
Osaka
Pukul. 21.09 Malam
Selasa
Akhirnya setelah berlari menempuh perjalanan cukup jauh .Nathan ,Kenji, dan Ryo sekarang dapat beristirahat dengan tenang .Mereka bertiga duduk di kursi panjang kemarin .Kursi yang dekat dengan bibir sungai.
Ryo duduk di antara Nathan dan Kenji dengan selebar kipas dalam genggaman tangannya yang ia kibas-kibaskan kekiri-kekanan .
Iya, Nathan lah yang membawakan kipas lipat itu untuk Ryo .Karena Nathan tahu betul kalau Ryo pasti akan gerah dengan pakaian wanita ini.
Ryo tanpa menghentikan aktivitas nya."Gue sudah mengetahui sedikit rencana berikut nya mereka."
Baik Nathan ataupun Kenji langsung terfokus dengan si pembuat topik obrolan.
"Mereka menyusun rencana untuk menyakiti cewek yang selalu dekat dengan Benji. Agar Benji terpancing emosi dan marah .Hiroyuki tau betul kalau Benji marah selalu berbuat nekat. Dan akhirnya Benji akan langsung menyuruh anak-anak Hiryonji menyerang Monsutafaia.....Karena tujuan CB bukan hanya kehancuran Hiryonji tapi juga kehancuran Monsutafaia yang sekarang katanya tidak ada ketua .Maksud gue ketua mereka di kabarkan menghilang ."
Nathan mengerutkan keningnya."Maksudnya?Tidak mungkin Yuki menyetujui rencana ini. Bang Benji kan sahabat akrab nya dari kecil ."
Ryo menghela nafas panjang nya ."Hiro menyetujuinya Nathan."Ucapan yang membuat Nathan sedikit terkejut.
".........Hiro justru sangat mendukung rencana ini .Karena ia juga ingin geng Hiryonji hancur. Ia ingin geng Hiryonji segera bubar secepat nya."
Melihat Nathan dan Kenji berganti."Sama seperti kalian berdua, gue yang pertama kali dengar tadi juga sangat terkejut ."
Setelah sesaat terdiam Nathan bertanya."Siapa wanita yang biasanya bersama Bang Benji?".
Ryo yang sudah terfokus pada Nathan ."Lu tidak tau adik sepupu Bang Hanam .Lu kan dekat sekali dengan bang Hanam."
"Bang Hanam punya sepupu?".Nathan yang justru bertanya balik kepada Ryo .
Kenji dengan muka datarnya."Jika bicara dengan kecebong jangan terlalu bertele-tele, mode kerja otaknya cukup rumit ."
"Bang**sat!".Umpat Nathan .
Ryo yang menyadari bahwa setelah ini pasti akan terjadi perkelahian."SUDAH STOPP!". Tegasnya.
Terfokus pada Nathan .".....Bang Hanam punya sepupu. Namanya Velesia Zivanna, dia satu kelas dengan Benji .Kelas bahasa ."
".....Rambut hitam lekat panjang, bola mata biru ,tidak terlalu tinggi ,senyumnya manis....Wah!!! anjay."Ryo membayang-bayangkan sosok Zivanna.
"Yaelah lengkap bener!".Sindir Nathan melihat kearah lain .
"Maklum Nat, dia cantik .Tapi masih tetap kalah dengan kecantikan gue ."Ryo mengibaskan rambut pirang terurai panjang nya, agar terlihat mempesona .
"Bener sekali, cantikan juga almh ibu ."Timpal Kenji .
Muram merasa paling tertindas."Kalau soal itu mana bisa gue tandingin ,gue kan cowok o'on."
Membulat manik hitam lekat nya."Eh iya!Dia kan cowok. Gue hampir saja menganggap lu cewek ,o'on."Nathan sembaring menahan tawa kecilnya .
Mendengar itu Ryo semakin tersenyum masam .Memasang ekspresi wajah layaknya dia lah orang yang paling sangat tertindas di muka bumi ini .
Sementara Kenji .Jangan bertanya lagi bagaimana keadaan sekarang. Karena setelah mendengar ucapan Nathan barusan .Kenji langsung tertawa terbahak-bahak. Sampai berlutut-lutut di samping kursi ini menahan kaki lemas nya .
++++++++
Pukul. 22.36 Malam
Setelah usai dengan candaan di tempat tadi .Dan kembali serius untuk membahas rencana selanjutnya .Akhirnya setelah usai berdiskusi ketiga pemuda ini memutuskan untuk segera kembali Rumah Nathan .
Ryo ikut kembali ke sana .Karena semua pakaian sekolah nya tadi masih tertinggal di sana .Di tambah lagi ia juga harus membersihkan penampilan ini untuk kembali lagi menjadi Ryo sejati .
++++
Selang beberapa waktu kemudian. Setelah kepulangan Ryo dari kediaman rumah Nathan .Baik Nathan ataupun Kenji langsung melesat ke dalam bilik kamar tidurnya masing-masing.
Akan tetapi beberapa saat berlalu, tiba-tiba saja suara ketukan pintu dari luar kamar Kenji terdengar .
Kenji yang sudah di mode rebahan untuk merilekskan keadaan perutnya yang sempat meronta-ronta kembali, tadi .Dengan terpaksa ia harus bangun untuk membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam ini .
Nathan berdiri di luar pintu dengan nampan makanan dalam genggaman kedua tangannya."Dimakan Ken, gue sudah buat ini susah-susah."Jutek Nathan .
Menerima nampan ini."Arigato."
"Hem."
Menghentikan langkah Nathan yang hendak pergi."Lu tidak makan?" .
"Gue sudah duluan ,gue nunggu lu turun dari tadi .Tapi karena lu tidak turun-turun gue duluan makan."Berjalan ke arah bilik kamar nya sendiri."....Yasudah gue mau belajar dulu."Pamit Nathan sebelum hilang tertelan pintu kamar tidurnya.
Sementara Kenji yang masih loading memperhatikan."Arigatogozaimashita cebong ."Menyungging senyum tipis sebelum berlalu masuk ke dalam kamar untuk menikmati menu makan malam ini .
Satu mangkuk bubur ayam panas sederhana buatan Nathan.