
Osaka
Pukul ,18.59 Malam
Rabu .
Nathan yang baru saja ingin memulai membuat makanan ,terpaksa harus ia urungkan dikala bel rumahnya tiba-tiba berbunyi .Ia segera berlari kecil ke pintu depan rumahnya untuk segera membuka gerbang untuk tamunya .
Di selang langkahnya pemuda ini juga sempat menoleh sekilas ke layar monitor CCTV rumahnya."Oji-san ,Kenji !".Serunya sembaring membuat kunci pintu depan ."Kenapa mereka kemari malam-malam .Ahh ,mungkin barang Kenji ada yang tertinggal di sini ."Nathan berlari kecil ke gerbang depan rumahnya .
Ia buka gerbang rumahnya ,di kalah sudah sedikit terbuka lebar ."Mari masuk ,Oji-san ,Kenji. Ada keperluan apa kalian kemari malam-malam?".Yang di ajak bicara hanya terdiam membisu .
Nathan yang menyadari itu kembali membuka suara ."Mari masuk, oji-san ,Kenji di luar dingin ."Mempersilakan kedua tamunya untuk masuk ke dalam rumah .
Masih terdiam di tempatnya."Nak Nathan."Yoshi yang sedikit ragu untuk berucap kembali .
"Ada apa ,oji-san?".Nathan yang mulai menatap penuh tanda pertanyaan .
Kenji mengambil langkah sedikit maju ke samping ayahnya ,sampai kini ia sejajar dengan ayahnya berdiri ."Kakak kamu mengalami kecelakaan Nathan."Ucap Kenji dengan nada suara pelan .
"H!?".Nathan yang kini terfokus dengan manik hitam Kenji ."......Kamu jangan bercanda ,Kenji .Ahhh.....bercanda kamu tidak lucu tau ."Sambungannya dengan tertawa renyah.
Namun setelah mendengar keseriusan keduanya yang hanya terdiam lesung .Nathan langsung menghentikan tawanya ."Oji-san apa benar yang di katakan ,Kenji?".
Yoshi mendongak menatap manik hitam lekat Nathan ."Benar ,nak ."
Rahang Nathan seakan langsung terbuka lebar ,ia bulatkan manik hitam lekatnya dengan sempurna .Ia yang sangat syok ,mengambil langkah mundur berlahan untuk menyeimbangkan tubuhnya yang hampir tumbang .
Kini ia yang awalnya tertawa renyah ,menjadi ekspresi datar saja yang terukir di sana .Pandangan pemuda ini menjadi kosong ,dan mematikan ."Saya harus segera kembali ke Seoul."Menatap paman Yoshi ."Apakah ada penerbangan malam?".
"Ada nak Nathan ,kamu lekas lah bersiap .Saya akan antar kamu ke bandara sekarang."Balas Cepat Yoshi .
Tanpa membuka percakapan lagi .Nathan segera berlari secepatnya masuk ke dalam rumah kembali .Untuk segera menganti pakaiannya. Tidak butuh waktu lama untuk dirinya berganti pakaian .Karena belum beberapa detik ,Nathan sudah beranjak turun ke lantai bawah rumah .Ia menuruni anak tangga rumahnya dengan pakaian formal biasa ,juga tas ransel hitam kulit yang ia bawah .
Ia menghampiri Kenji dan Yoshi yang tengah berdiri di ruang tamu .Kini ia yang sudah ada di bawah ."Ayo ,oji-san ."Ajak Nathan .
Yoshi mengangguk ringan sembaring segera beranjak untuk keluar untuk mengeluarkan mobil Nathan dari dalam garasi mobil .
Kenji yang masih di sana ."Nat ."Panggil kepada Nathan yang ingin beranjak menyusul Yoshi yang sudah pergi lebih dulu .
Menatap lawan bicaranya."Hati-hati Nat .Saya akan berdoa semoga kakak kamu baik-baik saja ,dan selalu dalam perlindungan Tuhan ."Ucap Kenji .
Nathan membalas dengan senyum tipis dan anggukan ringan kepalanya .
Lalu ia segera beranjak keluar menyusul Yoshi. Di luar Nathan segera beranjak masuk ke dalam mobil .
