My Salvador

My Salvador
Eps.25 Kenji sakit!



Osaka


Pukul ,07.59


Setibanya di depan salah satu rumah sakit yang ada di dekat lingkungan sekolahnya .Kedua pemuda yang masih mengunakan seragam sekolah dengan lengkap, namun sedikit berantakan .Bergegas masuk ke dalam rumah sakit .


Dari awal masuk ke dalam rumah sakit .Kedua pemuda yang benar-benar kacau itu sangat panik ,khawatir dengan keadaan temannya. Kedua pemuda itu bahkan tidak memperdulikan tatapan banyak sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dengan aneh ,sekaligus lucu, juga kasihan.


Nathan yang sudah di dalam lobi rumah sakit, langsung mendekat ke resepsionis di sana ."Suster tolong teman saja ,suster. "Kata Nathan yang panik.


"Cepat tolong teman saya ,suster!". Lanjut Benji yang juga ikut panik.


"Ayo cepat suster ,tidak lihat teman saja sudah lemah , SUSTER!". Ucap Nathan tidak kalah panik dari Benji .


"Ayo suster tolong teman saya." Ucap Benji yang semakin khawatir dengan keadaan Kenji .


Perawat berjaga di sana menjadi ikut panik,Salah satu perawat segera ikut membantu dengan panik karna ulah Nathan dan Benji. Perawat itu langsung menarik brankar pesakitan kosong yang terdekat di sana.


"Tidurkan teman kalian disini." Suruh perawat pria tersebut .


Nathan dengan di bantu oleh Benji menidurkan tubuh tidak sadarkan diri Kenji di atas brankar.Kenji yang sudah tidur terlentang di atas brankar pesakitan. Langsung dibawa berlalu pergi dari sana oleh kedua perawat yang mendorong brankar Kenji .


Nathan dan Benji mengikuti kemana kedua perawat itu membawa brankar Kenji pergi .


++++++++


Pukul 08.10


Di sinilah dua pemuda itu sekarang .Dengan mimik wajah cemas mereka berdua berjalan berbalak-balik di depan pintu ruang UGD yang tak kunjung terbuka .


"Lama sekali, apa yang dilakukan dokter itu didalam sana?". Ujar geram Benji mencengkram kuat kedua telapak tangannya .


"Ah sial ,sial sial sial."Berbanding terbalik dengan Nathan yang hanya mengulang-ulang kalimatnya berkali-kali dengan langkah kakinya yang tidak henti-hentinya berjalan berbalak-balik di depan pintu UGD .


Benji yang sudah lelah memilih untuk mendudukkan pantatnya di kursi panjang yang tersedia di sana .


Sampai sesaat kemudian ,dokter yang menangani Kenji keluar dari ruang UGD. Kedua pemuda tadi yang menyadari langsung antuasias berjalan mendekati dokter itu.


"Bagaimana keadaan Kenji?".Tanya Nathan kepada dokter itu .


"Keadaan tuan Kenji sudah lebih membaik. Akan tetapi ia harus di rawat sedikit lebih lama di rumah sakit ."Kata Dokter itu yang terfokus kepada kedua pemuda didepannya .


Terfokus kepada lawan bicaranya."Apakah ada luka serius dok?".Tanya Benji kepada dokter itu .


"Tidak ada .Tuan Kenji hanya mengalami kekurangan cairan ,sepertinya teman kalian terlalu banyak memaksa dirinya akhir-akhir ini dan mengabaikan waktu untuk beristirahat .Oleh karna itu imun dalam tubuhnya menurun."Jelas dokter itu kepada dua pemuda didepannya.


"Kalian tenang saja ,beberapa hari lagi teman kalian pasti sudah di perbolehkan untuk pulang."Kata dokter itu tersenyum tipis .


Nathan dan Benji hanya mengangguk ringan membalas perkataan dokter itu .


"Baiklah saya akan memindah teman kalian ke kamar rawat inap. Mungkin kalian bisa menghubungi salah seorang keluarga untuk menyelesaikan administrasi pembayaran."Kata Dokter itu berlalu pergi .


"Iya, Dok."Balas Nathan.


+++++++


Sesaat kemudian .Nathan dan Benji yang sudah ada di dalam kamar rawat Kenji .Berdiri mematung di dekat brankar pesakitan, tempat Kenji berbaring terlentang dengan mata yang masih setia terpejam.


