My Salvador

My Salvador
Eps.193 Next....



Indonesia


Pukul. 23.10 Malam


Selasa


Sesampainya di tongkrongan biasa .Warung Bu Sushi yang saat ini makin maju karena sudah mulai di pegang oleh putra sulungnya mas Agung.


"Telat."Ujar Kevin yang sudah duduk menghadap sepiring gorengan .


Pakk....."Katanya lu diet Vin .Diet apaan lu?" .Gelepak Jefri asal .


"Mas Kevin kalau sakit jangan makan gorengan ,tidak baik buat kesehatan ."Saut Bu Sushi yang baru saja sampai di warung milik anak nya .


Nathan membantu Bu Sushi untuk melangkah masuk ke dalam warung."Ampun dah Bu Sushi hidup saya sudah terlalu sehat ,pertama kali makan ini pertama kali ."


Mengusap kasar wajah Kevin ."Diem Vin .Telinga gue sakit dengar bualan lu ." Ucap Jovan .


"Hahhh......kalian ini."Tawa renyah Bu Sushi.


"Nathan."Seru Asta yang sudah sejak tadi memperhatikan Nathan yang hanya diam saja ,seperti bukan Nathan yang banyak tingkah.


Melihat sepasang tatapan mata yang mulai fokus padanya dan Nathan .Jovan yang mengetahui masalah Nathan langsung membalas cepat di barengi merangkul bahu Nathan."Diet jadi anak pendiam dia .Ya doakan saja dietnya berhasil ."


Lantas Nathan yang mendengar itu menimpali dengan berkata ."Melakukan percobaan menjadi Yudha."


"Loh, ya jangan Nathan .Gue akan......".Memotong ucapan Kevin dengan memasukkan gorengan le dalam mulut Kevin .".....Sudah diem lu sudah kehabisan kata-kata."Kata Jefri.


Di tengah obrolan santai enam sahabat yang sudah lama tidak berkumpul bersama ini .Bu Sushi yang biasanya ikut nimbrung. Terpaksa berlalu pergi ke dalam warung di kala usianya yang sudah tidak sekuat dulu untuk terus menemani candaan para pemuda yang sudah ia anggap seperti anak-anak sendiri.


"Ualah an***jay .Otak lu tuh di pakai Vin ."Ucap Nathan tiba-tiba.


"Anjing mulut lu mulai kayak Yudha ."Menyungging ekspresi wajah kesal .


Mengelus punggung atas Kevin ."Sabar sabar ."


"Sejak kapan lu ada di Indonesia?".Tanya Yudha yang sudah fokus dengan lawan bicaranya.


"Kemarin ."


"Pulang kapan?".Giliran Asta yang mengajukan pertanyaan.


"Semau gue ."


Mendengar balasan enteng Nathan .Lantas Jovan langsung mendorong kasar lengan Nathan."Sekolah lu gimana anjing?".


"Libur musim dingin satu sampai dua bulan ."


"Oh."


"Enaknya banyak liburnya ."Ucap Jefri .


"Tidak bisa di mana enak dari mana?."Balas sewot Nathan kepada Jefri .


Sementara Asta yang melihat betul ponsel Yudha kakak kembarnya terus berdering. Namun tida kunjung Yudha angkat satupun panggilan yang masuk .Membuat tangan Asta bergerak cepat mengambil ponsel itu untuk secepatnya ia angkat .


...Tersambung....


*Hallo Al .Lu tidak perlu khawatir gue akan seret dia pulang secep....". Ucapan Asta langsung terhenti di seberang sini oleh Yudha yang merebut cepat ponsel miliknya.


"CK .Jangan ikut campur urusan gue."Ucap Yudha dengan nada bicara tinggi.


Yang lain dan Nathan langsung fokus memperhatikan adegan menegangkan sekilas ini ."Ada apa Yud?".Tanya Jovan .


"Bukan apa-apa?".


Nathan yang sejak tadi berlagak seperti tidak tertarik dengan apapun tiba-tiba berucap ."Selagi masih bisa di perbaiki cepat perbaiki .Sebelum semuanya hancur ,karena jika sudah begitu mustahil untuk kembali ke masalah awal ."


Membuat semuanya terdiam seketika .Mendengar tutur kata ajaib mulut Nathan .


Yudha yang terkenal keras kepala. Tiba-tiba bisa lulu dengan mudah nya .Yudha berpaling melihat saudara kembarnya."Tenang saja gue pulang di antar yang lain ."Ucap Asta mengerti maksud Yudha .


"Gue titip antar Asta pulang nanti ."


"BERES ."Balas semuanya serentak kecuali Nathan yang hanya diam membisu .


Ke lima pemuda ini nimbrung sampai menjelang larut malam .Bahkan hampir pukul 1 malam .Akan tetapi sebelum pukul satu mas Agung lebih dulu membubarkan ke lima pemuda pelajar ini yang besok masih harus bersekolah.


Mereka bubar setelah mendengar pesan dari mas Agung yang perpesanan untuk menyusur mereka lekas pulang dan beristirahat.


Namun Nathan yang masih bersama dengan Kenji tidak langsung pulang. Kedua pemuda ini masih keluyuran mengelilingi jalanan kota yang sudah sepi .


Jovan menyadari itu .Akan tetapi ia lebih memilih diam dengan tetap menurut saja kemana Nathan akan mengajaknya jalan-jalan.


Namun ia langsung angkat bicara saat motor nya berhenti tepat di depan gerbang rumah nya ."Lu kenapa antar gue pulang. Terus lu nanti gimana pulang nya be***go?".


"Gue masih belum mau pulang. Tapi lu besok kan harus sekolah ,jadi lu masuk saja dan istirahat .Besok motor lu gue balikkan."


Menghentikan Jovan yang ingin berucap ."Cepat masuk bokap lu sudah nunggu di ruang tamu."


"Bodoamat gue tetap ikut ."Jovan yang langsung merangkul pinggang Nathan ."Gue akan jalan kaki saja."Nathan melepas kedua tangan Jovan yang merangkul dirinya .Sebelum di susul ia beranjak turun dari atas motor .


Melihat itu Jovan juga ikut beranjak turun ."CK keras kepala."Umpatnya ."Setelah ini lu mau kemana?".


Tidak ada balasan dari Nathan yang sudah memulai berjalan kaki ."CK JAWAB BE**GO?."Jovan berjalan cepat menyusul Nathan hanya untuk mencengkram kerah pakaian Nathan .


Sementara Nathan yang memasang ekspresi wajah datar."Keliling sebentar ."


Melepas cengkraman tangannya."Pakai saja motor gue ,dengan syarat jangan ngebut kalau pakai motor dan cepat pulang."


"CK ,iya ."Balas Cuek Nathan yang kembali lagi untuk mengendarai motor Nathan .


Brumm .....Brummm......Nathan tancap gas meninggalkan jalanan depan kediaman Jovan .


Jovan yang masih berdiri di depan gerbang rumah nya ."CK perasaan gue tidak enak kalau harus membiarkan lu keluyuran sendirian.....CK menyusahkan saja ."Batin Jovan di barengi berlalu menyuruh satpam rumah nya untuk membuka pintu gerbang .