
Nathan yang sudah diam lebih awal karena fokusnya sudah melihat ke arah layar ponselnya yang menyalah .Sampai ia beranjak dari tempat duduknya ."Permisi ."Pamitnya berlalu pergi .
Terfokus melihat sang nenek ."Saya tidak bisa tidur di sini ,Obaa-chan .Saya harus kembali ke rumah sakit ,kata dokter kalau tidak besok pagi. Malam ini Okaa-san akan siuman ,karena tadi Okaa-san sudah menjalani perawatan pemulihan kembali."
"Syukur kalau keadaan Okaa-san sudah lebih baik."Kata Nenek Suki sedikit merasa lega keadaan ibu dari cucu-cucu sudah lebih baik ."...Nanti kalau sudah siuman kamu langsung telfon Obaa-chan, Hiroyuki." Lanjutnya .
"Iya, Obaa-chan ."
"Kamu juga jaga kesehatan ,nanti di sana istirahat lah .Jangan tidur larut malam ,tidak baik untuk kesehatan kamu ."Tutur kata nenek Suki.
"Iya , Obaa-chan."
Terfokus kepada kedua adik laki-laki yang sembaring tadi menyimak obrolan nya dengan neneknya ."Kalian jangan nakal ,terutama kamu Chi .Jangan merepotkan Kazuo-kun dan Nathan-kun ."Pesan Hiroyuki untuk si bungsu banyak-banyak .
"Iya , Onii-chan ."Balas Kenichi membuang nafas dengan kasar .
Beranjak dari tempat duduknya .Hiroyuki segera berpamitan dengan nenek dan kedua adiknya .Sebelum akhirnya ia berlalu pergi keluar dari rumah Nathan .
Sementara untuk di luar .Nathan tengah sibuk ngobrol di dalam sambungan telepon di seberang sana dengan kakak perempuan nya .
*Iya, iya, iya, kak. Saya tidak nakal di sini, saya juga tidak ikut-ikutan geng-geng atau gerombolan apapun. Lagian kalau iya ,Oji-san pasti langsung hubungi kak Riska dan memberitahu semuanya." Kata Nathan dalam panggilan telepon.
*Baiklah ,saya percaya dengan kata-kata kamu.Tapi lihat saja, jika kata-kata kamu tidak sesuai dengan Nyatanya." Wanti-wanti Riska di seberang sana .
*Hehehhe.....iya kakak .Tolong jangan galak-galak dengan adik sendiri ya, kak Riska cantik."
*Saya tidak galak, dik .Kakak hanya sedikit tegas dengan kamu ,karena di usia kamu ini adalah usia di mana kamu suka coba-coba melakukan hal-hal nyeleneh. "
*Hhh......ya tidak kak Riska .Kak Riska tahu kan kalau obat-obatan sekarang itu mahal-mahal ." Ucap enteng Nathan tertawa kecil.
Riska yang mendengar itu berdehem dingin .
*Jangan coba-coba, dik .Sampai saya tahu kamu pemakai ,saya pasti kepala kamu berpisah dengan tubuh mu ." Gertak tegas Riska .
Ucapan Riska membuat Nathan di seberang sini bergidik ngeri dengan keringat dingin yang sedikit keluar .
*Sudah sana istirahat. Kak Riska titip salam untuk nenek Suki ,semoga lekas sembuh ."
*Siap, Bu bos ."
Panggilan di akhir oleh Riska sepihak dari seberang sana .
Nathan mematikan layar ponselnya ,bersamaan dengan itu sebuah suara terdengar." One-chan yang telfon?".Tanya Hiroyuki yang sembaring tadi sudah berdiri di belakang tidak terlalu jauh dari Nathan .
Nathan berpaling ke arah sumber suara."Iya."
".....lu mau ke rumah sakit?".
"Iya."
Berjalan melewati Nathan ."Gue pergi dulu, besok pagi-pagi sekali gue kesini lagi .Gue akan antar kedua adik gue sekolah ,biar lu tidak terlambat sekolah."
Nathan yang sudah menatap punggung lebar Hiroyuki yang membelakangi nya ."Lu tidak sekolah lagi besok?".
Hiroyuki yang sudah duduk di atas motonya."Tidak dulu ,Nat .Gue mau fokus dengan pemulihan kesehatan Okaa-san dan Obaa-chan dulu ."Katanya .
