
Osaka
Pukul, 08.27. Menjelang siang
Selasa
Di hari menjelang siang ini. Yang seharusnya menjadi hari terbaik Nathan bisa jalan-jalan santai bersama kakaknya .Justru harus terganggu oleh ulah ,musuh-musuh temannya yang juga tidak suka dengan kehadirannya yang membantu temannya kemarin-kemarin lalu.
Bagi Nathan itu bukan masalah, tapi bagi musuh-musuh temannya ini adalah sebuah masalah besar yang harus segera di selesaikan .
Di tambah lagi di tengah-tengah perkelahiannya dengan ketua geng musuh temannya. Kakaknya justru datang ke sana .
Alhasil ,kakaknya menjadi ikut campur dengan urusannya .Yang jelas terlihat kalau kakaknya sangat tidak suka ikut campur dalam urusan masalah ini. Akan tetapi karena dirinya ,kakaknya terpaksa harus ikut turun tangan .
Dan kini ,Riska .Kakak Nathan yang masih di posisi yang sama, di depan pemuda yang masih terdiam membisu menatapnya dengan sinis.
Bahkan saat melihat Riska berhasil menendang salah satu temannya sampai terlempar tersungkur terguling-guling ke tanah dengan tendangan kaki .Membuat matanya membulat sempurna, akan tetapi dirinya tetep mencoba untuk bersikap tenang .Karena apa jadinya jika ia panik dengan ulah wanita di depannya yang tinggi badannya dan ukuran badannya bahkan lebih besar dari dirinya.
Riska berpaling menatap Yasuhiro kembali, kini tatapan matanya semakin dingin."Saya tidak perduli siapa kamu?Saya ingin kamu tidak mencari masalah lagi dengan adik saya, dan jangan pernah menganggu adik saya ."
"........Jika kamu menyetujuinya ,adik saya juga tidak akan saya suruh untuk ikut campur urusan mu ."
"Okeh."
"Jika setelah ini dia masih ikut campur dengan urusan gue lagi. Jangan salahkan gue ,jika dia harus punya urusan lagi dengan gue."Yasuhiro yang membuka suara .
Riska yang masih di fokus yang dengan lawan bicaranya, mengangguk ringan membalas perkataan lawan bicaranya.
Riska beranjak pergi dari depan pemuda ini, ia berjalan ke arah adiknya yang tengah berdiri sejajar dengan Hanam .
Ia yang sudah berdiri di depan adiknya."Ayo pulang."
".........Jangan ikut campur lagi dengan urusan mereka ."Lanjutnya beranjak pergi lebih dulu.
Nathan segera melangkah menyusul langkah kaki kakaknya ,yang mendahului dirinya. Sementara itu Hanam masih terdiam di sana, ia tatapan Yasuhiro sekilas sebelum berbalik menyusul langkah Nathan dan kakaknya yang sudah berjalan jauh .
Selepas kepergian mereka.
"Kenapa lu biarkan mereka pergi?".Tanya Noritaka ,yang kini manik coklatnya terfokus menatap Yasuhiro.
"Lu tahu siapa dia?". Yasuhiro bertanya balik kepada Noritaka .
Noritaka yang penasaran dengan jawaban Yasuhiro."Siapa?".
Dengan nada suara pelan."Dia cucu mantan Yakuza terhormat."Yasuhiro sembaring berlalu pergi dari sana meninggalkan kerumunan itu .
Ketiga temannya langsung membisu seribu bahasa. Tidak mungkin ,jika wanita barusan adalah cucu dari seorang mantan ketua tertinggi Yakuza.
Mereka hanya tidak habis pikir saja, karena seorang cucu dari Yakuza biasa memiliki beladiri yang hebat ,entah cowok ataupun cewek .
+++++++
Sedangkan di lain tempat .Riska tengah berjalan di depan kedua pemuda yang tengah m ngikutin langkah kakinya .
Nathan ,pemuda yang tengah berdiri di dekat Hanam yang berjalan beriringan dengannya."Abang ko bisa ketemu kakak saya ,bagaimana ceritanya?."
++++
Sebelum ke jadian .
Hanam yang sudah berhasil menjauh dari gedung belakang sekolah segera berlari secepat mungkin untuk segera pergi ke tempat yang tengah di sampaikan pemuda tadi yang berbisik di dalam kelas .
