
Osaka
puku ,15.59
Sabtu .
Selepas mengetahui semua kebenarannya. Kenji langsung tidak dapat mengendalikan tubuhnya. Keadaannya semakin memburuk, ia belum siuman sejak pingsan di kamar mandi. Bahkan setelah di periksa oleh Dokter, Kenji masih tetap setia memejamkan kedua kelopak matanya.
Membuat rasa bersalah Yoshi semakin besar, ia semakin menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi dengan putranya .
Manik hitamnya menatap raut wajah memucat putranya dalam diam ,ia genggam telapak tangan putranya. Tangisnya kembali pecah."Maafkan ayah Kenji ,ayah memang pria egois .Maafkan ayah Kenji......"Yoshi tundukkan perhatian dalam tangisnya.
+++++++++
Pukul ,16.09
Dengan kaos panjang berwarna hitam ,dan celana yang tidak terlalu pendek yang pemuda itu kenakan .Nathan pemuda itu, yang tengah terduduk tertelungkup di atas kursi dekat meja makan.
Manik hitam lekatnya menatap kosong ke dalam gelas keramik berisikan kopi hangat di dalam sana."Aahh!!!Apa Kenji akan baik-baik saja, jika dia sudah tahu kebenaran sebenarnya."Gumamnya menghela nafas lelahnya .
Iya, sebelum ini Nathan sudah meminta semua kejelasan kepada paman Yoshi. Kejelasan tentang kesalahan faham yang mengikat nama keluarga nya.
Malam ini , suasana hawa dingin sangat menusuk kulit. Bahkan di luar sana ,hujan deras masih setia menguyur di setiap tempat daerah tersebut .
Nathan yang masih terdiam di tempat yang sama. Masih setia menikmati segelas kopi hangat yang ia buat .Gelas berisi kan kopi itu ,ia genggam dengan kedua telapak tangannya untuk menghangatkan badan .Di kalah tadi, ia sempat kehujanan saat dalam perjalanan pulang.
Sampai tiba-tiba ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja makan berdering, ponsel yang tergeletak di atas meja makan yang tidak terlalu jauh darinya duduk. Nathan ambil ponselnya, ia lihat layar ponselnya."Kenapa Jovan VC?".Batinnya menggeser gagang telfon yang bergetar.
Tersambung Videocall
*Ada apa, Jov?".
Tanya Nathan melihat Jovan di seberang sana melalui layar ponselnya.
*Tidak ada apa-apa ,gue pingin ngobrol sama lu."
*......Lu tidak lihat gue sendiri."
Nathan tertawa kecil ,melihat Jovan di seberang sana yang tengah terduduk sendirian di atas motor sembaring mengoceh padanya dan dengan di temani sebatang rokok yang menyalah di mulutnya .
*Lu masih kebul-kebul, anjay!".
(Merokok)
*Hem."
*Cepat-cepat berhenti Jov ,lu tidak kasihan sama paru-paru lu."
Jovan hanya terdiam di seberang sana ,sembaring mengalihkan perhatian ke arah lain .
Nathan yang menyadari dirinya di abaikan oleh Jovan di seberang sana .
*Gimana kabar adik lu?". Lajunya bertanya .
*Adik angkat gue!."
Jovan dengan ekspresi sedikit tidak suka.
*Iya ,sapa lagi .Lu tidak ada masalah kan sama adik lu?".
Jovan yang mendengar itu justru tertawa kecil terbahak-bahak di seberang sana .
Nathan yang melihat itu melalu layar ponselnya justru menjadi bingung. Apa ada yang salah dengan pertanyaannya?
*Dia sudah berhasil memenangkan hati kedua orang tua gue ,dan sekarang apa yang gue lakukan akan selalu salah di mata ke dua orang tua gue .Dan dia selalu benar".
Ucap Jovan di seberang sana .
