My Salvador

My Salvador
Eps.23 Jatuh Uy!



Saoul


pukul 07.39 pagi


Semenjak kejadian hari sabtu kemarin ,sampai hari senin sekarang setiap berangkat ataupun pulang kerja .Riska selau diantar jemput oleh paman Baek Dae-Hyun langsung .


Paman Baek Dae-Hyun tidak ingin mengambil resiko tentang keselamatan majikannya ,ia tidak ingin kejadian penembak itu sampai terulang kembali oleh karna itu ia yang turun tangan langsung menjaga Riska ,majikannya .Toh juga memang sudah menjadi tugasnya untuk melindung keturunan keluarga Salvador .


Kini Riska sudah di sibukkan di dalam gedung kantornya. Ia bekerja sangat keras hari ini, karna ia ingin turun langsung membantu karyawan-karyawannya. Sejak kejadian kemarin, seperti ada belit trauma bagi sebagai karyawannya. Oleh karna itu. Riska turun langsung untuk memberikan semangatnya langsung kepada karyawan-karyawan kantornya .


Sekarang perusahaannya juga semakin maju ,di tambah lagi ia baru saja mendapatkan kotak kerja perdagangan mobil bersama perusahaan mobil terbesar .Itu juga mungkin menjadi salah satu alasan Riska untuk bekerja lebih keras dan semangat lagi .


+++++++++


Pukul 11.20


Jam makan siang telah tiba. Riska yang masih fokus dengan pekerjaan di ruang kerja pribadi. Menghentikan sejenak aktivitasnya ,ia lihat jam diding yang ada di ruang kerjanya .


Lalu beralih mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya .Riska ingin menghubungi dokter psikiaternya ,akan tetapi belum juga berhasil menelfon. Ia sudah mendapatkan panggilan telfon lebih dulu dari adiknya .Riska geser gagang telfon yang bergetar itu .


*Hallo dik."


*Siang kak."


*Siang juga."


*Kak Riska sedang istirahat bekerja?".


*Hem."


*Pasti sudah makan siang."


*Belum ,bentar lagi mungkin. "


*Makan kak ,nanti kak Riska sakit gimana .Katanya kak Riska tidak akan meninggalkan Nathan ,tapi kalau kakak jarang makan kan bisa sakit terus kalau kak Riska sakit Nathan siapa yang ngomel tidak jelas sama Nathan.."


Riska terkekeh pelan di seberang sana mendengar perkataan adiknya .


*Iya adik jelek sebentar lagi saya makan."


*Kamu tidak sekolah?".Lanjut Tanya Riska di seberang sana .


*Istirahat kak ,ini Nathan lagi rebahan di atap gedung ."


*Eh ,kenapa di atap gedung .Tidak takut jatuh?".


*Heheh."


*Tidak ,Nathan suka disini damai ."


Nathan membalas dengan terkekeh pelan di seberang sana .


*Kamu punya teman kan di sana ?".


*Punya lah, kak .Nathan yang baik gini ,masak tidak punya teman."


*Syukurlah. "


Balas Riska diseberang sana dengan nada suara pelan akan tetapi masih terdengar jelas dengan Nathan di dalam telfon .


*heheh ."


Kekeh Nathan yang mendengarnya .


*Yasudah kak ,kak Riska lanjut saja .Nanti Nathan telfon lagi ."


*Iya ,belajar yang benar dik .Jangan ikut-ikut gelud-gelud lagi ."


*Siyap bos."


Panggilan berakhir .


Selesai mengakhiri panggilan telfon dari adiknya .Riska beralih menelfon dokter psikiaternya.


Lama menunggu ,tapi akhirnya panggilan telfon Riska tersambung dengan dokter Lee Min-kyung .


*Hallo, nona Riska ."


*Hallo dokter ."


*Untuk beberapa hari ini saya tidak akan datang untuk berkonsultasi .Apakah di perbolehkan?".


*Boleh. Akan tetapi, jika kepala anda terasa sakit atau anda mengalami masalah lain .Anda harus segera datang ke sini untuk berkonsultasi dengan saya. "


*Baiklah dokter ,terimakasih ."


