My Salvador

My Salvador
Eps.145 Welcome to Indonesia



Indonesia


Pukul. 04.20 Menjelang Pagi .


Minggu


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama ,karena Riska mengunakan pesawat priv yang dapat mempersingkat waktu .Pukul tiga pagi pesawat priv nya sudah mendarat di bandara Indonesia .


Riska segera beranjak dari tempat duduknya di saat pesawat sudah berhenti dengan baik .Ia mengemas barang-barang yang harus ia bawa turun di bantu oleh pramugari piv pesawat keluarga nya .


Di saat ia sibuk membereskan ini .Salah seorang pramugari penjaga depan menyusulnya ke tempat barang ."Pemisi, Nona ."


Riska yang merasa terpanggil netranya langsung terfokus kepada pramugari itu .


Pramugari yang mengajak jarak pandang matanya ini .Kembali berucap ."Dua tuan muda tadi dan adik Nona masih tertidur....". Langsung memotong ucapan pramugari ini ."Langsung bangunkan mereka ."


Riska yang kembali terfokus dengan satu pria dan satu wanita (pramugari)yang akan mengangkat barang-barang nya."Langsung masukkan mobil."


"Baik, nona ."Keduanya langsung berlalu pergi .


Tidak langsung ikut keluar. Riska justru kembali masuk kedalam lobi pesawat untuk menyusul pramugari tadi .


Di kamar di mana tiga pemuda malas ini masih tidur dengan nyenyak nya ."Jika kamu bangunkan hanya dengan menggoyangkan tubuh adik saya seperti itu .Dia tidak akan bangun sampai tahun depan ."


"H?".Gumam Pramugari ini mengambil langkah mundur untuk memberi ruang Riska yang ingin mendekat ke ranjang tempat tidur .


Selimut tebal yang terbuka paksa .Wekkk......Brakkkk.....Suara nakal meja kecil dekat tempat tidur .Yang di sambung dengan suara tegas Riska ."BANGUN!BANGUN!".


Tidak butuh waktu lama untuk ketiga pemuda ini bangun .Bahkan Kenji sudah bangun lebih dulu dari Nathan dan Jovan di awal selimut terbuka .Yang membuat tubuh duduk tersandar di jendela pesawat .Tidak jauh berbeda dengan Kenji .Jovan pun sudah terbangun. Namun tidak dengan kelopak mata nya yang masih melekat kuat .


Sementara Nathan .Dia sudah bangun .Namun kembali tidur lagi ,ia hanya bangun membuka mata sejenak saat terdengar suara keras yang kakaknya buat .Tapi ia tetap tidak bangun untuk duduk melainkan kembali tidur memejamkan matanya kembali .


"Kalian berdua cepat cuci muka dan turun...",atensi kepada pramugari,"antar mereka."


"Baik nona, permisi ."Pramugari ini berlalu di ikuti Jovan dan Kenji .


Mendudukkan paksa tubuh adiknya ."Ayo bangun ,dik .Kata mau ke makam ayah bunda."


Merengek khas bayi yang tidak mau bangun."Hemm....nanti."


"Mau bangun atau..."Tegas Riska yang tidak perlu basa basi suara kalem lagi .


Meraba-raba berusaha untuk lekas bangun."Ba..bangun, ban...gun."


Jovan dan Kenji sudah di luar pesawat .Keduanya hanya tinggal menunggu Riska dan adiknya yang nakal heheh....


Riska yang sudah hendak melangkah keluar pesawat melihat adiknya yang kembali tidur terduduk memeluk tas ransel hitam ."Nathan mau...".


Mendengar suara tegas kakaknya .Nathan langsung beranjak dari tempat duduknya .Walaupun dengan kedua kelopak mata yang masih sulit terbuka .Ia yang berjalan melewati kakaknya berdiri menunggu di ambang pintu pesawat."Bangun Kak, bangun ,tidak perlu marah, Oky."Berlalu turun lebih dulu .



"Lihat wujud asli anak sultan itu."Gumam Jovan kepada Kenji .Fokus pada Kenji yang hanya diam saja ."Lu ngerti yang gue ucapkan?".


"Cuma ngerti lihat wujud ."Balas Kenji dengan polosnya .


Masih dengan mata terpejam Nathan menghampiri dua sahabat nya ini ."Kalian langsung masuk mobil saja .Saya ada urusan sebentar."Suruh Riska kepada tiga pemuda ini.


"Mau kemana kak?".Tanya Nathan yang sudah terfokus kepada kakaknya yang hendak masuk mobil lain .


"Ada urusan sebentar....kamu jangan aneh-aneh mainnya .Antar Kenji saja ke rumah biar dia istirahat."Atensi yang terfokus kepada adiknya.


"Hem."


Riska berlalu pergi meninggalkan bandara dengan menggunakan mobil bersama dengan Panji .


Next....


"Langsung ke rumah, ngantuk."Nathan melengos lebih dulu masuk ke dalam mobil .Duduk di kursi penumpang depan .


Menghentikan pintu mobil yang mau di tutup Nathan."Terus gue, lu tidak mau antar gue pulang."Jovan nada suara tinggi.


Kedua kelopak mata yang masih sulit terbuka lebar."Bilang sama supir jangan ke gue bang**sat .Minggir bang**sat, ngantuk."Nathan merebut dan menutup paksa pintu mobil .Brakk...