Yoshi yang melihat putranya di luar mobil."Ayah hati-hati jangan ngebut .Antar Nathan dengan baik sampai ke Bandara ."Pesan Kenji tersenyum tipis kepada dua manusia yang sudah ada di dalam mobil menyalah ini .
Mobil Lexus LM hitam ini segera berlalu pergi dari halaman depan rumah Nathan .Namun Kenji masih terdiam di depan rumah Nathan ."Yang kuat ,Nat .Gue yakin lu bisa melewati ini ."Batinnya .
++++++++++
Mobil Lexus LM warna hitam ini melaju dengan kecepatan sedang memecah jalanan kota yang sedikit ramai dengan lalau lalang mobil-mobil .
Cukup lama Yoshi menyetir membelah jalanan ini dengan kecepatan di atas rata-rata .Sampai beberapa waktu berselang ,yang di tunggu-tunggu pemuda didalam mobil yang terus saja berlagak sangat gelisah ini tiba .
Mobil Lexus LM hitam ini telah sampai di parkiran mobil bandara .Baik Yoshi ataupun Nathan segera beranjak dari dalam mobil setelah mobil ini sudah terparkir dengan baik .
Yoshi berlari kecil masuk kedalam bandara yang di ikuti oleh Nathan di samping .Di dalam Yoshi langsung membeli tiket pesawat penerbangan Seoul malam ini juga .
Dan bersyukurnya mereka berdua datang tepat pada waktunya .Karena tiket ini hanya tersisa satu penerbangan dan mereka berdua datang tepat waktu untuk membeli tiket penerbangan malam ke Seoul ini.
Setelah mendapatkan tiket .Nathan dan pamannya ,Yoshi menunggu di dekat kursi panjang yang tersedia di sana .Cukup lama mereka menunggu .Namun selama itu Nathan tidak duduk sama sekali ,hanya paman Yoshi saja yang duduk di kursi teralis besi ini .
Sementara Nathan yang tidak duduk berjalan ke sana kemari .Ia berusaha menghubungi Paman Dae-hyun di seberang sana ,akan tetapi belum ada jawaban oleh paman Dae-hyun .Hal itu membuatnya semakin gelisah ,sangat gelisah mengkhawatirkan keadaan kakaknya di seberang sana .
Di tambah ,ia juga takut mimpi yang pernah ia alami benar-benar terjadi .Ia tidak bisa hidup tanpa kakaknya ,sekarang hanya kakaknya lah satu-satunya keluarga dekat yang ia punya .Satunya harta berharga yang ia punya ,satu-satunya orang yang sangat menyayanginya .
Nathan takut ,kakaknya akan menyusul kedua orangtuanya juga kakek .Ia takut ,sampai ."Nak."Panggil Yoshi menepuk pelan bahu Nathan .Yang membuat Nathan sedikit membulatkan manik hitam lekatnya sempurna menatap Yoshi karena sedikit kaget.
Yoshi yang melihat."Nak Nathan baik-baik saja?".
Nathan hanya terdiam pandangan kosong menatap Yoshi ,pria paru baya yang kini berdiri di depannya .
Yoshi yang masih di posisi yang sama menatap lekat manik hitam lekat pemuda di depannya yang terlihat sangat kacau ."Nak Nathan."Serunya .
"E!".
"Nak Nathan baik-baik saja?".
Mengalihkan perhatiannya melihat ke arah sekitar."Baik, baik-baik saja, Oji-san ."
Yoshi mengelus punggung anak muda di depannya."Beberapa menit lagi pesawat akan terbang .Kamu cepat ke sana mengantri masuk ke dalam pesawat ."Ucap Yoshi .Dengan posisi yang masih sama .".....Kamu yang kuat ya ,kakak kamu pasti akan baik-baik saja ."Sambungannya.
Nathan hanya mengangguk-angguk ringan ."Saya permisi, Oji-san ."
"Iya ,hati-hati ."Balas Yoshi sedikit menyungging senyum tipisnya menatap pemuda di depannya.
Nathan hanya membalas dengan anggukan tanpa senyum tipisnya .Sebelum akhirnya ia beranjak pergi dari sana, pergi ke sisi lain bandara .Ke tempat pemeriksaan keamanan jalan masuk ke pesawat yang akan ia naiki .
