
Korsel
Pukul 05.39 Pagi
Jum'at
Cuaca mendung melanda daerah ini .Di dalam gedung kremasi pembakaran jenazah .Baik Riska ,Kim Yong-dae, Jee Xin-ki bersama adiknya Jan Job-nya ,Jee Ghie-hye ,Hyun Chul-hyun yang tengah dalam rangkulan ayah ,juga beberapa orang yang menghadiri pemakaman ini, kini dalam berbusana sebah hitam putih .
Wajah mereka tertunduk lesung ,khasnya seseorang yang tengah berkabung dalam duka .Atas Kepulangan seseorang ke rumah Tuhan.
Sejak pukul 22.58 malam kemarin .Keluarga kecil ini sudah sangat keterpurukan .Kejadian yang tidak pernah di harapkan kedatangannya oleh keluarga kecil Baek Dae-hyun .
Iya ,setelah perjuangan panjang di malam-malam kemarin .Akhirnya terjawab sudah perjuangan sang istri ,Hyun Yo-min .
Hyun Yo-min ,istri Baek Dae-hyun berpulang kembali kedalam pelukan Tuhan .Setelah perjuangan panjang di malam panjang kemarin ,pukul 00.00 tengah malam hembusan nafas terakhir berhenti untuk selamanya .
Jantung nya berhenti berdenyut ,sakit yang ia rasakan juga berakhir dalam sekilas. Bagai ulat bulu yang melewati masa penantian dan perjuangan panjang, untuk menjadi kupu-kupu cantik .Yang akhirnya diakhiri secepat itu oleh sekor elang yang tiba-tiba menerkamnya semudah ,bagai seorang manusia membunuh sekor semut .
Sungguh miris ,hati Baek Dae-hyun saat itu benar-benar sangat hancur .Dunianya seakan berhenti seketika ,dunianya seakan tidak berwarna lagi .Akan tetapi di kala putri nya datang ,ia sedikit membaik .Setidaknya agar putri tidak terlalu bersedih ,dan tetap kuat untuk melepas kepergian sang ibunda untuk selama-lamanya.
Kalian pasti pertanyaan .Apa yang terjadi dengan Hyun Yo-min ,istri Baek Dae-hyun?.
Kilas sebelum hari ini terjadi!
Lebih tepatnya pukul 22.54 Malam .Baek Dae-hyun dan Jen Xin-ki tengah berada di dalam kamar rawat inap Riska untuk membahas cara menyelesaikan masalah dengan Hyun Jun-su .Pria yang sampai sekarang belum di ketahui keberadaan nya .
Di tengah-tengah fokus-fokus nya ketiga makhluk bumi ini dengan topik pembicaraan .Tiba-tiba terhenti dengan suara ponsel Baek Dae-hyun yang berbunyi ,seperti suara nada sambung yang tengah masuk .
Selepas mendapatkan ijin dari Riska .Baek Dae-hyun langsung mengangkat panggilan telepon ini .Dengan berjalan sedikit menjauh dari Jen Xin-ki dan Riska .
Tersambung .
*Hello .Ada apa sayang?".
*Saya ada di luar ,kamu bisa jemput saya .Bersama Nona Riska juga sekalian ya ."
*Biar saya saja yang menjemput kamu ."
*Ja-jangan ,Nona Riska saja .Saya ingin ngobrol di luar dengan nya ."
Merasa curiga dengan nada percakapan sang istri.
*Kamu baik-baik saja kan?".
*Hem ,tentu baik-baik saja .Kata siapa saya tidak baik-baik saja ."
*Kalau gitu saya akan segera ke sana ."
*Tap.....".Baek Dae-hyun langsung mengakhiri panggilan telepon sebelum sang istri melanjutkan kalimatnya di seberang sana .
Baek Dae-hyun kembali ikut bergabung dengan Jen Xin-ki dan Riska ."Nona saya harus keluar untuk menjemput istri saya di bawah ."Pamitnya .
"Kenapa bibi tidak langsung datang ke sini?".Riska yang sedikit menyimpan rasa curiga.
"Mungkin iya ingin saya jemput ."
"Baiklah ,Ajusshi boleh pergi ."Riska mempersilakan pamannya untuk pergi .
Selepas kepergian pamannya .Riska yang sudah tidak terlalu terikat dengan alat-alat medis segera beranjak dari atas tempat tidurnya .
Ia yang sudah berhasil turun ."Xin-ki antar saya menyusul ,Ajusshi. Perasaan saya tidak enak ."Ucap Riska .
