My Salvador

My Salvador
Eps.74 Otw Jepang



Korsel


Pukul 11.20 Malam


Senin


Menjelang malam .Pemuda dengan kaos panjang putih polos dengan celana pendek Adidas ini ,kini sudah terduduk di atas tempat tidur .Fokusnya menatap lurus layar laptop yang tengah menyalah di depannya .Dengan beberapa buku yang tertumpah di sekitar nya duduk .


Mengacak-acak rambut kepala yang memang sudah berantakan, karena entah sudah ke berapa kalinya pemuda ini mengacak-acak rambut kepala nya .


Iya ,mungkin karena mengejar mapel pelajaran yang tertinggal membuat Nathan sedikit pusing dan stres .Di tambah lagi, dengan waktu pembelajaran yang tinggal beberapa hari lagi .


Tapi beruntungnya ia mendapat catatan singkat dari beberapa materi tertinggal yang di berikan Kenji .Temannya yang menyalin kan beberapa materi untuk dirinya pelajari .


++++++++


Di jam yang hampir sama akan tetapi berlainan tempat .Riska, wanita ini baru saja sampai di kediaman rumah .Di pukul yang hampir menandakan tengah malam ,wanita ini baru sampai di kediaman rumah nya.


Letih ,capek mungkin tengah di rasakan wanita ini .Namun ia tetap terlihat cantik juga tegar .Ia beranjak keluar dari dalam mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Jen Xin-ki.


Ia yang sudah di luar mobil kini terfokus menatap Jen Xin-ki."Saya masuk dulu ,kamu pulang saja dan istirahat .Besok pagi-pagi sekali kamu sudah harus kesini ."Pesan Riska sembaring beranjak pergi dari sana .Setelah mendapatkan anggukan ringan ,juga membungkuk sekilas memberi hormat .Itu yang tengah Jen Xin-ki lakukan untuk menghormati majikan .Sekalipun umur majikan lebih muda darinya .


Selesai dengan kepergian Riska .Jen Xin-ki segera memasukkan mobil ini ke dalam garasi mobil .Ia berganti menaiki mobil nya sendiri untuk kembali pulang ke kediaman rumah nya sendiri .


+++++++++


Di dalam rumah besar ini Riska melangkah masuk ke dalam liv rumah nya untuk mempercepat dirinya sampai di lantai kamar nya .Tidak ,sesaat kemudian Riska berhenti di lantai empat .Lantai di mana kamar tidur adik berada .


Riska keluar di sana ,bermaksud untuk menemui sang adik nya yang sejak awal datang belum sempat mengobrol berdua karena terlalu sibuk nya dirinya dengan urusan ,juga beberapa bekerja di kantor yang menumpuk .


Di depan pintu kamar adiknya .Riska mengetuk pintu kamar ini beberapa sampai terdengar jawaban dari dalam ."Masuk saja ,bi Yong-see ."Nathan yang mempersilakan seseorang yang belum ia ketahui bahwa itu bukan bi Yong-see.


Riska membuka pintu ini dan beranjak masuk ke dalam kamar adiknya ."Bibi taru saja susu nya di sana ,nanti saya minum ."Kata Nathan yang masih terfokus melihat layar laptop nya tanpa berpaling lebih dulu melihat siapa lawan bicaranya .


Riska duduk pinggir di atas tempat tidur .Kini ia yang sudah duduk di depan adiknya ."Mengerjakan apa?".Tanya Riska yang baru membuka suara.


"Eh ,kakak .Bi Yong-see!?".Nathan yang melihat sekeliling nya ."......Bukan bi Yong-see."Menurunkan nada bicaranya menjadi pelan.


"Jadi kembali kapan ke Jepang?".Tanya Riska yang kini terfokus menatap lawan bicaranya.


Menggaruk-garuk lehernya yang tak terasa gatal."Tidak dulu kayak ,kak .Kasihan Ajusshi juga Chul-hyun tidak ada yang merawat mereka ."Kata Nathan.