"Aaahhh....".Hembusan panjang kasar Jovan .


Kenji yang sembaring tadi hanya bisa menyimak tanpa begitu mengerti dengan obrolan dua pemuda didepannya ini .


Membuka kasar pintu tengah mobil .Jovan langsung melengos masuk .Menatap dingin Kenji yang masih di luar ."Masuk."


"Oh...ehm..".Kenji yang menyusul Jovan duduk di kursi penumpang tengah mobil.


Sudah di dalam mobil ."Pak Tedi antar ke rumah ku ."


"Baik, den Jovan."


+++++


Kenji yang baru saja ingin bicara tiba-tiba harus terhenti oleh telunjuk panjang Jovan yang terangkat. Jovan mengeluarkan ponsel."Understand English?".


"Iya."Balas Kenji.


"Speak Japanese with this phone".Kata Jovan memberikan ponsel dan menunjukkan beberapa cara mengunakan aplikasi terjemahan di ponselnya.


( Bicara bahasa Jepang dengan ponsel ini. )


Kenji mengangguk ringan."Kita mau kemana?".Tanya Kenji dalam bahasa Jepang.


Jovan membalas dengan bahasa Inggris."Rumah gue."


"Oh. Tidak ke rumah Nathan?".Kenji berbicara dalam bahasa Indonesia.


"What?Lu bisa bahasa Indonesia?".Jovan yang terlanjur kesal dengan keribetan barusan.


"Ya, dikit-dikit ."Kenji menyesuaikan posisi nyaman di dalam mobil ini .


Jovan mencoba menenangkan diri dengan memejamkan kedua matanya .Berbeda dengan Nathan yang sudah mimpi indah ,entah sudah sampai mana sekarang.


"Oya dia Pak Tedi, supir pribadi rumah Nathan."


"Salam kenal pak, saya Kenji."Kenji tersenyum ramah tanpa mengubah posisi duduk nya.


Melihat dari kaca kecil di atasnya sekilas ."Iya ,salam kenal den Kenji ."Balas pak Tendi menyungging senyum hangatnya.


+++++


Pukul. 08.00 Pagi


Pukul delapan pagi .Mobil milik keluarga Nathan berhenti di depan rumah besar nuansa modern yang dominan warna putih abu-abu.


"Den Jovan sudah sampai."Kata Pak Tedi membuat Jovan langsung terbang dari tidurnya.


Membuat matanya berlahan-lahan terbuka .Setengah sadar Jovan melepas sabuk pengaman nya ."Gue duluan."Pamitnya kepada Kenji .


Beranjak keluar dari dalam mobil ."Makasih pak."


"Sama-sama, den."Pak Tedi kembali menyalahkan mesin mobil untuk langsung melanjutkan perjalanan kembali ke tujuan akhir kediaman keluarga Nathan .


Selama perjalanan .Di dalam mobil sangat hening ,karena si biangkerok masih terlelap dalam mimpi sampai sekarang. Kenji sendiri ,yang sejak awal perjalanan masih terjaga .Atensi sepasang matanya sembaring tadi memperhatikan pemandangan luar jendela mobil .


Menikmati perjalanan dengan memperhatikan lingkungan sekitar Indonesia tentunya .


Pak Tedi yang memperhatikan sekilas Kenji dari kaca kecil yang terpasang di atasnya ."Den Kenji teman den Nathan dari Jepang."


Fokus kepada sumber suara."Iya, pa..pak."Sedikit gugup dengan bahasa Indonesia nya .


"Mau menginap berapa lama, Den?".


Kenji yang berusaha menterjemahkan ,terdiam loading cukup lama tidak membalas pertanyaan pak Tedi .Sampai sebuah suara berucap dengan menggunakan bahasa Jepang."Pak Tedi tanya .Lu mau menginap berapa lama di Indonesia?".Kata Nathan menterjemahkan.


Entah sejak kapan Nathan bangun. Yang jelas apa yang Nathan ucapan sangat membantu Kenji yang masih kurang faham Bahasa Indonesia.


"Oh, cuma dua hari pak."


Tanpa mengubah posisi duduk nya."Kak Riska bilang gitu?".Kini Nathan yang bertanya kepada Kenji .


"Hem."


Hening kembali .Dan keheningan ini berlangsung sampai di kediaman rumah keluarga Nathan .


Melihat mobil yang sudah berhenti dengan baik di depan pekarangan rumah .Baik Nathan dan Kenji segera beranjak dari dalam mobil .Begitu juga dengan pak Tedi yang membantu menurunkan barang-barang bawaan dari dalam garasi mobil .


Mengambil tas ransel nya sendiri."Biar....".Di sambung oleh Nathan ."Biar kami bawa sendiri pak, terimakasih. Pak Tedi istirahat saja ."


"Baik ,Den ."


Setelah bercakap singkat itu Nathan langsung melengos berjalan ke pintu depan rumah nya membawa tas ransel juga koper besar milik kakak perempuan nya .Yang di iku oleh Kenji yang menarik koper kecilnya sendiri .


Setibanya di depan rumah .Nathan langsung di sambut oleh bi Rani .Asisten rumah Nathan sekaligus orang yang merawat Nathan dari kecil .Bi Rani terlihat sangat merindukan Nathan ,itu terlihat jelas dari ekspresi wajah nya yang berbinar-binar .