Jen Xin-ki mengangguk ringan sebelum akhirnya ia membantu Riska ."Saya akan jalan sendiri ,kamu ikuti saya saja ."Kata Riska menolak uluran tangan dari Jen Xin-ki.
Jen Xin-ki hanya mengangguk ringan sembaring mulai berjalan mengikuti langkah kecil Riska .
++++++++
Di lain tempat .Baek Dae-hyun sudah ada di dalam liv ,ia hanya tinggal menunggu Liv ini turun ke lantai bawah ,lobi rumah sakit .
Sesaat setelah tiba di lantai bawah ,pintu liv berlahan terbuka .Ia segera beranjak keluar untuk segera melanjutkan langkahnya berjalan ke luar rumah sakit .Untuk ia mencari keberadaan sang istri.
Sudah sedikit lama ia berkeliling di taman depan rumah sakit ini .Sampai langkah terhenti di kala manik matanya melihat seseorang yang tidak asing untuknya tengah berdiri di sana .Berdiri membelakangi nya .
Baek Dae-hyun berjalan mendekati sesosok itu .Sesosok yang tengah berdiri melihat danau buatan tanaman ini .
Dirasa sudah dekat ."Yo-min .Kenapa kamu disini?".Tanya Baek Dae-hyun kepada seseorang ini yang tidak lain ada sang istri.
Yo-min berbalik melihat sang sumber suara ."Tidak papa ,hanya ingin menikmati malam terakhir."Di susul memperlihatkan senyum hangatnya.
Lebih mendekati sang istri ."Apa maksud mu?".
"Bukan apa-apa ,sayang .Saya hanya ingin menikmati suasana malam ini bersama kamu .Seorang pria tua yang saya nikahi 12 tahun yang lalu ."Merangkul pinggang sang suami .Masih di posisi yang sama Yo-min kembali berkata ."Saya berharap bisa melihat putri kita tumbuh dewasa .Sampai putri kita masuk ke gedung pernikahan dengan gaun pengantin putihnya bersama kamu ,pria tua ku yang mendampingi nya .Saya membayarkan itu sekarang."Tersenyum manis ,namun senyum manis memperlihatkan makna lain .Yang bukan makna kebahagiaan.
Membalas merangkul bahu sang istri."Kan kamu juga ada di sana ,bersama saya .Kita juga akan menua bersama , menjalani masa-masa tua bersama-sama."Kata Baek Dae-hyun.
Lama setelah Baek Dae-hyun mengucapkan kalimat itu .Akhirnya tidak ada lagi percakapan di antara mereka .Keduanya sama-sama membisu .Baek Dae-hyun yang mengeratkan rangkulan ,begitu juga Yo-min sang istri yang merangkul pinggang sang suami .
Baek Dae-hyun m nikmati malam ini dengan penuh kebahagiaan .Ia senang bisa bersama istri ,dan ia berharap akan selalu seperti ini bersama istri .Batinnya yang tersenyum manis ,tanpa ia menyadari jika tidak selamanya pertemuan akan berakhir bahagia di akhir .
Baek Dae-hyun tidak menyadari ,jika sang istri sedang menahan tangisnya .Entah apa yang membuat Yo-min bersedih .Yang jelas sedikit sangat mendalam ,namun ia keluarkan kesedihan nya dalam diam .
Masi di posisi yang sama ."Chul-hyun ada di rumah?".
Tanpa mendongak melihat sang suami ."Tidak ,putri kita sedang menginap di rumah temannya."
"Makanya kamu berani kesini."Baek Dae-hyun dengan terkekeh kecil .
Melepas rangkulan nya dari pinggang sang suami ,ia berganti menatap lekat wajah sang suami nya ."Saya pulang dulu ,titip salam saja buat Nona Riska ."Kata Yo-min yang sebenarnya menyadari keberadaan Riska dari kejauhan yang Riska sendiri tidak menyadari keberadaan Yo-min dan Baek Dae-hyun.
Tanpa rasa curiga ."Baiklah , hati-hati di jalan .Maaf tidak bisa antar kamu pulang ."
Masih menatap lekat wajah sang suami ."Iya tidak papa ,saya pergi .Goodnight, dear ."Dengan memberikan sedikit kecupan di pipi kanan sang suami .Sebelum ia benar-benar pergi dari sana .
Baek Dae-hyun masih berdiri mematung di sana .Padahal punggung sang istri sudah menjauh darinya .
Yo-min berdiri di seberang jalan sana ,untuk menunggu jalanan sedikit sepi untuknya menyebrang ke seberang jalan sana .
