
Indonesia
Pukul. 06.00 Pagi
Senin
...Jika seandainya ,kalian di beri kesempatan untuk berjumpa temu dengan seseorang yang sudah lama tiada. Siapa seseorang yang sangat ingin kalian temui?...
..."Kalau aku ingin bertemu bunda dan ayah."...
Pagi-pagi sekali Nathan dan kakaknya sudah tidak ada di rumah .Sesuai rencana tadi malam .Kini Nathan dan kakaknya tengah dalam perjalanan ke makam ayah dan bunda nya.
Sepanjang perjalanan diiringi dengan suasana pagi yang sangat menenangkan. Begitu juga dengan suasana di dalam mobil ini. Karena baik
Riska atupun Nathan sama-sama terdiam.
Nathan yang hanya terdiam membuat Riska yang fokus mengemudikan mobil menjadi cemas akan keadaan adiknya .Pasalnya wajah adiknya sedikit terlihat pucat .
Melihat sekilas adiknya ."Kamu sakit, dik?".
Nathan yang awalnya duduk sedikit rebahan .Langsung memperbaiki duduknya dengan benar .Di ekspresi sedikit bingung ini Nathan berucap."Tidak....Saya kurang tidur saja ."
Tetap fokus menyetir."Kenapa tidak bisa tidur?"....memikirkan keadaan Yudha". Sambung Riska .
"Eh!Kak Riska tau?!".
"Iya. Panji sudah cerita semuanya."
"Umm."
"Yudha sudah sedikit membaik .Walaupun dia masih sangat lemah karena banyak kehilangan darah ."
Membuang nafas lega."Syukurlah."
Hening sesaat. Nathan kembali berucap."Kalau menginap di sini empat hari lagi ,bo..boleh kak?".
"Mau ada rencana apa?Mau ikut mereka lagi?Kakak sudah tau berita yang beredar."Suara tegas Riska terdengar.
Mendengar itu Nathan langsung menunduk pandangan nya .Memilih diam sepanjang perjalanan.
Tanpa mengalihkan perhatian menyetir mobil."Kamu belum balas pertanyaan kakak. Mau ngapain minta lebih lama di Indonesia?".Riska masih dengan suara tegasnya .
Walaupun sudah terbiasa mendapatkan perlakuan tegas dari kakaknya .Tetap saja Nathan sering merasa takut ataupun kaget ,jika sifat kakaknya menjadi serius .
"Cuma mau kumpul lebih lama saja sama teman-teman."Tanpa berpaling melihat kakaknya .
Hening kembali. Hening yang ini berlangsung lumayan lama .Bahkan sampai mobil Mercedes-AMG E warna abu-abu ini masuk ke dalam pemakaman dan terpakai dengan benar di jalanan pemakaman.
"Ayo turun."Ajak Riska melepas sabuk pengaman mobil.
Perhatian yang masih tertunduk. Nathan berkata."Saya sebenarnya tidak mau menemui ayah dan bunda di tempat seperti ini...".Menjedah ucapannya."....Bukan pertemuan keluarga seperti ini yang saya mau."Suara nada rendah Nathan berucap.
Riska yang sudah membuka pintu mobil .Menghentikan pergerakan nya."Ayo turun .Jangan membuat ayah dan bunda menunggu terlama ."Riska beranjak turun dari dalam mobil.
Berusaha tetap tegar seperti biasa .Nathan beranjak turun dari dalam mobil. Secara fisik Nathan tegar .Tapi mata tidak pernah bohong.
Kedua matanya berkata lain .Riska yang melihat itu .Merangkul lengan adiknya untuk ia tarik ke dalam area pemakaman ."Jangan membuat ayah menunggu terlalu lama kedatangan putra tampangnya."Riska menyungging senyum .Agar adiknya tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Nathan membulatkan kedua manik matanya .Ia yang mulai berjalan beriringan dengan kakak perempuan nya ."Hati kakak terbuat dari apa?Kaka pandai menyembunyikan luka".Batinnya berucap.
++++++
Pukul. 09.28 Malam
Selesai dari pemakaman. Kini Nathan duduk seorang diri di meja makan .Tentu untuk menikmati sarapan paginya. Menikmati dengan sangat sakur ,agar energinya yang hampir terkuras habis lekas terisi penuh.
Nathan sarapan seorang diri karena setelah mengantar dirinya pulang Riska langsung tancap gas ke kantor .Sementara Kenji sudah makan duluan .
Namun di tengah acara makan-makan .Kenji masuk ke ruang makan di ikuti oleh Jovan di sana .
Duduk di salah satu kursi kosong. Jovan berucap."Baru makan bro?Lu tidak puasa?".
Tanpa berpaling melihat Jovan."Masih kurang dua hari lagi, o'on."
Sudah biasa dengan ucapan kasar Nathan ."Setelah ini ke rumah sakit ,Nat."
Kenji yang awalnya menyimak."Saya ditinggalkan lagi?".
