
Osaka .
10.56 ,siang
Minggu.
Manik hitam lekat yang terfokus melihat aliran sungai didepannya, yang nampak tenang mengalir. Ia menatap kosong ke sana .Matanya yang suram seakan tengah menyimpan kesedihan yang teramat dalam .
Akan tetapi lamunannya terbuyar dengan ke datangan Nathan ke sana. Untuk yang menghampiri dirinya .
Emosinya semakin memuncak ,moodnya semakin memburuk dengan kehadiran Nathan di samping .Akan tetapi pemuda berjaket biru itu tidak menyadari ,bahwa kehadirannya tidak dinginkan di sini .
Kenji, pemuda berkemeja hijau, tanpa merekatkan kancingnya menampilkan kaos berwarna hitam yang ia kenakan tengah duduk terdiam tanpa memperdulikan kalimat-kalimat yang terucap dari pemuda yang sekarang duduk di samping .
"Kamu kenapa ,Kenji?". Tanya Nathan yang manik hitam lekatnya terfokus kepada lawan bicaranya .
Tidak ,Kenji hanya terdiam .Ia mencoba untuk tidak memperdulikan pemuda itu .
Memanggil dengan nama akrab yang bisa di ucapkan Hiroyuki."Kenchii".Seru Nathan yang akan menepuk bahu Kenji ,akan tetapi dengan cepat Kenji menepis tangan Nathan dengan kasar .
Kini ia menatap tajam ke Nathan ,tatapannya seakan malas untuk melihat pemuda yang terduduk di samping ."DAMATTE MO ISHI ."Bentaknya .
(Lu bisa diem tidak )
"....Kenapa lu kesini? lebih baik lu pergi sekarang ,gue tidak suka lihat lu disini ."Lanjutnya dengan nada suara yang sudah tidak bersahabat .
"Kamu kenapa, Ken?".Nathan yang masih di posisi yang sama menatap dengan penuh bertanya-tanya .
Menampilkan ekspresi wajah yang tidak faham akan kesalahannya."Kenapa kamu benci sekali sama saya ,saya bahkan tidak pernah bertemu dengan kamu .Ini baru pertama kali saya bertemu dengan kamu ,tapi kamu .Kamu sudah sangat membenci saya ."Kata Nathan menjelaskan apa salahnya dia .
Kenji masih terdiam, ia memalingkan perhatian ke arah lain."Jika saya punya salah .Saya minta maaf, Ken." Ucap Nathan sekali lagi .
Koya Kenji ,pemuda itu menyungging senyum miring mendengar perkataan Nathan ."Anata wa gizen-shadesu ."
(Lu memang munafik )
"Lu mau tahu apa salah lu sama gue?".Kenji berpaling menatap dingin ke Nathan .
"Hem." Balasnya berdehem .
Kenji yang masih menatap dingin ."Lu enak, hidup bahagia .Apapun yang lu dapatkan sudah lu dapatkan .Keluarga yang lengkap ,dan berlimpah harta ."
Ucapan pemuda itu seperti belum mengetahui ,jika Nathan sudah tidak memiliki keluarga yang lengkap .Bahkan belum pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga yang lengkap .
Sungguh miris ,benar kata pepatah .
Faktanya! Orang yang terlihat bahagia, ceria di luar. Belum tentu orang itu benar-benar bahagia ataupun benar-benar ceria.
Karena? Terkadang?
Biasa saja orang itu hanya mengenakan topeng ,topeng pelindung kesedihannya.
Hebat bukan ,orang-orang seperti itu .Saya bahkan terkadang kagum dengan mereka ,hati meraka sangat kuat .Bisa menutup kesediannya ,dengan sangat bagus di depan orang lain ,bahkan juga di depan orang terdekatnya sekaligus .
Kenji membuang nafasnya dengan kasar."Ehmm ,lu tahu! Karna keluarga lu, gue jadi kehilangan ibu gue ."Sedikit meninggikan suaranya .
"Ibu gue sakit dan harus di bawa ke rumah sakit secepatnya ,tapi keluarga lu .Keluarga lu justru memaksa ayah gue buat tetap bekerja .Ibu gue semakin parah sakitnya ,gue tidak bisa membawanya ke rumah sakit .Gue memang pengecut, gue tidak bisa membawa ibu gue ke rumah sakit ,bukan .Bukan gue yang salah .Tapi keluarga lu ,keluarga lu yang sudah membuat ibu gue meninggal ."
