
Osaka.
Pukul. 09.25 Malam
Sabtu
Riska bersama dengan Jovan tengah dalam perjalanan ke Moll besar yang berdiri di kota ini .Kedua saling bertukar obrolan sepanjang perjalanan untuk mengurangi keheningan .Seperti saat ini .Riska yang masih fokus mengemudikan mobil."Bagiamana kabar Yudha dan Kevin ?".
"Mereka berdua baik-baik saja ,kak .Toh ada semangat nya."
"Hem?".
"...Masih pelajar sudah punya semangat."
Cengengesan."Heheheh........Jaman now ."
"Belajar dulu yang bener baru mikir cari bini."Di susul senyum tipis Riska tanpa m mengalihkan perhatiannya mengendarai mobil .
+++
Siang ini Jovan dan Riska sudah berada di dalam Moll terbesar di kota ini .Berkeliling melihat beberapa barang ,hal itu yang tengah keduanya lakukan .
Beberapa kali Jovan di buat ragu untuk membeli barang-barang kesukaannya saat melihat Lebel harga barang yang akan ia beli ,cukup fantastis menguras kantong dompet nya yang minimalis.
Seperti saat ini ,saat ia berada di salah satu toko pakaian .Jovan tengah memegang dua gantung jaket polos ."Kainnya hangat. Beli dua sama Nathan keren nihh....".Fokus yang sudah melihat Lebel harga selangit jaket polos tanpa motif ini .Berkeringat ."Eh!Buset! Di Indonesia pakaian model gini biasa cuma 54-70 ribu .Lahh...ini oh My God ."Geleng-geleng kepala .Jovan yang masih ngedumel menaruh kembali jaket ini ."Bisa beli enggak bisa pulang gue ,ajing. Gue kesini pakek uang sendiri ,lupa ngerampok nyokap bokap ,dahlah tak jadi, tak jadi."
"Kalau mau beli ambil saja .Kakak yang bayar semua ."Riska yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Jovan .
Tersenyum sekaligus membulat kedua manik matanya .Jovan berlahan-lahan menengok ke arah Riska ."Serius kak! 10300 Yen loh kak .Kak Riska tahu 10300 Yen kan?."Jovan membuat mimik wajah semen syok mungkin melihat harga selangit jaket ini.
"Yasudah ambil saja ,dari pada tidak bisa tidur seumur hidup."Riska berlalu meninggalkan Jovan ."Sayang akan keliling sebentar, jika sudah langsung ke meja kasir ."Pesannya kepada Jovan yang masih bergeming di tempat nya .
Menatap nanar jaket ini kembali."Bener juga ya kak Riska. Kalau tidak di ambil bisa tidak tidur seminggu pun kuat diri ini."Pada akhirnya Jovan mengambil jaket ini."Habiskan uang 11jt buat game bisa ,beli dua jaket seharga 1jt tidak mampu .Dasar Jovan ."Yang pada akhirnya Jovan mengambil dua jaket ini .
Tidak hanya jaket .Karena sesaat kemudian Jovan sudah membawa banyak oleh-oleh yang terkemas rapi dalam tas belanjaan yang ia bawa saat ini .Dari mulai makanan sampai pakaian yang tadi ia beli
Di rasa sudah mendapatkan semua apa yang ingin di beli .Riska mengajak Jovan kembali ke perkiraan mobil untuk lekas pulang ke rumah .
++++++++
Pukul. 13.45 Siang
Nathan masih di sibukkan dengan materi-materi pelajaran di kelasnya bersama dengan yang siswa siswi yang lain .
Namun setelah beberapa jam berlalu akhirnya beli pulang berbunyi .Semua siswa siswi lekas berkemas-kemas untuk bersiap-siap pulang .Begitu yang tengah Nathan lakukan .Tidak seperti biasanya ia yang selalu terlihat santuy bersiap-siap pulang .Kali ini Nathan begitu bersemangat untuk secepatnya pulang .
Sudah lebih dulu selesai berkemas .Nathan langsung melesat pergi bersamaan dengan guru pengajar nya yang keluar kelas .
Hiroyuki yang sembaring tadi memperhatikan sikap Nathan ."Dia kenapa Ken?".
"Ada kakaknya dan sahabat nya di rumah."Cuek Kenji yang langsung beranjak pergi meninggalkan kelas .
"Oh pantes muka lu kusut, muka Nathan licin."Gumam Hiroyuki .
"Apa yang licin?".Tanya Mika yang sudah berdiri di depan bangkunya.
