My Salvador

My Salvador
Eps.157 Next....



Indonesia


Pukul. 06.00 Pagi


Kamis


Sang tuan rumah yang selalu terlambat datang ruang makan .Untuk sarapan pagi. Kini sang tuan rumah justru sudah stai lebih dulu di ruang makan .Menunggu dua tamu rumah yang tak kunjung muncul .


Menaruh gelas di samping Nathan yang duduk fokus memainkan layar ponselnya."Di minum den."


"Hem."Nathan yang langsung mematikan layar ponselnya untuk melihat isi gelas keramik ini ."Oh susu jahe bi."Tebak Nathan menaruh ponsel di atas meja makan .


"Untuk den Nathan biar tidak drop walaupun kurang tidur ."


Mengambil gelas keramik ini."Heheh...bibi selalu mengerti."


"Yasudah di habiskan den .Bibi permisi ke belakang ambil makanan ."


Tanpa melepas bibirnya dari gelas .Nathan membalas dengan anggukan kepala ringan .


++++


Selang beberapa waktu kemudian. Nathan sudah memulai memakan sarapan paginya seorang diri di meja makan .Baru saja menelan empat sendok makanan .Seseorang tiba-tiba menarik paksa pergelangan tangan Nathan .


"Astaga, astaga, astaga.....". Berjalan cepat mengikuti seseorang yang masih menarik pergelangan tangan. Dari kejauhan Nathan yang masih menatap seduh pada meja makan."....Sarapan ku ."


Next......


Pukul. 09.00 Siang .Nathan ,Panji , juga Jovan sudah ada di tempat tujuan. Kantor polisi.


Jika tanya di mana Kenji .Kenji tidak ikut bersama mereka ,sangat berbahaya untuk keselamatan Kenji yang tidak mengetahui apapun.


Next....


Beberapa jam menunggu akhirnya. Panji , Isylam dan dua rekan-rekan telah siap untuk berangkat ke tujuan berikutnya.


Melihat berganti Nathan dan Jovan ."Kalian berdua serius bisa menggunakan senjata api?".Tanya Panji .


"Bisa ."Jawab Jovan .


Nathan hanya membalas dengan anggukan kepala ringan.


"Nathan kamu di bonceng Panji .Saya akan boncengan dengan Jovan ....".Kata Isylam berganti melihat rekannya."...Ali dan Fatin mengikuti kita dengan mobil . Usahakan jarak lebih jauh dari kami .Gunakan alat tadi."


Keduanya mengangguk ringan.


Semua sudah siap pada tugas masing-masing .Walaupun sudah di beri tempat tersendiri, atau tugas sendiri. Panji tetap mengkhawatirkan Nathan .Alhasil Panji ikut bersama Nathan .Kurang lebih ia yang akan memandu memberi aba-aba sekaligus mengawasi Nathan .


++++


Di tempat Yudha .


Yudha yang baru saja kembali dari kantin rumah sakit .Ia memberikan kotak makan yang Alyah bawakan untuk nya ."Sudah Al .Kamu boleh pulang."Kata Yudha kepada Alyah yang sejak tadi duduk seorang diri di Sova kamar rawat inap Dania.


Memasang ekspresi wajah kesal ."Ngusir."


Tidak ada balasan dari Yudha .Lantas Alyah beranjak dari tempat duduknya cepat ."Jika ibu siuman akan ku bilang semuanya. Masak ingin merawat ibu saja di usir-usir .Beliau juga ibu ku ."


"Siapa yang ngusir kamu, sayang?".Suara bernada lembut yang tidak asing untuk keduanya dengar .


Menyadari itu baik Yudha ataupun Alyah .Langsung bergegas mendekati ranjang pesakitan tempat seseorang pemilik sumbar suara terbaring .


"Ada yang sakit Bu?Apa yang sakit Bu?Masih terasa sakit operasi nya?".Tanya berurutan Yudha .


Dania yang masih terbaring lemah ."Ibu baik-baik saja jika kamu tidak secerewet bisanya ,Yudha."


Selama kepergian Yudha ."Bagaimana keadaan Asta?".Dania yang terfokus pada menantunya.


Alyah yang fokus pada lawan bicaranya."Belum tahu Bu .Asta masih di IGD hanya Yudha dan ayah saja yang bisa masuk ."


+++


Selang beberapa waktu kemudian. Dokter yang telah selesai memeriksa keadaan Dania .Selesai pemeriksaan itu .Dania sempat bertanya apakah dirinya diperbolehkan keluar menjenguk putra keduanya. Namun sayangnya iya tidak perbolehkan karena keadaan belum benar-benar baik .


++++++


Pukul. 09.38 Siang


"CK panas ."Umpat Nathan berusaha mengelap keringat yang mengalir deras membasahi pakaian nya .


Jovan yang duduk membelakangi Nathan ."Lu tidak mandi ,bang**sat."


Masih mengibas-ngibaskan kaos hitam lengan pendek yang ia kenakan. "Mandi Ba**go ."


Jovan masih di posisi yang sama."Bohong lu .Orang mandi mana bisa berkeringat."


"Gue masih idup ,bang***sat .Wajar berkeringat ."Meninggikan nada bicaranya.


"Berputar badan menghadap Nathan ."Otak lu masih sehat ,Nat."


"Bang****sat!Lu pikir apaan be**go?".


"Gue pikir lu jadi o'on gara-gara panas ."


"CK."


Hening menikmati terik panas sengatan cahaya matahari. Kedua pemuda ini kembali membuka obrolan .Di tempat yang sama seperti di awal .


Di balik tembok runtuh .Tempat persembunyian ke dua pemuda ini untuk menunggu target .Tujuan tugas keduanya .


"Ko belum datang orang nya ,Nat?".Jovan jongkok di samping Nathan .


Masih berusaha menghilangkan rasa gerah panas yang ia rasakan ."Lu tanya gue .Gue tanya siapa anjing."


"Hemm..bukan gitu Nat .Kayak ada yang jagal saja gitu ."


Nathan yang hendak beranjak dari tempatnya duduk."Lu mau kemana?".Tanya Jovan yang memperhatikan itu .


"Ikut tidak terserah lu."Cuek Nathan berjalan sedikit merangkak menjauh dari tempat persembunyian ini .


Sudah jauh dari tempat tadi .Nathan segera beranjak berdiri tegak dari tempat nya merangkak.


"Nat mau kemana?".Tanya Jovan mengulangi perbuatannya tadi .


Nathan fokus pada lawan bicaranya."Kita cari di tempat lain ."


"Terus mas Panji?".


"Biarkan ."Jawab Nathan yang fokus pada lawan bicaranya."Jika mas Panji tahu dan ikut kita .Kita akan gagal menemukan target ."


"Walaupun begitu .Bukankah berbahaya jika kita melakukannya sendiri."


"Memang. Tapi kalau kita hati-hati tidak akan ada kata bahaya ."


Masih fokus pada lawan bicaranya."Lu ikut tidak?".


"Ikut saja .Gue mau masalah ini lekas selesai."Balas Jovan fokus pada lawan bicaranya."Gue juga sudah ada rencana lain."Lanjutnya .