Yoshi masih setia terdiam di sana menatap punggung Nathan dari kejauhan .Yoshi menunggu sampai pemuda itu benar-benar masuk ke dalam pesawat .Sampai ia belum memastikan itu ,ia akan tetapi di sini .
Lama Yoshi terdiam di sana ,sampai akhirnya punggung pemuda yang ia perhatikan sembaring tadi hilang dari pandangannya .Yoshi yang melihat itu hanya tertunduk seduh dengan mata sedikit berkaca-kaca ,ia beranjak pergi meninggalkan bendara ini .
+++++++++
Pukul, 19.35 malam
Jam ini ,hari ini ,menit ini ,detik ini .Nathan ,pemuda berjaket hitam bercelana panjang jeans gray ini .Kini sudah terduduk tenang di salah satu kursi pesawat dengan tas ransel yang masih di pangkuannya.
Nathan terdiam di sana dengan fokusnya yang menatap ke arah layar pipih menyalah di depannya."Permisi ,Tuan." Ucap seorang pramugari.
Nathan menengok ke sumber suara ,di kala ia tahu yang duduk di kursi ini hanya dia seorang .
Menatap lawan bicaranya, pramugari ini kembali berucap ."Pesawat sebentar lagi lepas landas .Harap Tuan menyimpan ponsel Tuan terlebih dahulu ."
Nathan membalas dengan anggukan ringan tanpa ada ekspresi ukiran senyuman di sana .
Sesaat setelah itu ,pesawat ini mulai berlahan lepas-landas meningkatkan bandara ini untuk pergi ke tujuan nya .
+++++
Dalam pesawat ini tidak terlalu banyak penumpang ,yang membuat Nathan sedikit lebih tenang untuk menenangkan pikirannya yang bergejolak memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya ia pikirkan .Dan itu membuatnya takut ,di kala ia terus teringat dengan mimpinya .Yang membuat Nathan kini hanya bisa terdiam menatap ke arah keluar jendela pesawat yang gordennya masih terbuka .Ia lihat langit malam yang masih menampakkan sedikit bintang di sana ,membuatnya memiliki sedikit harapan jika kakaknya pasti akan baik-baik .Dengan bersamaan dengan itu , ponselnya tiba-tiba berdering .
Nathan bergegas mengambil ponselnya yang tergeletak di dalam tas .Iya, Nathan tadi tidak benar-benar mematikan layar ponselnya .Ia takut kalau tiba-tiba paman Dae-hyun menelfon nya ketika ponsel miliknya sedang dalam keadaan mati .
Namun Nathan sedikit muram di kala melihat layar ponselnya yang tercantum nomer tanpa nama di sana ."Ah mungkin ini dari rumah sakit ."Ucapnya mencoba berpikir positif dan tetap mengangkat panggilan telepon ini .
Tersambung .
*Hallo".
*Tuan muda ,ini paman Baek Dae-hyun .Maaf paman baru bisa mengabari Tuan muda."
*Paman ,paman bagiamana keadaan kakak saya?Keadaan kakak baik-baik saja kan, paman?".
Tanya cepat Nathan kepada pamannya di seberang sana .
*Kakak tuan muda masih di tangani dengan dokter di ruang IGD .Saya masih menunggu ,karena dokter belum kunjung keluar ."
Setelah mengatakan itu ,Baek Dae-hyun yang menyadari tidak ada jawaban di seberang sana .Kembali berucap.
*Tenangkan hati ,Tuan muda. Nona Riska pasti akan baik-baik saja ,kakak tuan muda adalah wanita yang kuat .Paman yakin kakak tuan muda akan baik-baik saja ."
Yoshi berucap dengan penuh keyakinan di seberang sana .
*Hem ,iya paman .Paman terus temani kakak saya ,saya akan segera sampai ."
*Iya Tuan muda ."
*...Saya akan suruh supir untuk menjemput Tuan muda di bandara ."
*Iya ."
Panggilan di akhiri oleh Nathan sepihak .
