
Indonesia
Pukul. 09.13 Siang
Sabtu
Mendongak memperhatikan bentangan langit biru muda di atas sana ."Biru sekali langitnya ,Al."Ucap Yudha pada Alyah yang duduk di samping nya .
Duduk di taman belakang rumah sakit .Untuk menikmati suasana siang hari .Begitulah yang tengah Yudha dan Alyah lakukan. Duduk di salah satu kursi panjang teralis besi.
"Kamu tidak pulang lagi nanti malam?".
"Tidak......Maaf, Al .Beberapa hari ini saya meninggalkan kamu sendiri di apartemen."
"Bukan gitu.....Saya khawatir sama kamu yang bolak balik kerja dan rumah sakit .Kamu jadi tidak bisa istirahat dengan baik."
"Capek?Sepertinya tidak pernah saya rasakan."Balas Yudha ."Mana bisa saya capek, toh tiap hari sarapan masakan enak-enak."
Suasana menjadi hening saat Alyah memilih terdiam .Menundukkan perhatian. Raut wajahnya juga menjadi muram .
"Kenapa?".
"Entah kenapa saya jadi sangat ingin melihat Tante Nini lekas sembuh....Dan bolehkah kalau Tante sembuh. Tante tinggal bersama kita?......."Menjedah ucapannya."......Entah kenapa setelah mengetahui kalau Tante Nini sudah tidak memiliki keluarga. Saya jadi ingin menjadi keluarga, atau anak nya ."
"Boleh saja ."
Menengok menatap sepasang manik mata Yudha ."Benar Yud?".
"Iya."
Beranjak dari tempat duduknya. Yudha mengajak Alyah untuk kembali ke dalam gedung rumah sakit .Tentu untuk kembali membagi tempat menemani Tante Nini, Dania ,dan Asta .
Sementara Faktur harus mengurus pekerjaan yang sudah lama ia tinggalkan .Alhasil hanya Alyah dan Yudha lah yang mengurus tiga orang sakit ini .
++++++
Next....Nathan....
"Mau jenguk Yudha?".
"Bukan."Baru selesai melepas Helm."Yok."Berlalu mendahului Kenji .
Sampai di ruang kamar rawat Dania .Nathan langsung di sambut oleh Yudha yang baru keluar dari dalam kamar rawat Dania .
"Mau kemana Yud?".Tanya Nathan.
Baru saja menutup pintu kamar rawat inap .Yudha yang sudah terfokus pada dua pemuda didepannya."Mau ke Asta?".
"Terus Tante Dania?".
"Ibu sudah istirahat, sebentar lagi Alyah yang akan ke sini menemani Ibu ."
"Tante Nini masih di IGD Nat."
Alyah yang baru saja sampai."Ibu sudah istirahat?".
"Sudah Al .Kamu temenin ibu ."
Alyah mengangguk ringan membalas ucapan Yudha .
Melihat berganti kedua teman Yudha ."Terus kalian berdua ada acara apa kesini?".
"Maunya jenguk Tante Dania ,tapi karena Tante istirahat gue titip buah ini untuk nya nanti."Memberikan oleh-oleh yang ia bawakan kepada Alyah."Mungkin kami akan melihat Tante Nini dan Asta ."
"Kalian ikut saya saja."Saut Yudha ."Kalau ada apa telfon ,Al."
"Ok."
"Pamit , Al."Ucap Nathan, yang di ikuti dengan senyum ramah Kenji .
Kedua pemuda ini mengikuti langkah Yudha yang akan melihat keadaan Tante Nini dan Asta.
Yudha yang berjalan beriringan dengan Nathan ,dan Kenji yang mengikuti dari belakang."Kalian jadi kembali ke Osaka besok?".
"Iya. Senin besok kami sudah mulai full masuk sekolah lagi."Balas Nathan tanpa menghentikan langkahnya.
"Bagaimana dengan kasus om Bram?".
"Om Bram akan di hukum mati .Dia salah satu anggota yang terlibat dalam perjual-belikan barang haram ."
"Hemm....gue dengar Om Fiji dan Hidan terlihat dalam transaksi barang haram. Apakah itu benar?".
"Iya..... Om Fiji adalah bos besar barang haram ini. Dan Hidan mendukung semuanya yang di lakukan ayahnya ."Mengeratkan genggaman kedua tangannya.
"Tapi Hidan sudah tertangkap. Apa kamu yang menangkapnya?".
"Saya dengan Jovan yang menangkapnya. Hidan akan di masukan lapas remaja untuk mendapatkan binaan khusus."
Obrolan terhenti. Sampai akhirnya Nathan bertanya ."Bagaimana kondisi Asta yang sebenarnya?".
Yudha terdiam cukup lama . Sampai akhir ia berucap."Kondisi kesehatan Asta tidak ada perkembangan sama sekali. Semakin kesini keadaan semakin memburuk. Ibu juga terus saja bersikukuh untuk meminta mendonorkan ginjalnya untuk Asta .Padahal keadaan kesehatan nya sendiri belum cukup pulih."
"Katanya sudah dapat pendonor dari orang lain?".
"Keluarga pendonor tidak setuju ,jika salah satu organ keluarga di ambil."
Obrolan benar-benar berakhir sampai di depan ruang IGD Nini ."Kalian masuk satu persatu ,pakek sragam khusus. Gue tinggal ke Asta."Yudha berlalu meninggalkan kedua pemuda ini setelah mendapat balasan anggukan kepala ringan dari keduanya.
Selepas kepergian Yudha ."Lu tunggu di luar saja Ken."
"Oky."