"Jika saja saat itu keluarga baji**ngan lu tidak menyuruh ayah gue buat tetap berangkat bekerja ,ibu gue tidak akan meninggalkan gue. Ibu gue tetap besama gue sekarang ."
Kenji yang menjelaskan semuanya dengan jelas .Kepada Nathan yang langsung terdiam didepannya ,ia tidak tahu harus berkata apa .Dalam pikirannya saat ini hanya ."Apa itu benar?".Kalimat yang sangat ingin ia tanyakan .Akan tetapi ia urungkan setelah melihat betapa sedihnya Kenji karna kepergian ibunya .
"Sa...saya minta maaf ,saya minta maaf atas nama keluarga saya Kenji ."Nathan beranjak dari tempat duduknya ,ia membungkuk di depan Kenji ."Saya meminta maaf atas nama keluarga saya ."
"Pergi lu ."
"PERGI LU, PERGI DARI HADAPAN GUE ,BERENG**SEK!".Bentak Kenji dengan suara lantangnya tanpa berpaling menatap Nathan yang masih membungkuk badannya di depannya .
Nathan kembali berdiri tegak ,ia lihat Kenji sekilas .Tanpa berkata lagi ,ia memutuskan untuk pergi dari sana meninggalkan Kenji sendirian .
Untuk saat ini Nathan tidak ingin mengucapkan apa-apa dulu kepada Kenji. Ia tidak ingin emosi Kenji menjadi tidak terkendali ,ia akan berkata saat Kenji sudah lebih membaik .
Setelah kepergian Nathan .Kenji yang masih terduduk di kursi panjang dekat sungai ,membungkuk badannya sampai bibirnya kini bisa mencium lututnya .
Kenji tuangkan semua berlian cairnya di sana ,ia benar-benar terisak dalam tangis yang selalu ia tahan .
Entah ,bahkan sampai sekarang .Jika mengingat kenang-kenangan bersama ibunya, ia selalu berubah menjadi laki-laki yang cengeng .Ia tidak tahu kenapa ,mungkin karna ia terlalu rindu dengan pelukan hangat dari ibunya, atau belaian manja ibunya yang selalu memanjakannya .Yang selalu ibunya berikan sebelum ia pergi tidur setiap malam .
Cukup lama Kenji tertunduk di sana ,ia tidak perduli dengan beberapa orang yang lewati didepan dirinya dengan berbisik-bisik membicarakan dirinya.
Ia tidak peduli ,ia lelah saat ini .Ia hanya ingin melihat ibunya sekali ,sekali saja.
Di tengah itu ,ia angkat kepalanya .Ia mendongak melihat langit yang membentang luas di atasnya yang tertutup awan hitam.
Tik......tik.....
Setetes air berlahan-lahan berjatuhan menimpa wajah pemuda ini ,yang di susul semakin derasnya air-air turun mengguyur daerah tersebut .
Kenji semakin tertunduk ,ia tatap seduh tanah didepannya yang mulai basa terguyur hujan ,membuat hatinya semakin sesak .Bahkan dunia pun bisa ikut merasakan saat ini .
Cukup lama Kenji terdiam di bawah guyuran hujan deras. Ia yang kini sudah berjalan kecil untuk kembali pulang .
Tiba-tiba langkah terhenti ,di saat dirinya menyadari ada payung hujan yang melindung tubuh basah kuyup nya dari guyuran hujan .
Tanpa berpaling melihat siapa orang itu ,Kenji justru tetap melanjut langkah kecilnya kembali.
"Kenapa kamu hujan-hujan?Bagaimana jika nanti kamu sakit?." Ucap seseorang yang memayungi Kenji. Yang tidak lain tidak bukan adalah Yoshi ,ayahnya .
Masih dengan tetap berjalan ,Kenji yang mendengar pertanyaan ayahnya hanya terdiam tertunduk .
Yoshi membuang nafasnya dengan kasar melihat sifat putra ,ia rangkul bahu putranya agar lebih mendekat lagi kepada dirinya.
Kenji yang menyadari berpaling melihat ayahnya sekilas ,ayahnya yang perhatian fokus ke jalanan di depannya .