"Soal itu ada bi Yong-see dan bi Yun yang berganti menjaga mereka .Ada kakak juga ,jika ada waktu luang kakak juga akan menjenguk mereka berdua."Jelas Riska singkat. ".....Emang kamu tidak takut ketinggalan mata pelajaran?". Sambungnya bertanya.


"Soal itu ,iya sih ."Nathan yang masih terlihat bimbang."Mungkin besok malam saja ,kak .Saya akan terbang ke sana ."


Masih di posisi yang sama ."Jika jadi berangkat ,pakek saja pesawat keluarga .Agar kamu lebih cepat ,juga lebih nyaman sampai di tujuan ."


"Baik ,kak ."Balas singkat Nathan tersenyum hangat .


tokk ......."Permisi ,tuan muda ,nona ."Permisi Bi Yong-see dengan sopan ,sebelum di persilahkan kedua majikan masuk ke dalam kamar ini .


"Masuk bi ,taru saja di atas meja ."Kata Nathan melihat kedatangan bi Yong-see.


"Baik ,tuan muda."Bi Yong-see berjalan masuk dan menaruh segelas susu ini dia atas meja .


"Bibi pergi dulu .Permisi ,nona ,tuan muda ."Pamit Bi Yong-see berjalan meninggalkan kemar ini ketika mendapat balasan anggukan ringan dari Riska juga Nathan yang sembaring berkata ."Makasih ,bi ."Yang di balas senyum hangat oleh Bi Yong-see yang beranjak keluar dari kamar ini .


Selepas kepergian Bi Yong-see .Nathan kembali membuka percakapan dengan kakak nya masih di sini ."Jadi bagaimana dengan Jun-su?Saya dengar kakak berhasil membuat nya mendapatkan hukuman mati ."Kata Nathan .


"Benar ,dia sudah di hukum mati tadi siang ,dan langsung di makamkan tadi malam ."


Menatap manik hitam sang kakak ."Eh kakak tidak cuci tangan atau kaki dulu .DAN KAK RISKA SUDAH MASUK KE KAMAR NATHAN ."Nathan melebarkan tatapan mata nya menatap sang kakak yang masin terlihat tenang .


"Emang ada apa ,dik?".Riska yang masih terlihat tenang-tenang saja .


Mengerut bahunya keatas ."Ada hantu!!!".Ucap Nathan pelan .


Ya ,apapun julukan semua orang di dunia ini .Entah itu julukan orang hebat sekalipun ,pasti mereka tetap saja akan memiliki kelemahan .Karena tidak ada yang namanya manusia sempurna di dunia ini .Seperti contohnya ,pemuda ini masih sangat takut dengan kata hantu .Bukan takut ,tapi pemuda ini sering mengalami ingatan yang terkadang sampai terbawa ke dalam mimpi yang membuat ingatan itu terlihat sangat nyata .Sehingga tak heran pemuda ini merasa takut dengan halusinasi nya sendiri .


Jika di suruh memilih ,pemuda ini lebih seneng melihat langsung dari pada harus mengalami ini yang membuat nya ketakutan .Melihat sesuatu yang tak berwujud yang dapat keluar dan pergi seenaknya saja .


Seperti dia yang datang dengan seribu janji dan ke nyaman(kehangatan yang di berikan nya) ,sebelum akhirnya pergi tanpa memberi kabar lagi .Hhhhh....sudah lanjut ...


Masih dengan bahu yang terangkat."Kak Riska tidur di sini ya."Minta Nathan .


Memasang wajah gemoy memohon."Pliss ,kak .Bolehkan semalam ini saja ,kakak tidur di sini ."Mohon Nathan .Belum juga mendapatkan jawaban ."Pliss ,saya yang tidur di sova deh ,kakak yang tidur di kasur .Pliss kak!!".Memohon nya raut wajah gemoy berharap kakak nya lulu dan mau menemaninya.


