My Salvador

My Salvador
Eps.234



Sembaring menunggu datangnya pesanan makanan. Kedua pasangan ini di sibukkan dengan menonton acara pagi televisi. Seperti film kartun yang seperti akan sering Nathan lihat. Karena istrinya yang terlihat sangat menyukai acara televisi ini.


Next....


"Suka dengan acara ini?".Tanya Nathan pada Noemi yang sangat asik dengan tonton acara televisi nya.


Noemi mengangguk ringan tanpa berpaling melihat lawan bicaranya,"Melihat acara seperti jauh lebih baik dari pada melihat berita."


"Hem."Dehem Nathan merespon ucapan itu.


Tokk....Tokk..... Beranjak dari tempat duduknya,"Biar saya yang ambil."Noemi berlalu pergi.


Sesaat kemudian ia kembali dengan membawakan makanan dan minuman yang di bantu oleh pelayan hotel.


Selepas kepergian pelayan hotel. Nathan dan Noemi memulai acara makan-makan pagi nya. Akan tetapi tidak dapat di sebut sarapan, karena jam sudah menunjukkan pukul 09.30 siang.


Next....


Selesai makan. Nathan dan Noemi langsung berkemas untuk pergi meninggalkan kamar hotel.


Kini Nathan sudah fokus mengemudikan mobil pribadi nya menyusuri jalanan Kota.


Noemi yang sembaring tadi terdiam memperhatikan luar jendela, ia memperhatikan perbedaan arah jalan pulang biasanya.


Sudah fokus pada lawan bicaranya,"Ini bukan arah pulang."


Nathan yang tetap fokus mengemudikan mobil,"Arah pulang sangat jauh dari bandara, kita akan menginap di apartemen milik kakak ku."Kata Nathan yang sebenarnya memiliki rencana lain.


Next....


Sesampainya di dalam apartemen. Yang tetap terjaga kebersihannya walaupun sering tidak di tempati. Nathan membantu Noemi membawa koper itu ke dalam kamar. Sementara Noemi sudah berkeliling melihat apartemen yang luas ini.


"Noemi."Panggil Nathan mengalihkan fokus Noemi padanya,"Kamu lupa dengan janji mu."


Noemi terpaku di tempat nya, otaknya loading mengingat-ingat janji apa yang Nathan maksud.


Lantas Nathan menghela nafas panjang,"Kamu berjanji akan membuat saya salat buah."


Baru ingat,"Maaf, saya akan buatkan."Noemi berlalu untuk pergi ke dapur apartemen ini.


Bahkan Nathan yang hendak menghentikan langkah kakinya Noemi pun urung.


Dan sesaat kemudian Noemi menghampiri dirinya,"Tidak ada apapun di kulkas."


Nathan tertawa kecil, lalu ia beranjak dari tempat duduknya,"Ayo belanja."Ajak Nathan pada Noemi yang masih terdiam di tempatnya.


Next....


Dan saat di dalam Liv tanpa sengaja seorang pria mabuk mencoba mengganggu Noemi, di sini lah sisi lain dari seorang Nathan hampir keluar. Nathan yang awalnya hanya diam saja memberikan Noemi menjaga jarak darinya. Ia yang melihat itu dengan cekatan menarik pinggang Noemi agar istri lebih dekat dengannya. Tidak sampai di situ, Nathan juga memberikan tatapan elang pada pria mabuk yang hampir menyentuh Noemi.


Sampai pada Liv terhenti di lantai bawah. Nathan masih merangkul pinggang Noemi, memberikan Noemi tetap pada pelukan nya.


Melepas pelukan nya,"Jangan jauh-jauh jalannya kamu istri saya bukan pembantu saya."Ucap Nathan masih dengan tatapan dingin. Terlihat luapan emosi yang tertahan sangat rapat di sana.


Next....


Di dalam pusat perbelanjaan. Nathan mendorong keranjang belanja, sementara Noemi yang memilih bahan kebutuhan yang akan ia beli.


"Lebih suka apel hijau atau merah?".Tanya Noemi menunjukkan dua apel pada Nathan yang sejak tadi hanya terdiam mengikuti.


"Terserah."


"Tidak ada nama apel terserah. Kamu suka yang mana?".


"Kamu."Kata Nathan atensi menatap lekat raut wajah itu,"Kamu lebih manis dari buah itu."Sambungnya.


Terjadi kesalahan membuat salah tingkah sendiri, Noemi akhirnya mengambil apel merah dan berlanjut berbelanja yang lain.


Sementara si pelaku hanya menyinggung senyum tipis menatap gelagat salah tingkah istrinya.


Next....


Selesai menyelesaikan pembayaran. Nathan dan Noemi kembali berjalan kaki keluar pusat perbelanjaan untuk kembali ke apartemen yang tidak terlalu jauh dari sini.


Setibanya di apartemen Nathan yang sudah menaruh barang belanjaan di dapur. Langsung berlalu menghempaskan tubuhnya ke Sova ruang tamu.


Ia duduk di sana cukup lama sama kedua kelopak mata terpejam. Karena rasa lelah membawa rasa kantuk ikut menyerang.


Next....


Jam delapan malam Nathan baru terbangun dari tidurnya. Sayup-sayup ia mulai membuka mata melihat sekeliling ruangan yang sudah gelap gulita. Bahkan ada selimut yang sudah menyelimuti tubuhnya selama tidur. Lantas atensi terfokus pada sosok yang tertidur di atas Sova panjang yang ada tepat di depannya.


Nathan beranjak dari tempat duduknya, ia mendekati sesosok perempuan yang terlelap itu. Menyelimuti tubuh nya dengan selimut yang ia pakai tadi. Sebelum akhirnya ia gedong berlalu meninggalkan ruang tamu.


Next....


Menatap lekat raut wajah dami yang terlelap ini. Tanpa Nathan sadari sudut bibir kembali menyungging senyum.


"Na...".Nada suara rendah itu cukup kuat mengembalikan kesadaran Nathan.


Melihat tatapan itu. Lantas ia segera membenarkan posisi tidur Noemi, lebih tepatnya menurunkan Noemi dari gendongan nya. Namun tidak dengan pelukan nya pada Noemi.