My Salvador

My Salvador
Eps.29 Malam Sunyi



Osaka


pukul 11.30,siang


Jum'at.


Jam istirahat untuk makan siang telah tiba. Nathan ,pemuda yang tengah duduk sendirian sembaring meminum segelas jus buah yang ia pesan ,di salah satu meja kantin .


Sembaring menikmati minumannya, pemuda itu melamun memperhatikan layar ponselnya yang menyalah .Seakan pemuda itu sedang menunggu seseorang untuk menghubunginya .


Dalam lamunannya yang menatap kosong ke layar ponsel yang menyalah di depannya.Tiba-tiba seorang pemuda menepuk bahunya."Oi!".Ujar pemuda membawa nampan makan yang kini tengah duduk di samping Nathan.


Nathan , pemuda yang tengah terdiam melamun tadi menengok sekilas melihat seseorang yang tengah duduk di samping tempat duduknya.


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Dimana Hiroyuki?".Tanya Ryo pemuda yang sekarang tengah bersiap memakan makan siangnya.


Nathan yang kembali terfokus dengan layar ponselnya yang menyalah."Diruang guru."Balasnya singkat.


Di tengah kedua pemuda yang sedang asik dengan dunianya masing-masing tiba-tiba. Ryo yang awalnya sibuk memakan makan siangnya ,menyenggol lengan Nathan dengan sangat kasar."Lihat."Dengan manik coklat yang terfokus melihat ke depan .


Nathan yang mendengar langsung berpaling melihat ke depan pintu masuk ke kantin, di mana perhatian Ryo melihat."Nani?Apa itu Yuki?".Ucapnya yang kini terfokus melihat ke depan .


Dimana ada Hiroyuki , pemuda dengan langkah cepatnya berjalan hendak menghampiri meja Nathan dan Ryo duduk .Dengan rambut kepala yang acak-acakan khas orang yang sedang kacau(stres).


Manik coklatnya yang masih fokus melihat ke arah Hiroyuki berjalan ."Stres berat kayaknya , Hiroyuki."Gumam Ryo yang masih dapat di dengar Nathan .


Nathan yang juga masih dengan posisi yang sama."Menakutkan!".


Hiroyuki yang sudah duduk di depan kedua temannya yang tengah memperhatikan dirinya."Kenapa lihat-lihat?".Tanya sewot.


Nathan mengangkat tangannya, sembaring menunjuk rambut kepala Hiroyuki yang berantakan."Rambut lu seperti orang gila."


"Nani!?".Saut Ryo yang langsung menengok ke arah Nathan .


Hiroyuki memukul pelan atas meja kantin itu.


Brugkk....


"Guru-guru itu seperti tidak bisa membedakan mana murid yang malas dan mana murid yang rajin ."Hiroyuki dengan raut wajah geram kesalnya.


".........Saya murid yang tidak rajin dan pernah di skorsing dua minggu. Bahkan berkali-kali masuk keluar BK. Tapi guru-guru itu justru menyuruh-nyuruh suruh-suruh .Lalu buat apa ada murid yang rajin dan pintar itu ,jika yang malas selalu yang disuruh-suruh."Sambungnya mengomel.


"....Apa guru-guru tidak takut gue tinggal dak tuhh tugas mereka. Apa mereka tidak takut tugas mereka tidak gue kerjakan dengan bener. Gue kan murid yang malas, anjay."


"........ Lama-lama yang rajin akan menjadi malas, dan yang malas akan menjadi rajin ."Lanjutnya yang semakin kesal , sembaring mengambil gelas minum Ryo dan meneguknya.


Ryo yang sembaring tadi menyimak dengan memakan makan siangnya. Manik coklatnya langsung terfokus kepada Hiroyuki yang tiba-tiba meminum minumannya tanpa seizin terlebih dahulu."Ne ne ne ,marah ya marah ,tapi bukan minum gue juga yang lu habiskan, o'on."


"Maaf haus."Balas enteng Hiroyuki .