Bersamaan dengan itu .Baek Dae-hyun yang berubah pikiran kini tengah menyusul sang istri yang masih terdiam di sana ,agar ia bisa mengantar sang istri pulang dengan selamat sampai di rumah .
Belum juga sampai di sana .Yo-min sudah ingin menyeberang jalan dengan berlari secepat mungkin menghampiri Riska di seberang sana .Tanpa menyadari ,jika ada mobil yang tengah melaju cepat ke arahnya .Yo-min tetap berlari secepat mungkin ke arah Riska .
Sedangkan Baek Dae-hyun yang menyadari itu langsung mempercepat berlari sekuat tenaga."STOP ,STOP ,BERHENTI SAYANG ,STOPPP!!!!".
Yo-min yang mendengar ,ia juga melihat mobil itu ,ia melihat jelas mobil itu .Namun ia hanya terdiam ,ia berbalik badan dengan menyungging senyum hangatnya terakhir sebelum sebuah mobil menghempaskan tubuhnya .
Srett.......Brak.........
Tubuh Yo-min membentur keras kaca depan mobil ini ,sebelum akhirnya tubuh Yo-min melayani ke atas dan terlempar ke belakang mobil cukup kuat .Sampai akhirnya tubuh nya tergeletak di atas jalanan beraspal dengan darah segar yang sudah mendominasi mengalami di mana-mana .Sementara itu mobil sedan hitam tadi langsung berlalu pergi begitu saja meninggalkan tempat kejadian ini .
Baek Dae-hyun langsung terdiam mematung di sana .Ia terdiam tubuhnya seakan terpaku di sana ,ia ingin mendekat .Namun tubuhnya terpaku di sana .
Sementara itu Riska dan Jen Xin-ki sangat syok dengan yang mereka lihat .Baik Riska atau Jen Xin-ki segera mempercepat langkahnya mendekati Yo-min .
Di tengah jalannya ."Cepat panggil dokter ,Xin-ki .CEPAT!!".Sedikit meninggikan nada suaranya di akhir kalimat.
Di sisi lain .Yo-min masih berusaha bangkit dengan sekuat tenaga nya ,dan sisa-sisa tenaganya untuk kembali bangkit .Di rasa sudah berhasil bangkit dari tempat nya dengan darah yang masih bercucuran mana-mana .Dan kesadaran yang mulai memudar ."Sayang-sayang ,ayo kita masuk ke rumah sakit .Kamu harus segera mendapatkan penanganan medis ."Panik Baek Dae-hyun yang ingin mengendong tubuh sang istri .Namun dengan kasar Yo-min menepis uluran tangan suaminya .Yo-min memilih memperlihatkan senyum tipisnya ,yang terlihat seduh nan hancur untuk di lihat seorang Baek Dae-hyun sebagai seorang suaminya .
Yo-min berlahan melepas genggaman tangan suaminya.Ia berlahan berjalan menjauh dengan tertatih-tatih .Baek Dae-hyun masih berusaha mengikuti langkah sang istri .
Bersamaan dengan itu .Riska juga tengah dalam perjalanan menghampiri dua insan ini .Sampai di tengah perjalanan ."To-tolong.... hen.....". Yo-min yang sudah hampir kehilangan kesadaran ,bahkan untuk berucap pun sulit sekali ."Tolong masuk Nona Riska .Jangan keluar ."Batinnya dengan buih bening yang sudah membasahi pipinya.
Baek Dae-hyun yang masih berada di sisi sang istri .Tiba-tiba terdorong cukup kuat ke belakang ,oleh gerakan sang istri yang tiba-tiba .Nan dengan sisa tenaga nya ,Yo-min berlari secepat mungkin menghampiri Riska .Secepat mungkin ,agar hal buruk tidak sampai terjadi oleh Riska yang sudah anggap seperti putrinya sendiri .
Dorr......
Satu tembakan mendarat di tempurung kepala belakang Yo-min yang berhasil memeluk Riska dalam pelukannya .Alhasil Riska baik-baik ,namun tidak dengannya .Karena setelah itu kesadaran sudah benar-benar hilang ,tatapan mata mulai menghitam sebelum akhirnya semua benar-benar gelap .Hanya suara samar-samar saja yang masih dapat ia dengar .Namun semua terasa sangat berat ,dan tubuhnya terlalu lemah untuk di kendalikan juga untuk merespon sedikit pun dengan keinginan nya.