Tanpa rasa ragu .Nathan merentangkan kedua tangannya untuk membiarkan Bi Rani memeluknya."Bi Rani tidak mau peluk nihh."


Bi Rani langsung memeluk erat Nathan ."Bibi sangat kangen sekali sama Den Nathan .Den Nathan sehat-sehat saja kan di sana?Tadi kesini sudah makan belum?Den Nathan tidak pernah sakit kan?."Berlinang air mata bahagia .Bi Rani yang mengelus-elus Nathan dengan penuh kasih sayang seorang ibu.


Nathan tersenyum renyah."Bibi tidak lihat diri ini yang semakin gemuk ."Nathan menunjukkan otot lengannya."Nathan selalu sehat karena ada bibi doa yang selalu melindungi Nathan ."Ucap Nathan tersenyum hangat .


Bi Rani tersenyum manis .Beliau langsung menghapus air mata bahagia ."Mari masuk, bibi sudah bereskan kamar den Nathan ."


Bersemangat."Pasti sangat bersih dan nyaman ini."Nathan yang masih di barengi dengan senyum bahagia nya .Sampai ia hampir melupakan keberadaan Kenji .


Di ambang pintu masuk ."Astaga Bi."


"Ada apa, den?Aden sakit?".Panik khawatir Bi Rani.


"Bukan bi."Di barengi tawa renyah nya."Nathan lupa kenalin dia sama bibi ."Berganti melihat Kenji yang sembaring tadi ia abaikan.


Bi Rani ikut terfokus kepada Kenji. Kenji mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya."Saya Koya Kenji ."


Bibi yang sudah menerima sambutan tangan Kenji."Teman Aden dari Jepang?".


"Iya bi."Ucap Nathan.


"Ganteng Den."


"Ihh, bibi."Memayungkan bibir seperti biasanya.


Bi Rani yang berhasil membuat majikan ini cemburu."Hehe.....Aden tetep yang paling ganteng. Kan Aden putra bibi ."


Nathan tertawa senang. "Bibi ke dapur saja .Biar saya yang antar dia kamarnya ."


Bu Rani mengangguk ringan."Mau di buatkan apa?".


"Tidak dulu ,bi. Nanti malam saja buatkan makan malam yang spesial."


Bi Rani menyungging senyum hangat."Baiklah ,permisi."


"Ehm..".


Selepas kepergian Bi Rani .Nathan melajukan langkah kakinya kembali untuk menaiki tangga rumah dan pergi ke lantai atas lorong kamar tidur berada .Tidak lupa masih dengan Kenji yang mengikutinya dari belakang .


Selepas menunjukkan kamar kosong untuk Kenji tempati .Nathan langsung berlalu pergi ke kamar tidurnya sendiri .Ia yang sudah di dalam bilik kamarnya sendiri langsung mengunci pintu kamar nya dari dalam .


Setelah melempar sembarangan tas ransel ke atas tempat tidur .Nathan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi .Ia memutuskan untuk mandi membersihkan badannya yang sudah lengket.


++++++


Pukul. 20.23


Nathan masih duduk di tepi tempat tidur .Ia tengah sibuk mengobrol dengan seseorang di seberang sana melalui panggilan telfon yang tengah berlangsung saat ini .


...Tersambung kak Riska...


*Jadi kak Riska tidak akan pulang hari ini?".Suara nada rendah Nathan dari seberang sini .


*Saya tetap pulang, hanya saja sedikit malam .Kamu jangan tidur larut malam ,besok kita ke makam bunda dan ayah....Juga jangan bertengkar dengan Kenji ."


*Hem."


*Maaf..".


Tertawa kecil."Ahahh.. kenapa minta maaf, kak Riska kerja juga buat Nathan kan .Jadi semangat ,jangan lupa makan malam."


*Ehmm...".


Panggilan di akhir Riska sepihak dari seberang sana .


Menjauhkan ponselnya dari telinga. Mimik wajah ceria ini kembali lesung .Ia terlihat sangat muram .


Ada rasa kekesalan dalam dirinya. Kesal dengan posisi nya yang selalu sendirian. Ingatan tentang makan malam yang selalu ia lakukan seorang diri beberapa tahun kemarin ,terlintas dalam pikiran nya. Duduk seorang diri di meja makan yang megah seorang diri .


Walaupun hal semacam itu sering terjadi .Nathan tetap saja makan malam di rumah, demi menghormati Bi Rani yang selalu membutuhkan nya makan malam .Jadi tidak heran ,terkadang Nathan memaksa Bi Rani untuk makan malam bersama nya .Terkadang Nathan juga memaksa penjaga rumah .Di rumah nya yang lain untuk ikut bergabung menemani nya makan malam .


Namun ,pasti ada waktu. Saat Nathan mulai merasa lelah. Yang membuat Nathan berubah ,jadi sering tidak pulang untuk makan malam .Nathan sering mengabaikan makan malam ,ia memilih untuk pulang larut malam ke rumah.


Pulang ke rumah hanya untuk tidur, dan belajar .Hanya itu waktu yang Nathan habiskan di rumah .Waktu lainnya, Nathan habiskan di luar rumah. Bahkan pulang ke rumah hanya untuk mandi saja pun pernah Nathan lakukan .