*Iya! Jovan memilik adik angkat laki-laki. Berumur 10 tahun ,di tahun ini .Adiknya bernama ,Lee Richard .Adiknya sangat di sayangi oleh ke dua orang tua Jovan .Mereka berdua menyayangi Richard melebihi kasih sayang yang di dapatkan oleh Jovan ,putra kandung mereka .
Di tambah lagi, adik angkat Jovan memiliki penyakit paru-paru ,yang mengharuskannya untuk melakukan cuci darah setiap satu minggu sekali .Itu juga yang menjadi asalan ,kenapa kedua orang tua Jovan memberikan perhatian yang lebih untuk putra angkatnya.
Membuat Jovan, terkadang tidak mendapatkan perlakukan layaknya seorang anak kandung oleh kedua orangtuanya yang lebih menyayangi adik angkat.*
*Sekarang lu di mana?".
Nathan bertanya hal lain kepada Jovan ,karna ia tahu Jovan adalah tipe pria yang sangat tidak suka di ceremai .
*Di tempat biasa ."
*Lu sudah makan ,badan lu kurusan Jov ."
Tanya Nathan yang membuat Jovan tertawa kecil di seberang sana .
*hhhhhhh."
*Lu kayak emak kandung gue ,Nat .Dari tadi lu interogasi kehidupan gue ,seakan lu benar-benar khawatir banget sama keadaan gue ."
Ucap Jovan di seberang sana yang masih dengan tawa kecilnya .
Nathan yang melihat Jovan di seberang dari layar ponselnya.Menatap datar ke Jovan .
*Gue serius Jov!."
*Lu harus baik-baik jaga kesehatan diri lu. Ke dua orang tua lu mengabaikan lu juga ada alasannya kan.Tidak mungkin mereka tidak sayang sama lu...."
*.... Jadi orang sakit itu tidak enak ,Jovan .Coba lu tanya adik lu? kalau lu tidak percaya ."
Jovan terdiam di seberang sana ,mencerna semua perkataan Nathan .
Selepas itu Jovan membuang batang rokok yang sembaring tadi ia hisap .
Nathan yang memperhatikan dari layar ponselnya tersenyum tipis .
*Kenapa lu selalu benar ,Nat ."
Nathan tertawa kecil .
*Gue kan istri lu , istri tuh harus memperhatikan suaminya ."
Menatap geli .
*MITI**MU!".
Umpat Jovan di seberang sana .
Nathan yang melihat dari layar ponselnya tertawa terbahak-bahak mendengarnya .
*Sudah Nat ,gue harus pulang ."
*Okeh."
Jovan mematikan sambungan Videocall sepihak .
Nathan menaruh kembali ponsel di atas meja ,sembaring masih tertawa kecil melihat ekspresi wajah Jovan jika sedang marah .
+++++++
Pukul 00.09
Selepas berlama-lama di ruang makan dengan bermain game di dalam ponsel .Kini Nathan berjalan kecil menaiki tangga rumahnya .Ia berjalan naik untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat .Akan tetapi di pertengahan tangga ,langkah kakinya terhenti di kalah ia mendengar suara bel rumah berbunyi.
Nathan membalik badannya dengan malas ."Aaa ,siapa bertamu tengah malam?Di luar juga masih hujan, apa dia tidak bisa baca jam."Gumamnya
Mempercepat langkahnya."...Apa bang Benji lagi ?".Ucapnya bertanya-tanya sembaring menuruni tangga rumahnya kembali .
Seperti biasa Nathan melihat di layar monitor CCTV rumahnya .Matanya langsung membuka sempurna di saat ia melihat layar monitor .Nathan langsung bergegas mengambil kunci rumah yang tergeletak di atas rak sepatu ,tidak lupa ia juga mengambil payung .
Nathan berlari keluar rumah ,ia segera membuka gerbang rumahnya .Di saat sudah berhasil membuka sedikit gerbang rumahnya."KENJI!Kenapa kesini? Kamu kan masih sakit ."Nathan yang kini memayungi tubuh basah Kenji dengan payung yang ia pakai .