Kedua ,ayah dan anak itu memecah badai hujan yang turun dengan deras ini untuk lekas sampai di rumah .
+++++++
Pukul 14.30
Di lain tempat .
Pemuda dengan handuk berwarna abu-abu yang menutup sebagai rambut kepalanya yang basah, kini terduduk terdiam di kursi dekat meja makan.
Kedua kakinya tertelungkup naik ke atas kursi tempatnya duduk, mendekap tubuhnya. Kedua telapak tangannya menggenggam gelas keramik berwarna putih yang berisi kan coklat panas. Fokusnya menatap kosong ke dalam gelas berisi coklat panas yang masih mengeluarkan asap putih tipis ini.
"Sebenarnya apa penyebabnya?". Gumamnya teringat perkataan-perkataan yang terucap dari mulut Kenji tadi .
"Tidak mungkin keluarga saya melakukan hal sekejam itu kepada keluarga Kenji ,apalagi sampai membuat ibu Kenji meninggal ."Lanjut bergumam .
Cukup lama Nathan terdiam di sana ,terdiam bergelut dengan isi pikirannya yang kacau balau.
++++++++!
Pukul 14.45
Setibanya di depan rumah .Yoshi langsung membuka pintu rumah yang terkunci."Tunggu disini ,ayah akan ambil handuk sekalian baju ganti untuk kamu."Yoshi yang langsung berlarian kecil menaiki anak tangga rumahnya untuk mengambil handuk sekalian dengan pakaian ganti agar putranya bisa langsung masuk ke dalam kamar mandi dan berganti pakaian kering.
Dengan membawa handuk yang cukup besar ,Yoshi selimut kan handuk itu ke tubuh putranya ."Cepat masuk dan ganti baju."Suruh nya menatap hangat putranya dengan tidak lupa memberikan pakaian kering yang ia bawa tadi kepada putranya .
Kenji hanya terdiam ,ia yang sudah menerima pakaian kering langsung melangkah kecil pergi ke kamar mandi .
Yoshi tatapan punggung putranya yang nampak terlihat di sana, bahu lebar dengan postur tubuh yang sedikit kurus .Hati nya sungguh miris ,teriris melihatnya .Seakan dirinya saat ini sudah gagal menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk putra tunggalnya itu .
Bui cair bening keluar tanpa ia suruh ,ia segera menepis cairan bening itu dengan melangkahkan kaki jengkalnya ke dalam dapur. Yoshi memutuskan untuk membuat minum hangat untuk putranya ,sekalian dengan membuat sup hangat. Karena seingatnya putranya belum memakan makanan pagi tadi dengan benar .
Yoshi yang di fokuskan di dapur ,tetap bisa menyadari langkah kecil(pelan) putranya yang sudah keluar dari dalam kamar mandi .
"Kenchii."Panggil Yoshi yang masih sibuk di dapur .
"Minum teh jahe hangatnya ,biar kamu tidak kedinginan .Sekalian tunggu bentar ya ,ayah buatkan kamu sup."Melihat putra dari kejauhan."....Kamu makan ya?".Lanjutnya yang kembali fokus membuat sup.
Tanpa membalas tatapan hangat ayahnya yang senyum tipis kepadanya. Kenji hanya terdiam dengan handuk yang masih menyelimuti sebagian tubuhnya .
Pemuda itu berjalan ke meja makan yang tidak terlalu besar dekat dapur ,ia dudukkan pantatnya di atas kursi .Pemuda itu ambil gelas keramik berisikan teh jahe hangat tadi kedalam genggamannya .
Walaupun tidak mendapatkan senyum dari putranya .Yoshi tetap menyungging senyum tipisnya sembaring melanjutkan ritual memasaknya .
Kenji yang melihat ayahnya hanya mengambil satu mangkuk berisikan sup untuk dirinya saja berkata ."Otou-san tidak ikut makan?".Tanya yang baru membuka suara .
Otou-san panggilan Ayah dalam bahasa Jepang.
Yoshi menyungging senyum tipisnya sembaring meminum sedikit kopi hangat yang ia buat ."Tidak ,ayah masih kenyang ."
"Sudah kamu makan saja duluan ,biar gemuk. Lihat lah badan kamu terlihat sangat kurus."Lanjutnya yang manik coklat berbinar terfokus melihat putranya .