Entah beristirahat di mana Nathan semalaman .Sewaktu ia menghabiskan waktu lamanya di luar .Sampai sering tidak pulang ke rumah .


Next.....


Tanpa Nathan sadari .Di luar pintu kamarnya sudah ada Kenji yang tengah mengutip obrolan Nathan sejak tadi .Dan di saat tidak terdengar suara lagi .Kenji mengetuk pintu kayu ini Tokk...Tokk...."Nat turun ."


"Nanti gue nyusul."Balas Nathan tanpa membuka pintu kamar nya.


"Ayo Nat .Cepat keluar."


"Iya cerewet ,lu duluan saja, gue nyusul."Masih tanpa membuka pintu kamar nya .


"Gue sendirian, Nat .Bibi menunggu, bibi sudah masak buanyak Nat .Lu tidak kasihan sama bibi yang sudah susah payah membuat semuanya."


Pintu kamar yang terbuka dengan kasar ."Urusai."Melengos melewati Kenji yang masih terdiam .


( Cerewet )


Tersenyum manis. Kenji segera menyusul Nathan yang sudah jauh darinya. Tidak seperti Nathan biasanya .Nathan yang ini terlihat dingin dan dominasi cuek .


Bahkan saat di ruang makan pun Nathan masih terdiam .Memakan semuanya dalam hening .Sorot mata yang lebih fokus kepada beberapa menu makanan di depannya ini .


Bahkan bi Rani setelah selesai menyiapkan makanan ini langsung kembali ke belakang .Tanpa bertanya apapun seakan ia sudah mengetahui apa yang baru saja terjadi .Dan bi Rani tidak mau bertanya apapun agar tidak merusak mood Nathan ,tentu agar selera makan malam Nathan tidak hilang.


Akan tetapi Kenji yang sudah tau apa yang merusak mood Nathan .Justru berbasa-basi dengan bertanya seperti ini ."Kenapa kak Riska tidak pulang?".


"Kerja."Balas cuek Nathan .


Menyadari balasan itu."Ehmm."Kenji memilih untuk ikut terdiam .


++++


Sesaat setelah makan malam .Nathan yang hendak naik ke lantai atas lagi, tiba-tiba saja terhenti oleh kehadiran Jovan yang baru saja memasuki rumahnya."Hoyy!!Bro!".Pria dengan kemeja kotak-kotak biru ini melangkah ke arah Nathan ."Keluar yuk, cari bakso ."


"Oky."Tanpa berpikir panjang Nathan langsung mengiyakan ajakan Jovan. "Lu di rumah saja Ken ,sudah malam .Besok pagi saja lu jalan-jalan nya ,bahaya kalau lu ikut keluar gue sekarang."


"H?Bahaya kenapa?Gue ikut?".


Fokus pada Kenji dengan manik hitam lekat yang tajam ."Lu mau gue mengulang ucapan?".


Menyaksikan itu ."Lu di rumah saja Kenji .Sebagi gantinya besok kita ajak lu keliling kota S."


Belum juga membalas ucapan Jovan .Nathan langsung berlalu menaiki tangga rumah dengan langkah cepat.


Selepas kepergian Nathan .Jovan kembali berucap."Suasana hati Nathan sedang tidak baik-baik saja ,lebih baik lu nurut dari pada berakhir buruk ."Jovan yang sekedar mengingatkan.


"Emang kalian mau kemana?".Kenji yang penasaran dengan tujuan mereka berdua.


Cepat .Karena Nathan sudah kembali turun ke bawa dengan pakaian sederhana."Cabut!".Berlalu lebih dulu melewati Jovan dan Kenji.


"Gue duluan."Pamit Jovan kepada Kenji yang masih terdiam .


Kenji yang masih terdiam di tempat yang sama ."Kehidupan Nathan sangat sepi. Bukan!iya hanya kesepian di rumah ini."Kenji memperhatikan sekilas rumah besar yang sangat sunyi .Hanya penerangan lampu yang terang menghiasi beberapa ruangan di lantai bawah ini.


Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Kenji ,ia yang melamun segera tersadar."Den Nathan sudah pergi?".Tanya Bi Rani.


"Sudah ,Bi."Menyadari raut kesedihan di dalam diri Bi Rani."Eaa... bibi."


"Iya, Den?".


"Bibi mau temenin saya nonton acara tv. Sekalian temenin saya ngobrol ."Mengacak-acak surai rambut kepala belakang nya ."...Jujur saya tidak tau cara menyalahkan televisi Indonesia ."Di susul tawa kecil cengengesan.


Bi Rani tersenyum hangat. Lalu di susul."Aden duluan saja ruangannya ada di sana ."Menunjuk arah ruang keluarga."Bibi akan ambil beberapa camilan ."


Menghentikan langkah yang ingin berlalu."Saya ikut Bi."Kenji mendahului langkah kaki Bi Rani.


Melihat ada sedikit kemiripan sifat Kenji dengan Nathan .Bi Rani hampir saja menitihkan beni beningnya. Namun ia sigap menghapus, untuk mempercepat langkahnya menyusul Kenji.


+++++


Pukul. 21.28 Malam .


Ibu-ibu yang membawa nampan pembawa dua gelas kopi .Mendekati meja sederhana warung kecil tempat Nathan dan Jovan duduk santai saat ini .Untuk mengantarkan pesanan di atas nampan ini."Sudah lama tidak lihat kalian berdua?Habis ke selip di mana kalian?".Tanya ibu-ibu penjual di warung ini .