Kenji hanya terdiam dengan wajah memucat kedinginan .Nathan segera menuntun Kenji masuk ke dalam rumahnya .Tidak lupa ia menutup kembali gerbang rumahnya tanpa menguncinya kembali.
Setibanya di dalam rumah .Nathan yang selesai mengunci pintu depan rumahnya kembali .Bergegas mengajak Kenji untuk naik ke lantai atas rumahnya .
Setibanya di kamar yang pernah di tempati Benji ."Tunggu sini Ken ,gue ambilkan baju gue ."Nathan tanpa menunggu jawaban dari Kenji langsung berlari kecil keluar kamar .
Nathan pergi ke kamarnya ia mengambil kaos lengan panjang, celana pendek, dan celana panjang miliknya .Dengan membawa pakaian, ia kembali ke kamar tadi .
Memberikan pakaian kering tadi kepada Kenji."Ambil Ken dan cepat ganti baju lu ."
Kenji hanya terdiam .Alhasil Nathan langsung menarik tangan Kenji ,ia taruh pakaian kering itu di tangan Kenji ."Ambil Ken dan cepat ganti baju lu."Suruh nya kembali dengan nada suara yang sedikit rendah .
"Lu ini manusia seperti apa?".Ucap Kenji yang kini mendongak menatap Nathan .
Nathan hanya terdiam menatap Kenji ,alhasil ia pun menggenggam lengan Kenji dan mendorong tubuh Kenji untuk segera masuk ke dalam kamar mandi.
"........Gue tunggu di bawah ."Lanjutnya berlalu pergi meninggalkan Kenji yang masih terdiam.
"Tunggu ."Panggil Kenji .
Nathan menghentikan langkahnya akan tetapi ia tidak berbalik melihat Kenji ."Jangan kasih tahu ayah ,gue ada disini ."
Masih dengan posisi yang sama."Iya."Balas Nathan yang langsung beranjak pergi dari sana .
++++++++
Pukul ,00.15
Tengah malam adalah waktu untuk semua orang untuk beristirahat selepas beraktivitas berat atau ringan di siang harinya.
Akan tetapi pemuda berkaos panjang ,dan celana yang tidak terlalu pendek yang ia kenakan ini, kini masih di sibukkan di dapur .Pemuda itu tengah sibuk membuat segelas minuman hangat .
Ia sangat fokus menunggu air mendidih, sampai tidak menyadari dengan kedatangan Kenji di sana.
Manik hitamnya terfokus pada Nathan yang tengah berdiri membelakanginya."Ayah telfon lu?".Tanya Kenji .
Nathan yang mendengar itu berbalik,melihat ke sumber suara ."Tidak."
".....Duduklah gue buatkan minuman hangat untuk lu."Lanjutnya yang kini fokus melihat air yang ia masak mulai mendidih.
Kenji terduduk di salah satu kursi dekat meja makan .
Sesaat kemudian Nathan datang ke meja makan dengan membawa segelas minuman hangat di tangannya .
Nathan memberikan segelas minuman hangat itu kepada Kenji .Lalu ia ikut menyusul duduk di kursi yang tersedia di depan Kenji duduk .(Mereka duduk berhadapan-hadapan).
Kini perhatian Kenji melihat ke dalam gelas yang ia terima .
Nathan yang melihat itu berkata dengan bahan sedikit formal."Kamu tidak suka susu?".
Kenji yang mendengar itu menggeleng ringan .
Masih dengan posisi yang sama."Kalau gitu di minum, biar hangat badannya ."
"........Tenang saja di dalam susunya tidak saya campur apa-apa. Cuma saya campur madu saja.Ada yang bilang madu sama susu bisa menghangatkan badan ."Lanjutnya .
Kenji yang kini manik terfokus dengan Nathan."Maaf saya merepotkan kamu ."