Kenji hanya menggeleng ringan. Ia menyadari kalau memang benar, jika badannya banyak yang berubah dari dirinya. Terutama pada bentuk tubuhnya yang semakin hari semakin kurusan. Tanpa mengulas senyum, ia melanjutkan memakan sup didepannya sedikit demi sedikit .
"Kenchii."Seru Yoshi yang membuat putranya menghentikan aktivitas makannya.
Kenji berpaling melihat ayahnya yang menyebut namanya .
"Jangan telat makan lagi, Ken. Ayah tidak ingin melihat kamu sampai sakit."Kata Yoshi dengan penuh harapan menatap manik coklat milik putranya .
Kenji yang menatap ayahnya ,mengangguk ringan membalas perkataan ayahnya dengan di susul senyum tipis yang ia perlihatkan sekilas kepada ayahnya
+++++++++++++
pukul 21.39
Pemuda dengan baju lengan panjang lengkap dengan celana pendek Adidas nya, melangkah pelan naik ke lantai atas rumahnya .
Pemuda itu berjalan menatap lurus ke depan ,akan tetapi tatapannya tidak fokus dengan jalanan didepannya .Fokus kini masih memikirkan masalah tadi siang .
Setibanya di dalam kamarnya ,pemuda yang sudah selesai mencuci muka itu langsung merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia pejamkan matanya untuk sejenak .
Pukul 12.30 malam
Pemuda dengan baju lengan panjang ,bercelana pendek tadi terbangun dari tidurnya .Ia mengerjakan matanya membuka berlahan-lahan untuk bisa mengembalikan fokusnya.
Ia lihat sekeliling kamarnya tidurnya .Pemuda itu segera bangkit dari atas tempat tidur setelah nyawanya sudah terkumpul semua .
Ia beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya .Setelah selesai ,kini dirinya yang sudah terduduk di depan meja belajar mulai membuka buku-buku pelajaran untuk besok .
Dua jam lamanya pemuda itu fokus belajar ,kini ia tutup bukunya sejenak .Pemuda itu kembali bangkit dari tempat duduknya ,ia kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi .
Untuk meluangkan waktu luangnya sejenak untuk sholat. Beberapa hari ini. Ia terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri ,jadi waktunya yang seharusnya ia gunakan untuk sholat lima waktu justru selalu ia tunda-tunda dengan banyaknya alasan .
Selesai sholat ,pemuda itu kembali merapikan peralatan sholat .Ia kembali melanjutkan belajar sedikit lagi ,sebelum ia tinggalkan untuk membuat sarapan .
Sebelum turun membuat sarapan. Nathan teringat tentang kejadian kemarin siang. Ia raih benda pipih yang tergeletak di atas sampai tempat tidur. Nathan main kan layar benda pipih itu sampai tersambung pada panggilan suara dengan seseorang di seberang sana .
Tersambung.
*Malam, kak."
*....Maaf Nathan menganggu waktu istirahat kak Riska."
*Tidak, dik. Saya sudah bangun dari tadi."
*Kamu ada apa telfon kakak?".
*Saya mau tanya. Soal paman Yoshi.................".Nathan menjelaskan semua yang ia dengar dari Kenji kepada kakak perempuan nya.
*Kakak tidak mengetahui masalah itu. Tapi kakak tahu kalau bibi meninggalkan karena sakit."
*Kamu tanya saja dengan baik-baik kepada paman Yoshi. Beliau pasti mau memberi kejelasan nya."
*Hemm."
*Yasudah, kak. Saya mau turun buat sarapan."
*Iya."
Panggilan telepon di akhir Nathan sepihak.
+++++++++++
Pemuda ini tidak turun untuk membuat sarapan. Melainkan ia berlanjut duduk di meja belajar, untuk melanjutkan belajar nya.
Di tengah fokus belajar dengan buku-buku pelajaran sekolahnya ,tiba-tiba fokusnya teralihkan sekilas dengan suara ponsel miliknya yang tergeletak di atas tempat tidurnya bergetar berbunyi .
Alarm .
Iya ,suara itu adalah suara alarm ponsel Nathan yang menunjukkan pukul 03.45 subuh. Nathan segera mematik alarm ponsel ,ia segera membereskan buku-buku untuk jadwal sekolah hari ini .
++++++
Pukul. 04.25
Senin.