Hendak menyeruput kopi."Habis pensiun ,Bu."Balas Jovan .


"Ko kelihatan makin ganteng-ganteng dua-duanya."Puji ibu penjual di warung ini.


Mendengar kata ganteng .Penyakit julid Nathan menjadi .Mengibaskan surai rambut yang terlihat sedikit panjang. Yang juga di ikuti oleh Jovan."Yaelah ,kami kan emang sudah ganteng dari dulu .Bu Sushi baru terpesona sekarang...yehhh tak lucu."Giliran Nathan menjunjung tinggi kepedean nya .


Tersenyum kecut ."Nyesel ibu muji."


"Ko gitu Bu?Tidak kangen apa sama dua orang langganan setia ibu nihh."Masih gaya ganteng Nathan .


Dan untungnya keadaan warung Bu Sushi saat ini sudah sepi pembeli .


"Bu ko sepi ,ada apa?" .Tanya Jovan menyadari tidak seperti biasanya warung Bu Sushi sepi di jam segini.


Bu Sushi yang sejak tadi sudah duduk di depan kedua pemuda ini ."Nak Jovan dan Nak Nathan tidak tahu soal berita yang beredar baru-baru ini di masyarakat daerah sini?".


Pakk... memukul lengan Jovan ."Lu kemana saja ,Jov?Lu yang ada di Indonesia malah kayak tidak tau apa-apa gini ."Ucap Nathan yang sudah terfokus pada Jovan yang terlihat tidak tau apa-apa soal kabar berita yang beredar di masyarakat.


Menatap tajam Nathan .Jovan mengelus lembut lengan panasnya .


"Kalian kemana toh selama ini?".Bu Sushi menatap dengan penuh rasa penasaran.


"Lohhh...kalian berdua ."Putra sulung Bu Sushi yang baru saja sampai di warung. Mas Agung namanya .


"Hy Mas ."Sapa Nathan mengangkat tangan kanannya.


Mas Agung ikut bergabung di meja ini ."Bu tidak tutup warung?".


"Tunggu nak ,ada tamu spesial."


"Tap....". Memotong ucapan mas Agung. "Ada apa sih mas?" .Tanya Nathan yang jadi penasaran dengan berita itu .


"Loh kalian berdua belum tahu?".


"Tidak."Ucap Nathan dan Jovan serentak .


"Kami sibuk sekolah mas ."


"Walaupun sekolah kalian kan biasanya selalu tahu lebih dulu dari kami ."Mas Agung mulai heran dengan dua pemuda di depannya ini .


Dua pemuda yang selalu tahu dengan semua hal keributan yang akan terjadi .Ataupun sudah terjadi .Tiba-tiba saja kedua nya tidak mengetahui apapun .


"Saya baru saja kecelakaan mas ,lama tidak masuk sekolah .Terus Nathan juga tidak sekolah di sini .Dia sekolah di negara kakeknya."Jelas singkat Jovan .


"Olah tidak ada yang beritahu apa-apa ke kalian ."


"Nomer teman-teman ilang .Kevin kutu buku ,Yudha sibuk bengkel .Walaupun Yudha tau kalau kami tidak tanya duluan mana mungkin dia kasih tahu kami ."Kata Nathan .


"Kasihan ,tapi Alhamdulillah kalian berdua di jauhkan dari ikut campur masalah ini."Ujar Bu Sushi mengucap syukur.


Semakin penasaran."Emang ada apa mas ,cerita?".


"Geng WL semakin meraja lela . Polisi-polisi yang mengatasi geng WL di buat kuwalah. Geng WL semakin brutal sejak kalian berempat tiba-tiba tidak ada kabar ......".Mas Agung terus bercerita semuanya tentang Geng WL kepada Nathan dan Jovan .


*Bu Sushi .Pemilik warung bakso langganan Nathan dan Jovan. Dan Mas Agung anak sulung Bu Sushi yang saat ini sudah berkeluarga. Mas Agung adalah anak sulung yang sering membantu Bu Sushi mengembangkan warung bakso ini .*


+++++


Kini Nathan dan Jovan sudah dalam perjalanan pulang .Keduanya sama-sama terdiam memikirkan soal cerita yang mas Agung ceritakan tadi soal Geng WL.


Sedikit cerita...


Geng WL (White Lion) Atau lebih sering di kenal remaja perusak .Geng WL dulu musuh bebuyutan geng AS ( Stand alone) yang di ketuai Yudha .Iya ,Yudha lah remaja SMP yang paling di takuti di era itu .Di tambah lagi dengan cara bicara Yudha yang sangat jujur, saking jujurnya orang yang mendengar pasti langsung remuk batinnya .


Selain Yudha ada tiga orang lagi yang paling di hormati di dalam geng .Kevin ,dan Nathan .Jovan ,dia pemegang tahta tertinggi di dalam geng AS. Walaupun ia hanya seorang anggota. Tapi ia lebih di segani dan paling di takuti. Karena tidak ada yang dapat merobohkan keyakinan kokoh Jovan. Sebagi pria yang tegas dengan pendirian nya .


Oky...next ...


Karena sudah menjadi musuh .Kedua geng ini sering sekali tawuran .Yang pada suatu hari .Ada masa di mana akhir dari tawuran ini di mulai .Di mana ada kesepakatan, jika geng AS menang maka geng WL harus bubar tanpa ada paksaan.


