
Osaka
Pukul. 06.30 Pagi
Jumat
Menjelang pagi .Nathan sudah siap dengan semua barang-barang keperluan nya yang akan ia bawa ke Italia.
"Sorry gue.....".
"Santai saja .Tapi lu masih memiliki minat jadi sekertaris gue."
Menyungging senyum tipis."Masih ,biaya nikah mahal sekarang ."Ucap Kenji.
"CK .Masih pacaran saja kere ngemis ke gue."
"Gue bakal berubah ,ada wanita yang harus gue ratu kan ,kan ,kan."Sepp....Menyupal mulut Kenji dengan bungkus permen milik nya .
Dan tanpa berdosa ."Gue pergi bye-bye kecipir kere."Nathan beranjak masuk ke dalam mobil yang sudah siap meninggalkan pekarangan rumah nya .
Tidak kesal .Kenji hanya terdiam memperhatikan kepergian Nathan yang masih sempat-sempatnya menyungging senyum hangat di saat hatinya tengah terluka .
"Semoga Tuhan mu selalu melindungi mu. Lu orang hebat Nathan."Gumam Kenji berdiri seorang diri di depan teras rumah Nathan.
Next...
Di Bandara sudah ada Yoshi dan kakak perempuan Nathan yang tengah menunggu kehadiran Nathan .
Tiba di sana Nathan mendapatkan sambutan dingin dari kakaknya."Berikan ponsel mu."Minta Riska .
Nathan hanya diam mengikuti, ia memberikan ponsel miliknya.
Riska mengambil dan menukar ponsel milik adiknya dengan ponsel yang ia bawa ."Ambil ini."
Nathan menerima ponsel baru itu dalam diam .Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Nathan .
"Saya sudah menyiapkan villa .Rumah yang akan kamu tempati selama di sana .Kamu akan di jemput orang suruhan saya saat sudah sampai di sana."Kata Riska langsung pada inti pembicaraan."Kamu bisa pergi, pesawat mu akan terbang dalam beberapa menit lagi."Suruh nya.
Tanpa memberikan respon apapun Nathan .Namun berkata tepat di depan Riska tanpa menetap lawan bicaranya."Saya berharap tidak pernah memilik kakak, dan saya berharap kamu yang mati bukan ayah dan bunda."Nathan melengos pergi dengan rasa kekecewaan yang amat dalam kepada perubahan sifat kakaknya .
Next......
Di ruang tamu rumah pribadi nya .Kenji yang seorang diri di rumah. Mengambil kesempatan untuk menghubungi seseorang di seberang sana .
...Tersambung....
*Hallo Kenji .Ada apa?".Tanya Jovan di seberang sana .
*Hari ini Nathan berangkat ke Italia. Kak Riska menyuruh Nathan melanjutkan pendidikan nya di sana ."
*Hah?Emang ada masalah apa ,tidak mungkin kak Riska memindahkan Nathan tanpa sebab."
*Tidak tahu .Nathan tidak cerita apa-apa ke gue .Tapi gue yakin dia pindah karena paksaan."Kata Kenji di seberang sini .
*Gue harap lu memiliki waktu luang untuk pergi ke sana menemui Nathan .Jika bisa lu hubungi gue lebih dulu karena ponsel Nathan di sita."
Kenji yang sudah mengetahui hal itu akan terjadi dari ayah nya .
*CK. Nathan .Nanti gue telfon ulang lu."Jovan yang langsung mematikan sepihak panggilan telepon seluler ini.
Di seberang sini ."Hanya Jovan yang dapat membantu Nathan yang sekarang."Gumam Kenji tertunduk lesung .Karena hari-hari nya akan kembali sepi .Kembali sendirian lagi .
+++++++
++++++++++++
Italia
Pukul. 19.20 Malam
Jum'at
Setelah menempuh perjalanan yang panjang .Sampailah Nathan di Italia tempat cerita baru nya di mulai.
Kini ia sudah dalam perjalanan dengan menggunakan mobil untuk pergi ke villa ,rumah mewah yang kakak nya telah siapkan .
"Masih jauh Lo zio?".Tanya Nathan kepada supir mobil yang tengah ia naiki .
(Lo zio \=>Bahasa Italia memanggil untuk paman)
Fokus mengemudikan."Sudah hampir sampai tuan muda ."Balas paman ini.
Benar kata paman ini .Karena belum lama kemudian mobil Nathan mulai masuk ke dalam pekarangan rumah mewah .Sampai mobil terparkir tepat di depan pintu utama masuk rumah.
Di depan teras Villa .Nathan yang baru keluar dari dalam mobil langsung di sambut oleh para pekerja rumah ini .Empat wanita, tiga sekuriti keamanan villa ,menjadi empat dengan paman tadi yang ternyata kepala sekuriti.
Nathan di persilahkan masuk .Di dalam tanpa basa-basi."Antar saya ke kamar."Minta Nathan.
"Baik, tuan muda silakan."Balas Paman Dante mempersilakan Nathan untuk berjalan lebih dulu.
Nathan berlalu naik ke lantas atas dengan menggunakan Liv yang tersedia di dalam Villa .Bersama dengan paman Dante dan dua orang yang membawa kan barang-barang Nathan menunjukkan jalan ke kamar yang sudah di siapkan untuk Nathan tempati .
Next......
Sampai di dalam kamar pribadi nya ."Taruh saja di sana."Nathan menyuruh kedua pria tadi untuk menaruh barang-barang nya di samping Sova."Lo zio tolong sampaikan ke pekerjaan yang lain agar jangan ada siapapun dari kalian masuk ke dalam kamar saya .Tanpa ada perintah dari saya."
