My Salvador

My Salvador
Eps.107 Oka Olly 2



Osaka


Pukul. 01.35 Malam


Senin


Tengah malam semakin mencekam dengan suasana suhu yang semakin dingin menusuk kulit .Namun itu semua tidak menyulitkan pemuda ini untuk terus melangkah menerabas hawa dingin yang tidak wajar ini.


Di sepertiga waktu. Akhirnya Nathan sampai di Oka Olly. Oka Olly adalah sebuah villa yang berdiri sederhana dekat pantai.


Dengan rencana dadakan. Nathan berjalan terus ke depan menerabas semuanya tanpa rasa takut .Semakin Nathan yang melihat banyaknya penjagaan di depan villa ini memutuskan untuk mengurungkan niatnya.


Bukan karena takut, tapi jika ia menyerang penjaga-penjaga ini sekarang itu hanya akan memperburuk keadaan sementara dirinya belum tahu suasana di dalam villa ini.


Nathan memutar arah, ia memilih jalan yang dekat dengan tebing pantai yang tinggi. Jalanan yang sangat beresiko untuk keselamatan nya .Tapi ia tetap memilih untuk lewat jalan ini ,agar ia bisa masuk ke dalam tanpa ada seorangpun penjaga yang menyadari kehadiran di dalam villa.


Menerabas jalanan kecil berbatu karang."Jika gue mati sekarang. Lu akan gue hantuin seumur hidup!!".Perkataan Nathan yang di tunjukkan untuk Kenji.


Di tengah jalan ,srekk....godak.....Tanpa sengaja kaki Nathan terpeleset. Dengan cekatan ia segera berpegangan erat pada tanaman ulu lalang panjang di piring jalan ini.


Memang Nathan selamat, tapi itu tidak bertahan lama. Karena setelah itu, tanaman pegangan Nathan belahan-lahan melepaskan diri dari tanah.


Tubuhnya semakin bergelantungan di atas tebing berbatu yang di bawa sana ada banyak bebatuan karang tajam yang siap menyambut kedatangan tubuh Nathan .


Sett....SREKKK...... Tanaman ini benar-benar putus .Nathan terlempar, dengan tangan kanan yang berhasil berpegangan pada dinding batu karang. Ia berhasil selamat kan nyawanya.


Namun tidak dengan kening berdarah akibat benturan dengan batu karang tidak menyulitkan Nathan untuk tetap berusaha naik ke atas kembali.


Berhasil naik kembali dengan susah payah .Nathan yang seharusnya kembali mencari jalan lain, justru terus melanjutkan perjalanan tanpa rasa ragu ataupun takut akan tergelincir kembali.


Saat itu masih ada beberapa salju tipis yang menutupi beberapa tempat di sana. Jadi tidak heran jika beberapa bebatuan karang di sana sangat licin.


+++++++


Pukul. 01.53 Malam


Kini Nathan sudah berdiri di depan dinding belakang villa yang menjulang tidak terlalu tinggi .Membuat Nathan memiliki banyak peluang untuk masuk dengan mudah ke dalam. Peluang mudah menaiki dinding ini dan menerobos masuk ke dalam.


Di dalam pekarangan villa. Nathan belahan-lahan mulai berkeliling mencari keberadaan Kenji yang belum ia ketahui ada di mana.


Tiba di ruang tengah villa. Nathan yang bersembunyi di tempat yang aman dapat melihat dengan jelas Kenji. Seseorang yang ia cari-cari ,kini tengah terikat dengan tubuh tergeletak lemah di atas ubin keramik .


Kenji sudah sadar, matanya mengerjap beberapa kali menahan sakit. Entah rasa sakit apa yang tengah ia rasakan. Tapi rasa sakit itu seperti tidak tertahankan lagi.


Namun dengan kedua tangan, dan kaki terikat Kenji bisa berbuat apa. Ia hanya bisa menggeliat lemah di atas ubin menahan sakit. Tanpa ada perlawanan darinya yang sudah tidak berdaya.


Menyadari Kenji kesakitan. Seorang pria berkemeja hitam justru menginjak pergelangan kaki Kenji, dan menekan nya. Terus menekan tanpa ia perduli wajah Kenji yang sudah memerah menahan sakit yang luar bisa biasa di pergelangan kaki kirinya.


Brukkk......Nathan yang baru muncul langsung memberikan tendangan kuat pada pelipis kepala pria ini, sampai tubuh pria ini di paksa sedikit membungkuk di hadapannya.


Tidak perduli dengan tatapan mata mematikan ini .Nathan terus melanjutkan aktivitas nya melepaskan ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki Kenji. Nathan juga membantu Kenji untuk kembali bangkit.


Menopang menyanggah keseimbangan tubuh Kenji."Masih bisa berdiri sendiri?".Tanya Nathan.