"E!".Nathan yang kini ikut menatap Kenji .
Ia menggeleng ringan."Tidak ,kenapa merepotkan. Saya justru senang kamu mau datang ke sini lagi. Walaupun caranya datang tidak baik ."Ucap Nathan yang menyinggung senyum tipisnya.
Kenji yang masih dengan posisi yang sama."Kamu tidak marah dengan saya?".Ucapnya mengulangi pertanyaannya tadi .
Nathan sedikit mengacak-acak rambutnya."Tidak."Balasnya singkat .
"Saya sudah banyak salah dengan kamu ,bahkan saya pernah berpikir untuk menyuruh orang menghajar kamu .Kamu pasti sudah mengetahui nya".Ucap Kenji yang masih dengan posisi yang sama.
Nathan terdiam sesaat ,ia cerna semua kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Kenji."Ternyata benar kamu yang melakukan."
".........Yokatta."
"E!?".Kenji yang masih terfokus menatap Nathan .
"Syukur karna yang saya pikirkan benar."Nathan yang manik hitam lekatnya melihat ke arah lain.
Mereka berdua sama-sama terdiam sesaat .Mereka sama-sama hanyut dalam pikiran mereka sendiri. Tanpa saling bertatapan.
Nathan yang kini terfokus melihat Kenji."Kamu jangan lama-lama pergi dari rumah, Ken. Kasihan ayah kamu ,dia pasti sangat khawatir dengan keadaan kamu ."
Nathan menyungging senyum ."Lu seharusnya bersyukur dengan yang lu punya saat ini. Walupun lu tidak miliki ibu lagi ,lu kan masih memiliki ayah."
"........Paman Yoshi adalah pria yang tidak tahu harus ......".Ucap Nathan yang terputus.
"....Kamu tidak tidur?."Ucap Kenji yang memutus perkataan Nathan yang belum terselesaikan.
".......bukannya besok kamu sekolah."Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.
Nathan yang menyadari Kenji mengalihkan pembicaraan , membuang nafasnya dengan kasar."Besok libur."
"Kamu sendiri tidak istirahat?".Tanyanya.
Kenji hanya terdiam,tanpa menatap Nathan atau merespon pertanyaan Nathan .
"Hem ,Kalau gitu kamu istirahat saja duluan."Kata Nathan yang kini terfokus melihat Kenji .
Kenji beranjak dari tempat duduknya ,mengabaikannya pertanyaan yang di lontarkan Nathan untuknya .
Tanpa melihat lawan bicaranya."Saya akan istirahat, kamu juga istirahat ."
Kenji berlalu pergi dari ruang makan. Nathan yang masih terdiam memperhatikan Kenji yang berlalu pergi meninggalkan.
Nathan melihat wajah memucat Kenji yang sedang berjalan berlahan meninggalkannya. Nathan ingin berjalan mendekatinya,akan tetapi Nathan mengurungkan niatnya .
Ia bangkit dari tempat duduknya ,ia merai gelas bekas minum Kenji .Nathan membawa gelas yang masih berisi ,itu ke atas wastafel untuk ia cuci .
Di tengah ia yang fokus mencuci gelas kotor tadi.
Brguk......
Terdengar suara seperti sesuatu yang cukup keras dari luar ruang dapur .Nathan yang mendengarnya dengan jelas ,segera beranjak dari sana meningkatkan gelas yang masih terbalut sabun di atas wastafel .
Ia berlari dengan kaki jengkelnya keluar dari dapur .Dan benar saja dugaan Nathan ,Kenji tengah terjatuh dari atas tangga .
Nathan yang sangat khawatir langsung, berlari mendekati Kenji yang masih terduduk, tertunduk terdiam di atas lantai bawah tangga dengan meremas perutnya ."Ken ,kamu tidak papakan, Kenji?Apanya yang sakit?."Ujar Nathan membantu Kenji beranjak dari tempat jatuh.
