
Osaka
pukul 04.35
Kamis.
Pemuda yang masih mengenakan piyama dengan celana pendek ,berlarian kecil ke sekeliling dapur .Pemuda itu sibuk membuat sarapan pagi untuknya makan pagi nanti.
Sesaat kemudian ,dengan langkah kecilnya pemuda yang sudah selesai membuat makanan di dapur berjalan menaiki tangga rumahnya .Ia kembali kemar nya untuk segera bebersih dan bersiap mengenakan seragam sekolahnya.
Pemuda yang sudah mengenakan seragam sekolahnya dengan rapi ,kini melangkahkan kaki jengkel kembali berjalan kecil menuruni anak tangga rumahnya .
Pemuda itu menaruh tas ransel yang ia tenteng di kursi meja makan .Setelah itu ia dudukkan pantatnya di atas kursi sembaring mulai menikmati menu makanan sarapan paginya yang sudah tertata di atas meja makan.
Tiing....Tingg.....
Suara ponselnya yang berbunyi di kantung saku celana panjangnya membuat pemuda itu menghentikan aktivitas sejenak .Iya ambil ponselnya, lalu ia menggeser gagang telfon yang bergetar di sana .
Tersambung .
*Pagi dik ."
Sapa Riska di seberang sana ,orang yang menelfon Nathan .
*Pagi, kak. Maaf kemarin Nathan tidak sempat telfon kak Riska ."
*It's okay, dik."
*.....Kamu mau berangkat sekolah?."
Lanjutnya bertanya di seberang sana .
*Iya ini ,tapi lagi makan ."
*Dik!".
*Iya."
*Untuk beberapa bulan ini ,kamu jangan telfon kakak duluan ,kakak banyak pekerjaan yang harus kakak urus."
*.....Tapi nanti kakak akan tetep telfon kamu duluan ,dik."
Nathan membuang nafasnya dengan sedikit kasar .
*Hemm ,emang kakak sibuk sekali beberapa bulan ke depan ?".
*Iya ,maaf ya .Kamu jangan marah ,dan tidak perlu khawatirkan kakak, kakak akan tetap jaga kesehatan disini. "
Dengar nada suara yang sedikit tidak suka Nathan membalas.
*Hem ,kak Riska kan sering lupa makan kalau sudah sibuk bekerja ."
Riska terkekeh pelan di seberang sana .
*Hehh ,tidak dik .Kakak janji akan jaga kesehatan ."
*.......Sudah dulu dik ,kakak mau berangkat kerja ."
*Iya ,hati-hati di jalan kak."
Balas Nathan yang panggilan telfonnya langsung di matikan sepihak dengan kakaknya di seberang sana .
Nathan melihat layar ponselnya cukup malam."Semoga perlindungannya selalu bersama kak Riska."Ucapnya .
++++++++
Sesaat kemudian Nathan yang sudah selesai dengan semuanya. Bergegas beranjak keluar rumah .
Di luar rumah ,Nathan silangkan kedua tangannya."Aji**mm dingin!".Ujarnya kembali masuk ke dalam rumah .
Nathan kembali keluar rumah dengan menegak jaket warna birunya sebagai penambah menutupi jas sekolahnya yang belum mengatasi hawa dingin.
Sudah pukul 06.30
Nathan sudah berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepedanya seperti biasanya. Sesampainya di perempat jalan biasnya .Nathan memberhentikan laju sepedanya .Manik hitam lekatnya kini terfokus melihat sekeliling ,terutama ke arah gang rumah Benji .
"Bang Benji tidak masuk sekolah. Kenapa dia belum datang?ini sudah setengah enam."Ucap Nathan bergumam sendiri .
Akhirnya Nathan memutuskan untuk pergi dari sana ,meninggalkan Benji yang belum datang. Ia memutuskan untuk berangkat ke sekolah seorang diri.
+++++++++++
Pukul 11.30
Jam makan siang telah tiba .Hiroyuki yang baru selesai mengumpulkan buku tugas teman-temannya .Menghampiri Nathan yang terdiam membungkuk di atas meja ,ia tertidur di tempat duduknya .
"Nat!". Panggilan yang fokus dengan lawan bicara.
