My Salvador

My Salvador
Eps.75 Sebelum hari panjang



Osaka


Pukul 18.49 Malam


Selasa


Setelah menempuh perjalanan penerbangan yang tak perlu memakan waktu lama .Kini mendarat lah pesawat pribadi keluarga Salvador di salah satu daerah bandara besar di Jepang.


Nathan segera beranjak turun dari dalam pesawat ketika pintu pesawat ini sudah terbuka lebar .Di luar ia sudah di tunggu oleh paman Yoshi di bawah sana bersama dengan Kenji putra tunggalnya.


Nathan yang masih menuruni anak tangga pesawat."KECIPIR KERING!!".Teriak Nathan dengan suara lantangnya ,di tambah dengan melambai-lambaikan tangannya.


Kenji yang mendengar itu mengusap kasar wajahnya .Sembaring bergumam ."Dasar Cebong cerewet!!".


Yoshi yang mendengar itu hanya terdiam sembaring menyuguhkan senyum tipisnya melihat tingkah kedua pemuda ini .


Menunjuk gaya keren ."Apa kabar Oji-san?".Sapa Nathan tersenyum ramah .


Menyungging senyum tipisnya."Baik ,nak Nathan .Bagaimana kabar kakak kamu?".


"Baik Oji-san ,kak Riska sudah lebih baikan."Balas Nathan bersemangat seperti biasa .


"Kalau gitu ayo ,pulang .Kamu perlu istirahat besok kan harus sekolah."Kata Paman Yoshi mengajak Nathan untuk kembali pulang .


Nathan hanya mengangguk ringan sembaring mengikuti langkah Yoshi yang berjalan lebih dulu ,sementara ia berjalan beriringan dengan Kenji yang sembaring tadi hanya terdiam .


Ya,mau gimana tidak diam .Kenji seorang manusia es yang hanya berucap jika ada perlunya saja .Jika tidak ya seperti sekarang .Terdiam dengan ekspresi wajah datar nya .


+++++++++


Di dalam mobil .Kenji dan Nathan duduk di kursi tengah penumpang, sementara paman Yoshi duduk di depan untuk mengemudi mobil ini .


Memberikan sebuah tas kertas kepada Nathan yang sudah berisikan sesuatu barang di dalamnya."Ambil ,jangan lupa di buka."Kata Kenji dingin .


Nathan sangat bersemangat menerima hadiah ini .Bahkan terlihat jelas jika Nathan sudah berhadapan lebih dari isi kantung tas ini .Ia ambil dan langsung ia buka ."H!! ko buku-buku."Nathan yang langsung berpaling menatap Kenji .Pemuda yang masih terduduk tenang menatap keluar jendela mobil yang tertutup rapat .


"Ken ,ko cuma buku?".Tanya Nathan yang masih berharap lebih dari pemberian ini .


Masih di posisi yang sama ."Emang lu mau apa ,Cebong cerewet?".Tanya datar Kenji menatap malas Nathan .


"Ya hadiah ,masak iya lu kasih gue buku yang tak bisa di makan ."Marah Nathan yang kesal .


Masih menatap malas ."Lu butuh buat belajar, bukan makanan o'on. Buku catatan materi singkat yang akan membantu lu buat ngejar pelajaran."


"Oh."Balas singkat Nathan berpaling melihat ke arah lain mengabaikan Kenji yang sudah membara karena ulahnya. Ingin ia segera memukul kepala Nathan ,akan tetapi karena menyadari ia masih bersama dengan ayahnya .Kenji memilih untuk menenangkan diri.


Mencoba kembali tenang .Membuat suasana di dalam mobil ini menjadi sunyi .Bahkan sesaat kemudian ,Nathan sudah menjadi bangkai tersandar di bahu Kenji .Pemuda yang juga sama terlelap nya dalam alam mimpi dengan Nathan .


Di suasana malam ini yang akan beralih ke musim dingin .Membuat hawa malam hari ini mulai mendingin ,bahkan sebagian jalan ini sudah ada banyak orang yang mengenakan pakaian hangat untuk melindungi tubuh mereka dari suhu dingin di malam ini .


Sampai berganti jam kembali .Akhirnya sampailah mobil Lexus LM hitam ini di halaman depan rumah mewah yang tak terlalu besar ini .