"Lalu kenapa kamu mau saja jadi ketua kelas, kalau tidak mau di suruh-suruh?".Nathan yang membuka percakapan.


"Kau tahu wali kelas kita kan ,siapa yang berani melawan walkes kita .Tidak ada ,bahkan guru-guru yang lain."Kata Hiroyuki yang tengah merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Kenapa? Walkes kita juga ganteng ,tinggi baik hati."Nathan yang memuji-muji tuan Hajime ,wali kelasnya .


"Hemm ,lu belum tahu kalau sensei kalau sedang marah seperti apa".Saut Ryo yang menata wadah makannya yang sudah habis .


"Hem."Dehem Nathan sembaring meneguk minuman kembali ,akan tetapi ."Weew airnya tidak ada!?".Ujarnya sembaring menatap ke dalam gelasnya yang sudah kosong .


Nathan menengok ke arah Hiroyuki yang ternyata sudah beranjak pergi .Ryo yang ikut beranjak dari tempat duduknya menepuk bahu Nathan dengan berkata ."Maklumi saja."


"Oh WEEEWW."Nathan yang tidak terima .


+++++++++++


Pukul 13.30


Karna jam pelajaran sekolah telah usai .Nathan berjalan ke lantai bawah gedung sekolah bersama dengan Hiroyuki .


Tanpa melihat lawan bicaranya."Lu langsung pulang?".Tanya Hiroyuki yang berjalan seiring dengan Nathan .


"Iya."Nathan yang tetap fokus dengan jalan di depannya .


"........Lu ke bengkel paman Yoshi?".Lanjutnya bertanya .


"Hem."


Baik Nathan ataupun Hiroyuki tidak membuka percakapan lagi , keduanya sama-sama hening sampai di lantai bawah gedung sekolah .


Nathan yang sudah di luar sekolah berlalu pergi ke arah lain halaman. Sementara itu, Hiroyuki tetep berlanjut berjalan ke depan gerbang sekolah .


"Duluan, Nat."Pamit Hiroyuki yang berlalu pergi tanpa berpaling melihat Nathan terlebih dahulu.


"Yo."Saut Nathan yang tetap melangkahkan kaki jengkalnya ke parkiran sepeda sekolah .


++++++++


Sesampainya di dekat sepedanya. Nathan segera menuntun sepedanya keluar dari parkiran sepeda sekolahnya .


Serasa sudah keluar ,ia langsung beranjak naik ke atas sepeda .Nathan ayun medal sepedanya dengan kecepatan di atas rata-rata meninggalkan pekarangan sekolahnya .


Di luar sekolah ,seperti biasa masih banyak murid-murid lain dari sekolah yang sama tengah dalam perjalanan pulang .Ada yang berjalan kaki di atas trotoar pejalan kaki ,ada yang menaiki sepeda sama seperti Nathan di jalan pesepeda ,dan ada juga yang di jemput dengan orang tuanya atau supir pribadinya langsung.


Nathan terdiam sembaring fokus menyetir sepedanya, ia berlalu pergi dari sana .Ia yang sudah ada jauh dari pekarangan depan sekolah. Membelokkan arah sepedanya ke arah lain .


Taman ,Nathan berbelok ke arah jalanan taman yang boleh di lalui oleh pesepeda. Nathan memutuskan menempuh jalan pulang yang sedikit jauh ,ia ingin rehab sejenak di taman itu .Menikmati suasana sore hari yang cerah ini .Entah kenapa hari ini langit sangat cerah sampai menjelang sore hari .


Nathan yang melihat dari kejauhan ,ada kursi panjang yang terbuat dari besi bertempat tidak terlalu jauh dari ia bersepeda .


Alhasil ia segera mempercepat sedikit laju sepedanya ,ia berhenti di kursi panjang yang ada di sana .


Nathan parkiran sepedanya tidak terlalu jauh darinya duduk ,ia berjalan mendekati kursi itu. Ia dudukkan pantatnya di sana sambil melepas tas ranselnya .


Ia taruh tas ransel sekolah di samping ia terduduk.Nathan mendongakkan kepalanya ke atas ,ia lihat langit-langit di atasnya yang mulai meredup. Mengelap karna siang akan segera berganti malam .


