My Salvador

My Salvador
Eps.221



Masih di Seoul


"Oi Nat."


"Hem."


"LIHAT ANJING KALAU DI AJAK BICARA."Bentak Jovan.


Berpaling dengan ekspresi wajah datar lesung tanpa energi."Apa?".


"Muka lu kenapa ?".Menaruh punggung telapak tangan nya di kening Nathan ."Untung masih sehat."


Pakk...."Mata mu."


Memegang pinggang yang baru saja di Geplak Nathan .Jovan berlalu duduk di kursi depan meja kerja Nathan."Wajah lu lunset anjing .Seperti jemuran tidak kering ."


"Masih pagi Jov, bisa kah cari gara-gara lain waktu."


"Gue kesini bukan mau ribut. Gue tadi ngasih berkas ke Kenji karena sekertaris gue sakit."


Menyipitkan matanya."Sakit.....".


Pakk....Pukk.. menepuk vas tanpa bunga di depan."Mata mu."Umpat Jovan.


"Iya...kali saja soalnya lu bahaya."


Melempar sepatu .Pakkk......"Tutup mulut mu bang***sat......,"Kembali duduk dengan benar,"......Gue masih berharap Sekar masih bersama gue."Jovan yang belum bisa melupakan Sekar .


Melempar balik sepatu yang terlempar kepada sang pemilik sepatu."Keluar Jov."


"Shittt....gue tidak minum."


"CK siapa juga yang ngajak lu minum."


"Terus lu mau ngajak gue kemana?".


Tersenyum menakutkan."Ada lah ."


"Perasaan gue tidak enak."


Next.....


Malam hari nya .Jovan dan Kenji yang tengah menemani Nathan yang tengah sibuk mencari hiburan di wahana taman bermain .


Menaiki wahana rollercoaster yang melaju kencang. Duduk di antara Jovan dan Kenji .Nathan berteriak sangat gembira."WUUUAAAAHHHHH..........".


Berbanding terbalik dengan Jovan dan Kenji."AAAAAAAAAAA..............".


Next.....


Menggenggam perut nya."Aduh-aduh bergoyang-goyang."Ucap Jovan.


"Gue mau naik kapal itu anjing."Nathan yang masih sangat bersemangat.


Dan akhirnya kedua pemuda ini terdiam di tengah-tengah wahana yang berayun-ayun kencang. Seakan-akan nyawa kedua pemuda ini sudah tertinggal di wahana sebelumnya.


Lagi-lagi itu berbanding terbalik dengan Nathan yang masih memiliki cukup energi penuh. Super semangat.


++++++


++++++++++


Dua hari kemudian.


Di dalam rumah mewah,"Kak Riska serius!".Nathan yang mengikuti terus kemanapun kakak nya pergi .


Brukk.....,"NATHAN."Bentak Riska karena kue yang hendak ia makan tumpah ke lantai.


"Besok sudah hari pernikahan kakak. Bisakah kamu tidak menggangu kakak. Kakak ingin istirahat buat besok ."


"Tapi....".


"Kamu setuju jika kakak menikah. Bahkan kamu sendiri yang memilih kan tempat pernikahan."


"Iya sih."Menggaruk-garuk surai rambut yang tidak gatal ,"Tapi setelah itu Nathan gimana. Nathan akan sendiri di sini ."


"Kakak sudah mengatakan ini berulang kali, jika kakak akan tetap tinggal di sini."


"Iya.......Baiklah Nathan pamit berangkat."Berlalu pergi meninggalkan kediaman rumah.


Next.......


Di kantin perusahaan Salvador. Jovan yang mendapat pesan ajakan makan siang bersama di kantin perusahaan Nathan. Kini ia tengah duduk satu meja dengan Nathan dan Kenji di kantin.


Walaupun jam makan siang. Kenji tetap fokus dengan laptop pekerjaan,"Makan dulu be****go."Kata Nathan.


"Bentar Nanggung."


Jovan yang sudah fokus dengan Nathan."Jadi hari Senin besok pernikahan kak Riska."


"Iya."


"Terus lu kenapa masih lunset gitu?".


"Gue capek pekerjaan kantor numpuk. Pengen ja......".Sett......set.......Baik Jovan ataupun Kenji langsung melesat pergi meninggalkan Nathan seorang diri.


Fokus melihat kepergian kedua sahabatnya,"Kenapa?".


Bergumam bersama,"Gue tidak akan pernah mau di ajak jalan-jalan lagi."Kata Jovan.


"Punggung gue terasa patah waktu itu."Timpal Kenji.


"Gue masuk angin semalaman. Untung saja nyokap waktu itu."Timpal Jovan.