"Nat, lu sadar tidak .Badan Kenji kelihatan kurusan?".Ucap Benji yang kini manik coklatnya terfokus kepada pemuda didepannya yang masih setia memejamkan matanya.


"Gue tidak tahu ,tapi.....". Ucap Nathan terhenti di kala ia mendengar seseorang membuka paksa pintu kamar rawat Kenji.


Siapa orang itu kalau bukan ,Yoshi, ayah Kenji .Yang mimik wajahnya terlihat amat khawatir .


Yoshi berjalan masuk ke dalam ,ia dudukkan pantatnya di kursi kecil dekat brankar pesakitan putranya yang masih setia memejamkan matanya .Yoshi genggam telapak tangan putranya, ia bawa telapak tangan putranya kedalam dekapannya ."Bangun Ken ,jangan buat ayah khawatir ."Ucap seduh Yoshi menatap wajah memucat putranya .


Tanpa memalingkan perhatiannya."Apa yang terjadi Kenji?". Tanya Yoshi kepada kedua pemuda yang masih setia menemani Kenji di sama .


Nathan terdiam ,ia bingung harus menjelaskan dari mana .Sampai ."Kenji terjatuh om, kami tadi menemukan dirinya terjatuh di tangga sekolah."Jelas bohong Benji yang langsung mendapatkan tatapan bingung dari Nathan .


Bersamaan dengan itu ,dengan sayup-sayup Kenji membuka matanya berlahan .Ia lihat sekeliling ,akan tetapi fokusnya langsung menatap lurus ke Nathan .Kenji langsung beranjak bangun mendudukkan dirinya di atas tempat tidurnya .


Kenji yang sudah terduduk di atas tempat tidur rumah sakitnya ."Kenapa lu tidak pergi?".Ucapnya yang berhenti mengalihkan perhatiannya dari Nathan .


"Sa-.....".


Nathan yang belum selesai menyelesaikan kalimatnya .Sudah terlanjur terputus dengan perkataan Kenji yang langsung membentak."PERGI LU!".


Mengelus punggung putranya ."Ada apa Kenji?".


"Nathan dan Benji sudah membantu kamu ,kenapa kamu justru memarahi mereka?".Lanjut Yoshi menanyakan dengan baik-baik kepada putranya .


Dengan mengabaikan perkataan ayahnya ."Lu sadar kan!Seharunya lu langsung pergi."Ucap Kenji yang masih menatap dingin ke arah Nathan .


"Saya permisi paman ,Ken .Semoga lekas sembuh Ken." Pamit Nathan beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.


Kenji hanya terdiam ,ia paling kan perhatiannya ke arah jendela kamarnya .


Yoshi yang menyadari itu ."Kenji ada apa?Kenapa kamu mengusir Nathan, nak?".


Kenji hanya terdiam ,ia tidak menggubris pertanyaan ayahnya ."Ken ,ayah tidak pernah mengajari kamu bersikap seperti ini. Jelaskan Kenji ,kamu ada masalah apa dengan Nathan?".


"Ehm, bukankah ayah sudah tahu apa kesalahannya ." Kenji tersenyum miring .


"Hem ,om. Saya juga permisi pulang dulu ."Pamit Benji kepada ayah Kenji ."Lekas sembuh, Ken."Lanjutnya sebelum berlalu pergi dari sana .


"Terima kasih kamu sudah menolong Kenji ,tolong sampaikan ucapan terima kasih saya kepada nak Nathan, Benjiro ."Kata paman Yoshi .


"Baik om ,permisi." Benji sedikit membungkuk memberi hormat sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar rawat Kenji .


Di luar Benji segera berlari menyusul Nathan ,karna tas sekolah Nathan masih bersama dirinya .


++++++


Pukul 09.04


Benji yang sudah di luar kamar rawat Kenji segera mencari keberadaan Nathan .Ia langkahkan kaki jengkalnya menuruni anak tangga rumah sakit .Sampai sesaat kemudian ia sudah turun di lantai terbawah rumah sakit .


Manik coklatnya terfokus memperhatikan lobi rumah sakit ,sampai manik coklatnya terfokus dengan pemuda yang tengah terduduk di salah satu kursi panjang tunggu yang ada di lobi rumah sakit .