Dengan mesin motor yang sudah menyalah."Tidak mungkin kan keluarga gue terus-menerus tinggal di sini ."Ucapnya tersenyum hangat .
"Hemm lu ."
".....Lu kan tahu kalau gue justru lebih suka kayak gini, tapi yasudah lah terserah lu ."Ucap Nathan .
Hiroyuki yang merepotkan dengan senyum hangatnya, sebelum ia tancap gas keluar dari halaman depan rumah Nathan.
Selepas kepergian Hiroyuki .Nathan segera menutup gerbang depan rumahnya ,sebelum ia kembali masuk ke dalam rumah.
Saat Nathan berjalan ke depan pintu depan rumah. Kazuo kecil tiba-tiba keluar dari sana membuat dirinya sedikit kaget .
"Kazuo! Astaga Onii-san kaget ."Ujar Nathan mengelus lembut dadanya .
Masih dengan ekspresi datar."Obaa-chan sudah istirahat di kamar."
"...Kata Obaa-chan ,Onii-san di suruh istirahat saja ."
Nathan mengelus lembut pucuk kepala Kazuo."Okh ,ayo masuk .Onii-san akan kunci pintu ini dulu ."
Nathan yang tengah mengunci pintu depan rumah nya ."Kenichi sudah naik?".
"Iya."
"Oh."Nathan yang kembali mengelus pucuk kepala Kazuo."Ayo naik ,dan istirahat."Ajak Nathan .
Keduanya berjalan beriringan naik ke lantai atas bersama-sama .Nathan yang berjalan di samping Kazuo ,berjalan dengan langkah sedikit pelan untuk menyamakan langkah kaki dengan Kazuo.
+++++
Sampai di lantai atas .Kazuo mengucapkan salam kepada Nathan sebelum dirinya masuk ke dalam bilik kamarnya .
Setelah melihat Kazuo sudah masuk ke dalam bilik kamarnya sendiri .Nathan pun segera beranjak masuk ke dalam kamar tidur nya sendiri .
Di dalam kamarnya sendiri .Nathan langsung mendekati meja belajar untuk melakukan kewajiban sebagai siswa sekolah .Apa lagi kalau tidak mengerjakan pr atau sekedar belajar untuk pelajaran besok .
Baru saja membuka buku benda pipih yang ia lempar sembarangan di atas tempat tidur tadi tiba-tiba berbunyi. Terlihat di sana ,jika sebuah panggilan telepon telah masuk ke dalam ponsel selulernya .
Dengan ekspresi malas Nathan mendekati benda pipih ini .Dalam genggaman, Nathan geser gagang telepon yang bergetar-getar ini .
Tersambung Videocall.
*Anjing itu bukan telfon, be**go." Ngegas Kevin di seberang sama dengan suara cempreng nya .
Nathan yang mendengar itu segera menjauhkan ponselnya dari telinga nya .Karena ia masih sayang dengan gendang telinga nya
Sembaring menata layar ponselnya tepat di depannya agar wajahnya dapat di lihat oleh Kevin di seberang sana .
*Corry ,Vin .Gue tidak fokus tadi ." Kata Nathan .
*Hemm."
*Ada apa telfon gue?Eh!Ada apa VC?".
Kevin memperlihatkan senyum kecutnya .Sementara Nathan sibuk kembali duduk di kursi belajarnya .
*Corry ,Vin .Tidak fokus lagi ." Nathan memperlihatkan senyum paksa nya .
*.....Jadi ada apa, Vin?".
*Lu kenapa? Dari tadi bilang tidak fokus-fokus .Tidak fokus kenapa?".
*Tidak ada apa-apa, Vin .Gue capek saja ,mau tidur tugas sekolah gue belum beres ."
*Oh ."
*Ada apa Videocall, Vin?".
"DIK ,MAKAN .DI TUNGGU AYAH ,IBU DI BAWAH."Suara lantang Lingga .Pria yang sudah berdiri tersandar di ambang pintu adiknya .
Ekspresi Kevin berubah malas ."Bang ,biasa tidak kecil volume suara mu. Adikmu tidak bud**eg seperti yang kau bayangkan."Ucap Kevin .
"Oh."
"Duluan sana, saya akan menyusul."Ngegas Kevin menatap datar abangnya.
"Vc sama siapa?".
"Kepo?".
Tanpa menunggu jawaban atau basa-basi lagi .Lingga langsung berjalan mendekati adiknya ,dan mengambil paksa ponsel dalam genggaman adiknya .