Masih dengan ekspresi wajah tenang ."Tidak ,kakak banyak tugas kantor yang harus di kerjakan ."Kata Riska yang masih terfokus menatap sang adik .".....Lagian kamu kan sudah besar ,dik. Masak masih takut sama hantu. Kamu juga pernah ketinggalan di kuburan semalaman ,masak masih takut ."Lanjut Riska berkata .


Semakin menunjukkan ekspresi wajah tak bergidik Geri ."Weew ,kak Riska .Jangan bahas itu ,saat itu kan salah kakek .Masak iya anak kecil di tinggal di kuburan ."


"Hemm ,bukankah saat itu kamu yang hilang .Dan kakek yang kebingungan mencari keberadaan kamu."Riska mengunci perkataan sang adik .


"Ihh kakak ,memojokkan terus .Dahlah!!".Nathan yang memilih fokus kembali dengan layar laptop nya .


Beranjak dari tempat duduknya."Jika besok jadi pulang ,kamu telfon atau beritahu kakak langsung ,dik ."Pesan Riska yang hanya mendapatkan balasan deheman dari Nathan .Adiknya yang tengah putung dengannya.


Tanpa terlalu memperdulikan itu .Riska memilih untuk beranjak pergi dari sana .Ia memilih pergi bukan karena itu juga kesal atau apa . Melainkan kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit.


Dari pada ia pingsan di kamar adiknya ,dan membuat adiknya panik dengan keadaan .Riska memilih untuk pergi dari sana ,memilih untuk pergi ke kamar tidur nya sendiri dan beristirahat di sana .Mungkin dengan itu keesokan pagi kepalanya tidak terasa sakit lagi.


++++++++


Di kamar nya sendiri .Riska segera memanggil bi Yong-see dengan menelfon, untuk menyuruh nya membawakan makan malam ke kamar nya .Sembaring menunggu kedatangan bi Yong-see .Riska sandarkan tubuh di atas tempat tidur sembaring menghilangkan rasa penat nya sejenak.


Di lain tempat ,Nathan segera mengemasi beberapa bukunya ,membawa nya bersama dengan laptop nya .Tidak lupa ia juga membawa selimut hangat miliknya sendiri .


Ia yang sudah beranjak keluar melihat berpapasan dengan bi Yong-see yang berjalan di depannya ."Eh ,bibi .Mau kemana?".


Menghentikan langkahnya."Mau mengantarkan makan buat nona ,tuan muda."


"Sekalian sama saja ,bi .Saya juga mau ke sana ."Nathan yang ikut berjalan bersama bi Yong-see ke kamar Riska .


Sampainya di sana .Nathan yang di persilahkan bi Yong-see untuk masuk duluan ,langsung membulat sempurna bola matanya di kala melihat kakaknya yang terlihat pucat tengah duduk tersandar di atas tempat tidur .


Seketika itu .Nathan segera mempercepat langkah masuk ,ia taru saja buku ,laptop ,juga selimut di seberang tempat .Ia langsung duduk di samping kakak nya ."Kak ,kak Riska kenapa?".Tanyanya yang khawatir dengan keadaan kakaknya .


".....Kak Riska sakit lagi ,mau ke rumah sakit ,biar saya antar .Ya kak ?".Nathan yang langsung menghujat Riska dengan pertanyaan-pertanyaannya.


Riska yang sudah terbangun hanya menyungging senyum tipisnya melihat tingkah adiknya yang terlalu panik berlebihan mencemaskan keadaan."Saya baik-baik ,dik ."Balas Riska sembaring berpaling melihat bi Yong-see yang masih ada di ruangan ini dengan nampan makanan ."Kakak hanya lapar ."Ucapnya .


"Bi, bawa ke sini ."Bi Yong-see yang mendengar itu berjalan mendekat .Ia taru nampan makanan ini di atas pangkuan Riska .


"Sudah bi ,terima kasih sudah mengantar .Bi Yong-see istirahat saja ,besok bangun siang juga tidak papa .Jika bibi masih terlalu capek ,nanti biar saja yang bicara dengan Bi Yun ."Kata Riska tersenyum ramah .