Di tengah jalannya yang memasuki jalan tercepat menuju ke tujuannya. Tiba-tiba, Hanam memperlambat langkahnya ,dikala perhatian terfokus melihat wanita berpakaian olahraga dari kejauhan yang tengah berjalan ke arahnya jalan yang ia lalui sekarang."Sial ,kak Riska .Jika dia melihat ku akan berbeda ceritanya ,tapi kalau saya putar balik tidak akan cepat sampai di sana ."Batinnya yang bergelut.
"Sudah jalan saja ,Nathan sangat membutuhkan bantuan ku di sana ."Hanam yang beranjak mempercepat langkahnya kembali .
Belum setengah jalan ia berlari."HANAM!".
"HANAM STOP!!!".Teriak Riska yang tengah mempercepat langkahnya menyusul Hanam yang sudah jauh darinya .
Iya, perempuan yang Hanam lihat adalah kakak kandung Nathan .
Hanam yang mendengar itu dengan jelas ,langsung menghentikan langkahnya."Mau kenapa kamu?Bukankah ini masih jam pelajaran, kenapa kamu ada disini?".Riska yang sudah berdiri di belakang Hanam langsung memberondong dengan pertanyaan-pertanyaannya .
Hanam membalikan badannya , menghadap ke Riska yang tengah berdiri di belakangnya .Hanam menatap Riska dengan menyungging senyum tipis paksanya ."Tidak ada apa-apa, kak ."
Masih dengan tatapan mata dingin ."Kamu mau kemana?".
"........Kamu tau adik saya dimana?".Lanjutnya.
Hanam mengalihkan perhatiannya ke arah lain ,sembaring mengacak-acak rambutnya sedikit memanjang ini ."Emm ,iya ."
"Cepat jalan ,tunjukkan saya jalannya."Suruh Riska dengan nada suara yang tidak terlalu bersahabat lagi .
Dalam ingat Hanam ,di waktu pertemuan dengan kakak Nathan tadi .Sebelum ia menyusul Nathan ke lapangan yang sudah lama di tinggal tadi .
"Bagaimana, bang?".
Hanam yang terdiam karena hanyut dalam ingatannya tadi ."Di jalan. Tanpa sengaja saya bertemu kak Riska, dan saya terpaksa bicara jujur kalau saya akan bertemu kamu ."Balas Hanam dengan nada suara sedikit bergumam ,ia berpaling melihat Nathan sekilas .
"Oh!".
Tanpa berpaling menghentikan langkahnya."Hanam, kamu akan kembali ke sekolah?".
Hanam yang masih berjalan di belakang Riska bersama Nathan ."Iya ,kak ."
Nathan yang masih diposisi yang sama."Bang Hanam akan kembali ke sekolah, lewat mana?".Memperlihatkan ekspresi wajah seperti belum pernah kabur dari dalam sekolah saat jam pelajaran.
Dengan ekspresi wajah santainya."Lompat."
".....Terpaksa kembali!Ketinggalan satu materi, sama dengan kehilangan tumpukkan uang."
"Iiilih ,sok."Umpat Nathan tanpa berpaling melihat raut wajah Hanam .
+++++++
Kini mereka bertiga sudah masuk ke dalam mobil taksi ,yang ternyata sudah Riska pesan online. Untuk mempercepat berlalu pergi dari sana. Hanam juga ikut bersama dengan Nathan dan kakaknya ,karena di awal sebelum masuk ke dalam mobil taksi tadi .
Riska menawari Hanam tumpangan untuk kembali pergi ke sekolah. Hanam berusaha menolak akan tetapi Riska tetap memaksa untuk Hanam ikut bersamanya .
Akhirnya Hanam mengalah ,dan kini ia ikut naik mobil taksi .Hanam duduk di kursi belakang bersama Nathan .Sementara Riska duduk di kursi depan dekat dengan tempat duduk supir mobil taksi.
++++++++
Pukul,09.07
Hanam segera beranjak keluar dari dalam mobil ,ketika mobil taksi itu sudah berhenti dengan benar di tepi trotoar. Tidak lupa ia juga berpamitan dengan Riska sebelum beranjak keluar.
Sesudah ,Hanam turun .Mobil taksi itu berlalu melanjutkan perjalanannya kembali .Sedangkan Hanam yang sempat terdiam sejenak, melihat mobil taksi itu berlalu pergi .
Mobil taksi yang mulai menjauh ,ia pun segera beranjak pergi dari sana. Hanam mempercepat langkahnya kembali ke gedung belakang sekolahnya .