Melihat layar ponselnya.*Hallo ,Nat."
Nathan yang sudah menahan tawa sembaring tadi .Berucap dengan guritan manisnya .*Hoy ,bang .Apa kabarnya?".
Tidak memperdulikan adiknya yang berusaha mengambil ponselnya yang ada di atas sana .Iya, ukuran tinggi badan Lingga jauh dari tinggi badan Kevin Membuat Kevin sekarang kesulitan untuk merebut paksa kembali ponselnya .
*Baik, kalau ka..aaaaahhhh!!!"Lingga yang merintih kesakitan di kala kaki nya di injak paksa oleh sang adik .
Kevin yang melihat kesempatan bagus ,segera mengambil, merebut paksa ponselnya kembali ."KENAPA SIH ,BANG?Gangguan idup saya muluk .Apa karena kamu tinggi saya pendek, kamu seenaknya saja jahil saya. "Bentak Kevin yang kesal dengan sifat kakaknya .".....KELUAR-KELUAR SANA ,CARI PACAR ATAU ISTRI SANA .GANGGUAN DIA SEUMUR IDUP KAMU ,JANGAN GANGGUAN SAYA LAGI ."Kesalnya langsung nyelonong berjalan keluar kamarnya meninggalkan Lingga seorang diri .
Dengan berjalan sedikit tertatih .Lingga berjalan menyusul sang adik yang sudah meninggalkannya karena kesal dengan kejahilan nya ."Punya adik satu saja menyiksa ,sekali .Emang cari bini mudah apa ."Gumamnya .
+++
Nathan di seberang sana yang masih memperhatikan layar ponselnya yang masih tersambung dengan videocall. Yang kamera ponselnya hanya menangkap pergerakan kaki Kevin dam gambar-gambar tidak jelas di seberang sana .
Masih di posisi yang sama ."Hemm...Kevin lupa matikan vc nya. Dahlah gue lanjut belajar."Nathan menaruh ponsel sembarangan di samping tanpa mematikan layar ponselnya yang masih tersambung dengan layar ponselnya.
Walaupun kameranya hanya mendapatkan gambar gelap. Namun Nathan masih dapat mendengar suara obrolan di seberang sana .
Seperti sekarang .
"Jadi gimana sekolahnya ,Kevin ?".Suara berat seseorang pria setengah paru baya di seberang sana. Terdengar seperti suara ayah Kevin .
"Beres ,Yah."Nathan yang fokus menyantap menu makan malam nya .
'Kalau Abang ,kerjanya aman?".
"Aman ,Yah. Insakaallah lusa saya ada kerja keluar kota lagi untuk tiga bulanan ."
"Sekalian saja tidak perlu kembali ,bang ."
"Nasib punya adik laknat ."
".......Kalau Abang benar-benar pergi, kamu akan menjadi orang pertama yang paling menyesal ."
"Huss, bang .Jaga bicaranya."Lerai suara wanita .
"....Sudah diam lanjut makannya ,tidak boleh debat lagi ."
Oberolan berakhir ,tidak terdengar suara apapun lagi .Sampai beberapa menit lamanya berlalu .Kembali terdengar suara lagi .
"Langsung istirahat Kevin jangan bergadang."Pesan sang ayah .
"Okeh."Balas Kevin beranjak dari tempat duduknya.
"Jangan okeh, okeh saja, Kevin ."Tangas sang ayah dengar sedikit meninggi kan nada bicaranya."....Kamu punya anemia, beberapa hari ini kamu sering merasa pusing kan. Jangan anggap ayah sibuk kerja terus tidak tahu kondisi kesehatan kamu ,Kevin .Ayah juga sering lihat kamu belum tidur ,padahal sudah jam 1 malam .Jam satu malam kamu masih belajar ,belajar apa ,Vin? Ayah memang senang melihat kamu pintar ,jagoan menguasai bidang akademik .Tapi ayah sangat tidak suka melihat kamu sakit .Ayah tidak mau salah satu putra ayah sakit ,karena terlalu memaksakan dirinya ."
"Jika kamu begitu terus ,ayah lebih suka punya anak bodoh tapi sehat dari pada pintar tapi sakit sakitan ."
"Ayah."
"Hemm."Dehem dingin sang kepala keluarga.
Nathan yang masih mendengar itu .Menyangga dagunya sembaring bergumam."Jadi gini ya rasa sakitnya iri sama kebahagiaan orang lain .Apa lagi sama harmonis nya keluarga yang lengkap."Tersenyum miring kecut .