Mendongak melihat kearah sumber suara sekilas."Tak!Yok pulang."Hiroyuki beranjak dari tempat duduknya .
"Gue pulang sama Kalisa."Ucap Mika sembaring melengos menyusul Kalisa yang hendak berlalu meninggalkan nya.
"Tungguin gue."Kalisa mendadak menghentikan langkahnya.
Sudah fokus sama Mika ."Tida....".
Memotong ucapan Kalisa sembaring menarik pergelangan tangan Kalisa."Ayokk".
Hiroyuki yang masih setia memperhatikan gerak-gerik perempuan yang ia sebut sebagai kekasihnya itu."Dasar wanita."Gumamnya berlalu .
++++++
Pukul. 15.30 Sore .
Buru-buru berlari masuk rumah ."Aku..Aaa..".Brugkkk....."Wew ,wew."Berugkkk.....
Karena terlalu terburu-buru Nathan tidak menyadari kehadiran Jovan yang tiba-tiba keluar dari ruang keluarga. Akibatnya kemunculan Jovan tiba-tiba. Nathan yang juga terburu-buru akhirnya tidak bisa menghindar dan berakhir dengan tabrakan cukup keras antara keduanya terjadi .Sampai tubuh Jovan yang belum siap menyangga beban tubuh Nathan terpental jatuh membentur lantai rumah ini cukup kuat.
Masih di posisi tertindih tubuh Nathan .Jovan mengelus Surai rambut kepalanya."Aarrrgghh.....gegar otak gue."
Nathan yang sudah beranjak dan duduk di samping Jovan yang masih setia rebahan di lantai ."Lagian lu tiba-tiba muncul kayak jin."
Mengangkat tangan kanannya."Bantu gue bangun punggung gue melekat di lantai."Jovan yang masih setia rebahan nyaman di lantai depan pintu .
Menepis kasar ."Lebay!Kakak gue mana?".
"Keluar, katanya ada urusan bentar."Masih setia rebahan di lantai .
Beranjak bangun .Nathan yang hendak berlalu pergi sempat kembali menatap Jovan yang masih rebahan nyaman di lantai .Nathan yang melihat ekspresi memelas wajah Jovan yang ngeselin ,akhirnya mengulurkan tangannya. Untuk membantu Jovan bangun .
"Tadi kakak tidak bilang apa-apa?".Nathan bertanya kembali perihal kemana kakaknya pergi.
Jovan mengerut kan keningnya menatap heran Nathan ."Tak! Lu lapar?".
"Tidak, gue naik dulu ."Nathan berlalu meninggalkan Jovan yang masih bergeming di tempat nya .
Menghentikan langkah Nathan di ujung bawah tangga."Nathan."
Nathan berhenti sejenak tanpa tanpa berpaling melihat Jovan .
Jovan yang masih bergeming di tempat tadi."Lihat belakang, be**go. Jaga sopan santun mu bicara dengan yang lebih tua ."
"Jangan basa basi cepat bicara."Nathan tanpa mengubah posisi berdiri membelakangi Jovan.
"Kak Riska mengajak lu ke Indonesia nanti malam."
"Lu?".
"Gue ikut, nanti balik lagi .Belum selesai liburan gue di sini ."
"Hemm....buatkan gue mie ,lapar ."Melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga."Bentar lagi gue turun ."
Tidak marah merasa disuruh-suruh di jadikan babu. Jovan justru hanya tersenyum tipis sebelum ia berlalu pergi ke dapur .
+++++
Selang beberapa waktu kemudian. Nathan sudah duduk di kursi meja makan yang tersedia di dapur tanpa Jovan sadari .Karena terlalu sibuknya Jovan dengan peralatan masak di dapur .
Saat ia berbalik memegang seporsi sepiring mie instan matang dengan telur ceplok setengah matang di atasnya.
Nathan yang menyangga dagunya dengan tangan kanan."Lelet lu pantes kurus."
Menaruh kasar piring ini di atas meja .Lalu di susul dengan ia yang ikut duduk di sana ."Masih untung gue buatkan ,bilang Terima kasih be**go ."
Mulut penuh makanan."Tak!".Nathan yang sudah fokus menyantap makanan buatan Jovan .
"Iya juga iya ,Nat .Gue makin kurus lu ko makin gemuk .Lu makan apaan di sini?".
"Gue makan makanan buatan sendiri makannya gue gemuk ."
"Lu nyindir gue."Sedikit meninggalkan nada bicaranya.
Nathan tidak menggubris celometakan Jovan, ia sibuk menyantap makanan buatan Jovan.