Mobil ini langsung masuk ke dalam garasi mobil .Paman Yoshi yang sudah memarkir mobil ini dengan baik .Segera beranjak turun ,tak lupa ini juga membuka pintu otomatis mobil ini .


Ia yang sudah turun segera membangunkan putranya yang masin tidur terlelap ."Bangun ,Kenji sudah sampai ."Kata Yoshi yang langsung membuat sang putra membuka matanya berlahan-lahan.


Sementara Nathan yang menyadari pergerakan bahu Kenji yang bergerak ,justru berpaling berganti posisi untuk melanjutkan berselancar ke dalam mimpinya .


Melihat putranya yang sudah bangun ."Bangunkan nak Nathan ,Ken. Ayah mau masuk duluan ke toilet."Suruh Yoshi kepada putranya.


Menurut saya .Apa yang di lakukan Yoshi adalah ke salah besar .Karena akan terjadi masalah besar ,jika kedua pemuda ini di biarkan hanya berduaan saja .


Memukul pelan bahu Nathan ."Cebong ,bangun .Cebong cerewet ,bangun sudah sampai .Lu jangan mati di sini ,bangun bentar mati di dalam saja ."Sedikit meninggikan suaranya .


Nathan langsung terbangun menatap tajam ke arah Kenji ,sembaring memperlihatkan raut wajah sepenuhnya belum sadar ."BANGUN ,CEBONG."Ucap Kenji menatap malas Nathan .


Mengerutkan keningnya."Baka lu ,bicara baik-baik kan bisa tidak perlu ngegas ."


"Pedih!!lu yang susah bangun kalau gue tidak ngegas ."


"Diem kecipir kering!."


"Breng**sek lu ,masih beruntung gue cuma bangunin lu .Coba tadi langsung gue cincang gue buat sup lu."


Tak mau kalah .Nathan segera menegakkan posisi badannya .Seakan tengah menantang Kenji ."Apa lu ,tidak terima?".


Tak mau kalah ."OGAK ,BAKA!". Membentak .


"Lu!!".Nathan langsung menarik kerah jaket Kenji .


Kenji tak mau kalah membalas menarik kerah baju belakang Nathan .Adegan tarik-menarik terjadi sini ,sampai salah satu kancing kemeja Nathan sudah terbuka lebar .


Bahkan resleting jaket Kenji pun sudah terbuka sebagai sampai memperlihatkan sebagian kaos lengan panjang dalamnya .


Masih di posisi narik sekuat tenaga ,untuk memasukan wajah Kenji ke dalam ketiaknya ."Rasa lu rasakan luuu!!!". Geramnya .


Di posisi menarik leher Nathan dengan lengan yang sudah melingkar di sana ."ASEM BAKA ,ASEM .KETIAK LU BAU CEBONG ,BRENG**SEK!!!".Bentak Kenji berteriak meronta-ronta .


Yoshi yang baru saja selesai dari toilet rumah Nathan .Ia yang ingin menghampiri kedua pemuda tadi kembali, mendengar teriak dari Kenji putranya dan Nathan yang tak kalah keras .Langsung berlari secepat mungkin kembali ke dalam garasi mobil .


Yoshi yang sudah berdiri di depan pintu mobil yang masih terbuka lebar ini ."Lanjut bertengkar nya!".Kata Yoshi yang menatap tajam kearah keduanya.


Nathan yang kepala masih terjepit di ketiak Kenji ,langsung mendongak melihat sang sumber suara dengan tersenyum canggung .Kenji yang membelakangi sang sumber suara ,menengok kebelakang dengan posisi yang masih sama .Sembaring memperlihatkan senyum tipisnya.


"Cepat turun!".Suruh tegas Yoshi yang terlihat sangat marah sekali kepada kedua pemuda ini


Kedua pemuda ini hanya terdiam tertunduk tak berani menatap langsung manik hitam pria ini .Dengan perhatian yang tertunduk ,pemuda ini berganti beranjak turun dari atas mobil .


Setelah kedua pemuda ini sudah turun .Yoshi segera menutup pintu mobil ini kembali .Sesudah menutup pintu mobil ,manik matanya terfokus meneliti kedua pemuda didepannya yang tak berani menatap nya langsung ."Benarkan pakaian kalian ."Suruh Yoshi dengan nada suara pelan nya.