Riska yang masih merangkul tubuh lemah Yo-min .Ia melihat jelas sang pelaku penembakan yang mengendarai mobil Maserati Levante hitam lekat .Sang pelaku bahkan sempat memperlihatkan senyum miringnya dan melambaikan tangannya sekilas kepada Riska sebelum akhirnya dengan mobil itu berlalu meninggalkan tempat ini .
Riska yang melihat itu ,menatap tajam dengan tangan yang terkepal kuat menatap kepergian sang mobil sedan hitam .
Baek Dae-hyun langsung berlari menghampiri sang istri .Baek Dae-hyun rangkulan tubuh tak sadarkan diri sang istri .
Dan bersamaan dengan itu Jen Xin-ki yang sudah ada di sana langsung menyuruh para medis melaksanakan tugas nya .
Yo-min langsung di tangani di bawah ke dalam rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut .
Tidak hanya itu di sana juga sudah ada beberapa mata memperhatikan kejadian ini .Riska yang pakaian masih berbalut darah bibi nya ,berjalan menghampiri Jen Xin-ki.
Jen Xin-ki yang menyadari itu langsung menghampiri sang majikan."Xin-ki ,Jun-su dalang dalam semua ini .Antar saya ke persembunyian Nya ,bawah beberapa penjaga .Setelah ini ,saya akan menemani paman terlebih dahulu."Kata Riska .
"Baik ,Nona .Saya permisi ."
"Iya ,saya tunggu .Secepatnya ."
"Baik ,Nona ."Jen Xin-ki mengangguk ringan memberi hormat sebelum akhirnya ia beranjak pergi dari sana .
Salah satu suster menghampiri Riska ."Nona baik-baik saja?".
"Baik ,Sus .Bisa antar saya ke ruang rawat bibi saya tadi ."Minta Riska .
"Tentu ,sialakan Nona ."Dengan mengandeng membantu Riska berjalan masuk ke dalam rumah sakit .
Di malam itu lah .Yo-min mengalami masa kritis beberapa jam .Sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat pukul 00.00 tengah malam .
Tangis antara sang putri yang saat itu sudah ada di sana langsung pecah .Riska yang menyadari itu memilih meruwat kan niatnya terlebih dahulu membereskan Jun-su .Ia memilih tetap ada di sini mendampingi ,Dae Chul-hyun putri Yo-min yang sangat berduka dengan kepergian sang ibunda .
+++++++++
Kembali ke hari ini .
Sesaat setelah pemakaman .Baek Dae-hyun masih terduduk di sana .Menatap foto yang istri yang masih terpajang di sana .
Riska yang tengah merangkul Dae Chul-hyun ."Chul-hyun ,temani ayah kamu sebentar .Hibur dia ,kamu pasti bisa .Kamu perempuan kuat ,Chul-hyun ."Mengelus lembut pucuk kepala perempuan ini .
Dae Chul-hyun mengangguk ringan .Sebelum ia berlalu menghampiri sang ayah yang tengah terduduk di sana .
Selepas kepergian Dae Chul-hyun .Riska langsung memanggil Jen Xin-ki dan Kim Yong-dae .
Kedua pria ini yang sudah dekat dengannya ."Yong-dae kamu tetap disini temani paman Dae-hyun ,dan putrinya .Xin-ki kamu ikut saya ."Ajak Riska berlalu pergi dari sana .
Ia berlalu meninggalkan tempat pemakaman ini bersama sang anak buah .Untuk menyelesaikan masalah yang sempat tertunda semalam .
+++++++++++
+++++++++++++++
Indonesia
Pukul 06.00 Pagi
Sabtu
Di hari Sabtu di cuaca yang cerah ini .Cuaca yang sangat mendukung untuk para insan memulai aktivitas nya di pagi hari ini.
Hari ini ,sebagian sekolah telah libur .Jadi ada beberapa remaja yang tengah oleh raga di teman dekat kota S ini .Untuk melepas penat sejenak ,dari hari-hari padat .Di hari Senin sampai Jumat yang melelahkan .
Begitu juga dengan pemuda ini .Pemuda yang masih tidur tengkurap di atas tempat tidur ini .Masih nyaman berselancar di alam mimpinya .Bahkan jam sekarang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh ,namun pemuda ini belum enggang untuk meninggalkan alam mimpinya.
Bi Rani , pembantu rumah Nathan yang berdiri di kota S ini.Kini sudah ada di dalam kamar Nathan .Pemuda yang masih tidur tengkurap ,berbalut selimut warna abu-abu tebalnya .