*Sama-sama, nona ."


Riska mengakhiri telfon itu sepihak ,ia kembali melanjutkan pekerjaan .


Beberapa hari ini kesehatannya juga sudah lebih membaik dari biasanya .Jadi ia memutuskan untuk tidak datang berkonsultasi ke dokter psikiaternya lebih dahulu .


++++++++


+++++++++++


Osaka


pukul 11.32 ,siang


Senin .


Sejak awal di mulai jam istirahat tadi .Nathan langsung beranjak naik ke atap gedung sekolah .Ia tidurkan tubuhnya di tempat yang sama seperti di dalam mimpinya .


Kini ia yang baru saja selesai mengobrol melalui telfon dengan kakaknya ,memilih untuk memejamkan matanya sejenak untuk melepas penatnya sebelum kembali ke kelas .


+++++++


Di dalam kelas. Kenji yang malas untuk melakukan apapun memilih untuk tidur di kursinya .Ia silangkan kedua tangannya di atas meja ,sebagai bantal sekaligus sebagai penutup wajahnya .


"Kenchii." Panggil Hiroyuki yang baru saja masuk kedalam kelas .


".....Dimana Nathan?". Sambungnya yang tidak ada jawaban dari Kenji .


Hiroyuki membuang nafasnya dengan kasar melihat sifat sahabatnya yang hari semakin hari semakin banyak berubah semenjak kematian ibunya .


"...Ehm ,tugas MTK kamu sudah selesai? Soalnya sebentar lagi masuk ,Ken." Lanjutnya.


Kenji mendongak ,ia lihat jam dinding yang tergantung di atas papan tulis."Hem ."


Kenji berdehem tanpa berpaling melihat sahabatnya ,ia buka tasnya lalu ia ambil buku tulis Mtk nya ."Salin saja."Memberikan buku itu kepada Hiroyuki.


Hiroyuki menyungging senyum kebar menerima buku tugas mtk Kenji ."Lu tau saja yang gue butuhkan ."Ucapnya yang langsung terfokus menyalin jawaban ke buku tugas mtk nya sendiri .


Di dalam kelas yang tidak terlalu ramai .Nathan dengan langkah kecilnya melangkah masuk ke dalam kesal .Ia dudukkan pantatnya di atas kursinya yang dekat jendela .


Hiroyuki yang sudah selesai menyalin tugas mengembalikan lagi buku tugas mtk itu kepada Kenji yang masih setia tertunduk memejamkan matanya .


"Nat, tugas mtk lu sudah selesai?". Tanya Hiroyuki yang kini fokusnya kepada Nathan .


"Sudah ."Nathan tanpa mengalihkan pandangannya dari luar jendela kelasnya .


Hiroyuki kembali duduk dengan benar di kursi sembaring menunggu kedatangan guru MTK yang sebentar lagi masuk kelas .Karna tidak ada gunakan lagi ia membuka percakapan dua makhluk di belakangnya yang terlihat hampir sama seperti monster balok Es.


"Hiro." Panggil perempuan cantik berwajah kawai yang duduk tidak terlalu jauh dari meja Hiroyuki .


Manik hitam lekat perempuan itu terfokus kepada lawan bicaranya ."Besok jadi olahraga?".Tanya perempuan itu kepada Hiroyuki .


"Iya ,olahraga voli." Balas Hiroyuki yang fokusnya kini kepada perempuan itu.


*Kazunuchi Mika ,atau Mika ia adalah teman perempuan sekelas Hiroyuki .Perempuan yang paling kawai di kelas ,namun sedikit galak .Intinya sifatnya bertolak belakang dengan wajahnya yang kawai .*


Hiroyuki yang masih dengan perhatian yang sama ."Lu tidak ikut lagi."


"Enggak, males olahraga."


"Hem ,lu tidak akan dapet nilai ."


"Auahlah lihat saja besok ."Fokusnya yang kini melihat depan kelas .


Pelajar Mtk di mulai ,semua murid fokus dengan pelajaran hari ini .Walaupun sebagai dari mereka ada yang memilih untuk tidak terlalu perduli dengan pelajar yang di terangkan didepan .