"Aaaahh."Hembusannya membuang nafasnya dengan kasar .


"Sendirian disini?Kemana Benji?".Ucap seseorang yang tengah berdiri di depannya.


Nathan langsung menengok ke arah sumber suara, ia lihat orang itu."LU!?".Ujarnya yang melihat pemuda yang tengah berdiri di depannya.


"Boleh duduk?".Tanya pemuda itu yang di balas anggukan ringan dari Nathan .


Pemuda itu duduk tidak terlalu jauh dari Nathan duduk .


"Kamu marah dengan saya?".Manik hitamnya terfokus dengan lawan bicaranya.


"........Saya kan orang yang sudah menghajar teman kamu sampai masuk rumah sakit."Lanjutnya yang kini fokus dengan pemandangan didepannya.


Hanam ,pemuda yang kini sedang duduk di taman berdua dengan Nathan .


"Pasti ada sebabnya, kenapa kamu melakukannya."Kata Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.


"Hem ,kau sebabnya."Ucap Hanam yang langsung membuat manik hitam lekat Nathan membulat sempurna menatapnya.


Hanam yang masih fokus dengan pemandangan didepannya."Dia ingin membuat mu celaka hari itu ,dia menyuruh anak buah Yoshihiro untuk mengeroyok mu .Tapi saya berhasil menggagalkan nya ,saya menemui pemuda-pemuda yang di suruh oleh dia."


".......Entah kenapa saya sangat marah sekali setelah mengetahui itu ,saya langsung datang menemui dan menghajarnya. Akan tetapi ,kamu justru datang dan membantunya ."Jelas Hanam yang menjelaskan maksudnya.


Nathan terdiam mencerna semua kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Hanam .


"Kamu pasti tidak suka dengan cara saya."Ucapnya yang kini terfokus melihat Nathan sekilas .


Nathan yang masih terdiam .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Iya ,saya tidak suka .Tidak seharusnya kamu menyelesaikan masalah kekerasan dengan kekerasan juga ."


"Hehehe."Hanam tertawa kecil mendengar itu .Dengan berkata ."Saya kehilangan kendali begitu saja, saat mendengar adik dari teman Abang ku mau di celakai orang lain ."


"Aneh, ya?!."


"...... mungkin karna saya terlalu sering mendengar tentang banyaknya jasa keluarga mu kepada keluarga ku ."Hanam yang masih dengan tawa kecilnya.


"Abang ,teman kakak ku!?."Nathan yang belum faham .


Nathan yang ingat ."Ah iya ,kau adiknya mas Panji!?".Dengan mengangkat jari telunjuknya kearah Hanam .Hanam membalas mengganguk ringan.


Ia yang kembali terfokus dengan pemandangan didepannya."Saya baru tahu jika mas Panji punya adik."Ucapnya.


"Ee, Nani? kamu baru tahu."Ujar Hanam yang manik hitam langsung terfokus dengan lawan bicaranya.


"Hem , kakak saya tidak pernah cerita soal itu ."Kata Nathan .".......Lalu kenapa kamu disini, kamu tidak ikut mas Panji?".


"Rumah saya memang disini ,Abang saya yang merantau ke Indonesia ."Balas Hanam yang kini fokus dengan lawan bicaranya.


"Oh ,sama orang tua disini ."Ucap Nathan yang masih di perhatikan yang sama .


"Tidak ,saya disini tinggal bersama nenek .Kedua orang tua saya ada di Tokyo .Hanya ibu saya yang sering ke sini nengok saya."Jelas siangkat Hanam .


"Saya tinggal dekat rumah Benji ,jadi saya sering lihat kalian berangkat bersama ."kata Hanam menggaruk rambut kepalanya yang tidak terasa gatal .


"Kenapa tidak berangkat bersama sekalian?".Tanya Nathan .


Hanam membuang nafasnya dengan kasar ."Banyak yang bilang saya anggota geng Monsutafaia ,dan Benji anggota geng Hiryonji .Kamu tahu maksudnya kan?".