Nathan mendongak malas ,melihat seseorang yang memanggil namanya ."Hem!".
"Ke Kantin, Nat." Ajak Hiroyuki yang masih sama fokus dengan lawan bicara .
"Yok." Balas Nathan yang langsung beranjak dari tempat duduknya .
Hiroyuki dan Nathan segera bergegas pergi dari sana meninggalkan kelas 10 C .Kedua pemuda itu melangkah perlahan meninggalkan ruang kelas mereka untuk pergi ke kantin sekolah .
Sesampainya di kantin ."Duduk sana, Nat."Ajak Hiroyuki yang berjalan mendahului Nathan .
Hiroyuki berjalan menghampiri tempat duduk Ryo ,yang duduk sendirian di sana dengan beberapa makanan tentunya .
Hiroyuki yang sudah mendudukkan pantatnya di atas tempat duduk ."Benji tidak masuk?".Manik hitamnya yang terfokus dengan lawan bicaranya .
Ryo yang fokus dengan makanan di depannya."Tidak." Balasnya.
"........Mungkin dia bertengkar lagi." Lanjutnya yang masih di posisi yang sama .
Nathan yang menyimak percakapan mereka berdua sejak tadi ."Sama siapa?".Sautnya.
"Biasa."Balas Hiroyuki yang kini maniknya terfokus dengan Nathan .
"Benji belum cerita apa-apa?". Saut Ryo yang kini manik coklat terfokus dengan Nathan .
Nathan menggeleng ringan ."Tidak."
"Oh."
".....Nanti pulang sekolah ikut kita saja ."Lanjutnya yang masih di posisi yang sama.
Nathan sedikit terdiam sebelum menyetujuinya."Okeh."
+++++++++++++
Pukul 13.45
Jam pelajaran sekolah telah usai ,semua murid-murid tegah berkemas .Tak terkecuali Nathan yang segera megamas buku-bukunya ke dalam tas ranselnya .
Hiroyuki yang sudah selesai duluan ."Ayo Nat."Ajaknya .
Nathan mengangguk ringan ,lalu beranjak mengikuti langkah kaki Hiroyuki yang sudah berjalan mendahului dirinya .
Hiroyuki yang sudah berjalan beriringan dengan Nathan ."Nanti bawa saja sepeda lu ,nanti gue bantu nuntun sama Ryo ."
Nathan hanya terdiam sembaring mengangguk ringan membalas perkataan Hiroyuki .
++++++++
Ketiga pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah yang sama berjalan beriringan di atas trotoar pejalan kaki .
Ketiga pemuda itu sama-sama hening ,tidak ada satu pun dari mereka yang membuka suara .Sampai langkah mereka terhenti di parkiran penitipan sepeda .
"Taruh saja sepeda lu di sini, nanti kalau mau pulang lu ambil ."Kata Hiroyuki yang kini manik hitamnya terfokus dengan lawan bicaranya.
".......Lagian jalan ini juga searah sama jalan pulang lu." Lanjutnya yang masih di posisi yang sama .
"Okeh ."Balas Nathan yang kini fokus memarkirkan sepedanya di sana.
Selesai memarkirkan sepedanya dengan benar. Nathan kembali melanjutkan jalanan bersama Ryo dan Hiroyuki .
Sampai sesaat kemudian langkah ketiga pemuda itu terhenti di depan stasiun kereta.
Dari atas eskalator pemuda yang masih berseragam sekolah,melambai-lambaikan tangan kanannya ke arah ketiga pemuda tadi."Hoy ."Ujar Pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah namun berbeda dengan seragam sekolah yang di kenakan ketiga pemuda tadi .
"Lama lu ,Han." Ucap Ryo kepada pemuda yang masih berjalan kearah mereka .
"Maaf ,gue tadi ada praktek tambahan." Balas Hanaki Ilyushin Pemuda yang sudah berdiri di depan ketiga pemuda tadi .
*Hanaki Ilyushin ,atau Han .Pemuda yang bermodel rambut the fringe cut dengan tinggi badan di atas rata ini ,adalah salah satu sahabat dekat Hiroyuki .Hanaki tidak satu sekolah dengan Hiroyuki .la sekolah SMK sementara Hiroyuki sekolah SMA .Sekolah yang berbeda .
