My Salvador

My Salvador
Eps.190 Kabar duka



Osaka


Pukul. 13.39 Siang


Senin


Makan-makan kuliner Indonesia. Itu yang tengah ketiga pemuda ini lakukan.


Membuat pengunjung yang makan di rumah makan di fokus pada meja makan ketiga pemuda ini."Wow .Enak buangattt."Ucap Kenji yang sangat-sangat membuat Nathan dan Jovan malu .


Karena Kenji seperti seorang pemuda yang belum pernah melihat makanan selama bertahun-tahun. Kenji malam begini rakus .


Next.....


Selesai mengisi perut. Jovan langsung tancap gas kembali untuk ke tujuan terakhir. Mengantar Nathan dan Kenji kediaman rumah Nathan.


Sesampainya di kediaman rumah Nathan. Jovan yang sudah sangat leleh .Setelah menurunkan Nathan dan Kenji .Ia langsung berpamitan untuk langsung kembali pulang .


Itu sedikit membuat Nathan kesal .Tapi ia tetap membiarkan Jovan pulang .


Next.....


"Nathan sepi rumah lu .Di mana Bibi Rani?Biasanya bibi Rani yang paling semangat menyambut kedatangan kamu ."Kata Kenji yang merasakan kekuatan dengan kedatangan nya keduakalinya ke Indonesia.


"Iya ."Nathan yang ikut heran .


"Permisi Aden ."Suara paman Tedi yang membuat Nathan sedikit terkejut kaget .


"Aden kenapa tidak hubungi saya dulu kalau mau ke sini?".Tanya paman Tedi .


"Loh saya sudah beritahu bibi Rani paman .Bi Rani tidak bilang apa-apa?."Mendengar balasan seperti itu paman Tedi langsung terdiam membisu .


Paman Tedi justru berucap ."Mari den."Paman Tedi justru mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Nathan dan temannya masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah .Nathan di sambut oleh seorang perempuan berusia 25 tahunan .Berpakaian seperti asisten rumah .


Yang membuat Nathan kembali terkejut."Loh ini siapa paman?".Tanya Nathan yang sudah fokus kepada paman Tedi .


"Ini bi Mina .Asisten rumah yang baru ."Balas Paman Tedi menjaga jarak kotak mata dengan Nathan secara langsung.


Nathan yang mulai sedikit meninggikan nada bicaranya."Terus bi Rani di mana?Kenapa bi Rani tidak menghubungi saya kalau bibi mau berhenti."


Melihat situasi yang mulai memanas."Duduk dulu Nathan .Bicarakan baik-baik."Kata Kenji berusaha menenangkan emosi Nathan ."Ayo Nathan ,duduk dulu ."Ucap Kenji sekali lagi .


Nathan akhirnya menurut untuk duduk lebih dulu di Sova ruang tamu rumah nya .Sementara dua pekerja rumah masih berdiri di dekat ia duduk .


Nathan yang sudah duduk ."Paman saya tanya sekali lagi .Dimana bi Rani?".


"Bi Rani sudah meninggal, den Nathan."Balasan Paman Tedi membuat Nathan langsung berdiri tegak dengan cepat ."Paman saya serius, di mana bi Rani?".


"Benar den Nathan. Bibi Rani telah tiada."Saut Bibi Mina asisten baru .


"CK .KENAPA TIDAK ADA YANG MEMBERITAHU SAYA .KAK RISKA JUGA SULIT SEKALI DI HUBUNGI ."Bentak Nathan mengeluarkan ponselnya. Berusaha menghubungi kakak perempuan nya .Namun sepertinya biasa ia tetap tidak bisa menghubungi kakak perempuan.


Marah dengan itu .Nathan membanting ponsel sampai hancur berkeping.


Kenji yang menyadari emosi Nathan sudah tidak dalam baik-baik saja .Langsung mendekati Nathan menyuruh Nathan untuk kembali duduk paksa ."Duduk Nathan .Lu jangan emosi dulu ,emosi tidak akan menyelesaikan masalah."Tegas Kenji yang tiba-tiba terlihat dewasa dari Nathan .


Dengan keahlian bahasa Indonesia yang sudah lumayan fase .Kenji berucap."Paman minta nomer telpon mas Panji."Minta Kenji dengan baik-baik.


"Mas Panji akan langsung memulangkan kita jika lu telfon dia."


"Gue tidak perduli. Kejelasan tentang masalah ini jauh lebih penting."Tegas Kenji bodoamat dengan Nathan .


"CK."Umat Nathan yang masih duduk mengendalikan emosinya yang masih meronta-ronta.


...Tersambung....


*Hallo mas Panji. Saya Kenji teman Nathan."


*Kenji. Ada keperluan apa?".


*Mas kami ada di Indonesia. Saya mewakili Nathan ingin bertanya soal Bi Rani. Apakah benar bi Rani sudah meninggal dunia?".


Lama tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya Panji berkata .


*Iya ,bi Rani sudah tiada .Beliau meninggal tiga bulan yang lalu karena sakit kangker otak setadiun akhir ."


*Mas Panji tahu di mana makam bi Rani?".


*Besok saya akan kesana mengantar kalian ke peristirahatan terakhir bi Rani."


*Baik ,mas ."


*Iya ."


Panji langsung mematikan panggilan telepon seluler ini sepihak.


Selesai menyimpan kembali ponsel miliknya ."Besok mas Panji akan ke sini .Sekarang lu istirahat saja ."


Tanpa membalas perkataan Kenji .Nathan langsung berlalu begitu saja membawa barang bawaan nya naik ke tangga rumah .


"Paman, Bibi saya benar-benar meminta maaf atas perlakuan tidak baik Nathan ."Kenji di barengi menurunkan pandangan nya .


Paman Ali yang sudah mengenal betul Nathan ."Tidak papa den Kenji .Den Nathan pasti sangat terpukul dengan kebar ini. Karena hanya den Nathan yang tidak ikut mengantarkan Bi Rani ke peristirahatan terakhir nya . Sementara bi Rani sudah Aden Nathan anggap seperti ibu kandung sendiri."


"Hanya Nathan."Batin Kenji berucap ."Berarti kak Riska ."Sambung batin Kenji berucap.


++++++


Pukul. 20.10 Malam .


Kenji duduk seorang diri di meja makan kediaman rumah Nathan .Sementara si tuan rumah tidak mau keluar kamar setelah kejadian tadi siang .Alhasil Kenji menikmati menu makan malam seorang diri .


"Terimakasih bi .Kelihatan enak-enak ini makanannya."Puji Kenji kepada Bi Mina .


"Terimakasih ini semua juga berkata ajaran sedikit dari Bi Rani ."


Fokus kepada lawan bicaranya."Bi Mina siapanya bi Rani?".


"Saya sahabat dekatnya .Hanya saja bi Rani jauh lebih tua dari saya ."Kata Bi Rani."Saya bisa kerja di sini juga karena bi Rani yang merekrut saya ke mbak Riska ....Oleh karena itu saya akan berusaha untuk tidak akan pernah mengecewakan kesempatan yang di berikan bi Rani."


"Baiklah den Kenji ,saya permisi."


"Iya ."


Selepas kepergian Bi Mina. Di sinilah Kenji mulai memakan makan malamnya dalam suasana hening.