My Salvador

My Salvador
Eps.121 Angin



Osaka


Pukul. 15.48 Sore


Senin


...Angin tidak pernah berhembus sama di tempat awalnya datang....


Masih di hari yang sama .Setelah kejadian tadi kini kedua pemuda ini tengah berjalan mendekati meja resepsionis untuk bertanya kamar rawat inap Harumi Yuriko berada.


Akan tetapi kedua pemuda ini langsung terdiam mematung saat mendengar jawaban dari petugas resepsionis rumah sakit ini tentang keadaan Harumi Yuriko.


"Maaf tuan-tuan. Harumi Yuriko sudah tidak di rawat di sini lagi .Harumi Yuriko telah menghembuskan nafas terakhir .Tanggal 23 04 2022 Harum Yuriko di nyatakan telah tiada ."


Nathan masih terpaku di tempat."Boleh kami minta alamat rumah nya?".Tanya Kenji kepada resepsionis rumah sakit .


"Maaf tuan kami tidak bisa memberitahu sesuatu tanpa seizin pihak keluarga."Merapatkan kedua telapak tangannya meminta maaf.


"Sudahlah Ken, pulang saja."Ajak Nathan melengos pergi lebih dulu .


Kenji yang hanya terdiam mengikuti langkah Nathan yang sudah jalan lebih dulu di depannya.


"Gue jadi merasa bersalah sama Yuriko ."


".....Sudah janji bakal nemenin dia selama musim dingin, gue malah tidak datang sama sekali ."


gruwukkkruwwkk...... Tiba-tiba panggilan darurat dari cacing-cacing perut Kenji meronta-ronta.


Nathan yang awal sedih setelah mendengar jelas itu .Ia langsung memukul perut Kenji dengan siku nya ."Anjing lu!".


Mengelus perut ratanya ."Wajar Nat, gue manusia .Lagian dari tadi siang gue belum makan apa-apa."


"Aaahh...".Hembusan nafas kasar Nathan .Sebelum melengos pergi.


Menyusul cepat Nathan ."Tidak ada acara cari makan dulu."


Tanpa menghentikan langkahnya."Lu tidak lihat?".


Mendengar itu Kenji hanya terdiam .


+++++++


Pukul. 16.10 Sore


Setelah berkeliling cukup lama mencari resto makanan yang makanannya enak mendarat di lambung .Akhirnya sampailah kedua pemuda ini di tempat yang paling nyaman untuk mendudukkan pantatnya.


Di resto yang tidak hanya enak makanan tapi juga nyaman untuk di tempati .Bahkan keduanya sudah memesan menu makanan .Yang hanya tinggal menunggu sampainya saja ke meja mereka.



Melihat menu makanan yang sudah tertata rapi di meja makan .Baik Nathan ataupun Kenji mulai melakukan kegiatan makan-makan mereka .


Nathan yang siap mengambil daging sapi bakar yang siap mendarat mulus kedalam mulutnya."Ehmm enak kecipir."


Tanpa melihat lawan bicaranya."Lu apa yang tidak enak, Bong."


Masih dalam mengunyah makanan."Kayak nya tai dengan batu gue tidak suka ."


Menoleh dengan sorot mata tajam."Awas loncat tuhh mata ."Nathan yang akan mengambil daging sapi bakar ini lagi .


Sementara di sini Nathan dan Kenji asik menikmati mengisi perut .Di lain tempat .


Di salah satu pabrik distribusi pengiriman bahan pangan .Hanam yang tengah sibuk memeriksa barang-barang yang siap kirim .Tiba-tiba di buat kaget oleh kehadiran Chiko yang tiba-tiba.


Sedikit mengambil langkah mundur sedikit."Bang**sat."


Memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket nya ."Yaelahh kata pensiun, tapi tutur kata masih rusak."


"Siapapun akan kaget kalau lihat lu muncul tiba-tiba seperti jin, bang**sat."Melanjutkan memeriksa barang-barang tanpa memperdulikan kehadiran Chiko .


Chiko hanya terdiam sembaring duduk di satu kursi plastik yang tersedia di sana."Gimana kabar Nathan?".


"Baik."


"...Diam lu gue harus kerja ."


"Yeh."Chiko tersenyum malas layaknya biasa .


Telah dua jam berlalu .Hanam yang baru selesai memeriksa barang-barang siap kirim .Segera berlalu untuk mengasih catatan nya kepada rekan pengiriman barang. Meninggalkan Chiko yang ternyata sudah terlelap dengan posisi duduk di kursi plastik tadi .