Nathan segera mencangkul tasnya ,dan segera memasang kancing kemejanya kembali .Sedangkan Kenji segera membenarkan posisi jaketnya sebelum akhirnya ia menutup resleting jaket nya kembali .


"......Kalian bahkan sampai hampir mati karena ini, tapi kalian tetap saja mengulang nya ."Yoshi yang mengingat bagaimana cerita dua pemuda ini yang masuk jurang Kalin .


Keduanya hanya mengangguk ringan tanpa mengeluarkan suara .


"Yasudah ,nak Nathan istirahat saja .Saya dan Kenji pamit pulang ."Pamit Yoshi berlalu pergi mendekati motor yang terparkir di halaman rumah ini .


"Baik ,Oji-san ."Balas Nathan sembaring menyungging senyum tipisnya.


Sementara Kenji hanya terdiam ,mengikuti langkah sang ayah .Selepas kepergian kedua orang ini .Nathan segera menutup pintu gerbang rumah ,dan bergegas masuk ke dalam rumah .Karena di luar rumah hawa nya sangat dingin menusuk kulit .


Di dalam ia langsung naik ke lantai atas rumahnya ,untuk segera beristirahat untuk persiapan hari esok yang jelas sangat padat dan panjang .Hari tanpa istirahat yang akan segera pemuda ini jalani untuk mengejar materi pelajaran yang tertinggal .


+++++


Namun di saat sudah siap ingin be selancar ke alam mimpinya .Tiba-tiba ponselnya yang tergeletak di atas bufet lemari kecil dekat tempat tidur ini bebunyian .Alhasil pemuda yang sudah tidur terlentang ini terpaksa harus mengambil benda pipih ini dan sesegera mungkin mengangkat panggilan yang belum ia lihat dengan jelas ini .


Tersambung.


*Anjing ,ini Vc bukan telfon ."Bentak suara Jovan di seberang sana di rasa hanya melihat kegelapan dari lubang telinga pemuda ini .


Mengangkat dan menghadap kan layar ponselnya ke arah nya .


*Apa be**go?Gue mau tidur di sini sudah mau tengah malam anjing ."


*Sorry ,sorry .Gue pikir lu masih di Korsel ."


*Hem, gue udah balik ."


*Yasudah gue matikan ."


Panggilan Videocoll ini di akhir oleh Jovan sepihak di seberang sana .


Nathan langsung melempar ponselnya ke sisi tempat tidurnya kosong .Sembaring mengatur posisi tidur tengkurap nya .Yang terasa sangat nyaman .


+++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Di sebuah gudang bekas di tengah perkotaan .Tempat di mana anggota geng Monsutafaia berkumpul .


Terlihat di sini salah seseorang datang tergesa-gesa menghampiri seorang pemuda yang tengah terduduk santai menikmati sebatang rokok yang tengah ia hisap ."Bos ,bos ,bos ."


"Ada apa anjing ,lu mengganggu ketenangan kita."Saut salah seorang pemuda menatap tajam ke arah pemuda baru saja datang ini .


"Nathan sudah kembali, bos ."Ucap pemuda ini yang langsung membuat pemuda ini sesegera mungkin membuang puntung rokok nya .


Yasuhiro langsung menatap tajam nan dingin ke arah pemuda yang baru saja berucap ini .Tak menjawab atau bermaksud memarahi nya .Yasuhiro hanya memperlihatkan senyum licik menatap lurus ke depan .Dengan di susul berkata."Permainan akan segera di mulai."Nada suara berat yang terdengar sangat menakutkan.


Pemuda bertubuh kurus tinggi yang duduk bersebelahan dengan Chiko ini berucap."Lu seriusan mau bermain-main dengan pemuda ini?".Tanya pemuda ini menatap tenang Yasuhiro tanpa rasa takut terukir di sana .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Jika lu takut tak perlu ikut campur ."Balas dingin Yasuhiro.


Pemuda yang baru saja berkata ini hanya menyungging senyum miringnya saja .