Mulut masih penuh makanan ."Ko cuma buat satu, lu tidak makan?".
"Tidak lapar."Sibuk pada game online di gawainya .
"Pantes kurus ."
"Lebih baik kurus tapi tambah tinggi, dari pada lu makan terus tinggi tidak ,tapi lembek seperti ubur-ubur."
"Bang**sat."
"Hahahahhhhh.....".
Selesai makan tadi .Nathan langsung menyusul Jovan ke ruang keluarga .Duduk bersebalahan duanya langsung adu game online di gawainya masing-masing .
+++++
Pukul sepuluh malam Riska yang baru saja di kediaman rumah di antara oleh taksi kendaraan umum .Ia melangkah masuk ke pekarangan rumah setelah selesai melakukan pembayaran.
Menyadari rumah masih dalam keadaan gelap gulita."Ko masih gelap ,mereka berdua kemana."Gumam Riska membuka pintu depan rumah belahan .
Ia melangkah masuk dan mulai menyalakan lampu beberapa ruangan rumah ini ."Mereka kemana sebentar lagi ke bandara malah hilang."Riska melangkahkan kakinya ke ruang keluarga .Dan betapa terkejutnya ia melihat dua orang pemuda yang ia cari-cari ternyata tengah tertidur pulas di satu Sova .
Tidak jauh berbeda dengan Jovan yang sangat lelap dalam dunia fantasi mimpi .Nathan bahkan sampai membuka lebar guanya .Untung saja air murni gua itu tidak mengalir deras .
"Haduh kalian berdua, kadang ribut tidak mau akur, kadang rukun tidak mau pisah. Suka heran sama kalian ."Riska mendekati kedua pemuda yang tidur sangat nyenyak ini .
Mengelus surai rambut adiknya ."Bangun dik, ayo bangun sebentar lagi ke bandara."
Nathan ngeliat membuat Jovan ikut terbangun dari tidurnya .Dengan setengah sadar Jovan duduk masih dengan dua kelopak mata yang melekat sempurna .
"Ayo bangun tidak mau ke Indonesia."Ucap Riska .
Menguap ."Aaww...emang mau berangkat sekarang kak?".
"Iya, cepat bangun mandi atau tidak mandi pun tidak papa .Nanti di lanjutkan tidurnya di pesawat .Sekarang bangun saja sana bersiap keburu paman Yoshi datang ke sini ."Riska berlalu meninggalkan ruang ini .
Menggoyang bahu Jovan yang masih sadar betul."Jov ayo."
Hanya kelopak mata sebelah saja yang terbuka."Kemana?".
"Lu budek?".
"Sedikit."
"Lahh, bang**sat."
"Hem?".
Tanpa basa basi Nathan langsung menarik paksa pergelangan tangan Jovan untuk ikut berlalu dari sana .Tentu saja untuk segera berkemas-kemas membawa beberapa barang yang mau di bawa.
+++++++
Pukul. 23.00 Malam
Semua sudah berkumpul di ruang tengah (ruang tamu) menunggu kedatangan paman Yoshi .Dan tidak butuh waktu lama untuk paman Yoshi datang ke kedamaian rumah ini .
"Selamat malam."Suara Yoshi yang sudah berdiri di ambang pintu depan rumah Nathan.
Riska segera beranjak dari tempat duduknya yang di susul oleh Nathan dan Jovan .
"Berangkat sekarang paman ."Ajak Riska melangkahkan menghampiri Yoshi .
Yoshi mengangguk sopan .
Sudah ada di luar .Nathan yang melihat keberadaan Kenji menenteng tas ransel tidak terlalu besar."Lu ikut?".
"Iya, kakak yang ajak .Dari pada Kenji di sendirian .Toh kalian tinggal ambil rapot saja kan ,sudah tidak ada kegiatan lain .Apa salahnya liburan, biar Kenji tahu rumah kamu di Indo ."Balas Riska .
"Tap....".
Memotong ucapan Nathan ."Gue bisa bahasa Indonesia walaupun dikit-dikit, gue tidak akan menyusahkan lu."Ucap Kenji .
"Ya."Datar Nathan .
Jovan yang sembaring tadi hanya menyimak dan hanya mengerti sedikit obrolan ini ."Maaf ,maaf ,kalian ngomong apa?".Tanya polos Jovan dalam bahasa Indonesia.
"Bukan apa-apa sono masuk mobil."Ajak Nathan melengos lebih dulu .Mengambil alih membawa koper besar kakaknya ."Kak Riska beneran langsung ke AS ko bawa barang banyak."
