
Osaka
Pukul. 10.10 Siang
Kamis
"Nathan. Oi ,Oi Nat ,Bangun Nathan."Kenji menggoyang-goyangkan tubuh Nathan masih berbalut selimut di atas tempat tidur ."Oi cebong bangun."
Pokkk....... Melempar bantal ke wajah Kenji."Urusai."Nathan tanpa mengubah posisi tidurnya.
"Cebong ."Kenji lebih mendekat ke tempat tidur Nathan. Menendang lebih kuat tubuh Nathan sampai menggelinding jatuh dari atas tempat tidur.
Brak....."Punggung ku."Rintih Nathan yang sudah tergeletak di bawah tempat tidur.
"Cepat bangun ayah gue menunggu lu di bawah."
Nathan yang langsung terduduk ,menatap jengkal Kenji ."Kapan paman Yoshi pulang?".
"Gue tidak tahu .Tapi.... ".
Nathan yang sudah berdiri."Apa anjing?".
"Ayah gue terlihat sangat marah ."
Menarik pergelangan tangan Kenji ."Kalau gitu lu harus temenin gue .Enak saja cuma gue yang kena marah ."Nathan menarik paksa Kenji untuk mengikuti langkah kakinya .
Next......
Di ruang tamu lantai bawah. Yoshi sudah duduk di Sova ruang temu menunggu kehadiran dua pemuda ini .Tidak sendirian Yoshi juga di temani oleh Danzeo dan Iruka yang berdiri di dekat Sova tempat Yoshi duduk .
Nathan dan Kenji duduk di kursi panjang depan Yoshi duduk ."Ada keperluan apa Oji-san?".Tanya Nathan yang nada bicaranya tiba-tiba gugup.
"Mood ayah tidak baik-baik saja."Batin Kenji yang mengenal betul bagian sifat asli ayahnya.
Yoshi memasang ekspresi wajah serius dan datar ."Apa rencana kalian selanjutnya?".
"Rencana?".Nathan yang fokus pada lawan bicaranya.
"Kabur diam-diam ke Indonesia. Ikut ujian yang akan membawa kau ke Gangnam Korea Selatan .Dan selanjutnya apakah kau juga akan kabur ke Korea Selatan secara diam-diam?".
"Kam.......". Memotong ucapan Kenji ."Saya hanya ingin bertemu kak Riska. Apakah salah jika seorang adik ingin bertemu dengan kakak nya?".
"Seharusnya kamu bilang sejak awal ."
"Hah?".
"Nanti malam jam 11 ikut saya ke Tokyo ."
"Kak Riska ada di Jepang?".
"Iya."
Berpaling melihat Kenji ."Yokatta."Syukur Nathan .
"Iya .Oji-san permisi ."Nathan beranjak dari tempat duduk ia kembali ke lantai atas .
Kenji yang masih duduk di tempat yang sama."Ayah tidak merencanakan sesuatu kan?".
"Kamu sudah sarapan?".Yoshi yang mengalihkan pembicaraan ke topik lain .
"Ayah."Seru Kenji ."Saya benar-benar berharap ayah tidak merencanakan sesuatu yang akan merusak mood Nathan .Dia sudah cukup memiliki banyak masalah ."
"Nathan adalah pewaris grup Salvador. Dia harus memiliki mental yang kuat sebagai pemimpin sebagai pewaris ."
"Tapi dia manusia, dan kalian memperlakukannya seperti hewan ."Kenji yang mulai memahami bagaimana perasaan Nathan yang selalu sendirian.
Beranjak dari tempat duduk ."Saya akan ikut ,saya akan memastikan sahabat saya baik-baik saja."Kenji berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.
++++++++
Pukul. 00.00 Malam
Tepat tengah malam .Nathan yang sudah sampai di Tokyo. Di persilakan masuk ke dalam suatu ruangan. Kenji terus mengikuti Nathan ,akan tetapi langkahnya terhenti oleh Yoshi ."Cukup sampai disini Kenji .Jika kau semakin masuk ke dalam kamu hanya akan menjadi pengganggu pertemuan ini."Kata Yoshi.
Menyadari kehadiran adik Riska berpaling ke pintu masuk dengan menyungging senyum tipis .Sangat tipis .
"Kak Riska."Nathan menyungging senyum hangat sangat bahagia bisa melihat kakak perempuan dari dekat lagi setelah sekian lama tidak bertemu.
"Apa yang kamu lakukan kemarin sangat kekanak-kanakan .Kamu bukan anak kecil sekarang dan sudah seharusnya kamu memiliki pemikiran dewasa ."Tidak memberikan sambutan baik setelah lama tidak bertemu adiknya .Riska justru memarahi Nathan .
"Maksud kak....". Memotong ucapan Nathan."Kamu adalah pewaris grup Salvador .Mulai dari sekarang jaga sikap mu dan perilaku mu .Sudah cukup selesai main-main."Suara tegas Riska .
Nathan yang masih belum bisa menerima perubahan drastis sifat kakak perempuan nya."Kak Riska kenapa .Apa ada masalah?".
Riska yang menyungging ekspresi wajah datar."Tidak .Besok kamu akan terbang ke Italia."
"Kenapa?Nathan sudah......".Kembali menyela ucapan adik nya ."....Tidak ada penolakan. Kamu akan terbang ke Italia besok ."
"Kamu akan melanjutkan pendidikan di sana .Saya sudah tidak perduli dengan keinginan kamu ,saya terlalu membebaskan kamu .Sudah saatnya kamu belajar mengurus perusahaan .Dan Italia adalah tempat terbagus untuk kamu belajar tanpa ada pengganggu ."
"Apa maksudnya dengan pengganggu?".
"Teman-teman mu. Kamu harus menjauhi mereka yang hanya akan menghambat langkah mu."
"CK!Apa yang kak Riska bicarakan?Mereka bukan penghambat ataupun pengganggu. Justru mereka lah keluarga sebenarnya saya .Mereka selalu ada saat saya membutuhkan bantuan.....".Menjedah ucapannya.".....Tidak seperti kakak .Kemana kakak selama ini .Meninggalkan saya seorang diri ,menemui....CK jangankan menemui menghubungi ku pun kakak tidak pernah."
"Dan perlu kakak tahu, kalau yang saya lakukan bukanlah kekanak-kanakan melainkan perjuangan seorang adik yang sangat ingin menemui kakak kandung nya .Kakak yang tidak pernah menganggap adiknya ada ."
"Jika saya tidak menganggap mu sebagai adik saya .Mungkin saya tidak akan pernah membiayai kehidupan mu .Atau mungkin sudah sejak dulu saya membuang mu ke panti asuhan."Ucap Riska menyinggung ekspresi wajah datar ,sikap dingin kepada adik laki-lakinya.
Geram sekaligus sakit luar biasa mendengar kalimat menyakitkan yang kakak perempuan nya katakan .Nathan mencengkram kuat kedua telapak tangannya. Di susul menyungging senyum miring tipis."Terserah apa yang ingin kak Riska lakukan .Jika ini yang kakak inginkan saya akan menjadi apa yang kakak inginkan."Nathan berlalu meninggalkan ruang kerja Riska dengan suasana hati marah .Menutup pintu ruang kerja Riska dengan kasar brakk.....
Menggenggam pinggiran meja kerjanya. Riska berjongkok menurunkan pandangan. Riska yang sangat kokoh dan tegas .Menumpahkan air mata yang Riska tahan-tahan sejak tadi .Kesedihan nya pecah tanpa mengeluarkan Isak tangis pilu ."Belajarlah untuk membenci kakak mu mulai dari sekarang adik ku."Nada suara rendah pelan Riska .