Siapa lagi siswa itu kalau bukan Kenji. Fokus Kenji melihat ke papan tulis di mana guru mtk menerangkan .Tapi pikirannya tidak ,pemikirannya memikirkan hal yang lain.


Bahkan sampai pelajaran mtk selesai .Kenji memilih untuk langsung tidur kembali ,ia tidak perduli dengan pelajaran selanjutnya .


Nathan yang duduk di samping tepat duduk Kenji ,sesekali memperhatikan ke arah Kenji yang terlihat jelas di sana .Kenji seperti tidak fokus dengan pelajaran semenjak awal pelajaran di mulai tadi .


Ingin sekali Nathan bertanya kenapa ,tapi ia urungkan semua niatnya. Di kala ingat perkataan Kenji kemarin, ia menjadi berpikir untuk tidak ingin membuat mood Kenji semakin memburuk lagi.


Nathan berpaling melihat keluar jendela kelasnya ,terlihat di sana hanya beberapa guru yang berlalu lalang karna jam pelajaran masih berlanjut .


+++++++++


Pukul 14.25


Beberapa jam kemudian jam pulang sekolah telah tiba.Nathan yang sudah selesai beberes buku-bukunya segera melangkahkan kaki jengkalnya keluar kelas .


Kenji hanya terdiam ,tanpa berpaling atau menjawab pertanyaan Hiroyuki. Ia langsung beranjak pergi begitu saja meninggalkan Hiroyuki yang terdiam mematung menatap kepergian Kenji .Sementara itu Nathan yang sudah menyadari keadaan mood Kenji yang tidak bersahabat saat ini ."Gue duluan Yuki ,bang Benji sudah menunggu di bawah ."Pamit Nathan berlalu pergi meninggalkan Hiroyuki .


Hiroyuki mengangguk ringan membalas perkataan Nathan ."Ada dengan mereka berdua, apakah mereka berdua bertengkar lagi?".Batin Hiroyuki yang bertanya-tanya .


Akhirnya dengan langkah pelannya ,Hiroyuki berjalan sendirian turun ke lantai bawah gedung sekolah untuk kembali pulang sendiri.


+++++++


Nathan yang saat ini sudah dalam perjalanan pulang dengan di bonceng Benji .Terus terdiam ,pikiran tidak henti-hentinya memikirkan Kenji yang membuat melamun sejak awal dalam perjalanan pulang tentunya.


"Kenji pasti sangat menderita dengan kehadiran saya ."


"Apakah saya tanya langsung saja ke paman Yoshi agar saya tahu kebenaran sebenarnya?."


"Toh Kenji seperti salah faham dengan penyebab kematian Ibunya ."


Batin Nathan yang melamun melihat pepohonan di samping jalanan yang ia lalui.


Benji yang terfokus menyetir sepeda.


"Nat."


"Nat "Panggil Benji memanggil-manggil nama Nathan ,akan tetapi yang terpanggil justru mengabaikan panggilan itu .


Nathan terlalu fokus dengan lamunannya.


"NATHAN!".Bentak Benji yang langsung membuat Nathan tersadar dari alam bawa sadarnya .


"Oh weeww." Ujar Nathan yang kaget dengan suara lantang Benji mengayun-ayunkan kaki panjangnya.


Sampai sepeda yang di naiki Benji dan Nathan hampir ke hilang keseimbangan akibat Nathan yang bergerak-gerak .


"Yo yo Nat ."Benji yang panik karna sepeda yang mereka naiki oleng .


Sampai akhirnya .


Grobrayyy........


Mereka berdua terjatuh dari atas sepeda .Sepeda Nathan terguling-guling keluar dari jalan beraspal yang seharunya mereka lewati. Mereka berdua terjungkal ke bawah jalanan yang condor ke bawah sungai .


Akan tetapi syukurlah mereka berdua tidak sampai masuk ke dalam sungai .Mereka berdua hanya terjatuh ke atas hamparan rerumputan dekat sungai saja .


"Nat ,NATHAN!!".Teriak kesal Benji yang tubuhnya masih tertindih sepeda Nathan .