Pikirannya semakin kacau sekarang .Dan ia hanya bisa berdoa dan berharap semua akan baik-baik ,termasuk dengan keadaan kakaknya yang sedang berjuang di IGD .
++++++++
+++++++++++
Seoul
Pukul, 22.39 Malam
Setelah keluar dari pemeriksaan bandara .Nathan langsung menghampiri supir pribadinya yang sudah menunggu kedatangan dirinya .
Dan kini Nathan sudah memulai perjalanan ke rumah sakit di mana kakaknya di rawat .Cukup lama Nathan menempuh perjalanan ke rumah sakit Gangnam Hospital di mana kakaknya di rawat .Ia bawah kan mengulang-ulangi kalimat yang sama kepada supir rumahnya ."Ayo pak sedikit percepatan jalannya ."Kalimat yang Nathan ucapan berkali-kali .
Padahal supir ini sudah mengebut dengan kecepatan mobil di atas normal .Namun supir ini juga tetep berhati-hati ,karena ia tidak ingin mengambil resiko kepada majikannya yang emosinya sedang tidak baik-baik saja .Alhasil ia hanya membalas dengan kalimat yang sama sembaring tadi ."Iya tuan ."
"Sebentar Tuan sedikit macet ."
"Iya Tuan ."
"Sebentar Tuan ,sedikit macet ."
Balasan dari kalimat yang sama yang di ucapkan Nathan yang sudah bersikap sangat tidak tenang.
++++
Sampai selang beberapa menit kemudian ,sampai mobil Lexus LM putih ini di dalam parkiran khusus mobil di rumah sakit ini .
Nathan segera beranjak keluar dari dalam mobil di saat mobil ini belum terparkir dengan baik .Iya ,sopir mobilnya menghentikan mobil ini sebelum terparkir dengan baik ,karena majikan bersikukuh untuk segera turun .Supir mobil ini juga tidak bisa menolak yang membuat Ia menghentikan mobil ini dan membuka pintu mobil otomatis ini .
Setelah majikan keluar dari mobil ,supir ini kembali menyalahkan mesin mobil dan mencari parkiran mobil yang masih kosong untuk mobil ini .
Sedangkan Nathan yang sudah keluar dari mobil ,sudah berlari dengan kaki jengkelnya yang panjang masuk ke dalam rumah sakit .Ia pergi ke ruang IGD yang ada di sana yang sesuai dengan alamat ruangan IGD yang paman Dae-hyun kirim.
Lamannya ia berlari kini akhirnya ia sampai di depan di mana pamannya tengah terduduk termenung ."Ajeossi ,dokter sudah keluar?".
Yoshi beranjak dari tempat duduknya ."Sudah tuan muda ,namun Nona Riska belum bisa di jenguk karena masih dalam keadaan keriting yang belum berlalu."Tanpa menatap Nathan ."...Nona mengalami luka yang cukup parah di kepala, Tuan muda."Sedikit merendahkan nada bicaranya di akhir kalimat .
Nathan kembali di buat membisu .Ia dudukkan dirinya di kursi tralis besi panjang dengan tatapan mata yang sudah sangat memerah menahan tangi. Alhasil ia menunduk kepalanya menutup kepalanya dengan kedua tangan yang sama-sama me**remas rambut kepalanya .Ia benar-benar menangis ,namun tangisnya jatuh dalam diam sehingga tak seorang pun mendengar termasuk paman Dae-hyun.
Paman Baek Dae-hyun juga hanya bisa terdiam ,ia tahu majikan sedang menangis dalam diam .Ia diem agar sang majikan bisa menumpang semua rasa gelisah dalam dirinya .Sampai ia memberanikan diri untuk membuka suara .Paman Baek Dae-hyun elus punggung majikan ."Yang kuat ,Tuan muda ."
"......Tuan muda harus kuat, agar kakak tuan muda juga ikut kuat bertahan di dalam sana."
Masih di posisi yang sama ."Saya benar-benar takut paman ,saya tidak bisa kehilangan kakak....".Ucapnya terhenti suaranya semakin bergetar menahan tangis .".....Saya tidak bisa lagi melihat orang-orang terdekat saya pergi .Saya hanya punya kakak ,paman .Hanya kakak ."Nathan menatap seduh manik hitam pamannya .