"Cepat sekali lu sudah ada disini saja." Ucap Benji mendudukkan pantatnya di atas kursi dekat Nathan duduk .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya ."Ada yang cepat kenapa lewat yang lama ."Ucap Nathan .


Yang di maksud Nathan adalah kenapa lewat tangga jika ada live yang cepat membantu kita turun kebawah .


"Hem." Dehem Benji yang mendengar itu .


Memberikan tas milik Nathan yang ia bawa semenjak tadi ."Tas lu!".Ucap Benji .


Nathan menerima tas miliknya ,ia pangku tas itu di atas dua pahanya .Dengan kembali melanjutkan lamunannya memperhatikan ubin lantai rumah sakit di bawahnya duduk .


Tanpa berpaling melihat lawan bicaranya."Kamu sebenarnya ada masalah apa sama Kenji ,sampai Kenji begitu sangat membenci Kamu?". Tanya Benji membuka percakapan.


Hening ,lama Nathan tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan Benji. Sampai."Bukan masalah apa-apa, cuma salah faham saja."Balasnya tanpa melihat lawan bicaranya.


"Hmm." Dehem Benji mendengar jawaban Nathan .


"Nanti juga dia tidak akan salah faham lagi ."Ucap entengnya dengan posisi yang masih sama .


"Hem Nat, bagaimana dia akan tahu kebenarannya sementara kamu tidak menceritakan kebenaran ."Ucap Benji masih dengan posisi yang sama .


"Dia akan tahu sebentar lagi ,dari orangnya langsung."Balas Nathan yang kini fokusnya kepada lawan bicaranya.


Benji mengangguk ringan. Lalu beranjak dari tempat duduknya."Ayo pergi."Ajak Benji .


"Kemana? Sekolah juga gerbang sudah ditutup."Kata Nathan yang terfokus kepada lawan bicaranya.


"Ikut saja Nat ,lu mau ngapain diem disini?".Ajak Benji melepas jas seragam sekolahnya dan memasukkan jas sekolah itu kedalam tasnya .


Setelah sedikit berpikir."Ehm okay, gue ikut."


Yang kini fokus kepada lawan bicaranya."Lepas jas sekolah lu ."Suruh Benji kepada Nathan.


Nathan mengikuti ,lalu melepas jas sekolah dan memasukkan jas sekolah itu ke dalam tas miliknya .


Selesai itu ,mereka berdua segera beranjak pergi dari sana .


+++++++++


Pukul 09.04


Sampai setibanya di Mika yang paling akhirnya mengumpulkan."Hiro, gimana keadaan Kenji?".


"Sudah membaik, Benji barusan kirim pesan."Balas Hiroyuki tanpa berpaling melihat lawan bicaranya. Ia terfokus menghitung jumlah buku di depannya.


"Um." Dehem Mika kembali ke tempat duduknya lagi .


Selesai menghitung jumlah buku yang sudah lengkap. Hiroyuki segera beranjak membawa buku-buku itu ke belakang kelas .Ia taruh buku-buku itu di atas lemari yang tidak terlalu tinggi itu .Lalu kembali duduk lagi ke tempat duduknya karena jam pelajaran belum usai .


+++++++++++


Pukul 11.40


Di atas rerumputan yang tidak terlalu tinggi,yang tidak terlalu dekat dengan tepi sungai .Di situlah Nathan dan Benji sekarang .


Dengan beralaskan tasnya sebagai bantal ,Benji memejamkan matanya sembaring sesekali membuka mata melihat birunya langit di siang hari ini .


Langit yang tidak terlalu cerah dengan beberapa awan putih susu yang berhias di sana .


Nathan yang tengah terduduk di samping Benji juga ikut menikmati ketenaga itu .


"Bang Benji sering ke sini?". Tanya Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.


"Hem." Dhem Benji yang masih setia memejamkan matanya.


Akhirnya hening, mereka berdua sama-sama terdiam menikmati ketenaga yang akan menghilangkan rasa penat mereka berdua sesaat dari padatnya rutinitas sehari-hari.


+++++++++


Pukul 12.59


Yoshi yang tengah terduduk di samping putranya ,mengelus pelan pucuk rambut kepala putranya."Bangun Ken ,makan dulu ."Ucapnya .