Seperti perempuan yang tertusuk jarum pentul."Au bang, kaki ku sakit ."Ujar Nathan yang masih berbaring terlentang tidak terlalu jauh dari Benji yang masih tidak bisa bangun .


Melambai-lambaikan tangan kanannya."Cepat bantu gue Nat ,lu yang sudah buat kita jatuh NAT-NATHAN!!".Bentak Benji yang sudah emosi kesal bercampur aduk.


Nathan segera bangkit ,ia beranjak mendirikan sepeda miliknya yang menindih tubuh Benji .Selesai itu ia langsung membantu Benji bangun .


"Ah! punggung ku." Benji yang mengelus pelan punggungnya .


"Maaf bang ,kita ke dokter saja .Biar saya antar ."Nathan memperlihat wajah memohon untuk tidak di marahi .


Masih dengan fokus mengelus punggungnya."Tidak perlu ."Tolak Benji dengan tawaran Nathan .


Dengan nada suara yang masih belum bersahabat."Lagian lu kenapa ngelamun ,mikir apaan lu?".Lanjutnya bertanya .


Nathan tertawa kecil ."Mikir Kenji. "


"Nat!".Benji mengerutkan keningnya menatap Nathan .


".....Ngapain ku mikirin Kenji?". Lanjutnya bertanya.


Nathan mengabaikan pertanyaan Benji ,ia justru fokus memungut tas miliknya dan Benji yang terlempar saat jatuh .


"Kalian kenapa ,Nat?".Tanya Benji yang mulai penasaran.


Tersenyum kecut."Lupakan."


Nathan taruh kedua tas tadi ke dalam keranjang sepedanya .Ia tuntun sepedanya naik ke atas untuk kembali ke jalanan beraspal.


"Pasti soal sifat Kenji yang banyak berubah akhir-akhir ini ."Kata Benji yang memecah keheningan sesaat tadi .


Nathan masih fokus menuntun sepedanya kembali ke jalanan beraspal .


"Kenji memang gitu, Nat. Apalagi sejak kematian ibunya ,dia menjadi lebih tertutup dari biasanya .Saya juga terkadang heran ,saya sudah pernah mencoba untuk mengajaknya mengobral agar ia mau berbagi sedikit kesedihan .Tapi gagal ,Kenji bukan pemuda yang mudah terbuka dengan masalah pribadinya ."Jelas Benji yang berjalan beriringan dengan Nathan tanpa berpaling melihat Nathan yang terdiam mendengarkan perkataan Benji .


Nathan terdiam mencerna semua perkataan Benji, sembaring fokus menuntun sepeda miliknya naik ke atas jalanan yang beraspal kembali .


"Bang Benji tahu apa penyebab ibu Kenji meninggal?".Tanya Nathan tanpa berpaling melihat Benji .


Masih dengan berjalan beriringan."Karna sakit ,saya tahu dari Hiro ."Balasnya .


"Ehm."


"Hiro bekerja di bengkel mobil milik ayah Kenji ,jadi dia yang lebih dekat dengan Kenji ."Kata Benji yang masih di posisi yang sama .


"....... Kamu tanya Hiro saja ,jika ingin tahu. Jika kamu tanya Kenji langsung akan sulit".Lanjutnya .


"Ehem ,saya akan tanya paman Yoshi saja."Kata Nathan yang masih menuntun sepedanya.


"Hem ,naik sepeda Nat, biar cepat sampai rumah."Ajak Benji .


"Saya yang bonceng." Ucap Nathan cepat .


"Terserah ."Balas Benji melihat cara jalan Nathan yang sedikit pincang."....Kaki lu?".


"Tidak papa, santai."


"Hem."Benji yang langsung mendudukkan bokongnya di boncengan sepeda Nathan .


Nathan segera naiki ke atas sepeda ,ia ayunkan medal sepedanya untuk segera berlalu pergi dari sana .


Kedua pemuda dengan baju kotor acak-acakan itu kini dalam perjalanan pulang dengan menaiki sepeda yang kotor dengan noda lumpur .


Sepanjang perjalanan pun keduanya sama hening diam tanpa membuka suara .Mungkin mereka berdua sudah terlalu lelah ,di tambah dengan badan mereka yang mulai terasa sakit-sakit karna terjatuh dari sepeda tadi .