Nathan mengangguk ringan membalas perkataan Hanam .


"Walaupun saya tidak ikut ke dalam geng apapun."Kata Hanam yang mendongak kan kepalanya melihat ke atas langit-langit di atasnya .


Menikmati hembusan angin sore yang berhembus dengan tenang .


"Jika benar ,kenapa mereka masih menganggap abang anggota geng Monsutafaia?".


"Entah ,saya tidak perduli dengan mereka .Saya kesini untuk belajar ,ingin menjalani hidup sesuai dengan keinginan saya sendiri ,saya juga sudah dewasa .Saya hanya ingin berpikir sedikit dewasa saja ."Balas Hanam yang masih di posisi yang sama .


"Oh ,oleh karna itu kamu tidak memberi penjelasan kepada mereka kalau kamu tidak gabung dengan geng apapun."Ucap Nathan yang masih fokus dengan lawan bicaranya.


"Iya semacam itu ."Hanam yang beranjak dari tempat duduknya."Kamu tidak pulang?".Yang kini sudah berdiri di samping Nathan duduk .


"Ya ini."Ujarnya yang ikut beranjak.


"Saya duluan ,nenek saya sudah menunggu di rumah ."Pamit Hanam berlalu pergi .


Melihat Hanam yang langsung beranjak pergi terburu-buru."Tidak bareng sekalian?". Teriak Nathan dengan suara lantang .


"TIDAK!!".Teriak Hanam dari kejauhan.


*Hanam Kazuya, atau Hanam. Pemuda berpostur tubuh tidak terlalu gemuk, tinggi, tampan ini adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ia adik satu-satunya Panji Kazuya.*


Nathan mengedipkan bahunya sembaring beranjak naik ke atas sepedanya kembali .Ia ayun kan medal sepedanya dengan kecepatan rata-rata meninggalkan tempat itu .


Tanpa mereka sadari dari tempat yang tidak terlalu jauh dari mereka mengobrol .Ada seseorang yang sejak awal memperhatikan mereka berdua.


Seseorang itu tersenyum sinis menatap kepergian Nathan sebelum ,ia juga ikut berlalu pergi dari sana .


+++++++++++++


Pukul 19.45


Pemuda dengan baju piyama abu-abu dan celana pendek selutut ,kini tengah duduk sendirian di ruang makan .Dengan pop mie ,juga sebotol minuman dingin yang menemani di meja makan.


Nathan ,pemuda yang tengah memakan pop mie di meja makan rumahnya .Dengan suasana sunyi seperti biasanya ia memakan menyuap sedikit demi sedikit mie itu ke dalam mulutnya .


Ia alihkan perhatiannya sejenak ke ponselnya yang tergeletak di atas meja makan tidak terlalu jauh darinya .Ia nyalakan layar ponselnya, ia membuka apk musik yang tersedia di dalam ponselnya.


Mungkin dengan mendengarkan musik suasana sunyi ini sedikit lebih rame .


...Musik...


...Lost - Maroon5...


...l don't care...


...No problem - DAWN...


...Fight song...


...Me and my broken heart...


...It's you - Ali Gatie...


...Our song...


...Mother - Seamo...


...Dinero...


Musik yang Nathan putar sebagai peneman makan malamnya .


+++++++++


Sudah hampir menjelang tengah malam akan tetapi ,Nathan masih setia dengan buku-buku yang ia pelajari .


Ia duduk terdiam di kursi belajarnya sembaring fokus dengan buku pelajaran.


+++++++++++


Pukul 12.30


Di jam yang sama akan tetapi belain tempat .Pemuda yang tengah berbaring terlentang di atas tempat tidurnya mencoba untuk memejamkan matanya .


Akan tetapi ia yang kesulitan untuk tidur ,membuatnya hanya terdiam melamun .Menatap kosong ke langit-langit kamarnya yang tampak tidak ada yang menarik di sana .