"Bu, lihat ayah .Masak iya ayah suka anak bodoh."Merengek Kevin mengadu kepada sang ibu yang tengah sibuk menata piring kotor yang akan di bawa pembantu untuk di bawa ke dapur.
"Sana tidur ,Kevin .Benar kata ayah kamu ."Mengelus pucuk kepala putranya yang tengah merangkul pinggang dari belakang."Jaga kesehatan sayang, istirahat yang cukup jangan terlalu memaksakan diri melakukan apapun. Jadi orang apa adanya saja, buat apa juga jadi orang luar biasa hebat kalau memiliki keadaan kesehatan yang buruk."Kata Ibu Kevin .
*Kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup.
Anemia yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah atau sel darah merah yang tidak berfungsi di dalam tubuh. Ini menyebabkan aliran oksigen berkurang ke organ tubuh.
*Gejala
Membutuhkan diagnosis medis
Gejala dapat berupa kelelahan, kulit pucat, sesak napas, pusing, limbung, atau detak jantung cepat.
Di salah satu kursi duduk makan ."Gitu saja terus ,ingat masih ada satu lagi anaknya .Anak bukan satu tapi dua ."Gerutu Lingga seperti seorang anak kecil yang iri akan kasih sayang yang di berikan kedua orang tuanya.
Ayah Kevin tertawa kecil mendengar itu .Bagaimana tidak tertawa ,putra sulung sudah dewasa sekarang .Tapi tingkah seperti anak TK yang baru masuk sekolah .
"Yasudah sini, Abang mau di peluk juga ."
"Eh ,jangan Bu sesak. Badan bang Lingga besar banget .Nanti Kevin kejepit ,Bu ."
Kedua orang setengah paru baya ini tertawa kecil mendengar interaksi lucu kedua putranya. Yang selalu berebut mendapatkan kasih sayang lebih dari kedua orang tua ini .
"Sudah sana tidur .Lepas pelukannya, cepat tidur atau belajar sekarang biar tidak tidur larut malam ."
"Siap, Bu ."
"Malam, Yah ,Bu ,Bang...".Di akhir kalimat terdengar seperti suara tidak enak di dengar .
"Tuh Yah ,Bu .Adik laknat."Lingga yang bersikap seakan dirinya yang paling di nistain di sini.
"Abang juga istirahat sana ,jangan tidur malam-malam .Katanya besok mau berangkat ke bandara."
"Iya, Yah ."
Kevin tidak terlalu memperdulikan itu, ia segera mengambil ponselnya yang semenjak tadi tergeletak di atas meja makan .Ia genggam ponselnya, ia bawa berlalu pergi begitu saja meninggalkan ruang makan ini .
Sampai setiap di kamar .*VIN!!!!!".Teriak Nathan di seberang sana yang membuat Kevin kaget bukan makan . Dikarenakan seingat Nathan sedang tidak ada di Indonesia,tapi kenapa suaranya sampai kesini .
"Anjing siapa itu?".Kevin melihat sekeliling nya yang kosong .
*VC BE**GO ,MASIH NYALAH ." Ucap Nathan masih dengan nada suara meninggi di dalam panggilan Videocoll ini .
Kevin segera mengangkat layar ponselnya, ia hadapkan kamera depan ponselnya ke arah wajahnya .*Maaf, Nat .Gue lupa matikan."
*Hem ."
*Matikan saja ,Nat."
*Lu belum jelaskan tujuan lu telfon gue."
*Ehmm....".
*Maaf ,Nat ."
*Iye ,malam bro ."
Nathan mengakhiri panggilan Videocoll ini sepihak.
Nathan mematikan data ponsel ,ia beranjak dari atas tempat duduknya .Nathan berjalan mendekati tempat tidur ,ia taruh ponselnya di atas meja kecil dekat tempat tidur nya .
Sebelum ia hempaskan tubuh lelahnya di atas kasur empuk ini .Dengan tubuh yang sudah tidur terlentang ,dan perhatian mata yang fokus melihat atap kamarnya . Langit-langit kamar yang terlihat membosankan untuk di perhatikan .
Dalam lamunan tatapan kosongnya .Dalam hati Nathan berucap ."Entah kenapa saya ingin sekali bertemu dengan ayah dan bunda."Menjeda kalimatnya untuk mengambil nafas dalam."Sebentar saja ,atau beberapa menit saja .Saya hanya ingin merasakan kedekatan dengan kalian. Cukup beberapa menit saja, sudah sangat cukup, Yaallah. Bisakah keinginan kecil ini terkabul."