Sesaat kemudian sepeda Nathan sampai di perempat jalan perumahan elit .Benji segera beranjak turun dan mengambil tasnya .


"Gue tunggu disini, besok."Kata Benji sembaring beranjak pergi dari sana .


"Oky." Balas Nathan yang kembali mengayun medal sepedanya .


Sesampainya di depan rumah Nathan langsung membuka gerbang rumahnya ,ia yang sudah turun dari atas sepeda menuntun sepedanya masuk ke dalam pekarangan rumah .


Selesai menutup gerbang rumah kembali ,dan memarkirkan sepedanya di depan garasi yang tertutup .Nathan yang mengenakan seragam sekolah yang sudah berantakan kacau ,melangkah masuk kedalam rumahnya .Nathan lepas sepatu sekolah ,lalu ia naik ke lantai atas rumahnya .


Di dalam kamar tidurnya ,ia banting tubuh letihnya ke atas tempat tidur .


"Aarrgghh." Erangannya merintih kesakitan .


Nathan segera bangun .Kini ia yang sudah terduduk di atas tempat tidur pun melipat celana panjangnya ke atas .Nathan melihat luka memar di pergelangan kakinya ."Ah sial ,sakit."Ujarnya .


Nathan segera bangkit untuk membersihkan kan dirinya .Sebelum ia mengobati lukanya.


++++++++


Pukul 16.39


Pria setengah paru baya yang tangah fokus membuat makan malam .Berkata."Kenji cepat kesini ,makan malam sudah siap."Dengan fokus menata makanan yang sudah jadi ke atas meja.


Yoshi pria yang mulai menua yang tengah di sibukkan di dapur itu .Yoshi yang tidak mendapatkan jawaban dari putranya ."Kenji!".Panggilnya kembali .


Kenji berjalan pelan masuk ke dapur dimana ayahnya berada .Yoshi yang ingin memanggil putranya kembali mengurungkan niatnya dikala ia menyadari kedatangan putranya.


"Makan, Ken." Suruh Yoshi kepada putranya .


Kenji membalas dengan mengangguk ringan ,ia yang sudah duduk di kursi dekat meja makan mulai mengambil supit yang tergeletak di samping mangkuk berisikan nasi hangat yang tidak terlalu banyak .


Yoshi yang memperhatikan putranya yang tidak kunjung makan ,segera mengambil tumis udang dengan sumpitnya dan menaruhnya di atas nasih hangat milik putranya ."Makan, Ken ."


"....Masakan ayah tidak enak ya?". Lanjutnya sedikit menundukkan kepalanya.


"Tidak."Balas cepat Kenji .


"....Masakan ayah enak ko. Enak sekali." Lanjutnya tersenyum tipis .


Kenji ambil udang tadi ,ia suap ke dalam mulutnya .Yoshi sedikit mengukir senyum tipis di wajahnya ,akan tidak dengan hatinya .Hatinya masih terlalu sakit ,ia benar-benar merasa gagal dalam semua hal .Menjadi suami yang baik ,menjadi ayah yang baik ,ia gagal dalam semuanya .


Tanpa terasa bui beningnya hampir mengalir keluar ,ia yang menyadari dengan cepat menepisnya .Sembaring terus tersenyum tipis memperhatikan putranya.


Kenji yang menyadari ayahnya terus memperhatikannya makan ."Ayah juga ikut makan ."


"Eh iya ." Yoshi yang mulai menyuapi mulutnya dengan makanan .


++++++++


Pukul 20.13


Selesai mandi Nathan langsung beranjak turun ke lantai bawah rumahnya .Ia masuk ke dalam ruangan tempat mencuci baju dekat dapur.


Nathan yang turun dengan membawa seragam kotornya tadi ,memasuk seragam sekolahnya ke dalam mesin cuci .Selesai menyalahkan mesin cuci ,Nathan berlalu pergi memasak air hangat untuk mengompres kakinya yang memar. Kaki Nathan menjadi bengkak memar sekarang, membuat harus mengompres dengan air hangat.