"Baiklah ,nona .Saya permisi ,selamat malam ."Pamit Bi Yong-see beranjak pergi meninggalkan kamar Riska .


Nathan yang masih cemas dengan keadaan kakaknya ,yang terlihat masih sedikit pucat ."Kak Riska beneran baik-baik saja?".


Riska yang sudah mulai memakan makan malamnya ."Baik ,dik .Kakak cuma lapar saja ,jadi badan kakak sedikit lemah."Kata Riska menyakinkan adiknya.


Mendongak menatap sang adik ."Kamu kenapa kesini ,bukannya istirahat dan tidur malah keluyuran."Marah Riska .


Nathan yang mendengar itu hanya cengengesan."Heheh.....boleh kan ,Nathan tidur di sini semalam saja .Plisss ya kak ."


"......Kan kalau mau adiknya cepat tidur tuh ,ya di bantu gitu .Kan adiknya sedang takut hantu ."Lanjut yang masih memperlihatkan raut wajah memohon nya .


Riska yang kembali melanjutkan makannya."Kakak berharap Chul-hyun melihat sifat aslimu ."Sembaring menyungging senyum jahilnya.


Memayungkan bibirnya."Ummm ,kak Riska."


"Sudah-sudah ,sana ambil selimut kamu .Dan tidur di sini saja ,bersama kakak ."Riska yang masih melanjutkan makan nya .


Nathan langsung merangkul tubuh kakak nya ."Makacih kakak ku sayang ."


"Hemm ,makan ini sampai tumpah .Kamu tidur di luar ."Riska dengan ekspresi wajah datar nya .


Mengangkat kedua tangan dan melambai-lambaikan nya ."Iya ,iya kak .Santuy kakak ."Nathan beranjak dan segera mengambil barang-barang tadi .


Nathan bawa barang-barang nya ke sisi lain tempat tidur kakaknya .Ia naik ke atas untuk kembali melanjutkan aktivitas belajarnya yang sempat tertunda .


++++++++


++++++++++++++


Korsel


Pukul 04.36 menjelang pagi .


Selasa


Riska yang sudah siap untuk melaksanakan kewajiban nya .Sesegera mungkin membangun adiknya ,yang masih menjadi bangkai di atas tempat tidur .


Menggoyang-goyangkan tubuh sang adik ."Dik bangun ,solat dik ,bangun solat subuh sebentar."


Masih dengan mata terpejam ."EmmHemm ,iyaaa kak ."Nathan bangun dengan setengah sadar ia melonggar otot-otot tubuhnya terlebih dahulu sembaring mengembalikan kesadarannya .


Sementara itu ,Riska sudah masuk ke dalam kamar kamar mandi terlebih dahulu untuk mengambil air wudhu .


++++++++


Beberapa jam kemudian .Selesai solat ,Nathan sudah menjadi bangkai kembali di atas tempat tidur kakak nya .Dengan peralatan solat yang masih melekat pada tubuhnya .


Ini terjadi mungkin karena ,Nathan yang tidur terlalu larut malam .


Iya ,tadi malam Nathan terlalu mengebut belajar mengejar materi pelajaran .Sedangkan Riska yang sudah terbiasa tidur larut malam karena urusan pekerjaan yang terkadang baru terselesaikan larut malam .Ia mengingatkan adiknya untuk tidur lebih dulu ,dan jangan terlalu memaksakan diri untuk terus belajar.


Namun sang adik tetap bersikukuh untuk tetap lanjut belajar .Yang membuat adiknya kini sulit untuk bangun .


Tidak ingin menganggu adiknya lagi .Riska memilih untuk pergi bebersih diri untuk bersiap-siap berangkat ke kantor .


+++++


Sesaat setelah sudah siap dengan dress nya .Riska segera membereskan berkas-berkas kerja yang harus ia bawa .Sesudah dengan itu ,ia segera berjalan keluar .Meninggalkan adiknya yang masih setia menjadi bangkai di sana .


Di bawah ,Riska langsung ke meja makan untuk sarapan pagi lebih dulu .Sebelum berlanjut berangkat ke kantor .