+++++
+++++++
Cahaya hangat mulai menyinari tubuh pemuda yang mengenakan kaos panjang dan celana panjang selutut berwarna hitam dengan sedikit pelet putih di lututnya .
Cahaya dari sang Surya ini menyinari hampir seluruh tubuh pemuda ini .Berlahan pemuda ini membuka kedua kelopak matanya yang silau akan cahaya .Sayup-sayup ia lihat sekeliling ,yang penuh dengan hamparan rumput ilalang yang tumbuh subur mengelilingi nya. Melihat perbedaan dengan sekitar nya, pemuda ini segera beranjak bangun dari tidur nya. Sembaring terus memperhatikan sekeliling nya yang di penuhi rerumputan hijau .
Rumput ilalang ini bergoyang-goyang tertiup angin pagi sepoi-sepoi yang sejuk .
Masih di posisi berdiri tegak di tengah hamparan rerumputan ilalang ini .Pemuda ini membuang nafasnya berlahan untuk menikmati suasana menenangkan menjelang pagi ini .
Pemuda ini mendongakkan wajahnya sedikit keatas ,untuk membiarkan cahaya mentari pagi ini menyinari wajah nya .
Suara dengan nada menenangkan, tiba-tiba terdengar. Membuat pemuda ini berpaling cepat kearah sumber suara ."Menikmati cuaca pagi ,sayang?."Suara sesosok wanita cantik ,anggun dengan gaun putih yang ia kenakan .Dan sesosok pria tampan yang berpakaian sebah putih sama dengan wanita ini tengah merangkul pinggang wanita yang tersenyum manis kepada pemuda ini .
Keduanya berjalan mendekati pemuda yang terdiam mematung ."Putra kita sudah dewasa ,Larissa."Sesosok pria ini mengacak-acak rambut kepala pemuda yang masih terdiam mematung ini. Seakan pemuda ini tengah mengalami syok berat yang membuat tubuhnya sulit bergerak.
Memukul lengan sang suami ."Hentikan ,Tino .Kamu membuat potongan rambut putra kita menjadi jelek ."Sosok wanita ini ,yang berjalan lebih mendekati pemuda ini, agar dirinya dapat merapikan rambut kepala yang berantakan ini.
Baru sadar ,pemuda ini langsung saja memeluk wanita didepannya ini .Tangisnya langsung pecah ,tapi senyum manisnya masih sangat terlihat jelas .
Dalam pelukan wanita ini ."Bunda....hiks......hiks .....bunda ,ini bunda ......Hiks...hiks...bunda Nathan ."Dalam isak tangis bahagia Nathan berucap .
Iya, pemuda ini adalah Nathan dan kedua sosok tadi adalah kedua orang tua Nathan yang sekian lama sangat ingin Nathan temui.
*Tha Tino Salvador ,atau Tino .Dan Istrinya .Larissa Karumi Wengi Sari ,atau nyonya Risa .Keduanya adalah kedua orang tua Riska dan Nathan. Kedua orang tua yang sangat ingin sekali Nathan temui .Entah dalam mimpi ataupun di alam bawah lain.*
Nathan masih sangat mengeratkan pelukannya kepada sang bunda .Sementara sang ayah yang sembaring tadi di abadikan merajut."Iya gitu ,ayahnya di lupakan ."
".....Ingat ya ,tanpa ada ayah kamu tidak akan ada."Gerutu Tino memayungkan bibirnya seperti yang sering Nathan lakukan. Jika sedang di situasi mood buruk .
Nathan yang mendengar itu langsung terkekeh kecil ."Heheheh......Sini ayah tidak mau ikut gabung."Ajaknya .
Tino tersenyum manis sembaring ikut mendekat bergabung dalam satu pelukan keluarga kecil.
+++++
Kini ketiganya sudah terduduk di atas rerumputan ilalang ini .Dengan Nathan yang duduk di antara kedua sosok yang ia sebut sebagai kedua orang tuanya.
"Bagiamana kabar kak Riska?".Tanya Larissa terfokus menatap sang anak .Yang di tatap justru terfokus melihat lurus di ke depan di mana sang Surya mulai berganti bulan .
Berpaling melihat sang bunda."Baik ,Bun .Kak Riska sangat menyayangi ku. Dia juga makin cantik seperti bunda."