Jovan hanya diam melihat Kenji .Mulut yang penuh makanan ini berucap."Ikut! Ganti baju sono. Setelah ini ikut kita ke Rumah sakit ."Nathan berucap dengan bahasa Jepang yang akan mudah di mengerti oleh Kenji .
Beranjak dari tempat duduknya."Gue ambil jaket."Berlalu meninggalkan ruang makan .
"Lu ajak?".Tanya Jovan pada Nathan .
Nathan beranjak dari tempat duduknya untuk membawa piring kotor ini ke dapur .Tanpa menjawab pertanyaan Jovan terlebih dahulu.
Masih memperhatikan punggung Nathan dari kejauhan."Di cuekin."
+++
Sesaat kemudian .Nathan, Kenji, dan Jovan sudah siap berangkat ke rumah sakit di mana Yudha di rawat .
Rencananya mereka akan naik motor milik Jovan ke RS .Tapi karena ada Kenji .Nathan memutuskan untuk naik mobil ,tentu setelah izin kakaknya .
Nathan mengambil mobil di garasi .Mobil Mercedes Benz E 350 warna hitam milik keluarga nya yang sudah lama di anggukan di garasi. Mobil ini biasanya di pakai kakeknya saat berjalan bersamanya .Tapi karena beliau sudah tidak ada dan Nathan jarang tinggal di rumah .Akhirnya banyak mobil di garasi yang nganggur tidak mobil yang ini saja .
Memarkir mobil ini di halaman depan rumah .Nathan beranjak turun dari dalam mobil."Sedikit berdebu ,kalian lap lahh."
"WOY BANG**SAT, LU MEMBABU KITA ."Bentak Jovan berapi-api.
Yang di bentak justru cengengesan tanpa dosa."Heheheh..... sekedar minta bantuan, kan kalian menumpang". Disusul Nathan yang berucap dengan enteng nya .
Jovan semakin membara."Lu!!!".Jovan sudah menjinjing lengan panjang jaketnya. Hendak meremukkan Nathan yang terlalu jahil.
Kenji yang berdiri di antara keduanya .Menaik turunkan kedua tangannya."Tenang ,tenang ,Jovan tenang .".
Di tengah keributan ini .Pak Tedi selaku seseorang yang biasanya mengatur perawatan mobil menghampiri."Maaf den, ini ada keributan apa?".
"Tidak ada apa-apa, pak .Cuma mau mengelap mobil ini saja .Mau saya pakek ."Kata Nathan kepada pak Tedi .
"Maaf sebelumnya Den .Beberapa hari ini saya tidak merawat mobil di garasi, saya akan ambil kan lapnya ."
"Iya, nanti kami saja yang mengelap, pak .Pak Tedi istirahat saja ,kata kak Riska pak Tedi baru sembuh dari sakit ."
"Baiklah, Den .Permisi ."Pak Tedi berlalu meninggalkan tiga pemuda ini .
Sudah mendapatkan lap mobil .Ketiga pemuda ini sibuk dengan tugas masing-masing mengelap bagian-bagian mobil ini .
Karena di kerjakan bertiga .Membuat mobil ini glowing tidak perlu membutuhkan waktu lama .Mobil yang sudah glowing, ketiga pemuda ini beranjak masuk ke dalam mobil .Dengan Nathan yang mengemudikan, Jovan yang duduk di samping Nathan ,dan Kenji yang duduk di kursi tengah mobil.
Dengan kecepatan sedang mobil ini tancap gas meninggalkan pekarangan rumah Nathan .
"Kak Riska ko bisa izinin lu bawa mobil?".Tanya Jovan memecahkan suasana keheningan.
Nathan yang fokus mengemudikan mobil."Tidak mungkin kak Riska menolak permohonan dari adiknya yang palingggg tampannnn ."
Menirukan gaya orang mau muntah .Iya, itu yang Jovan lakukan saat ini .
"Aaaahhhhahahhhhhhjllkkk......".Tawa menggema Nathan yang puas .
Berhenti tertawa ."Gue juga di izinkan menginap di sini lebih lama lagi."
"Terus sekolah lu?".
"Kenji."Seru Nathan .
"Sekolah libur satu minggu setelah penerimaan raport."Saut Kenji .
"Tapi kalau nilai gue bagus .Kalau jelek lebih lama Indonesia hangus ."Ucap Nathan tetap tidak mengalihkan perhatian fokus mengemudikan mobil.
Menoleh sekilas ke Jovan ."DAN GUE YAKIN ,NILAI GUE TIDAK ADA YANG JELEK. Gue bisa mulai puasa pertama di Indonesia."Wajah berseri-seri gembira .
"Aaahhh.....". Hembusan nafas kasar dari Jovan .
"Apa?Lu tidak suka gue di sini?".
"Bukan....Gue takut lu ikut terlibat masalah ini lagi ,dan lu di hukum kak Riska."
"Tenang, itu tidak akan mungkin terjadi ."Nathan yang sangat percaya diri .
++++