"Emhem." Kenji yang membuka matanya berlahan .


Iya ,selepas kepergian Benji tadi Kenji langsung memutuskan untuk kembali beristirahat karna rasa sakit di kepalanya kembali menyerang .Ia juga tidak ingin ayahnya tahu apa yang ia rasakan saat ini ,oleh karna itu ia memilih untuk langsung beristirahat kembali .


Yoshi membantu putranya untuk terduduk ,lalu ia naikkan brankar atas putranya sampai sedikit tegak .Selesai itu ia mendorong meja beroda berisikan makanan diatasnya ke atas brankar putranya.


"Makan Ken ,biar lekas sembuh ."Ucap Yoshi yang sangat perhatian dengan putranya.


Melihat putranya yang masih terdiam ,seakan tidak naf"su untuk makan ."Mau ayah suapi?".Tawar Yoshi kepada putranya.


"Ti-tidak ."Tolak cepat Kenji .


"...Biar saya makan sendiri." Lanjutnya mulai memakan sedikit demi sedikit makanan yang di sediakan rumah sakit .


Dalam benak Yoshi yang memperhatikan putranya, ingin sekali ia kembali bertanya ada masalah apa putranya dengan Nathan .Sampai putranya begitu sangat membenci Nathan, anak majikannya yang sudah ia anggap seperti kerabat dekatnya sendiri .Akan tetapi ia mengurungkan semuanya dikala ia tidak ingin merusak selera malam putranya.


++++++++


Pukul 13.45


Kedua pemuda yang masih di tempat yang sama ,masih sama-sama setia memejamkan matanya dengan tidur terlentang menghadap langit yang membentang luas di atas mereka.


Karna tempat dimana kedua pemuda itu bersantai jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, membuat kedua pemuda itu leluasa beristirahat di sana seharian .


Sampai tiba-tiba ketenaga mereka berdua tergantung dengan tas yang tidak terlempar ke tangah-tengah kedua pemuda itu berbaring santai .


Buukk......


Nathan langsung membuka matanya lebar-lebar melihat apa yang terjatuh di samping."Hoy tas siapa ini?".Ujarnya yang masih dengan posisi yang sama ,tidur terlentang di atas rerumputan dengan bantal tasnya .


"Tas gue." Saut Hiroyuki yang langsung duduk di samping Nathan yang tidur terlentang ."Ambilkan tas gue ."Suruhnya kepada Nathan .


Nathan ambil tas Hiroyuki yang tidak terlalu jauh darinya. Hiroyuki langsung menerima tas miliknya dan langsung mengunakan tas itu untuk bantalnya tiduran di atas rerumputan yang tak terlalu tinggi itu .


"Kamu ko bisa tahu kita disini?". Tanya Nathan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya.


"Hem Benji sering ke sini." Balas Hiroyuki yang kini sudah memejamkan matanya.


Setelah mengakhiri percakapan singkat itu.


Apa akhirnya dua pemuda mager itu bertambah satu dan sama-sama mager di sana .Tidak bergerak atau apa, mereka bertiga setia sama-sama memejamkan mata .


+++++++++


Pukul 15.30


Kenji yang tengah beristirahat langsung beranjak bangun dari tidurnya .Yoshi yang duduk di sova langsung mendekat putranya .


Yoshi yang menyadari putranya akan muntah segera berlari kecil ke kamar mandi mengambil wadah baskom.


Humwekk.....


Kenji memuntahkan semua isi perutnya .Keringat dingin juga membasahi seluruh tubuhnya .Yoshi yang khawatir dengan keadaan putranya langsung memanggil dokter melalui bel darurat.


Sesaat setelah selesai membersihan muntahan putranya. Yoshi segera melangkah keluar kamar mandi di kalah menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam kamar rawat putranya .


"Ada apa, pak?". Tanya Dokter pria itu yang berpapasan dengan Yoshi yang baru keluar dari dalam kamar mandi .


"Putra saya baru selesai makan tadi ,tapi kenapa ia memuntahkan semuanya .Ia juga terlihat sangat lemah ,sebenarnya putra saya sakit apa, dok?".Kata Yoshi yang khawatir dengan keadaan putranya.