".....Tapi masih cantikan bunda sih..". Sambungnya cepat.
"Hemm."Dehem Tinto."...Ratu kecil ayah pasti cantik ya tidak mungkin tidak."
Sambil memayungkan bibir nya."..Terus raja kecil ayah juga tidak ganteng gitu!?".
Mendengar itu Tinto tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kekanak-kanak sang anak."Hhhh....".
"Kamu ganteng ko sayang, lebih ganteng dari ayah malahan."Bela sang bunda mengelus lembut surai rambut Nathan.
Bak seorang anak yang tengah iri. Tinto memayungkan bibir khas seperti yang biasa Nathan lakukan saat tengah kesal dengan sesuatu.
Merangkul pinggang sang bunda."Bunda memang the best."
Hening sesaat.
Tinto yang sudah terfokus melihat sang putra."Kamu sudah kelas 9 ."Tebak sang Tinto .
"Ahh...ayah putramu ini sudah SMA bukan SMP lagi. "Nathan memayungkan bibirnya.
Mengacak-acak rambut kepala Nathan sembaring tertawa kecil."Hhh....maaf Nathan ,ayah tidak bisa seperti ayah-ayah yang lain ."
"Yah, sepertinya kita harus pergi ."Kata Larissa menatap manik hitam lekat sang ayah.
Nathan berganti menatap kedua orang tua nya ."Kalian mau kemana?".
Larissa mengelus lembut pucuk kepala putranya, sembaring tersenyum manis."Kami akan pulang ke rumah kami, sayang. Kami datang ke sini juga hanya ingin memenuhi keinginan kamu."
".....Ibu dan ayah hanya bisa datang sebentar tidak bisa lama. Sama seperti yang kamu inginkan. "
Nathan tertunduk muram, rasa sedih mulai terasa .Rasa akan kehilangan kedua orang tuanya ,dan akan rasa memiliki keluarga yang tak sempurna.
Menepuk bahu Nathan sembaring menunjukkan senyum termanis."Jangan nangis! Kami tidak pernah pergi jauh, kami selalu di sini ."Tinto menunjuk letak hati sang putra .
"Tidak ,Yah .Menangis itu di perlukan, agar hati kita bisa merasa sedikit tenang. Jadi jangan malu, jika ingin menangis. Menangis tidak akan membuat kamu lemah, ingat itu Nathan ."Kata Larissa menunjukkan dimple .
Tinto tersenyum tipis."Sudah waktunya, mari pergi Larissa."Ajak Tinto kepada sang istri .
"Tunggu!".Larissa yang sudah terfokus menatap manik hitam lekat putra bungsu nya."Nathan."
Plakk.... Larissa menampar keras pipi sang putra .Lalu menatap dingin sang putra .
Tinto yang melihat itu langsung menganga ,melongo dengan kedua manik mata membulat sempurna.
Sampai sama dengan Nathan, yang wajahnya menengok paksa karena tamparan keras sang bunda.
Sedangkan Larissa tertawa kecil ."Hehmm....maaf .Sudah lama sekali bunda ingin menampar kamu yang nakal ini ."Larissa menjewer pipi memerah Nathan .
"Aarrhh..Bun, aduh sakit .Ihhh bunda masak keinginan ingin nampar anaknya ."Gerutu Nathan memayungkan bibirnya .
"Habisnya kamu nakal, kamu suka buat kakak kamu kerepotan dengan tingkah mu ."
Nathan yang ingin betapa nakalnya di dulu .Hanya tersenyum paksa sembaring menggaruk-garuk rambut belakang kepalanya yang tak terasa gatal.
"Jangan nakal lagi, kamu sudah dewasa sekarang .Sekarang giliran kamu yang menjaga kakak kamu. Bantu dia, sampai ada seseorang baik yang akan menjaganya .Sama seperti kamu menjaganya .Bilang ke kak Riska, jaga kesehatan ,jangan lupa makan, dan bilang jangan terlalu keras bekerja .Jangan buang-buang makanan ,itu tidak baik, juga jangan terlalu galak dengan seseorang .Kamu juga sama ,jangan buang-buang makanan .Makan saja apa yang ada ,jangan pilih-pilih makanan.Terus jangan jahil ,juga jangan menyakiti wanita. Cukup cari satu wanita, jangan banyak-banyak .Jangan jadi cowok Playboy. Apa itu namanya ."