Fakta justru berkata lain .Di hari ini Nathan dan Jovan justru mendapat berita bahwa geng WL kembali membuat ulah .


Kembali ke kedua pemuda ini ."Apakah perlu menelfon Yudha?".Tanya Jovan yang berjalan beriringan dengan Nathan.


"Jangan dulu."Nathan menghentikan langkahnya sejenak .Fokus yang sudah tertuju pada kaleng bekas minuman di bawa kakinya .Blakkk....Nathan menendang kaleng itu sekuat tenaga.


Bagakk......"Aarrrgghh....". Erangan seorang pemuda mengelus tempurung kepala belakang nya .


Menghalangi langkah Nathan dengan tangan kiri nya ."Nat."


Terhenti."Ayo Jovan .Baksonya keburu dingin ,anjing ."


"Depan ada kerumunan apa?".


Mengangkat atensi kedua manik mata."Iya ."Semakin fokus pada kerumunan itu."Yang berlutut itu ....". Berusaha melihat lebih jelas dari posisi yang sama .


"Rizky."Ujar kedua bersamaan.


"Tuh anak ngapain?".


"Lu tanya gue ,gue tanya siapa, bang***sat?".


"Itu kerumunan....". Ucapan Jovan terpotong dengan.


"Bos."Seseorang berbisik kepada pemuda yang terlempar kaleng tadi .


Pemuda yang terlempar kaleng tadi memfokuskan perhatian nya kepada arahan dari rekan yang baru saja memberitahu atas kehadiran Nathan dan Jovan di ujung jalan yang tidak terlalu jauh dari perkumpulan ini .


*Asta Bramasta .Ketua geng WL .Anak sulung seorang CEO pemimpin perusahaan besar Bramasta .Bisa di bilang anak sultan .*


Asta tersenyum miring kepada Nathan dan Jovan .Merasa di perhatikan."Kaleng tadi ,kena kepala bocah tengil itu."


Memutar manik hitam nya malas."Jujur gue sudah pensiun ."Jovan yang tiba-tiba tidak ada minat meladeni Asta .


"Terus...mau lari?".Tanya Nathan tanpa mengalihkan fokus nya kepada Asta .


"KENAPA?Kalian takut?Sudah jadi pengecut sekarang. Jih gue lupa AS kan sudah bubar .Jelas pemimpin nya lemah-lemah...Remaja jompo."Asta mulai memancing emosi Nathan dan Jovan.


Yang di pancing .Hanya memasang ekspresi acuh ,cuek .


Berugkkk......."BANYAK BA**COT ,ANJING."Yudha yang entah sejak kapan ada di sana . Tiba-tiba saja dia sudah melayangkan bogem mentah kepada Asta .Sampai pemuda ini tersungkur ke aspal.


Nathan dan Jovan yang awalnya tidak mau ikut campur. Akhirnya tertarik ikut masuk ke dalam kerumunan saat melihat Yudha ada di kerumunan itu .Yudha yang terlihat sangat marah sekali kepada Asta .Entah karena apa. Yang jelas setelah memberi bogem mentah. Yudha menarik paksa kerah baju Asta."LU APAKAN ADIK GUE ANJING?".Suara tegas berat Yudha .Sorot mata tajam elang yang membunuh mangsanya .Berugkkk....Kembali memukul wajah Asta .Tanpa melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Asta ."JAWAB BANGSAT!!".


Tidak menjawab Asta justru tersenyum miring .Membuat Yudha semakin tertarik sulut emosi.


Melihat Yudha yang terbawa emosi .Jovan yang tidak ingin sahabat di penjara karena membunuh kecoak .Segera melerai , memisahkan Yudha dan Asta yang sudah babak-belur .Menarik tubuh Yudha sedikit menjauh dari Asta ."Stop bang***sat, brengsek ini akan mati."


Sorot mata memerah bak mata iblis ."Emang itu mau gue ."Melepas kasar kedua tangan Jovan yang merangkul pergerakan nya.


Yudha yang masih terfokus pada Asta yang meringis menahan sakit karena ulahnya."Sampai terjadi sesuatu dengan adik gue .Gue pasti lu membusuk di dalam penjara ,atau mati di tangan gue.....". Ekspresi semakin menakutkan .Kedua tangan mengepal seakan ingin saat ini juga meremukkan seluruh tulang belulang Asta .


Nathan yang sejak tadi hanya terdiam .Kini ia ikut maju ke Yudha ."Ada apa Yud?".


"Baji***ngan ini mengeroyok adik laki-laki gue .Memaksa adik gue untuk meminum barang haram .Membuat adik gue koma ."Jovan semakin kuat mengepalkan kedua tangannya. Berusaha menahan emosi bergejolak dalam dirinya .


Menyadari Yudha yang hampir kalap dengan emosi nya .Jovan menepuk bahu Yudha ."Adik lu akan baik-baik saja. Jangan mengotori tangan lu hanya untuk breng**sek seperti dia....".Tersenyum hangat. Berbeda dengan senyum miring Nathan yang menyambung ucapan Jovan ."....Gue yang akan bermain dengan nya .Benarkan....Asta!".