*Sebut saja dia Yoshida Takumi ,biasa di panggil Takumi atau Taku.Pemuda berpostur tubuh kurus tinggi ini ,memiliki sifat tenang, dingin ,dan cuek dengan semua hal .


Bisa di bilang pemuda ini sangat pemalas .Dan kalian pasti bertanya .Jika malas kenapa ikut geng ini ,buang-buang tenaga saja? Walaupun malas ,Takumi adalah pria yang sangat cerdik dalam melakukan apapun tanpa harus bertele-tele .Atau kurang lebih ,dia lebih banyak bertindak dari pada berucap .Jadi tidak heran jika banyak orang menyebut dirinya malas, karena tidak banyak orang melihat kehebatan nya yang selalu ia sembunyikan dalam kemalasan nya yang selalu ia perlihatkan .Yang sebenarnya ,dia adalah orang cerdas yang tengah melakukan hal baru.*


Secepat pada rencana ,semula .Yasuhiro begitu bersemangat untuk segera menjalankan rencananya ini .


Di lain itu ,Takumi hanya terdiam terduduk memperhatikan saja dari kejauhan .Tanpa memperdulikan mereka yang sibuk menyusun rencana.


Tak perlu waktu lama dari itu .Takumi memilih beranjak pergi dari sana ,pergi meninggalkan tempat ini .Karena sekarang ia sangat tidak minat untuk ikut campur ataupun mengikuti kegiatan ini.


Di luar ,ia memilih berjalan menjauh-jauh dari gedung kosong berantakan ini .Ia berjalan menjauh melewati gang gelap di depannya ini ,sebelum akhirnya ia benar-benar jauh dari tempat ini .


Taka yang menyadari ketidak hadiran Takumi berkata."Takumi tidak ikut?".


"Tidak perlu pedulikan pemuda itu ,sejak awal dia memang tidak minat masuk ke dalam geng ini."Saut balas Chiko menatap malas .


"Walau begitu, kita perlu waspada dengan Hanam dan Takumi. kedua nya bisa saja memberontak membantu cenguguk sialan itu ."Kata Yasuhiro.


"..........Diam mereka tidak bisa di remehkan."Lanjutnya .


"Siapa yang lu maksud?".Saut salah seorang suara dari baik kerumunan yang membuat anggota inti geng ini menengok bersamaan ke arah sumber suara.


Training hitam lekat ,jaket biru tua pakaian yang di gunakan oleh pemuda ini .Pemuda yang memiliki model rambut sedikit gondrong panjang ini berjalan berlahan di tengah-tengah barisan pemuda-pemuda yang sudah memberikan nya jalan untuk masuk ke depan .


"Bang Genki."Seru pelan Tado menatap lurus ke depan melihat pemuda yang tengah berjalan mendekati mereka .


Menatap dingin ."Siapa yang kalian maksud?".


"Hanam dan Takumi ."


Tersenyum miring ."Keduanya tidak ada berubah."Ujar Bang Genki ."..... Kalian mau melakukan apa?".


"Memberi sedikit pelajaran kepada geng Hiryonji."Balas Yasuhiro.


"Oh ."


".....Apa rencana kalian?".


*Genki Yamada ,pemuda satu kelas ,satu angkatan dengan Takumi dan Hanam ,dulu .Pemuda yang sama-sama mengambil kelas bahasa .Akan tetapi tidak untuk sekarang .Karena pemuda ini sudah tidak bersekolah di sana kembali.


Pemuda ini berpindah masuk ke dalam sekolah asrama pria, yang membuat nya sangat sulit untuk keluar dan bermain-main. Pemuda ini adalah ketua geng definisi pertama yang sebenarnya .


Ketua geng yang jarang di ketahui atau pun jarang dikenal .Namun sangat dihormati oleh anggota geng Monsutafaia .Karena kehebatan juga keberanian nya .


Seperti yang di lakukan nya sekarang , diam-diam menyelinap keluar dari asrama pria yang penjaga sangat ketat disaat malam hari . Penjaga yang sangat beresiko ,sekali tertangkap maka habislah pemuda ini .Namun tidak ,pemuda ini seperti Bodoamat dengan itu semua .*


Chiko menjelaskan semua rencana mereka kepada geng Hiryonji kepada Genki dengan rinci ,singkat, dan jelas .