Hanam yang tanpa sengaja berpapasan dengan Takumi yang hendak pergi ke pabrik lain untuk dinas kerja sama ."Lu tadi di cariin Chiko."


"Iya, tuh anak ketiduran sekarang."Balas Hanam."...Lu jadi dinas hari ini."


"Iya biar besok ada sedikit kelonggaran buat ngurus tugas-tugas sekolah."Takumi bersiap beranjak pergi ."Gue duluan ."Berlalu meninggalkan Hanam yang membalas dengan anggukan kepala ringan nya .


Sudah selesai dengan urusan catatan pengiriman barang. Hanaki kembali ke tempat tadi untuk membangunkan Chiko yang masih setia tertidur di posisi duduk nya .


Menggoyang ringan bahu lebar ini."Bangun Koh .Lu mau tidur di sini?".


Khas orang bangun tidur Chiko mengerjap-ngerjap kan kelopak matanya berkali-kali untuk menghilangkan pandangan kabur ini .Sembaring merenggangkan otot kakunya .Chiko yang melihat Hanam siap untuk berangkat pulang."Lu mau pulang?".


"Yalah, tidak mungkin gue tidur di sini."Hanam mengemasi beberapa berkas kerjanya .


Chiko yang sudah beranjak menghampiri Hanam."Terus Takumi di tinggal?".


"Dia masih ada dinas kerja ke pelabuhan ."Menenteng tas ransel nya ,dengan fokus yang mulai terfokus kepada Chiko ."Mau mampir ke rumah, ne....". Memotong kalimat yang belum terselesaikan Hanam." .....Tentu mau ,gara-gara drama itu sudah hampir dua tahun gue tidak mencicipi masakan nenek .Gue harus habiskan semuanya nanti ."Chiko melengos lebih dulu meninggalkan tempat itu .


Karena kesal tiba-tiba. Hanam berjalan cepat menyusul Chiko .Pakkk....."Bang**sat lu!".


Mengelus lengan bekas geplak Hanam."Salah gue apa anjing?".


"Banyak bang**sat ."


Mengerutkan keningnya sembaring menerawang kesalahan apa yang ia perbuat.


"Lu seperti tidak kenal gue, Anjing .Waktu lu ikut Monsutafaia .Gue serasa ingin membunuh ,mencengkram leher lu lalu gue patahkan. Gue kesal setiap lihat lu yang kayak anak anjing lupa sama majikan."Hanam sembaring memperagakan kekesalan nya kepada Chiko .


Mencolek jahil lengan Hanam ."Yaelah kan lu juga yang nyuruh gue seperti itu, bang Hanam ."


Hanam yang geli dengan tingkah Chiko langsung memukul lengan Hanam lebih kuat lagi sampai tubuh Chiko sedikit terdorong paksa .Yang membuat tubuh Chiko hampir tersungkur .


Tanpa rasa dosa . Setelah melakukan itu Hanam langsung melengos meninggalkan Chiko ."Hoo!!Bang***sat!".


Hanam berbalik memperlihatkan ekspresi wajah julidnya."Wee ada apa bang**sat?".


"Lu!!!'.Dengan penuh amarah Chiko segera melesat mengejar Hanam yang sudah lari lebih dulu saat menyadari Chiko hendak mengejar dirinya.


"Anak anjing lari-lari."Ledek Hanam tanpa menghentikan pergerakannya.


Bersamaan dengan itu Nathan dan Kenji yang baru saja keluar resto dengan perut terisi penuh."Nat itu bang Hanam bukan?".Kenji yang tanpa sengaja melihat Hanam dari kejauhan tengah berlari-lari.


Nathan mengikuti arah pandang Kenji ."Eh iya ,Bang Hanam sama bang Chiko itu ."


"Entah!Tapi bang Hanam sama bang Chiko kelihatan bahagia sekali ."


"Iya mah."


"Yaelah kenapa jadi memperhatikan mereka .Yok pulang be**go ini sudah malam ."


Masih di mode sedikit nurut ."Iyalah....Nahh Nat."Menatap dengan manik hitam yang membulat sempurna.


Yang di tatap memasang muka datar."Apa be**go?Mata lu mau loncat tuh."


"Hanaki gimana Nat? Otou-san kan hari ini ada dinas kerja keluar kota."


"Iya lahhh, kenapa baru bilang sekarang o'on."


"Bagaimana lu?".


"Yasudahlah ayo pulang."Ajak Nathan beranjak pergi dari sana .


