
Osaka
Pukul. 18.30 Sore
Minggu
Hanaki yang sejak tadi menyimak obrolan Nathan dan Kenji. Ia yang tidak faham sama sekali ,berucap."Kalian berdua lagi bahas apa?Kenapa gue tidak faham sama sekali?".Melihat berganti Nathan dan Kenji .
"Sekarang yang beragama Islam sedang menjalankan puasa Ramadhan ."Jelas Kenji singkat.
"Yang tahan tidak makan minum sejak pagi itu."Tebak Hanaki.
"Hem."
Mendorong Nathan dengan lengannya cukup kuat. Membuat Nathan yang awalnya terdiam melamun memperlihatkan yang lain jadi terdorong kasar .Membuyarkan lamunannya."Pantes loyo."Sambung Hanaki selepas mendorong Nathan .
"Bukan loyo .Saya cuma lelah ."Tegas Nathan menatap kesal .
+++++++
Pukul. 20.32 Malam
Selepas selesainya pertemuan tadi .Semua anggota langsung bubar .Terutama para ketua geng .
Kenji yang katanya ingin mentraktir Nathan justru pulang lebih dulu dari pada yang lain. Membuat Nathan di posisi sekarang. Duduk di salah satu kedai menikmati menu makanan yang ia pesan bersama Hanaki .
Karena semua buru-buru kembali ke rumah masing-masing. Nathan dan Hanaki jadi terlupakan. Alhasil di perjalanan mengambil sepeda nya Nathan yang masih bersama Hanaki di ajak cari makan di luar .Dengan Hanaki yang mentraktir makanannya.
Next....
Nathan masih menikmati menu makan malam nya dengan santai .Tentu dengan sesekali membuka obrolan. Seperti sekarang."Lu masih di panti?".
"Masih...",menjedah ucapannya,"...banyak anak-anak yang membutuhkan saya di sana."
"Sekolah lu? Pendidikan juga penting kan di era jaman sekarang."
"Emang."
Hening sesaat melanjutkan aktivitas makan-makan nya masing-masing.
"Lu ambil ujian gitu?Maksud?H?".Nathan memasang ekspresi sedikit terkejut. Ia bahkan hampir tersedak makanan."Lu pintar an**jay."
"Pintar karena situasi. Padahal gue adalah seorang yang sangat pemalas ."
"Ummm."
"Btw lu kemarin kemana?".
"Gue ke makam ayah bunda."
Hening kembali melanda keduanya. Namun keheningan yang ini berlangsung cukup lama .Sampai keduanya selesai makan .Baik Nathan ataupun Hanaki sama-sama masih belum membuka obrolan lebih dulu.
++++
Sampai di suatu jalan. Nathan menekan rem sepedanya untuk menghentikan laju sepeda .Untuk menurunkan Hanaki yang sudah harus perpisahan jalur pulang dengan Nathan.
"Arigatogozaimashita ,untuk traktiran nya ."
"Ya lain kali lu traktir gue makanan mahal sebagai ganti hhhahhhh....".Ucap Hanaki di susul tertawa renyah.
"Beres .Gue duluan ."Ucap Nathan yang secepat mengayunkan medal sepeda untuk secepatnya meningkatkan tempat ini .
Begitu juga Hanaki yang sudah mulai melanjutkan perjalanan berjalan kaki nya menuju Panti Asuhan.
++++++
Sesampainya di rumah Nathan segera berkemas bebersih diri sebelum ia beristirahat dengan tenang untuk mempersiapkan besok yang sudah mulai melanjutkan aktivitas semula sebagai seorang pelajar.
Keluar dari kamar mandi .Surai rambut yang masih basah acak-acakan. Tidak membuat Nathan kedinginan sama sekali dengan suhu ruang kamarnya yang lebih dari 12° C .Intinya suhu kamarnya mengalahkan AC alami kutub Utara dan Selatan.
Next.....
Baru selesai berkemas beberapa buku yang akan ia bawa besok .Nathan yang sudah tidak sabar untuk rebahan. Secepat memakai lampu kamarnya .Membiarkan seisi ruangan gelap gulita .Nathan langsung melompat ke atas tempat tidur untuk merebahkan tubuh lelahnya .
Baru ingin memejamkan mata. Seketika nada dering panggilan telepon yang kula ia atur mode diam berbunyi. Dengan raut wajah kesal karena waktu istirahat nya terganggu Nathan merai benda pipi yang tergeletak di samping tidur .