Hanaki adalah salah satu teman pria Hiroyuki yang sangat ahli membuat desain pakaian ,sampai menjahit menjadi baju yang bagus ,dan cukup dikenal di sekolah SMK nya sebagai raja benang .*
"Homm." Dehem Ryo .
Keempat pemuda itu kembali berlalu pergi meninggal are stasiun kerat itu .Di tengah perjalanan mereka ,Hanaki yang belum mengenal Nathan terus sesekali memperhatikan Nathan.
Hanaki yang berjalan beriringan dengan Nathan ,melihat sekilas ke Nathan dengan berkata ."Kamu siswa baru di sekolah Hiro?".
"Hem." Dehem Nathan dengan menggangguk ringan .
"Nathan bukan nama kamu?". Tanya Hanaki yang masih berjalan beriringan dengan Nathan .
"Iya ,dari mana bisa tahu nama gue?". Balas Nathan yang kini fokus kepada lawan bicaranya.
"Bang Benji." Balas Hanaki yang kini fokusnya melihat jalanan di depannya .
+++++++++
Setelah perjalanan yang cukup lama ,ke empat pemuda tadi yang kini sampai di depan rumah tradisional Jepang yang kosong yang ada di salah satu taman kota.Tidak terlalu jauh dari depan rumah itu ada kursi panjang yang terbuat dari kayu .
Di sana lah Benji duduk melamun menunggu ke empat temannya datang ke sana .
Sementara itu ke empat pemuda tadi yang sudah sampai di sana segera berjalan mendekati Benji yang tengah menunggu mereka ber empat .
Nathan yang tengah berjalan bersamaan dengan ke dua temannya Hiroyuki."Bang Benji!".
Setibanya didekat Benji."...... Kenapa tadi tidak masuk sekolah?". Nathan yang kini fokus dengan lawan bicaranya.
"Ingin bolos."Balas Benji menatap Nathan dengan arti yang berbeda dengan jawabannya.
"Jadi bagaimana, Hiro?". Saut Ryo yang kini sudah terduduk di kursi panjang tadi .
Ke lima pemuda itu melanjutkan percakapan mereka membahas sesuatu sampai hari menjelang sore .Ke empat pemuda itu tetap fokus mengobrol ,sangat serius sampai tidak menyadari jika hari sudah menjelang sore .
++++++++++
Pukul 17.30
Di sinilah Nathan sekarang ,berjalan pulang bersama dengan Benji yang rumahnya searah dengan Nathan .
"Ke parkiran sepeda dulu bang ,bentar." Kata Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
Benji yang berjalan sejajar dengan Nathan."Hem ,besok tidak perlu nunggu gue, Nat .Besok gue belum tentu masuk sekolah."Ucap Benji tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.
"Kenapa?".Tanya Nathan yang kini terfokus melihat lawan bicaranya dengan penuh pertanyaan.
Benji terdiam sesaat .Lalu masih dengan posisi yang sama ."Banyak pekerjaan di rumah ,gue mau bantu-bantu di rumah lebih dulu."Balasnya.
"Ehm." Nathan dengan memayungkan bibi bawahnya ke atas .
Nathan sedikit tidak percaya dengan jawaban Benji .Benji seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang Nathan tidak ketahui .Akan tetapi Nathan memutuskan untuk tetap terdiam ,ia tidak ingin mengungkapan pertanyaan kembali kepada Benji yang terdiam sembaring tadi .
Benji hanya membuka suara saat Nathan bertanya ,itu pun memerlukan waktu sedikit lama untuk Benji merespon menjawab pertanyaan dari Nathan .
++++++
Selepas mengambil sepeda. Nathan yang sekarang di bonceng Benji yang mengendarai sepedanya .Melanjutkan perjalanan pulang mereka .
Awan hitam mulai mendominasi di atas sana, menutupi langit biru, seakan sebentar lagi akan ada badai hujan deras yang akan mengguyur daerah tersebut.
Akan tetapi, Benji tetap mengayun sepeda Nathan dengan kecepatan rata-rata. Seakan ia tidak perduli ,jika sebentar lagi hujan akan turun .
