
Osaka.
Pukul. 06.45 Pagi
Rabu
Masih terlalu pagi .Namun Nathan sudah memanasi mesin otak Kenji dengan materi-materi bahasa Inggris. Sampai sambut kepala Kenji lurus-lurus ,bak orang yang baru saja tersetrum listrik .
Kenji yang sangat benci bahasa Inggris."Gue frustasi."Menundukkan kepalanya menyadarkan keningnya di atas meja .
Nathan yang bodoamat ini tengah fokus dengan tugas matematika yang sejak tadi tidak kunjung selesai Nathan selesaikan .Sampai ponselnya berdering. Nathan bergegas mengangkat panggilan telepon itu .
...Tersambung....
*Kevin."
*Apa?".
*Lu kan sudah baca chat gue .Minta tolong Vin .Plisss Kevin yang paling pinter ."
*Usaha sendiri Nathan. Dari SD lu tidak pernah usaha mengerjakan matematika sendiri ."
*Gue sudah berusaha, tapi hasilnya tidak kunjung selesai-selesai Kevin ."
*Makannya belajar lagi."
*Vin. Bantu gue yah .Satu kali ini saja ."
Hembusan nafas kasar dari Kevin di seberang sana .
*Jujur Nat .Di libur sekolah yang tinggal seminggu ini .Sangattt ingin gue habiskan waktu tanpa berurusan dengan buku sama sekali .Dan lu ."
*Bang Kevin ."
*Tidak usah sok baik ......tunggu bentar gue kerjakan soalnya ."
*Yes .Makasih buanyakkk bang Kevin."
Panggilan di akhir Kevin sepihak dari seberang sana .
Kenji yang sudah fokus pada Nathan ."Siapa?".
"Sahabat gue."Meletakkan ponselnya kembali di atas meja ."Lu cepat selesaikan tugasnya ,ittssshh....".
"Weeww..lu tidak boleh berucap kotor .Karena menurut buku yang gue baca ,lu di larang berucap kotor selama menjalankan puasa Ramadhan."Kenji dengan senyum tipisnya meledek Nathan .
"Uuhh......Makannya lu cepat kerjakan tugas lu ."
"Okay."
++++++
Pukul. 19.20 Malam
Seperti kegiatan kemarin .Kini semua anggota panitia yang terpilih menyusun rencana kegiatan akhir musim panas telah berkumpul di aula tempat olahraga.
Kali ada Hiroyuki. Dan satu teman kelasnya laki-laki. Atau perwakilan ketua kelas dirinya .Shinichi Ryuichi nama teman sekelas Hiroyuki.
Kelas MIPA yang terbagi menjadi empat. MIPA A ,MIPA B, MIPA C ,dan MIPA D . Masing-masing dua perwakilan kelas sudah berkumpul aula ini .Mika sebagai ketua panitia segera memberikan lembaran kertas yang di bagikan oleh Kenji dan Kalisa .Di sini Mika juga menjelaskan semua rencana kegiatan yang akan berlangsung.
Next.....
Selepas rapat tadi .Kenji dan Nathan langsung berlalu meninggalkan aula .Tanpa mereka berdua sadari .Azura juga ikut menyusul langkah kaki kedua pemuda ini .
"Kalian ke perpustakaan?".Tanya Azura membuat Nathan dan Kenji sedikit terkejut. Karena sepengetahu mereka berdua di lorong tangga ini hanya ada mereka berdua.
"Baka, kenapa lu ada sini?".Ujar Kenji meninggikan nada bicaranya.
"Dari tadi kan gue ikut kalian ."
"Yasudahlah ayo Zarina menunggu di perpustakaan."Kata Nathan berlalu lebih dulu menuruni tangga.
"Nani?Kenapa kalian ingin menemui gadis itu?".Tanya Azura mengikuti langkah kaki kedua pemuda ini.
"Belajar bahasa Inggris."Balas singkat Kenji yang tetap mempercepat langkahnya mengikuti Nathan yang sangat cepat berjalan.
Plakk ....."Aduh."Nathan berpaling cepat kearah pelaku."Pelan-pelan be**go, lu jalan kayak roda kereta ."Ucap Kenji .
"Gue sudah pelan .Kalian berdua saja yang lelet ."Si biang kerok yang tidak mau di salahkan.
Menunjukkan Nathan dengan jari telunjuk ."Llluuu!!!".
"Apa kecipir kering?".Nathan menatap dengan sudut mata datar .
Menarik kerah pakaian Nathan."Cebong cerewet!!!".Geram Nathan.
Nathan yang juga menarik kerah belakang pakaian Kenji."Kecipir keringgg...".
Yang berakhir dengan saling tarik-menarik .Membuat Azura kesulitan memisahkan keduanya. Dirinya justru terkena bogem mentah di pipinya ."Waduhh.....Itai."Secepatnya menjauh mengelus pipi memerahnya .
Hiroyuki yang baru saja turun ke lantai bawa bersama Ryuichi, Mika ,dan Kalisa ."Sudah kuduga mereka berdua."Ucap Hiroyuki.
Di saat Hiroyuki hendak ikut bergabung merelai Nathan dan Kenji yang sibuk bertengkar. Saking tarik menarik pakaian. Di sini Mika justru menghentikan langkah kaki Hiroyuki. Mika mengambil langkah maju lebih dulu mendekati kedua pemuda ini .
