
Osaka
Pukul. 16.59 Sore
Rabu
Sudah menjelang sore .Sudah saat nya jam pulang kerja untuk semua karyawan-karyawan pekerja .Begitu juga Nathan yang saat ini tengah berpamitan untuk pulang kepada ibunda Yuriko .
"Hati-hati di jalan, sudah menjelang malam ,bahaya ."Pesan Ibunda Yuriko.
"Tidak papa Tante, saya kan cowok .Kuattt."
"Walau cowok. Tapi kalau sudah di keroyok tetap akan kalah Nathan ."
"Heheh....iya Tante."
"Kamu tidak lihat berita?".
"Berita apa Tante?".
"Ada dua orang pemuda di keroyok sama berandal di dekat sungai pinggir kota sana."
"Eh!Serius Tante?".
"Iya serius masak Tante bohong."
Bersamaan dengan itu tiba-tiba terdengar suara berat seorang pria menghampiri keduanya di depan teras rumah ini."Siapa ma?".
"Ayah....".Melihat kedatangan suaminya.".....Dia Nathan teman putri kita. Yang sering Harumi ceritakan."
Nathan segera membungkuk kan badannya sekilas sembaring menyapa."Selamat malam ,om."
"Ya...malam."
"Baiklah tente ,om, Jeon .Saya pamit pulang ,selamat malam ."Nathan berlalu pergi meninggalkan rumah ini .
"Iya, hati-hati."Pesan Ibunda Yuriko sekali lagi.
"Sopan ma, beruntung putri kita memiliki teman seperti nya."
"Ehmmm...ayah....Sudah ayo masuk ."
++++++
Di luar rumah Nathan melihat sekelilingnya yang ternyata ia sudah mendapati kedua temannya sudah menunggunya di depan tokoh yang telah tutup.
Nathan melangkahkan kakinya kearah Kenji dan Ryo berada ."Maaf lama."
"Keluar tahun depan pun tidak papa."Timpal dingin Kenji .
Menatap tajam Kenji."Cari mati!".
Melerai keduanya sebelum terjadi hal lain ."Aaaaa.....sudah.....sudah.....Ayo lanjut makanannya keburu dingin ."
"Gue yang boncengan."Nathan mengambil ali mengendarai sepeda angin ini .
Masih di posisi mengikuti Ryo yang mengayunkan medal sepeda nya lebih dulu .
"Lu jadi ke rumah Yuriko?".Tanya Kenji yang duduk tenang di boncengan sepeda.
Nathan yang fokus mengendarai sepeda angin ini."Lu tidak punya mata?."
"Oh!".
"Dia beneran mati aaaahhhh.........".Nathan dengan gaya menangis nya .
Plakkk........". Pelan-pelan be**go!Lu mau jatuh."
Menghapus paksa angin dari bawah wajahnya."Ya maaf."
"Tadi ibu Ryo bawakan sup daging sapi!!!".
"Iya bang**sat!".
Seketika Nathan langsung semangat mempercepat mengayunkan medal sepeda menyusul Ryo di depan sana .
++++++
Pukul. 20.10 Malam
Tiga pemuda ini sudah berkumpul di meja makan untuk melaksanakan kewajiban mengisi perut .Malam malam berlangsung hening sepanjang makan .
Satu jam kemudian .Setelah selesai makan Nathan dan Kenji segera melesat berganti pakaian. Begitu juga Ryo untuk merubah penampilan nya .
Sudah siap dengan model pakaian kemarin .Ketiganya membahas ulang rencana mereka .Sebelum beranjak pergi ke tujuan awal rencana.
+++++
Di lain tempat.
"Mau apa kalian?".Hiroyuki mempertajam indera penglihatan untuk melihat sekelilingnya .Pemuda-pemuda brandal yang tengah mengepung dirinya .
Sepuluh pemuda-pemuda ini hanya menyungging senyum miring kepada Hiroyuki. Sementara Hiroyuki yang melihat itu ikut tersenyum tipis ,sangat tipis. Seakan ia sudah tau maksud ke sepuluh pemuda-pemuda ini.
"Aaaa.......".Suara teriak serentak yang di barengi dengan penyerang bersamaan ke sepuluh pemuda-pemuda ini.
Pakkkk....Brugk.......Dappp......Brugkkk....pakk...........Sebagai serangan pukulan dapat Hiroyuki hindari .Namun karena kalah jumlah nya iya .Dirinya hampir saja berakhir babak belur di hajar habis-habisan pemuda-pemuda ini ,jika saja dua pemuda culun ini tidak datang membantu dirinya.
Mengatur nafasnya berlahan."Makasih sudah membantu."Ucap Hiroyuki kepada dua pemuda culun yang telah membantu dirinya.
"Sam...m...".Suara gagap Juan yang akhirnya di sambung cepat oleh Joan."Sama-sama, Onii-san."
"Kalian siapa kenapa sepe....". Ucapan Hiroyuki langsung terputus oleh suara manis Rikka .Gadis remaja yang berlari kecil ke arah Juan, dan Joan .Dengan berteriak."ONII-CHAN!!".
Berhenti mengatur nafasnya yang lumayan berantakan."Ahh!!....Onii-chan harus segera kembali .Otou-san dan Okaa-san mencari Onii-chan .......Banyak barang-barang yang perlu di tata tau."
Dalam hati Kenji."Anjing!!Lu berlebihan Ryo."
Nathan dalam hati menyahut."Lebih-lebihkan, itu bagus-bagus."
"Astaga lupa!Tapi Onii-san ini gimana?".Joan melihat Hiroyuki.
"Ikut saja, kak...... Temenin Rikka cari es krim."Ajak Rikka layaknya seorang perempuan seusianya pada umumnya.
"Te...te....terus... Okaa-san...Out...".Rikka langsung memotong ucapan belum terselesaikan Juan ."Rikka bo'ong soal itu ,Otou-san dan Okaa-san sudah selesai beberes rumah."
"Oh."
"Ayo kak."Rikka yang langsung menarik pergelangan tangan Hiroyuki.
"Eehh...". Hiroyuki menahan dan melepaskan genggaman ini."Maaf tapi saya ada urusan lain."
"Onii-chan.....kakak ini jahat ....kakak ini tidak mau sama Rikka ."Merengek dan menangis adalah gaya pemikat terbaik Rikka .
Seketika Juan dan Joan mengambil langkah sedikit maju dengan tatapan tajam nan dingin."Mau mati dengan cara apa?".Nada suara dingin berat Joan .
Masih di posisi."Ehm...Gue benar-benar ada urusan. Maaf ."Hiroyuki hendak beranjak pergi .
Namun secepat kilat Joan meraih pergelangan tangan Hiroyuki .Menarik sedikit lebih dekat sebelum ia putar kasar ke belakang."Masih?".
"Aaaa...".Rintih Hiroyuki menahan panas pada tangan kanannya.
Kenji yang melihat itu."Berlebihan Bangsat!".Batin Kenji .
"Ok."Finis Hiroyuki mengalah dan mengikuti keinginan tiga orang asing ini.
Joan mendorong dan melepaskan genggaman tangannya."Yokk!!".
Memutar-mutar bahunya."Iiisstt...sial!".Umpat Hiroyuki yang terlihat sangat kesal ."Pria culun berotot!".Batin Hiroyuki.