Sementara itu, Nathan hanya terdiam .Fokusnya terfokus melihat hamparan rerumput di seberang taman saja .Yang tidak terlalu jauh dari ia sekarang menaiki sepeda .
Nathan menatap kosong ke sana ,seakan sedang memikirkan sesuatu yang tidak bisa ia lihat atau dapatkan saat ini .
Beberapa waktu kemudian ,sampailah mereka berdua di perempat jalanan biasanya .Seperti biasa Benji turun di sana ,sementara Nathan mengambil ali mengendarai sepedanya sendiri .
Benji yang sudah turun dari sepeda Nathan."Duluan, Nat." Pamit Benji beranjak pergi dari sana .
Nathan menggangguk ringan ,sembaring bersiap mengayun medal sepedanya kembali .Untuk segera berlalu pergi dari sana .
++++++++++
Pukul 19.20
Selepas mandi dan berganti pakaian .Kini pemuda yang mengenakan celana panjang traning black ,dam atasan kaos biru tengah di sibukkan dengan alat-alat masak di dapur.
Seperti hari-hari biasa .Nathan di sibukkan membuat makan malam untuk dirinya sendiri di dapur .
Sementara di dalam Nathan di sibukkan memasak makanan malam .Di luar rumahnya, kini tengah hujan sangat deras .
Sambil fokus memasak Nathan bergumam ."Semoga besok hawanya tidak dingin .Hujan lekas redah."Merenggut tidak suka .
Nathan tipe pemuda yang tidak suka ribet dengan model pakaian yang ia kenakan .Akan tetapi ,jika hawa dingin merambah. Dia di paksa untuk berpakaian dingin yang berlapis-lapis itu .Itu sangat merepotkan. Tapi ,jika ia tidak memakai pakaian hangat makah dirinya akan ke dingin dan ia benci dengan hawa dingin .
Merepotkan sekali, tapi terkadang ia juga tetap memaksa untuk tetep memakai pakaian hangat dari pada harus mati menggigil kedinginan.
++++++++
Sesaat kemudian Nathan yang telah selesai memasak makan malam ,segera menyiapkan makanan itu di atas meja makan yang tidak terlalu jauh dari dapur tempatnya masak.
Selesai itu ia dudukkan pantatnya di salah satu kursi dekat meja makan. Nathan mulai menyuapkan sedikit-demi sedikit makanan itu ke dalam mulutnya.
Akan tetapi tiba-tiba ketengan dalam menyantap makan malamnya terganggu dengan bel pintu rumah yang berbunyi-bunyi .
Dengan kesal Nathan beranjak pergi dari meja makan ,ia berjalan mendekati pintu depan rumahnya .
Nathan lihat di layar monitor kecil yang terpasang di dinding rumahnya yang tidak terlalu jauh dari depan pintu depan rumahnya .
Terlihat di sana. Depan pintu depan rumahnya yang kosong .Akan tetapi tidak dengan depan gerbang rumahnya .Nathan melihat di layar itu, ada pemuda berjaket hitam yang tegah berdiri basah kuyup di depan gerbang rumah Nathan .Pemuda itu menakan bel rumah kembali ,sembaring mendongak melihat kamer CTV yang terpasang tidak terlalu jauh dari sana.
Nathan yang masih terfokus melihat layar monitor."Bang Benji." Seru Nathan bergegas mengambil payung .
Nathan segera membuka pintu rumahnya ,lalu mengenakan payung untuk berjalan ke depan gerbang rumahnya .Untuk membukakan gerbang ,untuk Benji yang tengah menunggunya di luar pagar rumah .
Nathan yang sudah berhasil membuka gerbang."Ayo masuk, bang."Ajak Nathan bergegas menutup gerbang rumahnya kembali sebelum menyusul Benji yang sudah berteduh di depan teras rumahnya .
Nathan yang kini terfokus dengan lawan bicaranya. "Kenapa bang Benji datang ke sini saat hujan ,bang Benji tidak takut sakit?Diluar hujan badai".Tanya beruntun sembaring membuka pintu rumahnya kembali .