Disinilah pemuda itu sekarang .Selepas sholat subuh pemuda itu kini di sibukkan dengan peralatan dapur .
Pagi ini pemuda yang masih mengenakan pakaian yang sama tengah sibuk membuat makanan untuknya sarapan pagi .
Sup tahu daun bawang ,dengan sosis goreng ,dengan pelengkap nasi hangat yang masih ada di dalam rice cooker .Menu sarapan pagi Nathan hari ini .
Setelah semua sudah matang ,pemuda baju lengan panjang itu beranjak naik kembali ke lantai atas dengan lari kecilnya ia menaiki anak tangga rumahnya .
+++++++++
pukul 05.39
Pemuda dengan seragam sekolah lengkap berjalan kecil keluar kamar tidurnya dengan menenteng tas warna hitamnya .
"Makan dulu, Ken." Suruh Yoshi yang tegah di sibukkan dengan peralatan alat masak di dapur .
Seperti biasa ,Kenji hanya diam tanpa membalas perkataan ayahnya .Ia berjalan kecil masuk ke dapur di mana ada meja makan yang tidak terlalu besar di sana yang sudah dipenuhi dengan beberapa makanan .
Yoshi yang menyadari kedatangan putranya ."Mau dibawakan bekal?".Tanyanya sembaring fokus mencuci wadah kotor di wastafel .
"Tidak." Balas singkatnya tanpa memperhatikan ayahnya .
Yoshi yang sudah berpaling menatap putranya yang tengah makan ."Yasudah kamu makan yang banyak saja ."Dengan menyungging senyum tipisnya.
Selesai makan sedikit makanan di atas meja .Kenji bergegas beranjak dari tempat duduknya ,ia bawa tasnya ."Saya berangkat."Pamitnya kepada ayahnya yang tengah sibuk membereskan rumah .
Yoshi mengangguk ringan sembaring berkata ."Hati-hati dijalan ."
"..Atau mau ayah antar saja?". Lanjutnya bertanya .
"Tidak perlu ."Tolaknya langsung beranjak pergi setelah selesai menegakan sepatu sekolahnya .
++++++++++
Pukul 06.30
Mulai hari kemarin Nathan menjadi lebih senang berangkat ke sekolahnya dengan mengendarai sepeda .
Seperti sekarang ,ia ayunkan medal sepedanya berlahan keluar perumahan elit tempat tinggal. Di ujung perempat jalan, ia sudah ditunggu dengan Benji yang kemarin mengajaknya untuk berangkat bersama-sama ke sekolah .
Nathan hentikan laju sepedanya tepat didepan Benji berdiri.
"Turun biar gue yang bonceng.*Suruh nya melihat Nathan .
Dengan ragu-ragu."Bang Benji bisa naik sepeda kan?".Tanya Nathan sebelum turun dari sepedanya .
"....Kalau tidak bisa biar saya saja yang bonceng."Lanjutnya cepat, karena seingat nya. Dalam mimpi buruknya kemarin Benji tidak dapat mengendarai sepeda angin.
"Bisa dikit-dikit." Balas enteng Benji tanpa berpaling melihat lawan bicaranya .
Benji taruh tasnya di atas ranjang sepeda Nathan .Dengan pasrah Nathan mengalah, ia beralih duduk di bonceng belakang ,dan Benji mulai menaiki sepeda Nathan .
Nathan mengalah karna tidak ingin pagi-pagi sudah berdebat dengan monster ,ia juga tidak ingin harinya menjadi lebih buruk lagi .
Benji mulai mengayun medal sepeda Nathan ,dengan kecepatan sedang ia mengendarai sepada Nathan pergi berangkat sekolah .
Di tengah perjalanan, Nathan yang duduk di boncengan belakang ."Bang Benji bisa naik sepeda ternyata. "Ucapnya. Dan dengan senyum sumringah."Wahh beneran cuma mimpi tai."Umpatnya membatin.
"Hem ,gini-gini gue juga pernah belajar naik sepeda .Emang lu pikir gue tidak bisa naik sepeda?". Balas ketus Benji yang fokus dengan jalanan didepannya .
"Hehehh ,iya ." Nathan terkekeh kecil ,sembaring terus mengingat-ingat mimpinya kemarin saat pertama kali dibonceng Benji dan hampir nyungsep.