Ia yang sudah sampai di belakang gedung sekolahnya ,berpaling melihat sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Di tambah lagi belakang gedung sekolah Hanam berada tepat di bawah bukit. Yang sudah jelas jalanan kecil di sana lebih banyak di kelilingi pepohonan yang rindang dari pada perumahan .Juga tentunya tidak banyak orang yang melewati jalanan tersebut .
Setelah keadaan sekitar aman ,Hanam mengambil ancang-ancang mundur beberapa langkah sebelum ia berlari melompat ke atas dinding sekolah yang menjulang tinggi ini .Dengan tubuh tinggi ,dan tenaganya yang kuat. Akan mudah untuk Hanam naik kembali ke atas dinding pagar belakang sekolah .
Ia yang sudah di atas dinding, langsung melompat turun agar seragamnya tidak kotor dengan debu di atas dinding pagar belakang sekolah yang kotor.
Ia berhasil melompat turun,ia yang sudah di bawah segera mengenakan jas sekolah .Hanam rapikan seragam sekolah yang sudah acak-acakan, tidak lupa ia juga mengenakan dasi sekolah kembali.
Dengan seragam sekolah yang sudah rapi kembali, juga model rambutnya yang sedikit pajang ini sudah rapi pun segera bergegas pergi dari sana. Hanam berjalan santai menyusuri lorong sekolah, dan menaiki beberapa anak tangga sebelum sampai depan kelasnya.
Seorang pemuda yang akan beranjak keluar kelas, tiba-tiba berpapasan dengan Hanam yang akan beranjak masuk ke dalam kelas ."Hanam, lu dari mana saja?".Tanya pemuda yang tengah berdiri di depan Hanam .
Hanam yang masih di depan pintu kedua kelasnya."Keluar."
Pemuda yang melihat raut wajah Hanam yang datar seperti biasanya,membuang nafasnya dengan kasar ."Eehmm, lu di cariin sama guru Matematika tadi ."
".....Katanya di suruh ke kantor ,menemuinya."
Masih dengan posisi yang sama."Sekarang?".
"Terserah lu ,tapi kalau bisa sekarang .Iya, sekarang saja. Bareng sekalian sama gue, gue juga mau ke kantor ."Ucap pemuda di depannya .
*Pemuda ini adalah ketua kelas ,sekaligus mantan ketua OSIS di sekolah ini .Namanya ,Ryuga Chanming King .Pemuda dengan postur tinggi badan180cm ,berkulit putih, dimpled di pipi kanannya. Blesteran China-Jepang .*
"Gimana?Gue harus segera ke sana."Tanya Ryuga yang masih diposisi yang sama dengan menunggu jawaban dari Hanam .
"Gue ikut."Balas Hanam yang masih memperlihatkan wajah datarnya .
Beranjak pergi lebih dulu ."Cepat kalau iku."Ajak Ryuga yang berjalan mendahului Hanam .
+++++++++++
Pukul, 11.27
Sejak awal turun dari mobil taksi tadi. Riska hanya terdiam sembaring mengabaikan adiknya yang juga ikut terdiam membisu .
Nathan membisu ,ia hanya bergerak mengikuti langkah kakaknya saja .Tanpa membuka percakapan sama sekali dengan kakaknya.
Bahkan sampai di dalam rumah .Nathan hanya tertunduk sembaring mengikuti langkah kaki kakaknya yang akan berjalan entah kemana arahnya .
Hingga Riska menghentikan langkahnya tiba-tiba yang membuat Nathan langsung bertabrakan dengan belakang bahu kakaknya ."Dik ,kamu mau apa?Mau ikut kakak masuk ke dalam kamar?".Tanya Riska yang membuka suara tanpa berpaling lebih dulu menatap adiknya .
Nathan mengelus keningnya yang sempat terbentur belakang kepala kakaknya tadi .
"Ada yang mau di bicarakan ,dik?".Riska yang sudah berbalik menatap Nathan yang masih belum memandangnya.
Tanpa melihat kakaknya ."Tau lah ,Nathan pergi ."Nathan segera berlari kecil keluar kamar kakaknya .
"Ada-ada saja tuh anak."Gumam Riska sembaring beranjak masuk ke dalam kamar mandi kamarnya.
+++++++
Nathan yang sedang menaiki anak tangga rumahnya."Tadi mau tanya apa sama kakak?".Gumamnya yang coba mengingat-ingat kalimat yang terlupakan dalam pikiran.".....Apa aji**mm, kenapa bisa pelupa gini ."Gumamnya kembali mengacak-acak rambutnya yang mulai sedikit memanjang kembali .
