My Salvador

My Salvador
Eps.222



Masih di Seoul



Momen terpenting untuk Nathan. Dan momen terbahagia untuk Riska. Tepat di hari Senin ini .Di gedung putih pernikahan tempat pelaksanaan pernikahan Riska dengan Ezawa melangsungkan cara pernikahan.


"Kakak."Seru Nathan yang sudah ada dan berdiri di ambang pintu.


Riska berpaling ke arah sumber suara."Bagus kah gaun ini?Ini gaun milik bunda."


"Kakak pikir gaun ini sangat indah walaupun sudah sangat lama sekali."


"Kak Riska merawat nya dengan baik walau tidak pernah terpakai."Kata Nathan yang di balas senyum hangat Riska. Mengulurkan tangannya."Ezawa sudah menunggu kakak di bawah."


"Apakah kamu tetap memanggil nya dengan sebutan nama?".


"Sudah terbiasa dan Ezawa mengizinkan nya."


"Hemm."


"Ayo kak."Ajak Nathan menggenggam tangan kakak perempuan nya.


"Dik."Seru Riska yang masih terdiam di tempatnya, ia tundukkan pandangan,"Dulu....Kakak pernah berkata meminta ayah berjanji. Berjanji akan mengantar.....".Ucapan Riska tertahan dengan tangis tanpa suaranya.


Nathan memang sudah berkaca-kaca. Namun sekuat mungkin ia tahan, ia merangkul kakaknya ke dalam pelukannya."Nathan kan lebih tampan dari ayah. Masak kakak tidak mau di dampingi adik seganteng ini."


"Ck... ganteng."Riska melepas pelukannya dengan tertawa renyah.


"Yeh......kenapa kakak sepertinya tidak terima. Ingat iya, kalau adik mu ini lebih ganteng dari Ezawa, titik."


"Iya, iya."Kata Riska dengan menahan tawa.


Merajut,"Tidak ikhlas."


Tok...Tok....,"Permisi Nona."


"Masuk."


Pintu kamar gedung ini di buka berlahan-lahan,"Acaranya akan segera di mulai, Nona, Tuan."


"Riasan kak."


"Kami akan segera turun."Riska berlalu memperbaiki sedikit riasan wajah nya.


Next....


Dua pintu besar terbuka lebar bersamaan dengan iringan musik yang mulai terdengar. Mengiringi langkah pertama Riska dan Nathan yang berjalan beriringan di atas karpet merah. Masuk ke dalam ruangan mewah acara pernikahan.


Di ujung sana sudah ada Ezawa yang menunggu kedatangan Riska, sang istri.


Semua tamu berdiri untuk menyambut kedatangan sang mempelai wanita. Banyak yang menghadiri acara ini, dari mulai paman Yoshi dan putrinya, paman Baek Dae-Hyun dan putrinya, Jovan, Kevin, bahkan Benji yang kebetulan dinas kerja di Seoul. Rekan bisnis dan Kantor. Begitu juga dengan kakek Mamoto yang ternyata kakek kandungan Ezawa.


"Nathan."Panggil nada suara lembut perempuan yang sudah berdiri di belakang Nathan yang tengah sibuk mengobrol dengan teman-teman nya.


Berpaling ke arah sumber suara. Nathan yang mengenal betul siapa si pemilik suara.


Berpindah tempat sedikit jauh dari tempat-tempat nya."Maaf belum sempat menemui kamu."


"Saya yang seharusnya meminta maaf, saya tidak bisa menempati janji saya untuk menjaga hati saya."Kata Dae Chul-hyun memanggil seseorang yang sembaring tadi memperhatikan nya dan Nathan,"Kenalkan dia..."Tanpa berani menatap langsung mata Nathan.


Pemuda ini mengulurkan tangannya."Na Jeno."Memperkenalkan namanya."Nathan."


Tidak perlu menjelaskan lebih panjang lagi. Nathan yang sudah memahami situasi, siapa pemuda ini untuk Dae Chul-hyun.


Nathan menyinggung senyum hangat."Jaga baik-baik sahabat gue. Sampai gue denger,"Sett.....Nathan yang hendak mengeplak Jeno namun hanya candaan,"hahah......ayo gabung dengan yang lain."Ajak Nathan.