++++++++


Pukul. 20.22 Malam


Pukul sembilan malam .Nathan dan Kenji baru sampai di kediaman .Sementara Kenji menutup pintu gerbang kembali .Nathan langsung melesat untuk membuka pintu depan rumah nya .


Sampai di dalam rumah yang masih gelap gulita tanpa ada tanda-tanda kehidupan .Nathan berjalan lebih masuk lagi untuk menyalakan semua lampu di dalam ruang tamu ini .


Kenji yang baru masuk ke dalam rumah."Sepi Nat ,dimana Hanaki?".


Melihat malas Kenji ."Lu tanya gue terus gue tanya setiap, o'on."


Di sini Kenji mengeluarkan gawai yang sejak tadi berangkat sekolah ,ia simpan di dalam saku celana panjangnya. Menyadari gawai nya yang masih mati daya sejak tadi pagi .Atau kurang lebih memang sengaja ia matikan agar ia bisa lebih fokus lagi dengan ujian .


Baru saja ponselnya menyalah .Tiba-tiba saja ia di borong notifikasi chat dan panggilan tidak terjawab .


"Ayah dan Hanaki ada apa?".Kenji yang membuka notifikasi chat dari ayahnya lebih dulu .


...Notifikasi chat...


Chat Ayah .


*Kenji ayah hari ini langsung berangkat dinas kerja .Ayah tidak tau akan pulang kapan. Ayah hanya berpesan sekali lagi, jangan sekali-kali bertengkar dengan Nak Nathan. Kalian harus rukun. Kalau bisa kamu mengalahlah dengan Nak Nathan yang lebih muda dari kamu ."


Tanpa sadar Nathan yang ikut membaca pesan ini."Beneran kata Oji-san ,lu harus mengalah dengan yang lebih muda dari lu."


Pakk...".Diem bang**sat!".


Mengelus ubun-ubun surai rambut nya ."Jahat amat lu sama anak kecil ."Merenggut Nathan memayungkan bibir nya .


"Kecil rambut kela**min lu."Kenji yang masih fokus mengotak-atik layar ponselnya.


Nathan langsung memasang sorot mata tajam kepada Kenji yang tidak memperdulikan nya .



Berpaling melihat Nathan ."Hanaki sampai telfon empat kali tidak gue jawab ."Ia yang baru tau di tatap tajam Nathan ."Lu kenapa be**go?".


"Tak."


"Lu coba telfon ulang Hanaki ."Suruhannya masih dengan muka datar .


"Hem."Kenji mulai menghubungi ulang nomer Hanaki .


Tersambung .


*Ada apa, Han?".


*Tidak ada apa-apa. Gue cuma mau pamit saja."


*Maksudnya."


*Gue sudah menetap di panti sekarang."


*Hem, lu beneran akan menetap di sana ."


*Iya karena banyak hal yang harus saya urus di sini......Lu kalau ada waktu luang mampir lah kesini ,anak-anak di sini pasti senang ada teman baru yang mau di ajak main ."


Nathan yang sembaring tadi ikut mendengarkan.


*Siap bro."


*Oh Nat. Makasih bantuan."


*Sama-sama .Gunakan uang itu untuk bantu-bantu anak-anak di sana .Gue akan mampir ke sana kapan-kapan sama kecipir kering."


*Ya. udah dulu ya."


*Hem."


Panggilan berakhir.


Mematikan layar ponselnya."Lu kasih uang Hanaki?".


"Iya bua.....". Kalimat Nathan terhenti oleh suara ponsel Kenji yang kembali berbunyi.


Kenji segera mengangkat nada sambung telfon ini .


Tersambung.


*Ada apa?".


*Ada apa?Ada apa?Lu lupa janji kita tadi siang?".Tanya Ryo di seberang sana dengan nada suara kesalnya .


*Lah iya an**jay." Berpaling melihat Nathan yang hendak naik tangga ."Nat jangan naik dulu kita ke Ryo sekarang."


Ryo langsung mematikan nada sambung telfon nya sepihak.


Masih di posisi yang sama ."Ada apa?".


"Janji tadi siang."


Nathan masih diam di sana loading mengingat tadi siang .


"Yaelah banyak berpikir lu. Ayo turun kita berangkat Ryo nunggu ."


"Lu bonceng gue ."


"Iya iya o'on, cepat turun lelet ."Ajak Kenji menaruh tas sling bag nya di Sova ruang tamu .


Sementara Nathan langsung melempar asal tas ransel nya ke atas Sova sebelum menyusul Kenji yang melengos duluan.


Sementara Kenji yang sudah di depan rumah langsung menaiki sepeda angin Nathan yang terparkir di depan pintu garasi.