"Jika sampai terjadi ,morto."Nada bicara mengancam Nathan ."Kalian boleh pergi."Suruh Nathan.
(morto \=> Mati dalam bahasa Italia)
"Baik tuan muda ,kami permisi."Paman Dante berlalu meninggalkan kamar Nathan di ikuti oleh dua pria tadi .
Next....
Cklek........Fokus melihat si pelaku.
Paman Dante mempersilakan dua pelayanan perempuan ini untuk memberikan beberapa gantung pakaian kepada Nathan .
"Seragam sekolah yang akan tuan muda pakai besok .Jam setengah de....". Memotong ucapan Paman Dante ."Iya ,terima kasih."Nathan kembali menutup pintu kamar nya .
Kembali ke dalam kamar. Nathan melempar asal seragam sekolah ke atas Sova yang tersedia di dalam kamar nya .
Ia berlalu kembali membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Tiiti...Titi....Titi....Suara Nada dering telepon seluler yang ada sampai nya .Bukan itu bukan dari gawai baru yang kakak nya berikan .Nathan terdiam sejenak mencari asal suara nada panggil itu .
Next......
Ingat dengan ponsel kecil yang sengaja Kenji berikan untuknya .Nathan segera mengeledah salah satu sepatu yang sudah tertata dari di rak sepatu.
Merogoh dalam sepatu berwarna putih mengeluarkan alas sepatu nya. Nathan yang baru mendapatkan ponsel kecil itu langsung menerima panggilan telfon itu .
...Tersambung...
*Hallo".
*CK lu ada di kota Italia mana?".Tanya Jovan di seberang sana .
Mendengar suara Jovan di seberang sana .Nathan justru terdiam memaku di sana .Raut wajah yang muram semakin muram.
*Oi baji**ngan .Lu di mana be***go?Kalau lu tidak mau jawab gue sendiri yang akan mencari keberadaan lu."
*Gue ada di Kota B ,daerah R berbatasan pusat kota."
*Gue akan ke sana .Dan lu jangan berbuat yang aneh-aneh."
*CK bunuh diri maksud lu?".
*Iya. Karena jalan pikiran rumit ."
*CK ."
Panggil telfon di akhir sepihak oleh Nathan.
Nathan melempar asal ponsel kecil itu ke atas tempat tidur di susul dengan dirinya yang berbaring di sana ."Jika Kenji tidak memberikan ponsel kecil ini mungkin aku benar-benar akan kehilangan semuanya. Sial ".Batin Nathan berucap fokus pada langit-langit kamar nya .
Iya, sebelum berangkat ke Italia. Malam harinya Kenji menghampiri Nathan ke kamarnya .Kenji memberitahu sesuatu yang penting. Yang akan membuat Nathan kehilangan kotak selamanya dengan teman-teman nya .
Kenji yang sudah mengetahui itu dari ayahnya ,langsung berinisiatif memberikan ponsel kecil ini kepada Nathan tanpa sepengetahuan siapapun.
+++++++
+++++++++++
Italia
Pukul. 07.30 Pagi
Sabtu.
Sebelum di bangunkan untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah .Nathan dengan seragam sekolah rapi dan tas ransel yang ia bawa ,sudah lebih dulu berjalan menuruni tangga rumah ke lantai bawah.
Tanpa membalas sapaan pekerjaan rumah .Nathan langsung saja masuk ke ruang makan .Duduk seorang diri ,ia mulai menikmati makan pagi nya .
Melihat Tuan nya sudah selesai menyelesaikan sarapan paginya ."Mari tuan muda, sudah saatnya berangkat sekolah."Ucap Paman Dante .
Tanpa membalas perkataan paman Dante .Nathan beranjak dari tempat duduknya .Ia berlalu meninggalkan ruang makan .
Next......
Sesampainya di sekolah. Nathan yang kini sudah ada di dalam gedung sekolah tengah mengikuti langkah kaki seorang guru di depannya yang akan mengantarkan nya ke ruang kelas yang akan ia tempati.
"Tunggu di sini tuan ."Kata guru pria ini yang di balas anggukan kepala ringan oleh Nathan.
Guru ini mengetuk pintu sekilas untuk menghormati guru di dalam kelas yang tengah mengajar ."Silakan masuk Tuan."Guru pengajar yang mempersilakan guru pria ini untuk masuk ke dalam kelas .
Guru pria ini masuk kedalam kelas ."Maaf telah menunda waktu belajar kalian ."
"Kalian kedatangan murid baru .Silakan masuk tuan."Mempersiapkan Nathan untuk masuk ke dalam kelas .
Nathan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dengan raut wajah datar tanpa ekspresi .
"Silakan perkenalkan nama kamu."
"Selamat pagi, Saya Nathan siswa pindahan dari SMA Shanghai Osaka."Kata Nathan memperkenalkan dirinya dengan singkat padat.
"Ganteng ."
"Iya ganteng ."
"Anak sultan kayaknya."
"Aduh manisnya ."
Gumam para perempuan.
"Silakan duduk di bangku yang masih kosong tuan Nathan."Guru pria ini menyuruh Nathan .
Nathan berlalu berjalan mendekati bangku pojok belakang dekat jendela yang masih kosong .Namun belum sampai di bangkunya ,salah satu kaki pemuda menghalangi jalannya seakan-akan sengaja agar Nathan terjatuh dan di permalukan.
Dreppp.....Menginjak kaki itu kasar .Nathan berpaling fokus pada sang pemilik kaki."Sorry."Ucap Nathan menyungging ekspresi wajah dingin .
Sementara pemuda yang menahan sakit ini."Awas kau."Geramnya .