".....Buaya ,jangan jadi itu ."Ocehan seorang bunda yang sangat ingin sekali Nathan dengar sejak dulu.
Tertawa kecil ."Ehmm...maaf bunda terlalu cerewet. Banyak hal yang ingin bunda bicara dengan kamu, tapi waktu berkata lain .Ayah dan bunda tidak bisa terlalu lama di sini ."
Nathan mengambil nafas panjang untuk menghilangkan rasa sesak juga menahan tangisnya. Ia mengangguk ringan sembaring tersenyum manis ."Iya, saya akan sampai semuanya kepada kak Riska .Saya juga akan makan dengan baik seperti yang bunda katakan .Saya juga akan menjadi pria baik seperti ayah."
Belahan tubuh kedua sesosok ini mulai lenyap termakan butiran-butiran kecil cahaya putih. Tubuh dua sosok ini berlahan-lahan berubah menjadi butiran-butiran cahaya kecil. Keduanya lenyapnya bersama senyum manis terakhir yang keduanya sungging.
Masih dapat melihat senyum memudar keduanya."Ayah dan bunda tidak perlu khawatir lagi, saya akan menjaga Kak Riska dengan baik sampai kakak menemukan seorang yang baik untuknya.Kalian.....". Ucapnya terhenti suaranya bergetar menahan tangis ."..NATHAN SAYANG KALIAN....!!!!".Nathan berteriak sangat kencang bersamaan dengan lenyapnya kedua sosok di depannya.
"Onii-san, Onii-san, Onii-san kenapa?". Sesosok anak laki-laki sudah duduk di samping tempat tidur Nathan dengan perhatian yang sangat cemas kearahnya.
Nathan yang mendengar itu ,berlahan-lahan membuka kelopak mata .Sayup-sayup ia lihat anak laki-laki berwajah cemas ini .Nathan yang melihat itu menyungging senyum tipisnya.
"Eh, Onii-san ,tidak sekolah?".
Masih di posisi yang sama."Jam berapa?".
"Jam enam sepuluh ."Seketika itu Nathan langsung bangkit untuk duduk .
Nathan bergegas bangkit dari tempat tidur."Hampir terlambat ."Nathan yang berjalan hendak masuk ke dalam kamar mandi .
"Saya berangkat dulu, Onii-san .Hiroyuki-chan sudah menunggu saya di bawah ."
Nathan yang sudah di dalam kamar mandi."Iya."Balas Nathan sedikit berteriak.
Kazuo kecil segera berjalan keluar meninggalkan bilik kamar Nathan .
Sementara Nathan mempercepat ritual mandinya untuk bergegas bersiap berangkat ke sekolah nya. Yang kurang dari beberapa menit ia akan terlambat.
Sudah selesai mandi, dengan kaki jengkel panjang Nathan berjalan cepat mengambil semua keperluan sekolah yang akan ia bawa .Beres dengan semua ,dengan langkah yang terburu-buru ia segera berlari cepat turun ke lantai bawah .
Di sana sudah ada nenek Suki yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan jalan tertatih-tatih nya ."Nak Nathan di tunggu Oji-san dan Kenji di depan ."Kata Nenek Suki yang melihat kedatangan Nathan .
Nathan yang fokus mengenakan sepatu sekolah nya dengan gerakan terburu-buru."Iya, Obaa-san .Saya berangkat dulu ."Nathan yang langsung beranjak pergi .
Nenek Suki yang mengangguk sembaring tersenyum tipis .
Di luar Nathan bergegas naik ke atas mobil yang sudah paman Yoshi siapkan. Di duduk di tengah bersama Kenji yang sudah duduk tenang di sana.
Yoshi yang melihat Nathan sudah masuk ke dalam mobil segera menutup pintu otomatis mobil. Dan segera menyalahkan mesin mobil untuk segera tancap gas mengantar kedua pemuda ini berangkat ke sekolah SMA Sanshain.
"Lelet."Sindir Kenji tanpa mengalihkan perhatian melihat Nathan .
Nathan mendengar jelas itu, namun entah ke sambar apa .Nathan hanya terdiam sembaring fokus memperhatikan keluar jendela mobil yang tertutup rapat ini .
Walaupun hari ini cuaca sangat tidak mendukung .Namun Nathan tetap terlihat tenang seakan cuaca hari ini sangat cerah. Yang mendukung moodnya agar tetap baik-baik saja .