Kenji yang berusaha bangkit dengan di bantu Nathan yang merangkul bahunya."Nat, antar gue ke kamar mandi."Ucapnya bergetar dengan salah satu tangannya yang mendekap mulutnya .
"Iya ,iya."Nathan yang sangat panik segera menuntun Kenji kembali ke kamar tadi ,untuk pergi ke kamar mandinya .
Di saat sudah ada di dalam kamar tadi. Kenji segera melepaskan rangkulan tangan Nathan yang membantunya .Ia langsung berlari ke dalam kamar mandi .
Nathan yang masih khawatir, jika harus meninggalkan Kenji sendiri. Ia pun ikut menyusul Kenji masuk ke dalam kamar mandi .
Di dalam Kenji sudah berjongkok terduduk di depan korslet .Ia kembali memuntah semua isi perutnya, walaupun ia hanya memuntah cairan putih. Keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuhnya, tubuh yang juga mulai melemah .
Nathan sekarang berdiri di belakang Kenji ,membantu Kenji dengan memijat pelan tengkuk punggung Kenji berlahan .
Kenji yang menyadari itu ."Pergi Nat ,kamu tidak jijik apa?".Kenji yang berusaha mengusir Nathan dari sana .
Nathan yang masih di posisi yang sama."Diem lu!".Ucap singkat Nathan yang tidak memperdulikan perkataan Kenji .
"......Tidak mungkin gue ninggalin lu dengan keadaan lu yang kayak gini."Lanjutnya dengan suara tegasnya yang terdengar sangat serius .
Selesai itu Kenji yang sudah membersihkan bekas muntahnya, dengan di tuntun Nathan ia berjalan keluar kamar mandi .
Nathan membantu Kenji sampai tiduran di atas tempat tidur ,ia juga menyelimuti sebagai tubuh Kenji dengan selimut tebal yang tersedia di sana .Selepas itu ia kembali lagi ke dalam kamar mandi ,untuk menyiram bekas muntahan tadi yang belum sempat di siram .
Di saat ia berjalan keluar kamar mandi kembali .Nathan mendengar bel rumah berbunyi kembali .
Kenji mencoba untuk terduduk kembali ."Nat ,jika itu ayah ku tolong jangan bilang saya ada di sini .Saya mohon, Nat ."Ucap Kenji yang melihat Nathan yang masih berdiri tidak terlalu dari depan toilet .
"Tapi kamu harus segera pergi ke rumah sakit ."Balas Nathan berjalan sedikit mendekat ke tempat tidur Kenji .
"Saya baik-baik ,Nat ."
"........Tolong jangan beritahu ayah saya ."
Nathan terdiam sesaat .
Kenji yang sedikit menunduk."Maaf Nat ,saya yang sudah jahat dengan kamu .Saya justru merepotkan kamu dengan keadaan saya sekarang ."
"......Mungkin kata maaf tidak akan cukup ."
Nathan menyungging senyum tipisnya."Kamu istirahat saja ,saya akan lihat siapa yang bertamu .Jika itu ayah kamu ,saya tidak akan memberitahunya kamu ada disini ."Ucapnya berlalu pergi meninggalkan kamar tidur itu .
Tidak lupa Nathan kembali menutup pintu kamar itu ,sebelum beranjak turun ke lantai bawah .
+++++++++
Pukul,01.10
Tengah malam sebentar lagi akan berlalu ,akan tetapi pemuda berkaos panjang dan bercelana pendek ini masih setia terbangun.
Pemuda itu langkahkan kaki jengkalnya ,berjalan kecil menuruni anak tangga rumahnya. Ia berjalan mendekati pintu depan rumahnya untuk melihat seseorang yang bertamu ke rumahnya di tengah malam ini .
Nathan yang sudah membuka pintu depan rumahnya."Malam Oji-san. Ada apa , Oji-san?".Tanyanya kepada Yoshi yang sekarang tengah berdiri didepan pintu depan rumahnya.