Kalisa yang sudah memperhatikan ekspresi wajah tegang Hiroyuki."Mika dan kamu kan memiliki hubungan spesial."Ucap Kalisa berhasil membuat Hiroyuki si pemimpin geng Hiryonji.
Ryuichi yang ikut-ikut memperhatikan Hiroyuki."Wwaauu...merah tomat."Ujarnya .Membuat Hiroyuki bergegas menyusul Mika menjauh dari dua maklum bumi ini.
"BRENG***SEK KALIAN BERDUA."Brugkk...Brugkk....."Waaaa...".Kedua pemuda ini langsung terlempar membentuk loker sepatu.
Azura yang berdiri di antara mereka langsung di buat terdiam terpaku. Mulut menganga . Sampai kedua kelopak matanya pun tidak berkedip .
Duduk di atas lantai."Itai ."Nathan mengelus pipi memerahnya.
"Sial."Umpat Kenji yang hampir sama dengan posisi Nathan .
"Kalian berdua sudah dewasa .Biasakan kalian berdua bersikap sedikit dewasa ."Omel Mika menatap berganti dua pemuda ini .
Nathan dan Kenji hanya terdiam mengelus-elus lembut pipi bekas pukul strong Mika .
Kalisa yang sudah dekat dengan Kenji memberikan plester luka untuk sudut bibir Kenji yang sedikit sobek .
Nathan yang memperhatikan itu ."Gue tidak di kasih juga .Gue kan terluka."
"Jangan Alisa .Biarin saja ."Kenji yang masih marah dengan Nathan .
"Gue akan telefon Oji-san."Ancam Nathan .
Secepat kilat Kenji langsung berusaha merebut ponsel milik Nathan ."Berikan Be**go ."
"URUSAIIIIU!!!".Nada suara tinggi Mika .Lagi membuat kedua pemuda ini langsung terdiam .
Hiroyuki yang masih memperhatikan itu ."Sepertinya kamu cocok jadi Okaa-san mereka berdua ."Ketika itu juga Hiroyuki mendapatkan tatapan mematikan dari si ratu singa .
"Aaatt....ttuu.....". Hiroyuki yang jadi gelagapan."Seperti kamu harus minta maaf sebelum semua terlambat."Saut Azura .
"Kalian semua cepat pulang sudah malam .CEPAT."Mika meninggikan nada bicaranya di akhir kalimat.
Secepat Nathan, Azura, dan Kenji tanpa merapikan pakaian mereka lebih dulu. Mereka bertiga buru-buru bergegas meninggalkan gedung sekolah. Di waktu harus buru-buru pergi ini .Kenji masih sempat nya mendekati Kalisa ,hanya untuk mengelus Surai rambut kepala Kalisa .
Sementara itu Mika juga ikut berlalu meninggalkan gedung sekolah. Di ikuti oleh Kalisa, Ryuichi, dan Hiroyuki yang berusaha meminta maaf kepada Mika tanpa alasan kesalahan yang jelas .
Next....
"Gue pulang duluan."Azura yang berjalan menjauh dari Nathan dan Kenji .
"Oky ."Balas keduanya bersamaan.
+++++
Di salah satu kursi perpustakaan. Nathan dan Kenji langsung berjalan menghampiri seorang perempuan yang tengah duduk seorang diri di salah salah satu meja .
"Maaf kami terlambat."Ucap Nathan duduk di depan perempuan ini .
"Datang atau tidak gue tidak perduli."Ucap ketua Zarina tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
"Sebenarnya kita juga tidak sudi datang kesini ."Saut Kenji tidak kala ketus.
"Lalu kenapa kalian masih disini. Lebih baik kalian pergi ."Ucap Zarina kembali ketus.
"Jika tidak di perpustakaan, Korosu."Kenji menatap tajam Zarina yang berekspresi Bodoamat.
Nathan memukul meja ini pelan ."Bisakah kalian diam dan fokus ."Nada suara tegasnya .
Nathan yang sudah sangat lelah .Semakin tegas dan serius juga ia mengajari Kenji dan Zarina .
Beberapa jam berlalu. Kegiatan belajar di perpustakaan telah usai. Nathan memberikan satu buku catatan untuk Zarina ."Jangan lupa di baca ,besok gue akan lakukan tanya jawab dengan materi dari buku ini."
"Iya."Mengambil buku itu dan langsung berlalu pergi meninggalkan Kenji dan Nathan .
Menyadari Kenji yang diam saja sejak keluar dari perpustakaan."Lu kenapa?".
"Capek. Pesan taksi kira-kira bisa tidak ya."Merogoh saku celana panjangnya."Ya cuma sisa 1yen ."
"Miskin."Ujar Nathan.
"Emang lu punya berapa?".
Merogoh saku celana panjangnya .Nathan mengambil dompet miliknya dan membuka dompet itu di depan Kenji .Bulll....Hanya seutas debu yang berloncatan.
"Uuhhahhahahahhhhh........Berdebu."Kenji tertawa puas melihat isi dompet Nathan .
"Berdebu-debu gini masih ada kartu berisikan uangnya .Bukan kayak lu ,sudah tinggal satu Yen .Tidak ada dompetnya pula .Etttss....miskin."
"Ya, ya ,gue miskin .Sekarang mau pulang naik apa?".
Nathan melengos berjalan lebih dulu."Kereta apa lagi."
"Tidak ada acara naik taksi?". Kenji yang mengejar langkah kaki Nathan .
"Tak ada uang."
"Kartu tadi ."
"Hemat baka."
"Ummm."