Menu sup dengan beberapa lauk dan ikan ,kini tengah Riska nikmat di temani dengan secangkir teh hijau hangat .


++++++++++


Pukul 08.38 siang


Pemuda dengan pakaian yang masih sama ini segera beranjak dari atas tempat tidur .Secepat mungkin dengan terdiam sejenak memperhatikan sekeliling nya yang sudah sunyi sepi .Bahkan seseorang yang semalaman mengobrol dengannya pun kini sudah tidak ada di tempat nya lagi .


Pemuda ini lirik jam dinding di sana ."H!? sudah mau jam 9 ."Bergegas beranjak dari Zona nyamannya .


Pemuda ini segera beranjak mengambil beberapa barang-barang nya sebelum akhirnya berlari kecil keluar dari kamar ini .Tidak lupa ini menutup kembali pintu kamar ini ,jika tidak pemilik kamarnya pasti akan marah besar dengannya .


++++


Di dalam kamar tidur nya sendiri. Pemuda ini bersiap-siap berganti untuk segera mandi ,dan berganti pakaian .Karena pemuda ini sudah terlalu terlambat untuk berangkat ke tujuan pemuda ini hari ini .


Rapi dengan pakaian nya .Kini pemuda ini bergegas mengambil ponselnya juga dompet untuk ia bawa pergi .


++++++++++


Pukul 09.00


Seorang perempuan muda tengah terduduk di kursi taman dengan cardinga rajut yang menutupi piyama rumah sakit yang tengah perempuan muda ini kenakan .


Terduduk sendiri di kursi teralis besi panjang taman ,seperti tengah menunggu seseorang .Itu yang tengah perempuan muda ini lalukan .


Sampai sesaat kemudian ,seorang menyodorkan sebuket bunga mawar putih untuk nya ."Ambil ."Ucap seseorang itu sembari duduk di samping perempuan muda ini.


Perempuan yang sudah menerima sebuket bunga mawar putih yang di rangkai cantik ini ,berkata ."Dapat dari mana?".


"Beli ."


".....Itu untuk kamu pergi ke makam Ommaa kamu ,kan tidak mungkin kamu ke sana tanpa membawa apapun."Kata pemuda ini tersenyum hangat kepada Dae Chul-hyun .Perempuan muda yang sembaring tadi terduduk seorang diri di sini.


Berpaling melihat ke arah lain ."Kalau gitu ,sekarang saja ke sana .Soalnya sebentar lagi ,saya harus kembali ke rumah sakit ."Kata Dae Chul-hyun berusaha bangkit dari tempat duduknya.


Pemuda ini ,Nathan segera beranjak membantu Dae Chul-hyun untuk beranjak bangun dari tempat duduknya .


Di rasa sudah berdiri tegak ."Ayo jalan ."Ajak Dae Chul-hyun .


"Tunggu ."Nathan menggenggam tangan Dae Chul-hyun,ia bawa tangan Dae Chul-hyun untuk berpegang pada lengannya ."Sudah ayo jalan."Ajak Nathan yang membuyarkan tatapan tulus Dae Chul-hyun kepada sikap hangatnya .


Berjalan beriringan .Hari ini Nathan akan membawa Dae Chul-hyun ke peristirahatan terakhir sang ibunda .Karena kemarin ,ia sudah berjanji akan mengantar Dae Chul-hyun ke sana .


+++++++++++


Di jam yang sama ,akan tetapi berlainan tempat .Riska sudah terduduk tenang di ruang meeting dengan beberapa anggota karyawan yang memiliki jabatan penting di perusahaan nya .


Mereka tengah membahas sebuah proyek penting perusahaan yang akan segera mereka luncurkan .Dengan berkerja sama dengan beberapa perusahaan besar besok ,meeting yang akan terlaksananya .Dan sekarang adalah waktu meeting untuk menyusun ide dan pendapat juga bahan-bahan penting untuk meeting besok .Agar projek ini berjalan lancar tanpa ada kendala sedikitpun .