Menyingkirkan tangannya dari atas bahu Nathan."Bisa, tapi untuk lari gue tidak bisa."Ucap Kenji meringis menahan nyeri di pergelangan kaki nya.


Memutus obrolan kedua orang ini."Oi!". Terfokus menatap tajam Nathan."Siapa yang menyuruh lu datang ke sini?".


"Sementara lu, kenapa lu cari masalah dengan gue?".Nathan yang justru bertanya balik.


Mendengar pertanyaan balik dari Nathan. Pria ini justru tersenyum miring tipis, sangat tipis.


Nathan yang seharusnya menunjukkan ekspresi wajah takut. Justru tetap bersikap tenang dengan nada suara."Oh!".Kalimat singkat yang terlontar dari mulut nya. Tak lupa dengan ekspresi wajah datar andalannya yang tidak ketinggalan.


"BE**GO!".


"......LU TULI ATAU BUDEK. Dia baru saja bilang ,mau lu mati. Dan lu, anjing. Sikap lu pingin gue bunuh lu."Di posisi ini justru Kenji lah yang terlihat sangat emosional kepada Nathan .


Mendapatkan ocehan Nathan hanya bersendawa."Hemmm....".


Kenji mengangkat tangannya. Brukk.....Pukulan keras mendarat di pipi mulus Nathan.


Puas memukul Nathan. Kenji beralih menatap pria ini."Sudah puas lu, gue sudah pukul dia."


".....Sekarang biarkan kita berdua pergi."Sambung Kenji .


Sementara Nathan hanya terdiam mengelus-elus pipi mulus memerahnya."O'ON LU KECIPIR KERING ,PIPI GUE TEPOS."Ucap lebay nya .


Menatap malas Nathan."Ilihhh, nanti juga sembuh."Enteng Kenji tanpa rasa berdosa sudah membuat anak sultan lecet.


"STOP!!".Tegas pria ini.


"Di sini gue musuh kalian, tapi kenapa? Di sini justru kalian berdua yang tidak akur."


"Memang pada dasarnya musuh kita adalah dia."Ucap keduanya bersamaan. Saling tunjuk satu sama lain.


Bersiap menyerang dua pemuda ini."Lalu kenapa kalian berdua tidak mati bersama saja."Ucap pria ini langsung berlari cepat kearah kedua nya.


"An**jay, Nat gue tidak bisa berkelahi seperti biasa ,kaki gue keseleo."Kenji mengambil ancang-ancang sedikit mundur untuk memberi ruang Nathan agar maju lebih dulu.


Plakk.....Brukk....Sttt.....plak....Pukul tendang pukul tendang menghindar . Keduanya bertarung sangat seimbang, bahkan dengan skill kehebatan keduanya dalam berkelahi hampir sangat sepadan.


Membuat Nathan tersenyum miring sembaring berucap dalam perkelahian."Rupanya lu sosok misterius bertopeng itu."


Di sini Nathan dan pria ini tengah terlibat perkelahian seri. Di lain tempat ada Yoshi yang tengah kebingungan di depan teras rumah Nathan.


Yoshi sudah mencoba membuka pintu ini, tapi tidak kunjung bisa karena pintu ini dalam keadaan terkunci. Sementara ia tidak membawa kunci cadangan rumah ini, karena kemarin kunci cadangan rumah ini ia berikan kepada Kenji .Dan bel rumah yang ia tekan berkali-kali pun tetap tidak ada jawaban dari dalam.


Sekarang ia harus terima resikonya, yaitu tidak bisa membuka pintu rumah ini. Dan tidak bisa menghubungi kedua pemuda yang sangat ingin ia temui. Yang berujung pada rasa cemas yang ia tanggung sendiri.


Yoshi sudah berkali-kali menghubungi Nathan dan Kenji. Tapi keduanya sama-sama tidak menjawab satu pun panggilan telepon dari Yoshi.


Kesal juga khawatir dengan keadaan dua pemuda ini. Yoshi mencoba menghubungi Hiroyuki di seberang sana. Berharap Hiroyuki tahu sesuatu tenang kabar kedua pemuda itu.


Tersambung.


*Hiroyuki." Seru Yoshi.


*Kenji dan Nak Nathan ada di rumah kamu?".


*Tidak, Oji-san. Mereka berdua tidak ada di rumah?".


*Jika ada, tidak mungkin Oji-san telfon kamu malam-malam begini."


*Hem gomen, gomen, Oji-san. Saya tidak tahu mereka ada di mana. Saya akan bantu mencari nya."


*Tidak perlu kamu istirahat saja. Oji-san akan coba mencari sendiri."


*Tap......".


Panggilan telepon di akhir Yoshi sepihak dari seberang sini.