
Berhasil mendapatkan Kenji. Wanita ini semakin mendekati dirinya kepada Kenji. Bahkan untuk wajahnya. Saking dekatnya keduanya sampai bisa merasakan hembusan nafasnya masing-masing.
Tidak sampai di situ saja, wanita ini juga akan mencium bibir pink Kenji. Semakin dekat dan sedikit lagi maka ciuman pertama Kenji akan jatuh pada wanita ini.
Brakkk.....Baik Kenji ataupun wanita ini langsung menengok ke arah sumber suara. Terlihat Nathan di sana dengan pakaian kacau sehabis berkelahi .Dan dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
Karena sudah di kendalikan emosi Nathan langsung berjalan masuk. Menyingkirkan paksa wanita ini, membantu Kenji melepaskan ikatan tali nya.
Berhasil terlepas. Kenji bergegas mengenakan pakaian kembali. Tanpa membuka percakapan dengan Nathan.
Sementara Nathan melihat itu, segera berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada wanita ini.
Namun belum juga keluar kamar tiba-tiba saja wanita ini melempar guci keramik besar ke arah Nathan. Kenji yang pertama kali menyadari itu segera menangkap guci itu agar tidak sampai mengenai kepala Nathan.
Menyadari itu Nathan segera berbalik badan dan menghampiri wanita ini.
Entah takut dengan Nathan atau apa, wanita ini terus berjalan mudur menghindari Nathan. Berhasil mengunci pergerakan wanita ini. Nathan semakin menatap lekat manik coklat mata wanita di depan."Tidak semua harus di paksakan."
"....Jangan biarkan rasa kekecewaan mu menghancurkan kecantikan mu."
"Ubahlah sikapmu, kamu adalah cantik yang berhak bahagia. Sebagai wanita yang menemukan laki-laki jauh lebih baik lagi yang akan menerima mu apa adanya dirimu."
"Jika belum tetaplah jadi diri mu sendiri, karena bahagia itu sangat sederhana. Bahagia tidak perlu menyakitkan diri mu sendiri."
Selesaikan mengatakan itu Nathan langsung berlalu pergi yang di ikuti oleh Kenji.
Sementara wanita ini hanya terdiam mematung di tempat yang sama. Dengan tatapan kosongnya yang mencerna kalimat-kalimat ucapan yang baru saja telinganya dengar.
+++++++
pukul. 06.10 pagi
Sudah mulai sekolah lagi. Kini kedua pemuda yang sudah berpakaian seragam tengah duduk di meja makan untuk sarapan pagi.
Sarapan dengan menu makanan sederhana .Sandwich isi sosis bakar buatan Nathan.
Karena terlalu capeknya ia tadi malam, akhirnya Nathan bangun kesiangan. Itu akibat dari ulah Kenji yang ada saja masalah yang berakhir melibatkan Nathan di dalamnya. Hal itu yang membuat Nathan hanya bisa membuat menu sarapan sederhana and simpel.
++++
Selesai sarapan keduanya yang tengah mengenakan sepatu sekolah di depan pintu depan rumah yang masih tertutup rapat.
"Kejadian kemarin malam nyata atau sekedar mimpi gue, hemm...?".Tanya Nathan sembaring fokus mengikat tali sepatunya.
Kenji yang sudah selesai mengenakan sepatu nya bergegas beranjak tanpa menjawab pertanyaan Nathan. Tanpa menatap Nathan Kenji justru berucap."Jangan pernah bahas-bahas kejadian semalam."
Mengerti dengan maksud Kenji. Nathan yang sudah berdiri tegak."Tergantung. Mungkin Kalisa akan tahu."
Mendengar itu Kenji langsung menatap tajam Nathan. Yang di tatap bersikap acuh dan malah sibuk dengan kegiatan nya sendiri membuka pintu mengunakan kunci rumah yang ia bawa.
Melewati Nathan dengan menyenggol kasar bahu Nathan sampai tubuh Nathan sedikit tergoyak sedikit. Tanpa bersalah Kenji langsung nyelonong meningkatkan Nathan.