Selesai melipat payungnya kembali .Nathan segera membuka pintu depan rumahnya kembali. Ia yang sudah berhasil membuka pintu rumahnya membuang nafasnya dengan kasar ,dikala Benji hanya terdiam tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan mulutnya.
Maniknya yang terfokus dengan lawan bicaranya."Masuk Bang di luar dingin."Nathan yang mempersilakan Benji untuk masuk ke dalam rumahnya lebih dulu .
Benji mengangguk ringan sembaring melepas tas ransel yang ia bawa ,kakinya melangkah masuk ke dalam rumah Nathan. Nathan yang sudah menyusul masuk ke dalam ,segera fokus mengunci pintu rumahnya kembali .
Benji yang sudah di dalam rumah Nathan, ia masih berdiri di depan pintu rumah Nathan. Manik hitamnya terfokus melihat sekeliling ruang tamu Nathan yang sangat luas dan sunyi ."Lu tinggal seorang diri?".Tanyanya tanpa berpaling melihat Nathan.
Nathan yang sudah selesai mengunci pintu depan rumahnya ."Amehem ,iya ."Balasnya sedikit berdehem.
"Ayo masuk saya akan antar ke kamar mandi untuk ganti baju basah itu."Kata Nathan berlalu pergi tanpa berpaling melihat raut wajah Benji .
"..... Bang Benji harus segera ganti baju ,baju bang Benji basah semua, nanti sakit besok siapa yang bantu-bantu di rumah, bang Benji ."Lanjut Nathan dengan posisi yang sama.
Benji yang masih menenteng tas ranselnya ,berjalan mengikuti langkah kaki Nathan yang menaiki tangga rumah. Setibanya di dalam kamar kosong yang tetap tertata rapi ."Bang Benji tidur di sini saja ,di dalam juga sudah ada kamar mandinya ."Nathan yang membuka pintu kamar itu .
".......Jika perlu apa-apa nanti ,panggil saya saja ,kamar saya ada di sebelah ." Lanjutnya yang fokus dengan lawa bicaranya.
Masih dengan posisi yang sama ."Saya turun dulu ,bang ."
Bang Benji mengangguk ringan ."Terimakasih ,Nat ."
Nathan hanya mengangguk ringan sembaring menyungging senyumnya .
Selepas kepergian Nathan ,Benji segera beranjak masuk ke dalam kamar yang di tunjukan Nathan tadi.
Sementara itu dilantai bawah .Nathan segera mengeringkan lantai basah tadi dengan alat pel sebelum Benji keluar kamar .
Sesaat kemudian, setelah selesai mengeringkan lantai. Nathan kini disibukkan di dapur ,membuat minuman hangat .
Benji yang sudah selesai berganti pakaian ,beranjak turun ia cari keberadaan Nathan .Ia masuk ke dapur di mana lampu dapur yang menyalah .
Nathan yang menyadari ke datangan Benji membalikan badannya dengan membawa banci berisi air panas ."Duduk bang, saya buat minuman hangat."Nathan yang fokus menuang air panas ke dalam gelas .
Nathan aduk gelas yang sudah berisikan air hangat ,lalu ia berikan kepada Benji yang sudah duduk di salah satu kursi .
"Bang Benji mau makan, biar saya ambilkan piring?".Tawar Nathan kepada Benji .
Benji yang sudah menggenggam gelas keramik yang diberikan Nathan ."Tidak Nat ,makan saja."
"Okeh." Balas Nathan sedikit tidak enak melanjutkan makanan di depan tamunya yang tidak ikut makan .
Sembaring mengunyah makanannya ."Bang Benji kenapa kesini saat diluar sedang turun hujan deras?Kenapa tidak besok saja?".
Benji terdiam sejenak fokusnya melihat ke dalam gelasnya. "Nat ,boleh saya menginap disini untuk semalam saja?". Tanya Benji tanpa menjawab pertanyaan Nathan lebih dulu.
Nathan yang fokus dengan makanannya ."Boleh ,biar sesekali rumah saya rame ."Balas Nathan dengan menyuapi makanan lagi ke dalam mulutnya.
"Keluarga kamu kemana ,kenapa hanya tinggal seorang diri disini ?". Tanya Benji yang kini fokus memperhatikan Nathan.