Di akhir meeting ,Riska yang masih terduduk di sana menunggu Kim Yong-dae sekertaris yang masih sibuk membereskan berkas-berkas . Tiba-tiba ada seorang karyawan membuka suara."Permisi .Seongsaengmin, kenapa adik anda tidak pernah masuk kantor lagi?".


Masih terduduk tenang di tempat nya ."Ada tugas sekolah yang harus adik saya selesaikan."Balas Riska .


Yang membuat lima karyawan penting ini membelak ,terfokus menatap Riska .Tak terkecuali Kim Yong-dae juga ikut berekspresi kaget . Ekspresi mereka seperti baru saja mendapatkan kabar bom atom baru saja meledak kembali .


Riska yang menyadari itu ."Kenapa kalian menatap saya seperti itu?".Tanya dingin Nya .


"Ah ,itu .Apa, apakah benar .Adik anda masih sekolah?".Tanya gelagapan Nona Hana .


"Hem ."Riska mengangguk ringan sembaring beranjak dari tempat duduknya ."Yong-dae ,kamu bereskan dan bawa berkas tadi ke ruangan saya jika sudah selesai ."Perintah Riska berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Kim Yong-dae.


Berhenti sejenak ,karena mendengar gumaman mereka ."Kalian di sini untuk berkerja bukan bergosip. Saya harap kalian fokus dengan pekerjaan bukan hal ini ."Kata Riska dengan tegas tanpa berpaling melihat karyawan meeting nya .


Selepas kepergian ,Riska .Kelima karyawan ini memilih untuk diam ,dan terfokus dengan pekerjaan nya .Walaupun rasa dalam dirinya mereka sangat kaget dan sangat ingin segera jeplak ,karyawan ini hanya bisa tetap terdiam walau masih sangat ingin meronta.


Iya ,mungkin ini tidak akan bertahan lama .Karena kalian pasti tahu kan ,kalau lidah itu tidak bertulang .Apapun topik pasti akan mudah tersebar ,jika lidah tak bertulang ini sudah bertindak .


+++++++++++


Pukul 14.58 sore .


Nathan sudah bersiap-siap untuk segera berangkat tebang kembali ke Jepang hari ini .Ia memutuskan untuk segera kembali ke sana ,agar ia bisa secepatnya menyelesaikan sekolah dan lekas lulus.


Karena tadi ,siang ia sudah memberitahu kakak nya .Kini ia hanya perlu bersiap-siap saja ,sembaring menunggu kakaknya menjemput nya .


Iya ,di hari kembali nya ia ke Jepang hari ini .Riska ,kakaknya memutuskan untuk mengantar nya .Di kala setiap kepergiannya kakak nya selalu saja tidak ada waktu mengantar nya .Di hari ini ,Riska benar-benar menyempatkan sedikit waktu nya untuk mengantar keberangkatan adiknya .


Sudah beres dengan beberapa barang yang sudah tersimpan rapi di dalam tas ransel nya .Nathan segera beranjak turun dengan mengunakan Liv rumahnya ,agar mempercepat dirinya sampai di lantai bawah .


Di luar rumah Nathan baru saja ,ingin di susul oleh kakaknya ke dalam rumah .Namun Nathan udah beranjak keluar rumah .Alhasil ia langsung saja masuk ke dalam kursi tengah pengemudi bersama dengan kakak nya .


Melihat kedua majikan sudah duduk dengan benar .Jen Xin-ki segera tancap gas meninggalkan pekarangan rumah ini untuk pergi ke bandara .


++++++++++


Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat .Perempuan yang tengah berbaring miring menghadap jendela kamar rawat inap nya ini .Tengah menatap melamun melihat golden tebal yang menutupi jendela ini .


Tatapannya sangat tenang ,seakan tengah memikirkan sesuatu yang membuat mood pikiran terasa sangat tenang saat ini .


"Langsung kembali ke rumah sakit?".Tanya Nathan pemuda yang baru saja menemani perempuan ini berkunjung ke peristirahatan terakhir sang ibunda.