Walupun lemah ,Kenji tetap berusaha untuk tetap kelihatan baik-baik ."Saya baik-baik saja ayah. Nanti juga akan membaik ,ayah tidak perlu terlalu khawatir seperti ini ."Jelas Kenji yang manik hitam lekatnya terfokus kepada ayahnya .


"Jangan bohong, Ken. Wajah kamu terlihat sangat pucat ."Balas Yoshi tanpa berpaling melihat putranya.


"Biar saya periksa dulu ,tuan Kenji."Ucap dokter itu yang mulai melakukan tugasnya.


Sesaat setelah selesai di periksa ."Saya baik-baik saja kan ,dok?".Tanya Kenji .


Dokter itu menyungging senyumnya ."Iya .Kamu akan baik-baik, jika mulai sekarang kamu mau menjaga pola makan kamu juga istirahat yang cukup. Dan jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh."Balas dokter itu.


"Asam lambung putra anda naik ,untuk beberapa hari ini saya akan sarankan ke pengantaran makanan untuk mengantar makanan bubur nasi terlebih dahulu untuk putra anda makan .Sampai keadaan asam lambung putra anda kembali membaik ."Jelas dokter itu kepada ayah Kenji .


"Dan iya ,tolong benar-benar banyak-banyak istirahat yang cukup, tuan Kenji .Agar imun tubuh kamu terjaga dengan baik." Lanjut dokter itu menatap Kenji dengan menyungging senyumnya.


Akan tetapi tidak dengan Kenji .Kenji justru memalingkan perhatiannya ke arah jendela kamar rawatnya yang tertutup gorden .Seakan ia berusaha untuk mengabaikan semua perkataan dokter yang memeriksa keadaannya saat ini .


"Baiklah pak, saya permisi ." Pamit dokter itu berlalu pergi meninggalkan kamar rawat Kenji.


"Iya dok ,terimakasih." Balas Yoshi .


Selepas kepergian dokter pria itu .Yoshi menyungging senyumnya menatap hangat ke putranya ."Istirahat Ken ,atau mau ayah kupaskan buah?".


"Tidak ,saya akan tidur saja ." Balas Kenji.


Yoshi mengangguk ringan membalas perkataan putranya .Di kalah putranya sudah tidur membelakangi dirinya .Yoshi sedikit menurunkan senyumnya ,ia sedikit menatap seduh ke punggung putranya yang terlihat kurusan .


Yoshi elus lembut punggung putranya."Lekas sembuh nak."Ucapnya sebelum berlaku pergi untuk kembali duduk di sova yang ada di sana .


Tidak bermaksud untuk menghindar dari putranya, akan tetapi hati Yoshi semakin sakit dan sesak jika ada di dekat putranya .Ia benar-benar merasa sangat gagal menjadi seorang ayah .Sampai putranya tunggalnya menjadi sakit seperti sekarang .


Yoshi benar-benar menyalahkan dirinya atas semuanya yang terjadi kepada putranya saat ini .Ia yang sudah duduk di atas sova ,ia mendongak perhatian menatap langit-langit kamar rawat rumah sakit yang nampak tidak menarik itu .Dengan melamun, menatap kosong ke sana ."Sayang, kenapa kamu pergi meninggal kami berdua?".


"Saya dan putra kita sangat membutuhkanmu disini."


"Membutuhkan kasih sayang mu."


Batin Yoshi yang teringat akan almarhum istrinya .


+++++++++++


Pukul 15.30


Di jam yang sama Nathan yang sudah tiba di ambang pintu masuk rumahnya segera bergegas masuk ke dalam .


Sesaat kemudian. Nathan kembali keluar rumah dengan pakaian yang sudah berbeda.Ia membawa sabun cuci,baskom,juga kain lap untuk membersikan sepedanya yang kotor .


Nathan menyalah keran airnya dan mulai membasahi sepedanya dengan air yang mengalir dari dalam selang air yang ia bawa .Ia semprotkan sedikit demi sedikit ke seluruh badan sepedanya .


Ia ambil baskom yang ia bawa dari dalam tadi ,ia isi baskom air tadi dengan sedikit air sebelum ia tuang sedikit sabun ke sana .Selesai itu ia juga tidak lupa untuk mematikan keran air ,selama ia fokus menggosok seluruh badan sepedanya dengan kain lap yang sudah di basahi dengan air sabun .