Akhirnya Nathan menyerah dengan pemikirannya sendiri ,ia memilih masuk ke dalam kamar tidur. Ia banting tubuhnya ke atas tempat tidur tanpa berganti baju terlebih dahulu .
Dengan tidur tengkurap terlentang di atas tempat tidur .Nathan mulai memejamkan matanya berlahan sebelum terhanyut dalam mimpinya.
Sementara itu ,Riska yang sudah berganti pakaian melangkah kakinya ke lantai atas untuk bertanya kepada adiknya ingin menu makan siang apa .
Namun, setibanya di sana Riska sudah mendapati adiknya sudah terkapar tengkurap tidak sadarkan diri di atas tempat tidur .Alhasil ,Riska memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Dikala ia ingat beberapa jam lalu mungkin sangat menguras tenaganya dan adiknya yang masih sakit pasti membutuhkan waktu untuk istirahat .
Riska memilih untuk berlalu pergi keluar dari dalam kamar adiknya, tidak lupa ia menutup pintu kamar adiknya kembali .
Riska yang sudah di lantai bawah ,berlalu pergi kembali ke kamarnya untuk mengambil laptop kerjanya ,juga beberapa peralatan kerjanya. Ia bawa barang-barang kerjanya ke ruang keluarga .
Riska yang sudah ada di ruang keluarga, menaruh barang-barang tadi di atas meja berkaki pendek .Namun memiliki permukaan yang lebar .Ia dudukan pantatnya di atas karpet ,dengan bersandar ke sova di belakangnya .Riska mulai membuka layar laptop .
+++++++++++
Pukul,13.45
Hanam segera mengemasi buku-buku kedalam tas sling Bag sekolah miliknya .Di tengah itu ketua kelas 12 bahasa menghampirinya kembali.
Ryuga yang sudah berdiri didekat bangku Hanam."Jadi ikut ke perpustakaan?".
Hanam mengangguk ringan ,sembaring beranjak dari tempat duduknya .Kedua pemuda ini berlalu pergi dari ruang kelas .Mereka berdua dua berlalu pergi ke ruang perpustakaan yang tidak terlalu jauh dari gedung sekolah SMA Sanshain ini .
++++
Di jam yang sama akan tetapi berlainan tempat. Hiroyuki yang tengah fokus, mengerjakan tugasnya sebagai ketua kelas .Apa lagi kalau membantu mengangkat tumpukan buku tugas ,untuk ia taruh di meja guru yang memberikan tugas di kantor guru .
Belum juga sampai di depan kantor ,masih di pertengahan jalan. Tiba-tiba ,bahu pemuda ini di tepuk dengan cukup keras oleh telapak tangan seseorang.
Hiroyuki yang merasakan itu menghentikan langkahnya. Tanpa berpaling melihat siapa yang menepuk bahunya .Akan tetapi pemuda yang menepuk bahunya justru yang kini berusia diri di samping kanannya ,dekat jendela kelas lain .
"Lu sudah tau soal Nathan yang di bawa ke markas Monsutafaia."Ucap Ryo pemuda yang kini bersama dengan Hiroyuki.
"Serius!?". Ekspresi wajah yang tidak percaya .
"Hem ."
"..........Beneran Hiro ,anak buah lu tadi yang memberitahukan gue ."Ryo yang sedikit menjinjing sebelah lainya .
"...Lu itu lucu ,jadi ketua geng besar tapi tidak tau apa-apa ."Dengan tertawa kecil .
Memasang wajah datar malasnya, dengan kedua tangan yang masih membawa tumpukan buku-buku tugas temannya."Gue juga punya tanggung jawab ngurus kelas ,bukan ngurus Hiryonji saja ."
Merangkul bahu Hiroyuki sembaring berkata."Yang sabar bro ,sudah sini gue bantu."Tawar Ryo .
Hiroyuki langsung memasang wajah semangatnya ,ia langsung taruh semua tumpukan buku-buku yang ia bawa di atas kedua telapak tangan Ryo .
Sementara Ryo yang memperhatikan sejak tadi,hanya terdiam dengan mulut sedikit terbuka menatap tingkah Hiroyuki."H'o Hiro ,lu beneran kurang iiiiiii!!!".Geram Ryo.
Dengan enteng Hiroyuki,berkata."Sudah Ryo sesekali lu bantu anak MIPA ."
Beranjak lebih dulu ."Hem ,cepat jalan .Gue buang nih buku ."Ryo yang sudah berjalan lebih dulu .