Baek Dae-hyun yang masih mengelus punggung majikan ini ."Semua akan baik-baik saja ,ada paman disini .Paman akan selalu bersama dengan Tuan muda ."Ucap Baek Dae-hyun .".....Tuan muda sudah seperti keluarga bagi paman .Paman tidak akan meninggalkan, Tuan muda."Lanjutnya tanpa menatap manik hitam lekat pemuda di samping yang hanya tertunduk tidak melihatnya .
Sampai sesaat setelah percakapan kecil itu .Dokter yang menangani Riska keluar dari dalam ruang IGD .
Nathan yang mendengar jelas pintu terbuka ,langsung mendongakkan pandangannya .Ia lihat arah pintu IGD di mana kakaknya di rawat .Ia yang melihat keluarnya dokter pria ini ,langsung beranjak dengan langkah antusias menghampiri dokter ini .Tidak jauh beda dengan Paman Baek Dae-hyun lakukan.
Dokter itu tersenyum tipis ."Nona Riska berhasil melewati masa keritingnya .Hasil ronsen untuk paru-paru Nona Riska juga sudah keluar ,dan hasil baik-baik saja ."Ucap Dokter pria ini yang tidak lain adalah Jee Ghie-hye .
Iya ,Riska sempat memiliki masalah pada paru-parunya .Paru-paru mengendap begitu banyak air .Mungkin itu disebabkan karena Riska terlalu lama tengelam di dalam air dan tidak menghirup sedikit oksigen. Waktu kecelakaan masuk sungai Han tadi .Namun bersyukurnya Riska .Paru-paru nya tidak sampai mengalami masalah yang serius ,walaupun tadi sempat sampai mengalami henti jantung sejenak karena sulitnya bernafas dengan keadaan paru-paru yang penuh dengan air yang mengendap .
Nathan bernafas sedikit lega .Sampai dokter ini kembali berucap ."Namun luka di kepala Nona Riska sangat serius .Kami perlu menindak lanjuti pemeriksaan untuk melihat masalah apa yang akan di alami Nona Riska ."
Nathan yang mendengar itu langsung bertanya cepat ."Apakah luka kepalanya sangat serius ,dok?".
"Iya ,karena menurut pemeriksaan saya .Nona Riska mengalami benturan yang sangat hebat di kepala saat kecelakaan berlangsung. "Balas dokter itu menatap berganti dua manusi bumi di depannya."....Saya akan melakukan pemeriksaan setelah Nona Riska kembali siuman .Nona Riska akan kami pindahkan ke ICU ,belum ke kamar rawat inap karena Nona masih membutuhkan pemantauan khusus dari kami."Lanjutkan menjelaskan .
"Apakah kakak saya belum bisa siuman?".Nathan bertanya dengan nada suara sedikit pelan.
Dokter itu menggeleng ringan."Belum tuan ,Nona Riska mengalami koma .Namun Tuan tenang saja saya akan berusaha semampu saya agar Nona Riska dapat kembali siuman ."
Nathan hanya membalas dengan anggukan ringan .
"Baiklah saya permisi, Tuan .Saya akan memindahkan pasien ke ruang ICU."Ucap Dokter Jee Ghie-hye berlalu pergi masuk kembali .
Sesaat setelah itu ,Dokter dan beberapa perawat kembali keluar mendorong brankar tidur tempat Riska terbaring lemah dengan beberapa alat rumah sakit yang masih menempel di tubuhnya .Nathan yang menyaksikan itu ,membuat hati kecilnya semakin teriris ,rasanya sangat sakit sekali .Seakan ada benda tajam besar yang menusuk jantungnya.
Nathan hampir kehilangan kesadaran ,akan tetapi Baek Dae-hyun segera menepuk bahu dan berangkulan barunya mengajaknya berjalan beriringan dengannya .Itu paman Dae-hyun lakukan dengan berharap pemuda di samping ini memiliki kekuatan untuk kembali semangat lagi mendampingi sang kakak yang terbaring lemah .
Nathan yang menyadari rangkulan tangan dari pamannya ,hanya bisa terdiam sembaring menyamakan langkah kaki pamannya yang berjalan mengikuti kemana brankar pasien di depan akan di bawa .