Nathan mendengus kesal. Sembaring beranjak menyusul Kenji setelah ia selesai mengunci pintu depan rumahnya.
Dengan langkah santai nya ia berjalan jauh di belakang Kenji yang ada di depan sana. Entah kenapa, hari ini Nathan terlihat sangat damai. Raut wajah terlihat sangat tenang. Dan saking tenangnya, ia sampai tidak sadar jika sudah di tinggal jauh oleh Kenji yang melengos berangkat sekolah lebih dulu.
Sampai di perempat jalan Nathan tidak menemukan Benji yang biasa selalu menunggu di sini. Membuat Nathan berlanjut berjalan tanpa menunggu Benji yang tadi pagi sudah memberikan tahunya dari pesan chat, jika ia tidak dapat berangkat bersamanya karena ayahnya memaksa untuk mengantarnya ke sekolah sebelum berangkat kerja.
Awalnya Nathan sedikit kesal, karena tidak bisa berangkat sekolah bersama Benji. Tapi ia juga sangat bahagia karena akhirnya Benji dan ayahnya bisa berdamai kembali.
+++++
Sesampainya di sekolah yang sudah ramai dengan banyaknya murid-murid lainnya berdatangan .Nathan segera melangkah kakinya masuk ke dalam gedung sekolah agar lekas sampai di kelas dan menghangatkan tubuhnya yang kedinginan ini.
Di tangga lorong kelas Bahasa langkah Nathan terhenti oleh suara Ryo yang memanggil namanya."Nathan."Mendengar itu Nathan segera menengok ke arah sumber suara.
Ryo yang sudah dekat dengan Nathan berdiri."Tadi bang Hanam pesan kalau setelah pulang sekolah tunggu dia di parkiran kelas kita."
"Oke."
"Gue duluan."Pamitnya segera melesat menaiki tangga sekolah ini kembali untuk pergi ke kelas MIPA yang ada di lantai atas .
Sampai di kelas Nathan bergegas duduk di kursi .Baru saja ia duduk guru pengajar sudah masuk ke dalam kelas sebelum Nathan menunaikan ritual setiap baru sampai di kelas .Ritual tidur pagi.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung selama beberapa jam lamanya. Dan yang di tunggu segera tiba, yaitu jam istirahat.
Dan benar saja, sesaat kemudian bel jam istirahat berbunyi. Semua murid segera berkemas, dan guru pengajar segera mengakhiri belajar mengajar nya agar para murid-muridnya dapat segera beristirahat.
Melihat guru sudah pergi. Nathan segera menata tasnya di atas meja untuk ia jadikan bantal tidur ternyaman nya.
Sama dengan Nathan. Namun Kenji melakukan dengan gaya yang berbeda. Kenji menyilang kedua tangannya di atas meja untuk menutupi sebagian wajahnya dan ia gunakan tangan terbebas sebagai bantal.
Di tengah kegiatan bermalas-malasan keduanya .Ada satu orang yang geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua pemuda ini. Bisa di tebak, jika orang itu adalah Hiroyuki.
Dari pada gila melihat tingkah kedua sahabatnya. Hiroyuki mengalihkan perhatian untuk menyelesaikan tugas jurnal yang baru saja walkes nya berikan padanya untuk ia kerjakan.
Dalam jurnal ini ada beberapa acara kegiatan sekolah di musim dingin yang beberapa hari ini akan segera di laksanakan, jika tidak ada kendala.
++++++
Kembali ke Nathan yang masih terlelap dalam dunia mimpi yang terpaksa pupus di tengah-tengah, karena suara getaran ponsel nya .Nathan ambil benda pipih dalam saku celananya. Untuk ia angkat panggilan telepon yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.
Tersambung.
*Dik."
*Ada apa, kak?".Tanya Nathan di seberang sini.
*Dik nanti..........".
*..............sama paman Yoshi."
*Baiklah."
*.......Tapi sebagai gantinya jangan potong uang jajan Nathan lagi."
"Iya."
Mengakhiri panggilan telepon ini sepihak.
