakaian Jovan ."Hemm??".
Bguk....Yudha memberikan pukul di pipi Jovan .
"Waduh."Ucap bersamaan Arga dan Nathan bergidik ngeri .
Namun setelah itu ."Ihhh gemas deh ."Jovan yang justru menarik pipi Yudha gemas .
Lalu apa balasan Yudha .Ia hendak mencium kening Jovan. Akan tetapi dengan cekatan Arga langsung memisahkan kedua pemuda ini .
Merangkul pinggang saudara kembarnya."Tidak beres mereka berdua."
Nathan yang sibuk mengabadikan."Momen langkah, gue akan simpan aib ini ."
Arga yang kembali duduk di depan Nathan."Kirim pas salah satu dari mereka berdua ulang tahun."
"Beres ."Menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana panjangnya.
Next.....
Baru di menit-menit terakhir. Jam 11 malam .Jovan yang sudah kehilangan kesadaran hanya duduk merangkul botol minuman. Sementara Yudha duduk di pojokan seperti kehilangan separuh hidupnya. Sementara Jefri masih bertenaga untuk berjoget-joget riya .
Dan Kevin sudah tertidur sejak tadi. Meninggalkan atau menyisakan Nathan dan Arga yang masih cukup memiliki kesadaran.
Menghela nafas kasar ."Kenapa hanya kita yang masih sadar di sini ."Kata Arga .
"Karena kita benar-benar pria ."
"CK terus mereka apaan ."
"Setengah pria ."
"Be***go."
Mengikuti Arga bangkit dari tempat duduk ."Lu antar Yudha Kevin ,gue akan antar Jefri Jovan ."Kata Nathan.
"Oky.....tapi gimana cara bawa mereka."
"Iya di tuntun kayak nuntut nenek-nenek masuk panti jompo ."
"Hahahhh........bang****sat anjing."
"Cerdas kan ?".
"Tidak karena jalan lu juga sempoyongan."
"Porsi minum gue sama kayak mereka .Tapi gue harus kuat ", Mengangkat tangan kanan,"Mengantarkan mereka pulang dengan selamat."Semangat membawa seorang Nathan.
"Asek ser ."Depp.......Arga yang hampir saja tersungkur karena tidak melihat kursi di depan.
Mengabaikan itu Nathan yang mulai berjalan mendekati Jefri .Untuk mengajak Jefri berhenti berjoget."Ayo Arga sebelum kita kehilangan semuanya."
"Kepala gue mulai mumet ....Tidak, tidak, tidak, sadar Arga, sadar , lu harus mengantar mereka dengan selamat."
Next.....
Berhasil memasukkan ke dua pemuda mabuk di ke dalam mobil ."Hati-hati di jalan Nat ."
"Okay ."Balas Nathan menyusul masuk ke dalam mobil.
Nathan duduk di kursi tengah penumpang, dan duduk di antara dua sahabatnya yang mabuk ."Jalan Pak ."
"Baik den ."