+++++++
Pukul 22.53 malam
Jam 22.53 malam .Riska sudah di pindahkan ke ruangan lain ,ia di pindah tempatkan ke ruang ICU .Ruang di mana pasien yang perlu penanganan khusus berkumpul .
Selepas dokter tadi memeriksa keadaan Riska ,dan memasang beberapa alat medis kembali di tubuh Riska .Dokter ini beranjak keluar dari ruangan yang di ikuti beberapa perawat yang ikut beranjak pergi meninggalkan ruang ICU ini .
Namun dokter ini masih terdiam menghampiri keluarga pasien kembali ."Salah satu dari kalian boleh menjenguk pasien .Namun jangan lupa untuk menjaga ketenangan dan jangan lupa untuk memakan pakaian pelindung medis yang sudah tersedia sebelum masuk ke dalam ."Jelas dokter itu .
"Iya ,dok ."Balas Nathan .
Dokter itu mengangguk ringan sebelum beranjak pergi dari sana .Meninggalkan pria paru baya ,dan satu pemuda yang bersama pria paru baya ini.
Selepas kepergian dokter pria ini ."Tuan muda masuk saja ,saya akan menunggu di sini ."Ucap Paman Baek Dae-hyun.
Yang hanya di balas anggukan ringan dari Nathan .Nathan berjalan masuk ke dalam ruangan ,tidak lupa ia mengenakan pakaian pelindung rumah sakit sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar ICU ini .
Di saat sudah ada di dekat brankar pesakitan kakaknya berbaring terlentang dengan mata yang masih setia terpejam .Nathan kembali terdiam mematung ,rasa sakit di dalam hatinya kembali terasa menusuk-nusuk .Ia sedikit berjongkok,lalu ia genggam telapak tangan kakaknya yang sangat terlihat lemah ."Kak bangun kak ,ini Nathan ,adik kesayangan kakak ada disini .Kak....".Ucap terpotong dengan bui bening yang sudah tak tertahankan .Bui bening ini mengalir begitu deras bak air tsunami yang dengan mudahnya membasahi bahkan menghancurkan semuanya .Sama seperti pemuda ini ,karena terlalu terisak masker yang pemuda ini pakek sampai basah ,sangat basah .Ia juga tidak sanggup melanjutkan kalimatnya ,ia terlihat sangat lemah sekarang .Sangat-sangat lemah ,ia hanya bisa menangis membasahi masker juga telapak tangan kakaknya yang ia bawa dalam pelukannya.
Cukup lama Nathan terdiam di sana ,dengan posisi yang masih sama .Ia berjongkok di sana ,ia tidak perduli dengan lututnya yang mulai terasa nyeri karena terus-menerus menopang berat tubuh .Itu karena di dalam ruangan ini tidak tersedia kursi ,bahkan untuk kursi kecil sekalipun .
Sampai sesaat setelah itu ,ia yang sudah sedikit lebih tenang ."Kak Riska lekas sembuh ,adik kakak sangat merindukan senyum kakak .Nathan akan turutin keinginan kakak ,Nathan akan sekolah di sini ,tinggal di sini bersama kakak .Kak Riska cepat buka mata kak Riska ,adik kakak akan tinggal di sini bersama kakak .Kak...". Sedikit terdiam mengatur nafasnya karena ia hampir terlarut dalam kesedihan kembali ."....Adik akan pergi keluar sebentar ,adik kakak akan menunggu kakak di luar .Kak Riska lekas buka mata kak Riska .Nathan menunggu kakak ."Nathan mengelus lembut telapak tangan kakaknya,juga menciumnya .Sebelum ia beranjak dan berlalu pergi keluar dari ruang ICU ini. Ia berlalu agar kakaknya tidak mendengar suara tangisnya yang tidak tertahankan lagi.
Di dekat pintu keluar kamar ICU ini. Nathan yang tengah melepas pakaian pelindung medis ini ,tanpa sengaja mendengar percakapan paman Dae-hyun di luar yang sedang bercakap-cakap mengenai perusahaan keluarga nya dengan seseorang pria yang terlihat seperti seusia dengan kakaknya.