Cuaca langit gelap menyambut hari pertama memulai aktivitas. Sepertinya akan turun salju hari ini ,atau turun badan hujan .Karena langit-langit di atas sana sangat gelap sekali. Langit gelap pekat yang sewaktu-waktu dapat runtuh .
++++++
Osaka
pukul 06.59 pagi
Rabu .
Gerbang besar sekolah ini akan segera tertutup rapat .Tepat bersama dengan itu kedua pemuda ini segera meloncat keluar dari dalam mobil. Tanpa berpamitan kepada Yoshi kedua pemuda ini langsung menerabas masuk ke dalam gerbang yang kurang sedikit lagi terkunci .
Sembaring tancap gas lagi ."Pemuda jaman sekarang tidak ada bedanya dengan jaman saya dulu ."Gumamnya.
"Hampir!".Ujar Kenji mengatur nafasnya.
"Ayo Ho!".Ajak Nathan berlanjut berlari ."Makasih pak atas bantuan nya ."Ucap Nathan kepada penjaga gerbang sekolah .
Tanpa berucap-ucap lagi . Kenji langsung ikut berlari menyusul Nathan yang sudah jauh darinya .Nathan berlari secepat mungkin untuk sampai tepat waktu di dalam kelas .Karena sekitar sekolah ini sudah sunyi sepi .Tiada siswa siswi yang berkeliaran keluar lagi ,pertanda semua nya sudah masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
Melihat urutan tangga lebar di depannya."Bodoh! masih jauh ."Ujar Nathan menganga .
Kenji dengan seragam setengah amburadul."Naik saja ,Baka!".Ucapnya santai begitu juga dengan langkah.
Nathan yang sudah menyusul langkah kaki Kenji ."Percuma!Kelas sudah di mulai, kita sudah terlambat."Ujar Kenji
"Lu pikir kita akan masuk kelas dan menerima hukum."Kenji dengan tatapan malasnya .
Nathan yang mendengar itu hanya membalas dengan mengedipkan kedua bahunya.
Kenji membuang nafas dengan kasar sembaring berlanjut berjalan menaiki tangga sekolah ini.
"Lu kemana, mau ke kelas?".Tanya Nathan yang masih belum tahu tujuan.
"Atap."Balas singkat datar Kenji .
"Oh! Yoi,yoi, yoi."
+++
Setibanya di atap dengan santai kedua pemuda ini segera mencari tempat ternyaman sendiri-sendiri untuk mengistirahatkan tubuhnya tanpa ada rasa takut kena teguran atau hukum di akhir, karena ketidak ikutan di jam pelajaran pertama kelas.
Sama-sama tidur terlentang dengan tas sebagai bantal kepala keduanya .Kedua pemuda yang tidur dengan jarak tidak terlalu jauh ini sama-sama hening .Sama-sama menikmati kedamaian di bawah cuaca buruh pagi ini .
Dengan kedua kelopak mata yang masih terpejam."Lu jadi ikut kemah?".Tanya Kenji.
Nathan yang hampir di posisi yang sama .Namun dengan kedua kelopak mata yang tak terpejam .Atau dengan kedua fokus yang memperhatikan langit-langit gelap di atasnya ."Iya."
".....Lu tidak ikut?".
"Ikut, Otou-san memaksa."
"Hem?".
"Otou-san tahu lu ikut ,jadi gue juga harus ikut. Tapi jangan berpikir gue ikut buat jagain lu seperti yang Otou-san katakan ke gue ."
"Yehhh, gue tahu. Lu tidak perlu repot-repot jelaskan."
Teringat tentang tadi pagi, di mana tepat di butuhkan nya ia untuk di antara ke sekolah yang kebetulan ada Yoshi yang siap mengantar nya."Bagaimana lu tahu kalau gue akan terlambat?".
"Hiro."
"Oh!".
"Makannya kalau tidur jangan larut malam, baka!".
"Gue tidak tidur larut malam, gue emang kebetulan bangun kesiangan saja."Elak Nathan membela diri. Dari tuduhan salah Kenji.
"Ngeles!".
"Emang gue tidak salah, emang salah kalau gue bela diri ."
"Diem, gue akan tidur."Kenji mencoba mengatur posisi ternyaman kembali .
Sembaring memperhatikan layar ponselnya yang menyalah."Ken nanti antar gue ketemu bang Hanam."
"Yeh."Kenji yang tetap di posisi nyamannya untuk berselancar ke dalam dunia mimpi.
++++++