Mematikan layar ponselnya kembali."Banyak sekali pekerjaan mu, kak."Batin Nathan datar.
++++++++
Pukul. 14.39 Siang .
Murid-murid sudah bersiap untuk pulang. Begitu juga Nathan yang sudah siap untuk beranjak pergi pulang. Namun sayang semua murid-murid tidak di perbolehkan pulang lebih dulu, karena akan ada pengumuman penting yang akan mereka terima.
Tidak butuh waktu lama guru wali kelas mereka hadir di dalam kelas MIPA C. Tuan Hajime masuk ke dalam kelas untuk membahas rencana kegiatan sekolah.
Dua jam lamanya kelas MIPA C berunding tentang rencana kegiatan. Dan di akhir jam, lebih tepatnya jam empat lebih sepuluh anak MIPA C baru berbondong-bondong keluar kelas.
Kenji dan Nathan berjalan paling tertinggal di belakang. Sementara Hiroyuki dan Mika ikut dengan Tuan Hajime ke ruang guru.
Karena terlalu tertinggal. Nathan dan Kenji berjalan sangat santai dan lambat. Sampai di tangga lorong kelas Bahasa Nathan baru ingat jika dirinya harus menemui Hanam yang sekarang menunggu di parkiran sekolah.
"Bodoh!!Gue o'on sekali!Bang Hanam ingin ketemu gue."Nathan yang langsung mempercepat langkah kakinya menuruni tangga.
Kenji yang hanya terdiam mengekor Nathan yang sudah jauh dari jaraknya jalan.
Sampai di tempat ganti sepatu."Lama, bodoh!".Ujar Hanam keluar keluar dari lorong sebelah loker sepatu. Yang di susul oleh Takumi.
"Sorry bang, tadi ada sedikit acara tambahan."Balas enteng Nathan sembaring mengganti sepatu."Ada apa bang?".Bertanya tanpa melihat lawan bicaranya.
"Kak Riska menyuruh ku mengantar kamu ke Tokyo hari ini. Paman Yoshi tidak bisa datang menjemput mu."Jelas singkat Hanam.".....buruan."Ajak Hanam.
Melihat Takumi."Bang Takumi ikut?".
"....Kalau Kenji gue paksa ikut."Lanjutnya mengabaikan kehadiran Kenji yang baru saja ikut bergabung.
"Takumi ikut."Balas singkat Hanam sembaring berpaling melihat Kenji."....Kenji juga ikut?."
Walaupun tidak tahu topik apa dan akan di ajak kemana. Kenji tetap mengangguk menyetujui nya tanpa bertanya lebih dulu.
+++++++
Selesai itu keempat pemuda ini segera berjalan pulang ke rumah Nathan untuk mengambil mobil yang akan Hanam gunakan mengantar Nathan ke Tokyo.
Melihat Hanam yang sudah lebih dewasa dari Nathan, adiknya. Riska pun meminta bantuan Hanam untuk mengantar adiknya ke Tokyo.
Sampai di rumah Nathan. Selepas menaruh tas sekolah di Sova ruang tamu Nathan. Nathan yang sudah mengambil kunci mobil pun memberikan kunci mobil yang ia bawa kepada Hanam.
Keempat pemuda ini segera keluar rumah untuk segera mengambil posisi duduk masing-masing di dalam mobil Lexus LM hitam Nathan .
Belahan-lahan Hanam keluar mobil ini dari halaman depan rumah Nathan sampai di jalanan beraspal depan rumah. Hanam segera tancap gas memulai perjalanan berangkat ke Tokyo .
Dalam perjalanan keempat pemuda ini sama-sama hening, karena dua si buat resek tengah tertidur pulas. Siapa si buat resek kalau bukan Nathan dan Kenji yang sama-sama duduk di kursi tengah penumpang. Dan sama-sama tengah tertidur pulas di sana.
Melihat dari kaca mobil di atasnya."Lihat mereka berdua."Hanam sembaring tetap fokus menyetir mobil.
"Mungkin mereka berdua kelelahan, Han."Takumi sembaring fokus memainkan layar ponselnya.