Asta hanya bisa tersenyum getir .Di tambah lagi tidak ada yang membantu ataupun berpihak kepadanya .Bahkan dengan sahabat terdekatnya sekali pun .


Namun tiba-tiba Brukkk..... Seorang pemuda tiba-tiba saja melayangkan bogem mentah kepada Nathan. Nathan di paksa menengok, ia tersenyum miring .Sekali Brugkkk... Tendangan kaki memutar andalan nya membuat pemuda ini benar-benar tumbang .


Jovan yang melihat itu ."SIAPA LAGI?".Tegas suara Jovan .


Serentak semuanya menundukkan pandangan nya ."AS memang sudah tidak ada .Tapi perjanjian tetaplah perjanjian yang tetap akan berlaku .Jika kalian laki-laki sejati! Seharusnya kalian menerima kekalahan dan menepati kesepakatan yang sudah di buat ."Kata Jovan .


Asta kembali bangkit dengan bantuan temannya."Kesepakatan!... Sorry bro ,dendam tidak semudah itu terlupakan."


Atensi yang terfokus pada Jovan."Nyawa harus di bayar dengan nyawa ."


Nathan mengambil langkah maju ,berdiri tepat di depan Jovan yang menundukkan pandangan setelah mendengar ucapan Asta ."Arga mati karena suruhan dari lu ,bang***sat".


Memotong ucapan Nathan.".... Cukup Nat .Emang gue yang salah ."


Tanpa berpaling melihat Jovan."Jih baji***ngan .Hati lu terlalu baik, Jov...".


Nathan berpaling mulai berjalan menjauh."Ayo pulang, bakso gue sudah dingin ."Ucapnya tanpa berpaling melihat Jovan .


Jovan masih terdiam di tempatnya. Namun tiba-tiba .Motor melaju cepat ke arah Nathan .Ngengg.......Brugkkk ........Seseorang tiba-tiba saja menarik tubuh Nathan cukup kuat ke tepi Jalanan."Lu tidak papa?".Tanya Jefri salah satu mantan anggota AS .


Tangan yang masih terangkat meratapi tiga bungkus bakso yang hancur."Bakso....".


Pelakkk...".Be**go!Di situasi kayak gini masih saja mikirin makanan ."Jefri yang langsung beranjak dari tempat nya jatuh bersama Nathan .Jatuh karena menghindar dari pengendara motor yang memang sengaja akan menabrak Nathan .Kurang lebih hendak mencelakai Nathan .


*Alfarizi Na Jefri atau Jefri. Salah satu mantan anggota AS .Anak seorang walikota daerah S*


Yudha kembali terbawah emosi dengan permainan licik geng WL ."Sudah cukup bang**sat."Kembali mencengkram kuat kerah baju Asta. Yang justru berakibat fatal pada Yudha .


Membulatkan kedua manik matanya sempurna."Yudha."Ujar Jovan .


Apa?Ada apa?Yudha .Pakaian pemuda ini sudah berlumuran darah .Bahkan tangan kanannya kini sudah mencengkram sebilah pisau yang menancap di perut nya."Lu?".


Masih dengan tangan yang memegang pisau yang tertancap ini."Mati, lu. Yudha...ini akibatnya karena lu ikut campur urusan gue."Asta yang menyungging senyum sinis .


Tidak jauh berbeda dengan Jovan .Semua pemuda-pemuda yang berkumpul di sana juga di buat terkejut dengan pembuatan Asta yang bisa senekat ini .


Jelepp......Menahan rasa sakit .Yudha mencabut paksa pisau yang menancap di perut nya. Lalu Yudha justru menyungging senyum hangat kepada Asta yang membuat nya terluka .


Entah apa yang Yudha pikirkan. Setelah membuang sembarangan pisau yang melukainya. Yudha justru menyadarkan dirinya di bahu kanan Asta yang mematung."Lu tidak sendirian, jangan lakukan ini lagi Asta Bramas...."Berugkk....tubuh Yudha tumbang tepat di samping Asta yang masih diam .


Nathan langsung memukul kuat lengat Jefri."TELFON AMBULAN BANG***SAT!!!".


"Gue bawa mobil ,bawa Yudha ke mobil gue ."Jefri yang tersadar bergegas berlari menjauh mengambil mobil miliknya yang terparkir tidak terlalu jauh dari sini .


Nathan berlari mendekati Yudha ,ia letakkan kepala Yudha di pangkuan nya ."Yudha, Yudha lu dengar gue kan Yudha .Lu harus kuat Yud, lu bertahan Yud, kita akan segara membawa lu ke RS .Jangan tidur Yud ,Yudha, Yudha ."Nathan menepuk-nepuk pipi Yudha agar kesadaran Yudha tetap terjaga .


"YUDHA." Teriak sesosok wanita .Yang langsung berlari mendekati Yudha mengambil alih merangkul tubuh lemah Yudha .Dalam Isak tangis ,wanita ini berucap ."Bertahan Yud, jangan tinggalkan gue. Bertahan Yud."


"Alyah?".Ujar Nathan terfokus kepada Alyah yang menangis tersedu-sedu memeluk Yudha .


Memukul bahu Nathan."AYO ANGKAT YUDHA BANG**SAT .Bawa ke RS ."Tegas Jovan .


Tanpa basa-basi Nathan segera mengangkat tubuh Yudha .Memasukkan Yudha ke dalam mobil milik Jefri ."Gue titip mereka ."Ucap Nathan kepada Jefri .