Entah apa yang tengah mengusik ketenangan pemuda ini sampai ia kesulitan untuk beristirahat. Sampai seseorang dengan wajah yang mulai menua membuka pintu kamarnya .


"Kamu belum tidur?".Tanya orang itu yang tidak lain adalah Yoshi ,ayah Kenji .Pemuda yang kesulitan untuk tidur semenjak tadi.


Kenji segera beranjak dari tempat duduknya,ia yang sudah terduduk ."Belum,.Yah."


Yoshi berjalan mendekati putranya."Kenapa belum tidur? Apa ada yang sakit?".Tanya Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus melihat lekat ke raut wajah putranya.


Kenji hanya menggeleng ringan membalas pertanyaan ayahnya , sebagai menjawab bahwa dia tidak ada apa-apa.


"Kalau gitu kamu tidur,.katanya besok mau sekolah lagi ."Kata Yoshi menyinggung senyum hangatnya menatap putra tunggal itu .".......Sebenarnya ayah ingin kamu libur dulu besok ,kamu istirahat dulu sampai kesehatan kamu benar-benar membaik ."Lanjutnya.


Kenji yang kini manik hitam terfokus dengan ayahnya."Besok saya masuk saja ,lagian saya juga sudah jauh lebih baik berkat ayah yang sudah merawat saya dengan sangat baik ."Ucapnya .


Kenji menyinggung senyum tipisnya sembaring berkata ."Ayah istirahat saja ,saya juga akan istirahat."


Yoshi yang masih dengan posisi yang sama ."Baiklah Selamat malam Kenji."


"Malam juga, Yah."


Yoshi berlalu pergi dari dalam kamar putranya .Tidak lupa ia kembali menutup pintu kamar putranya sebelum berlalu pergi dari sana.


Selepas kepergian ayahnya .Kenji kembali membaringkan tubuhnya ,ia selimuti hampir seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya .Ia pejamkan matanya berlahan dengan berharap dengan begitu ia bisa tertidur .


+++++++++++


Pukul 02.30


Sudah hampir menjelang pagi ,akan tetapi pemuda yang tengah tidur terlentang di atas tempat tidurnya .Masih setia terjaga .


"Sial kenapa saya tidak bisa tidur."Ujar kesal Nathan mengacak-acak rambut kepala ,khas orang frustasi .


Ia yang membalikan posisinya."Tidurlah Nathan ,besok masih ada cerita baru yang harus kamu jalani."Lanjutnya bergumam .


Iya .Hari ini adalah cerita baru yang Nathan jalani. Sedang besok ,cerita yang belum ia ketahui(masih misteri). Apa yang akan terjadi, dan bagaimana nanti ia menjalani .


Hari-hari selalu ia jalani seperti biasa. Pagi ia membuat sarapan sendiri ,bersekolah, bergurau dengan teman-temannya saat di sekolah. Lalu pulang ,dan menyiapkan makan malamnya sendiri .


Semua ia lakukan sendiri ,terkadang ia juga merasa sedih dengan melihat takdirnya .Tidak dapat melihat kedua orang tua nya. Eh bukan ,tapi sudah di tinggalkan kedua orang tuanya saat dirinya masih bayi.


Membuatnya tidak bisa merasakan rasanya kasih sayang kedua orang tua ,pelukan ,marahan dari mereka berdua saat kita berbuat kesalahan. Semua tidak pernah Nathan rasakan .


Walaupun ia tidak pernah tahu rasanya memiliki kedua orang tua .Nathan tetap bersyukur, karna ia masih memiliki kakak yang sangat menyayanginya. Juga memilik kakek yang juga sangat menganti posisi ayahnya ,yang membuat dirinya bisa merasakan rasanya memiliki ayah, walaupun hanya sesaat .


Ia sangat bersyukur ,sangat .Dengan apa yang ia punya saat ini .Walaupun tidak sesempurna mereka yang memiliki keluarga yang lengkap. Nathan akan tetap mensyukurinya, karna Tuhannya selalu memberikan apa yang ia dapatkan. Bahkan hati yang sangat kuat, sampai ia bisa sejauh ini .