Sampai di salah satu kalimat yang terucap dari mulut pria ini ,membuat Nathan langsung beranjak keluar dengan keadaan sudah tidak mengenakan pakaian pelindung medis .Nathan yang sudah diluar menatap pria yang berdiri di hadapan pamannya dengan tatapan dingin."Apa maksud anda?".Tanya menyela pembicaraan. Yang membuat paman dan pria ini langsung menengok ke arah sumber suara .
"Jawab pertanyaan saya?".Nathan yang masih menatap dingin pria ini .
Pria ini tidak lain adalah Kim Yong-dae sekertaris kepercayaan Riska .
Kim Yong-dae sedikit bingung ,bingung bukan karena perkataan Nathan melainkan ia bingung dengan Nathan . Maksudnya ,siapa pemuda ini kenapa ia keluar dari kamar rawat ICU bos nya .Itu yang membuat Kim Yong-dae sedikit loading lama .Karena ia sendiri tidak tahu soal siapa saja orang terdekat bosnya .Ia bahkan sampai berpikir kalau pemuda di depannya adalan anak buah suruhan Hyun Jun-su .Sampai akhirnya Paman Baek Dae-hyun membuka suara ."Perkenalkan sekertaris Kim Yong-dae. Tuan muda Nathan .Adik Noona muda ."
"Ho."Seru Kim Yong-dae yang baru mengetahui .Lalu ia segera menjawab pertanyaan yang sudah lama tidak ia jawab ."Perusahaan mengalami masalah besar ,para karyawan takut kerena Hyun Jun-su mengambil alih perusahaan .Hyun Jun-su memanfaatkan sakitnya kakak anda untuk merebut perusahaan keluarga anda .Karena seperti yang saya tahu sudah sejak lama ,Hyun Jun-su sangat ingin menguasai sendiri perusahaan Salvador .Milik keluarga anda."Jelasnya panjang lebar nan singkat.
Nathan terdiam sesaat mencerna semua kalimat-kalimat yang terucap dari mulut pria ini .Sampai setelah loading beberapa saat ."Bawa saya ke perusahaan keluarga saya ,saya akan memimpin perusahaan sementara waktu selama kakak saya sakit ."Ucap Nathan yang membuat paman Dae-hyun sedikit kaget ."....Dan iya ,saya mohon bantuan anda untuk memimpin perusahaan .Karena saya belum sepenuhnya memiliki pengalaman yang luas mengurus perusahaan."Lanjut Nathan .
"Tuan muda ,apaka...".Sebelum melanjutkan kalimatnya Nathan sudah lebih dulu memotong kalimat pamannya ."Tidak papa paman ,perusahaan ini adalah perusahaan keluarga saya .Ayah dan kakek sudah mati-matian membangun perusahaan ini ,saya tidak akan membiarkan orang asing begitu mudahnya menguasai perusahaan ini ."Dengan tersenyum tipis namun terlihat sangat mengerikan.
Paman Baek Dae-hyun menatap dalam manik hitam lekat pemuda di depan ini ."Kamu hebat tuan muda, di usian belasan tahun. Anda berani mengambil keputusan yang tepat .Semoga keputusan yang tuan muda ambil ,bisa berjalan dengan baik ."Batin Baek Dae-hyun .Dan dengan posisi yang masih sama ."Tuan muda pergi saja ,saya akan tetap di sini menemani Nona Riska .Saya akan langsung memberikan kabar kepada Tuan muda, jika Noona Riska sudah siuman ."Ucap Baek Dae-hyun.
Menatap lawan bicaranya."Terimakasih,Paman .Saya percaya sepenuhnya dengan paman ."Ucap Nathan ."Saya permisi ."Yang di dalam anggukan ringan oleh paman Dae-hyun .
Kini ia beralih menatap pria ini."Ayo berangkat."Ajak Nathan berjalan lebih dulu .
Pria ini memberi hormat kepada paman Dae-hyun sebelum berjalan menyusul langkah kaki pemuda didepannya .
Baek Dae-hyun yang masih menatap punggung Nathan ."Semoga semua berjalan dengan baik ,Tuhan . Bantulah pemuda ini untuk menyelesaikan semuanya ."Gumamnya .