"Hemm."
"Semua pekerjaan kita sudah ku hendel."
"Bagus."
"...... Tinggal tugas sekolah kita saja, gimana cara nya?".
Melihat Hanam yang tengah fokus menyetir mobil."Mau tidak mau, kita harus bergadang untuk menyelesaikan tugas sekolah ini. Malam ini juga."
"Aahhh....sial!! Seharusnya tadi saya bilang minta waktu tiga atau empat hari. Bukan satu hari dan besok harus beres."
Mengacak-acak rambut dengan tangan yang terbebas tidak menyetir."Aaahh.... stres!!".
"Hem."
"Perjalanan kita 6 jam, bodoh. Mana mungkin kita kembali ke rumah dan besok langsung bisa bersekolah."
"Kamu lupa kita sedang bersama siapa?".
Hanam menengok sekilas Takumi sembaring mengangkat sebelah alisnya dengan penuh pertanyaan.
Bermuka datar takut berkata."Mereka."
"Iya, astaga gue lupa. Ada sultan ,apa saja pasti bisa tuh bocah lakukan, terutama mencari cara sampai lebih cepat ke Osaka kembali."
"Tidak bisa, bang. Penerbangan di Osaka masih di tutup."Saut Nathan yang tidak di sadari oleh keduanya kalau Nathan sudah bangun tidur.
"Ada kereta tapi harganya mahal."Saut Takumi.
"Okeh, diurus nanti."Nathan menata posisi tidur ternyaman kembali.
++++++
++++++++++++++
Tokyo
Pukul. 04.46 Malam menjelang pagi .
Jum'at.
Takumi yang menyadari kendaraan yang ia naikin sudah berhenti pun membuka kelopak matanya."Han, kamu tidak tidur semalaman."Menyungging ekspresi sedikit kaget.
Hanam yang tengah fokus mencari tempat untuk memarkir mobil ini."Kalau saya tidur kapan sampainya."Balasnya datar dengan perhatian tetap pada di jalanan di depannya.
++++
Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang .Malam menjelang paginya Hanam telah sampai di Kota Tokyo. Hanam segera mengemudi mobil ini masuk ke dalam parkiran mobil di salah satu hotel mewah yang telah Riska instruksikan untuk datang ke sana. Karena Riska sudah menyiapkan sebuah kamar hotel mewah untuk adiknya dan teman-teman nya beristirahat.
Di saat tengah mengemudi pelan untuk masuk ke dalam gedung parkiran mobil. Takumi yang awalnya tertidur pulas tiba-tiba terbangun .Ia menyadari bahwa telah sampai di Tokyo, oleh karena itu ia terbangun.
Sembaring mengerjapkan kelopak matanya yang masih lengket Takumi berucap."Han, kamu tidak tidur semalaman?".
Hanam yang tengah fokus mencari tempat untuk memarkir mobil ini."Kalau saya tidur kapan sampainya."Balasnya datar dengan perhatian tetap pada di jalanan di depannya.".....Lebih baik bangunkan mereka berdua."Lanjutnya.
"Hem."Dehem Takumi sembaring melepas safety belt mobil yang ia kenakan.
Sudah terlepas dan mobil juga sudah terparkir dengan baik. Takumi segera membangunkan dua pemuda yang tertidur lelap ini.
Menggoyangkan lutut Nathan dan Kenji bersamaan."Bangun-bangun kita sudah sampai."Kata Takumi yang dengan cepat menyadarkan kedua pemuda ini.
Nathan berdehem sembaring mengacak-acak rambut kepalanya, dengan belahan-lahan mengembalikan kesadarannya.
Sementara Kenji segera menggeliat melemaskan otot-otot kaku tubuhnya, dengan menguap.
Sudah lebih baik. Ke empat pemuda ini bersiap turun dari dalam mobil. Di luar mobil Hanam langsung memadu ketiganya untuk mengikuti dirinya yang akan menunjukkan arah kemana akan pergi setelah ini.
Sampai di lobi hotel. Hanam segera menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan kamar hotel yang sudah di pesan dari awal oleh Riska untuk ke empat istri.