"Iya, dik."Riska masih mengikuti Nathan membantu adiknya menata bawaan nya. Ia yang menyadari Jovan dan Kenji yang masih menunggu dirinya dan adiknya."Kalian kenapa masih di sini?Cepat masuk ,paman Yoshi sudah menyalah mesin mobil nya .Ayo cepat masuk ."Suruh Riska kepada kedua pemuda ini mengunakan bahasa campuran. Indonesia and Jepang.
+++
Kini mobil keluarga Nathan tengah melaju membela jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai ini .
Di dalam mobil ini sangat hening .Baik Jovan ataupun Nathan melanjutkan tidur tertunda keduanya tadi .Sementara Kenji yang duduk di belakang di antara mereka .Hanya terdiam memainkan gawai dalam genggaman kedua tangannya.
Bahkan sampai berpindah tempat ke dalam pesawat pun kedua pemuda ini masih lelap dan sangat engan meninggalkan dunia fantasi nya masing-masing. Di tambah lagi di dalam pesawat pribadi keluarga Nathan di lengkapi kamar tidur dengan kasur empuk yang nyaman .Ya sudah dapat di bayangkan betapa sulitnya dua orang malas ini untuk bangun meninggalkan tempat senyaman ini .
Karena di posisi kedua perusuh tidur .Dan Kenji yang biasa bertengkar dengan Nathan yang Nathan juga dalam posisi tidur .Akhirnya ia yang hanya terjaga seorang diri .Di temani oleh Riska yang duduk di tempat .
Riska mengajak Kenji ngobrol seperti sekarang .Agar suasana tidak terlalu hening tentunya.
"Bagaimana ujian kemarin ,aman kah?Semoga adik saya tidak cari masalah menjelang awal-awal ujian."Riska yang tahu betul gimana nakalnya adiknya .
Kenji yang ingat ujian kemarin sempat tertunda dan ia ikut ujian susulan bersama Nathan .Karena masalah tawuran kemarin. Berusaha menyesuaikan keadaan untuk tetap tenang .
"Loh, kenapa diam?".
Tersenyum canggung."Bingung Onee-chan mau balas apa, soalnya ujian kemarin soalnya sulit-sulit."
"Hemm... kakak pikir sulit karena tertunda ."
"Kak Riska tau?Tapi siapa yang kasih tau. Nathan tidak mungkin dia kan mewanti-wanti untuk merahasiakan. Apa jangan-jangan Otou-san".Batin Kenji bertanya-tanya entah kepada siapa .
"Semua baikan selama kamu tinggal sama Nathan. Dia sedikit nakal dan merepotkan. Di tambah lagi dia mantan anak berandal yang sulit di atur.....Saya juga tidak mau menyalahkan Nathan. Nathan sebenarnya anak baik. Hanya saya yang selama inu terlalu sibuk bekerja ,sampai lupa meluangkan sedikit waktu untuk nya ."
"Atas nama Nathan .Kakak minta maaf, kalau seandainya anak bandel dan menyusahkan mu .Dia terlalu pemberani sampai melakukan apapun tanpa berpikir terlebih dulu .Dan terlalu sok kuatnya Nathan pandai sekali menyembunyikan sesuatu. Kalau ada apa-apa dengan dirinya sendiri."Fokus yang melihat keluar jendela pesawat .Riska tersenyum tipis.
"Nathan orang baik kak .Ya hanya kadang-kadang ngeselin juga ."Kenji yang di susul tawa kecilnya .
Riska tersenyum tipis kembali ."Kamu tidur gihh ,pesawat masih lama mendaratnya ."
"Kak...".
Memotong ucapan Kenji ."Tidak papa saya sendirian, saya juga mau lanjut kerjakan beberapa pekerjaan kantor ."
Beranjak dari tempat duduknya."Baiklah kak ,permisi ."
"Iya."
++++++
Di atas kasur yang nyaman ada Nathan dan Jovan yang tidur saling singkur. Hanya punggung keduanya yang sangat lengket satu sama lain .Berbeda dengan posisi tidur . Karena Jovan yang lelap memeluk erat bantal .Nathan yang lelap memeluk erat selimut yang menutup seluruh tubuhnya, dan hanya menyisakan pucuk surai rambut .
Kenji yang masih melihat satu bantal tersisa di samping Jovan .Ia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di sana .Di samping Jovan yang tidur terlelap. Untuk Kenji menyusul kedua sahabatnya ke alam dua fantasi mimpi .