"Kalian jangan berbuat yang aneh-aneh."Pesan Jefri yang hendak tancap gas ke RS terdekat .


"Tenang saja. Cepat pergi ."Nathan dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di artikan.


Mobil Jefri berlalu meninggalkan tempat .Suasana di tempat ini semakin tegang akibat kejadian barusan .Tidak membuat geng Asta tetap tinggal diam .Geng Asta hendak memulai tawuran .Namun tiba-tiba sekelompok polisi sudah mengepung kelompok ini .Banyak pemuda-pemuda yang tertangkap ,karena tidak berhasil kabur menghindari sergapan tiba-tiba ini .Tidak kecuali Nathan dan Jovan yang juga ikut terlibat.


Nathan ,Jovan, dan kelompok yang tertangkap di giring ke polsek daerah ini .


Sepanjang perjalanan atensi Nathan tidak terlepas kepada Asta .Pemuda yang hanya terdiam tertunduk muram .Seakan Asta tengah menerima penyesalan atas perbuatannya .Namun itu seperti tidak membuat Nathan Salvador iba .Itu terlihat jelas dari sorot mata tajam Nathan kepada Asta .


Sampai di kantor polisi .Pemuda-pemuda yang tertangkap dikumpulkan di lapangan depan Polsek .Satu persatu mulai di interogasi .


Setelah mendapatkan beberapa pertanyaan .Pemuda-pemuda yang tertangkap di bagi menjadi beberapa bagian .Bagian yang akan di proses lebih lanjut ,dan bagian yang akan pulang. Namun dengan syarat di jemput oleh orang tua masing-masing di Polsek.


Nathan dan Jovan masuk ke bagian di jemput oleh orang tua. Yang berarti kedua pemuda ini akan pulang, jika salah seorang orang rumah datang ke Polsek untuk menjemput.


Selama menunggu lama. Nathan dan Jovan duduk di kursi panjang dalam kantor Polsek dengan kedua tangan yang terisolasi .


Asta .Pemuda itu sudah tidak bergabung dengan kelompok ini .Karena setelah selesai interogasi Asta langsung di giring lebih masuk lagi ke dalam kantor Polsek bersama empat temannya.


"Kakak mu pasti akan marah besar dengan lu....".Tidak ada respon dari Nathan ."...maaf sudah membuat lu terlibat dalam masalah ini lagi ,padahal.....".


Memotong ucapan Jovan .Nathan dengan wajah cerianya ."Nah, nah, nah lu tidak salah o'on. Kan gue juga yang mau keluar cari angin .Lagian kak Riska tidak mungkin marah ,gue yakin itu."


Tegas Nathan ."Dan jangan ucapkan kata maaf ,gue benci ."


Menatap dengan penuh kesabaran. Juga dengan tatapan yang sudah biasa .Karena selama ini Panji lah yang mengurus mereka berdua ,jika berurusan dengan polisi."Kalian."Panji yang sudah berdiri di depan Nathan dan Jovan .


Karena kedatangan Panji .Kepulangan Nathan dan Jovan segera di proses .Dan kini kedua pemuda ini sudah duduk tenang di kursi tengah pengemudi mobil Panji .


Melihat sekilas melalui kaca kecil yang terpasang di atasnya."Seharusnya kalian lebih hati-hati .Kalian berdua tidak terluka kan?".Tanya Panji tanpa menghilangkan fokus pada jalanan di depannya.


"Tak."Balas Jovan .


"Hemm....saya antar kamu pulang dulu ,Jov .Kedua orang tua mu sangat khawatir."Kata Panji .


"Motor ku masih terparkir di depan Alfamart."


"Nanti mas suruh orang buat antar ke rumah....Alfamart di jalan X kan ."


"Y."


++++++


Pukul. 23.39 Malam


Mobil Panji sudah berhenti di depan kediaman rumah Nathan .Nathan segera melepas sabuk pengaman nya ."Tidak mampir dulu?".Tanya Nathan.


"Tidak!Kamu lekas masuk dan istirahat lah."


"Ehm."Nathan beranjak turun dari dalam mobil .Ia terdiam sejenak di luar mobil melihat mobil Panji yang langsung berlalu meninggalkan pekarangan rumahnya .


Nathan menarik nafanya dalam-dalam sebelum mulai berjalan ke pintu depan rumah nya .Di ambang pintu Nathan menutup kembali pintu besar ini pelan .


Berlahan-lahan ia berjalan lebih masuk ke dalam rumah .Namun perasaan yang menghantuinya benar-benar ada .Kehadiran Riska yang tengah duduk di Sova ruang tamu. Bahkan kini atensi sepasang mata Riska sudah menatap mematikan kepada Nathan .


Melihat itu Nathan menelan paksa saliva nya .Apa lagi saat Riska mulai berjalan mendekat ke arah nya .


Membuat nafasnya dengan kasar .Riska mengelus keningnya."Sudah sana masuk, cuci muka dan lekas beristirahat."


"Kak Riska tidak marah?".


"Sudah sana masuk ,istirahat. Sampai besok pagi terlambat bangun kakak tinggal."


"Umm."Nathan berlalu melewati kakaknya ."Selamat malam kak."Pamitnya.


Riska hanya membalas dengan menyungging senyuman tipis di bibirnya .


++++++