Sudah mengetahui tempat kamar hotel nya .Hanam segera menghampiri ke tiga pemuda ini dengan kartu kunci pintu kamar hotel yang sudah ada dalam genggaman tangannya.
++++
Selang beberapa waktu kemudian, setelah lama di dalam Liv .Akhirnya Liv ini berhenti dan kedua pintu otomatis Liv segera terbuka.
Hanam berjalan lebih dulu yang di ikuti oleh Nathan dan Kenji di belakang mereka berdua.
Sampai di pintu depan kamar hotel Hanam segera membuka pintu ini dengan kartu yang ia bawa.
Nathan yang melihat itu berucap."Bang ko cuma satu kartunya?".
"Emang cuma satu."
Menatap datar."Ada apa?".
"Terus kita berdua tidur di mana?".Nathan dengan banyak tanyanya .
Masih dengan ekspresi datar."Ya disini."
Masih cerewet."Kan sempit, bang!!".
Hanam buang nafas sabarnya."Nat, lu sebentar lagi di jemput sama om Yoshi. Jadi di dalam kamar ini nanti hanya ada saya ,Takumi, dan Kenji, jika dia tetap di sini. Kalau kamu pesan dua kamar hanya akan buang-buang uang Nathan .Karena kamar itu tidak akan ada yang menempati."Jelas Hanam.
"Oumm."Sendawa Nathan beranjak masuk ke dalam kamar hotel melewati Hanam yang berdiri di depan kamar hotel yang sudah terbuka sedikit ini.
Kenji yang sembaring tadi menyimak."Maklum bang, dia keturunan cebong cerewet."
Menepuk bahu Kenji."Sudah-sudah masuk saja dan istirahat, sembaring menunggu Om Yoshi datang."Takumi menenangkan keadaan.
Ke empat pemuda ini masuk ke dalam ruangan kamar hotel yang sama. Di dalam Hanam langsung melesat masuk ke dalam kamar tidur hotel untuk secepatnya merebahkan tubuh letih ini.
Sementara Nathan sudah duduk tenang di Sova panjang ruang tamu hotel ini. Sedangkan Takumi masuk ke dalam kamar mandi, dan Kenji ikut bergabung dengan Nathan .
Sebenarnya Kenji ingin merebahkan tubuh di tempat tidur. Tapi baru di ambang pintu ia melihat Hanam yang sudah terlelap. Hanam terlihat sangat capek, membuat Kenji mengurungkan dirinya untuk gabung beristirahat di sana. Karena jika ia melakukan itu akan mengganggu Hanam yang tengah tertidur lelap.
Sesaat kemudian Takumi ikut menyusul gabung di ruang tamu dengan Nathan dan Kenji yang tengah asik bermain ponsel.
Takumi yang sudah duduk di Sova tunggal."Ada kegiatan apa tahun ini di sekolah?".
"Tidak terlalu ramai seperti kemarin, karena cuaca tidak mendukung."Balas Kenji menatap lawan bicaranya.
"Ada acara api unggun?".
"Ada."
"Acaranya emang seperti apa, biasanya?".Nathan yang baru membuka suara setelah menyimak saja.
"Acara biasa. Serunya hanya saat api unggun di menyalahkan, karena saat itu suasana sangat hangat ."Jelas Takumi. Alumni adik kelas yang dulu pernah melakukan nya. Tapi untuk tahu ini ,ia sudah tidak dapat ikut. Karena posisinya saat ini di tuntun untuk fokus pada materi-materi bahan kelulusan nya sebentar lagi.
Ketiganya melanjutkan mengobrol, sampai dua jam kemudian bel pintu depan kamar hotel berbunyi .Nathan segera beranjak dari tempat duduknya lebih dulu untuk membukakan pintu.
Terlihat dari balik pintu yang sudah terbuka .Yoshi yang tengah berdiri dengan pakaian hangat nya.
Melihat Nathan yang membuka pintu."Sudah siap ,jika sudah ayo berangkat sekarang."