Namun belum lama Nathan bergabung dengan yang lain. Fokusnya tiba-tiba teralih ke sisi lain ruangan. Memiliki insting yang tajam, ia berlahan-lahan mendekati sudut ruangan itu.


"Nathan."Panggil Ezawa menepuk bahu Nathan pelan. Menyadari kekhawatiran tidak terlihat Nathan."Tenang saja, aku sudah memastikan keamanan acara dengan baik."


"Iya."


"Oh!Riska menunggu kamu."


"Kenapa tidak kau saja. Aku tidak bisa berdansa dan aku tidak ingin mempermalukan kak Riska."


"Kau!?".


"Iya, kenapa?".


"Tidak, bukan....". Ucapan terhenti saat Nathan berlalu melewati nya .


++++++


Satu hari setelah hari pernikahan.


Dalam nada panggilan telepon.


*Kevin jadi pulang tadi pagi?".


*Hem...dia nebeng pesawat kakak."


*Bener-benar tuh anak. Menganggu orang bulan mandu."


Panggilan di akhir sepihak oleh Nathan.


Next.....


Menaruh beberapa tumpuk berkas di atas meja Kenji."Anjing!!Lu mau bunuh gue?".


"Dua hari kita mengabaikan pekerjaan dan itu ide lu."


"Kan.....". Memotong ucapan Kenji,"....Cepat kerjakan kalau mau pulang cepat."


Memasang ekspresi wajah kurang tidur, yang emang kurang tidur."Siap bos cebong."


"Selamat berjuang sekertaris Kecipir kering."


Kembali fokus pada layar komputer yang menyalah di depannya. Kenji bergumam,"Untung Kalisa tadi buatkan gue bekal enak-enak."


Oh!Hampir lupa. Perlu kalian ketahui, jika Kenji sudah resmi menikah dengan Kalisa. Perempuan sudah ia kenal sejak duduk di bangku SMP. Namun saat acara pernikahan kemarin. Kalisa tidak ikut hadir, karena harus menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit. Kenji awalnya tidak ingin ikut hadir juga, akan tetapi Kalisa terus memaksanya untuk tetap pergi.


Tapi yang namanya istri kalau sudah memaksa bagaimana. Jadi mau tidak mau Kenji tetap menghadiri acara pernikahan Riska kemarin.


Next....


Pukul 12 malam. Baik Nathan ataupun Kenji masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di ruangannya masing-masing.


Sampai nada panggil telfon masuk ke dalam ponsel Nathan.


...Tersambung....


*Hallo."


*Ada apa Kalisa?".


*Ada apa?Ada apa?Apakah kau ingin menyekap suamiku semalaman?".


*Loh!Kenji belum pulang."


*Tentu belum karena kau tidak mengijinkan nya pulang."


*....?".


*Dia kan bisa mengerjakan tugas kantor nya di rumah."


*Tentu-tentu."


Panggil langsung di akhir Kalisa sepihak dari seberang sana.


Menatap layar ponselnya."Perasaan Kalisa orangnya pendiam, kalem, tapi ini ko beda iya."Gumam Nathan heran beranjak dari tempat duduknya. Ia berlalu pergi meninggalkan ruang kerja nya.


"Oi!!...Lu boleh pulang."


"Pulang?".


"Iya, lu kerja saja di rumah."


"Okay, bentar-bentar."Kenji bergegas mengemas barang-barang yang akan ia bawa pulang.


Sudah siap pulang."Lu tidak pulang?".


"Bentar lagi nanggung."


"Gue duluan kalau gitu."Kenji bergegas pergi meninggalkan Nathan yang berlalu masuk ke dalam ruang kerjanya kembali.


+++++


Jam 1 malam Nathan baru keluar dari gedung kantor. Ia yang sekarang tengah mengemudikan mobilnya untuk pulang kekediaman rumah. Melewati jalanan kota yang sudah tidak terlalu ramai dengan lalu lalang kendaraan.


Next.....


Brukk......,"Capek."Nathan yang langsung memejamkan kedua kelopak matanya.