Dae Chul-hyun hanya mengangguk ringan ,sembaring tetap terfokus menatap ke jalanan di depannya .


Tanpa menghentikan langkahnya."Besok bi Yong-see dan bi Yun akan bergantian menjaga kamu dan ayah kamu di rumah sakit ."Kata Nathan membuat Dae Chul-hyun menghentikan langkahnya.


Dae Chul-hyun tatapan manik hitam lekat pemuda di depannya ."Emang kamu mau kemana?".


"Saya harus kembali ke Jepang ."Balas singkat Nathan .Di rasa tidak ada jawaban.".....Saya ingin cepat-cepat menyelesaikan pendidikan saya di sana ,agar lekas kembali ke sini .Membantu kakak saya mengurus perusahaan keluarga."Lanjut Nathan berkata .


"Hem ."Respon Dae Chul-hyun yang tertunduk .


Nathan pegang dagu Dae Chul-hyun .Untuk membawa tatapan Dae Chul-hyun kembali menatapnya ."Kamu tenang saja ,saya tetap pada janji saya ."Kata Nathan sembaring menyungging senyum hangatnya.


"Janji!?".Dae Chul-hyun yang memperlihatkan ekspresi sedikit bingung dengan maksud perkataan Nathan .


Lama di tidak ada jawaban. Akhirnya Nathan berucap ."Saya ingin suatu saat ini ,kita selalu bersama baik susah atau duka. Menemani dan melindungi kamu setiap waktu ,dan detik .Menjadi satu-satunya seseorang yang selalu ada di dalam hati kamu ."


Dae Chul-hyun hanya terdiam ,tatapan semakin dalam membalas tatapan pemuda yang tengah berdiri di depan nya ini .


".......Saya tidak ingin mengatakan itu sekarang ,jadi saya harap kamu mengerti .Dan jika di tengah perjalanan ada seseorang yang lebih baik dari saya .Maka pergi lah bersamanya ,saya akan ikut seneng dengan keputusan kamu .Selamat kamu bahagia ,Dae Chul-hyun .Saya akan ikut bahagia"Sambung Nathan berucap.


"Ay.....". Memotong cepat kalimat yang belum terselesaikan Nathan ."Tidak!!".


"Hem!?".Nathan menatap lekat wajah perempuan ini yang menatap tajam dengan mata merah berkaca-kaca nya ."Setelah bicaranya panjang lebar seperti tadi ,apa segitu mudahnya perjuangan kamu .Kamu mengakhiri nya hanya karena kamu mengalah dengan seorang pria yang baru saja hadir .Karena kamu melihat pria itu berhasil membuat saya tertawa setiap saat dan lalu kamu memilih untuk menjauh ."Kata Dae Chul-hyun sedikit meninggi .".....Jawab Nat ,benar kamu akan menyerah semudah itu ?".


"Tidak ,Chul-hyun."Balas singkat Nathan merespon ocehan panjang lebarnya Dae Chul-hyun.


"Cuma itu?".


Merangkul bahu Dae Chul-hyun ,untuk menuntut kembali berjalan ."Lekas jalan ,hari semakin sore .Saya tidak ingin kamu terlambat di periksa dokter ."


"Kamu juga akan pergi."


Masih di posisi yang sama ."Jika menunggu itu menyenangkan ,lalu kenapa kita tidak bisa saling menunggu ." Kata Nathan tanpa menatap lawan bicaranya dan tetap terfokus dengan jalanan di depannya.


Ingatan obrolan Dae Chul-hyun tadi siang ,bersama dengan Nathan .


Yang kini membuatnya ,senyum-senyum sendiri seperti seorang ,orang gila .Dae Chul-hyun juga mengulangi kalimat terakhir yang terucap dari mulut Nathan ."Jika menunggu itu menyenangkan, kenapa kita tidak saling menunggu ."Kalimat yang berhasil membuat Dae Chul-hyun terkekeh geli dengan tingkah sendiri .