"Tunggu!".Ujar Kenji ."....Saya ikut."Sambungnya segera mengenakan mantel hangat nya.
"Terus bang Takumi?".Nathan melihat Takumi yang sudah berdiri di samping Kenji.
"Saya di sini saja dengan Hanam."Kata Takumi tersenyum tipis, sangat tipis.
Yoshi yang sudah terfokus dengan Takumi."Jika kalian lapar langsung pesan saja, semuanya sudah gratis."
"Baik, Om."Balas Takumi.
Melihat Kenji dan Nathan bergantian."Sudah ayo."Ajak Yoshi .
Keduanya mengangguk ringan."Pergi dulu bang."Pamit Nathan, dengan Kenji yang hanya tersenyum tipis sebelum berlalu pergi dengan ayahnya dan Nathan .
Selepas kepergian mereka bertiga. Takumi segera menutup pintu kamar hotel ini kembali ,dan dirinya segera kembali ke Sova panjang untuk merebahkan dirinya di sana sembaring melihat televisi yang tersedia di kamar hotel ini untuk hiburan para penginapan kamar hotel.
+++++++
Pukul. 06.00 Pagi
Sabtu
Kini Nathan sudah duduk di ruang meeting kantor keluarga bersama dengan Yoshi yang menjabat sebagai perwakilan atasan.
Yoshi duduk di samping sekertaris perusahaan ini .Sementara Nathan duduk di kursi ujung yang membuat dirinya dapat memperhatikan semuanya.
Sesaat kemudian meeting di mulai. Nathan sudah pernah terjun ke dunia kerja. Walaupun hanya untuk beberapa minggu, itu sudah lebih cukup untuknya jadikan pengalaman menjadi seorang pemimpin perusahaan.
Yang akhirnya Nathan dapat dengan santai dan mudah memahami pembahasan meeting ini tanpa ada kesulitan ataupun kendala.
Di dalam tengah meeting. Di luar Kenji duduk di kursi kerja ayahnya sembaring memainkan layar ponselnya.
++++
Sesaat kemudian meeting telah usai. Nathan segera mengucapkan terimakasih sebelum meeting di akhiri dan semua anggota meeting kembali ke ruang kerjanya masing-masing.
Sudah beres dengan itu. Nathan segera di ajak Yoshi ke ruang sekertaris untuk membaca sebelum mendatangani beberapa berkas dokumen.
Lima jam kemudian akhirnya semua telah beres .Nathan yang sudah berpamitan dengan Yoshi yang masih sibuk, segera berjalan ke ruang kerja pribadi Yoshi untuk beristirahat sembaring menunggu paman Yoshi selesai.
Sampai di jam lima sore lebih sepuluh. Yoshi baru menghampiri Nathan dan Kenji yang sudah terlelap di ruang kerja pribadi nya.
Nathan terlentang yang tidur di Sova, dan Kenji yang tidur terduduk di kursi kerjanya. Melihat itu Yoshi tersenyum tipis, rasa letih yang ia rasakan karena bekerja lenyap begitu saja, saat melihat ini.
Yoshi segera membangunkan keduanya dan mengajak keduanya untuk kembali ke hotel, agar keduanya dapat dengan leluasa beristirahat.
++++
Sebelum sampai di hotel. Yoshi sempat mampir ke kedai makanan untuk membeli beberapa makanan untuk kedua pemuda ini dan dua temannya tadi.
Proses pemesanan makanan berjalan lancar sampai makanan datang dengan kemasan yang sudah rapi di hadapan ketiganya.
Mungkin karena ada Yoshi. Sehingga seharian ini kedua maklum resek ini belum bertengkar sama sekali. Atau lebih tepatnya tidak dapat bertengkar.
Okeh kembali....
Sampai di kamar hotel makanan tadi segera mereka makan bersama-sama dengan Yoshi juga .Yoshi yang awalnya ingin menolak tapi karena paksaan dari Nathan dan Kenji. Ia pun menetap dan ikut bergabung menghabiskan menu makan malam ini sebelum ia kembali ke kantor lagi.
++++
+++++++++