Dengan menggoyang-goyangkan pelan kaki Nathan."Den ,Den bangun ,Den Nathan bangun sudah siang Den ."Ucap Bi Rani .
Masih di posisi yang sama ,namun sedikit mendongak kepalanya."Eemmm ,bi Rani."Gumam Nathan yang belum tersadar sempurna ."......Masih jam 5 ,bibi ."
"Sudah jam setengah tujuh ,Den ."Saut balas Bi Rani yang langsung membuat Nathan melompat dari zona nyaman nya .
Kini ya yang sudah terduduk ."Aduh bi kenapa tidak bangunkan saya ."Keluh Nathan yang langsung beranjak turun dari atas tempat tidurnya .
"Sudah ke dua kalinya ini Den saya bangunkan Aden ,tapi katanya nanti saja jam setengah tujuh bagun kan nya .Aden sendiri yang bilang."Kata Bi Rani yang masih ada di sana .
Mengacak-acak rambut frustasi ."Hemm ,Bi Rani bisa keluar ."
"Baik Den ."Bi Rani beranjak pergi keluar kamar Nathan . Menghentikan langkah sejenak menghadap Nathan kembali ."Makan sudah saya siapkan Den ,jangan lupa untuk di makan .Kalau cari saya ,saya ada di belakang bersihkan taman ."
"Iya ,Bi."Nathan dengan keadaan rambut yang sangat berantakan.
Selepas kepergian Bi Rani .Nathan segera beranjak dari tempat duduknya di atas tempat tidur nya tadi .Ia bergegas mandi dan berganti pakaian untuk segera bersiap-siap berangkat ke rumah sakit .
Ia sudah ada janji dengan Jovan untuk mengantar nya ke Gereja .Namun karena kesiangan ia menjadi panik sendiri takut Jovan marah-marah tidak jelas karena kesalahan nya yang tidak datang tepat waktu .
Sesaat kemudian , Nathan sudah berpakaian rapi dengan stel model pakaian simpel seperti biasanya.Nathan yang benar-benar sudah siap ,segera meraih ponsel dan dompetnya yang tergeletak di atas meja kecil dengan tempat tidurnya .
Dengan memainkan layar ponselnya,pemuda ini berjalan keluar kamar nya .Sampai panggilan tersambung dengan seseorang di seberang sana .
Tersambung.
*Mas Panji tidak perlu antar-jemput saya .Saya akan naik motor saja ,mas ."
*Motor kamu masih bisa di pakai?".
*Bisa mas ."
*Belum di lihat sudah bicara bisa ."
*Bener ,mas ."
*.....Mas Panji kan sibuk ,saya tidak enak mengganggu .Nanti kalau ada apa-apa saya langsung kabari mas Panji ."
*Hemm ."
*.....Ya sudah hati-hati di jalan ."
*Oke ,mas."
Panggilan berakhir .
Bersamaan dengan itu Nathan sampai di lantai bawah rumahnya .Ia langsung berlari kecil ke dapur mengambil beberapa makanan sebelum akhirnya berlari kecil ke luar rumah untuk segera berangkat.
Di luar rumah ."Pak Tedi ,tolong bukakan pintu garasi nya.Saya mau ambil motor ."Suruh Nathan kepada sang supir mobil pribadi nya .
Beranjak dari tempat duduknya."Baik ,Den ."Berjalan mendekati pintu garasi rumah Nathan .
Setelah pintu garasi sudah terbuka .Nathan langsung beranjak masuk ke dalam ,ia turun motor Vario hitam lekat miliknya keluar dari dalam garasi ."Motor saya bersih sekali ,pak .Makasih sudah menjaga barang-barang saja dengan baik ."Nathan dengan menyungging senyum ramahnya.
"Emang sudah tugas saja ,Den Nathan .Buat merawat rumah ini dan seisinya."Kata Pak Tedi supir sekaligus penjaga rumah ini .Suami dari Bu Rani .
Sudah memakai helm dengan benar .Nathan yang juga sudah naik di atas motor segera menyalahkan mesin motornya ."Saya berangkat pak Tedi ."Pamitnya berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumah nya dengan motor ini .
"Iy ,Den ."Saut Pak Tedi yang sudah ingin sibuk dengan pekerjaannya semula.
+++++++
Seperti di Cuaca awal .Pemuda ini memacu kendaraan motor nya dengan kecepatan sedang,memecah jalanan beraspal di depannya .Jalanan yang tidak terlalu ramai dengan lalu lalang kendaraan ,mendukung ke santai pemuda ini untuk menikmati ketenangan cuaca cerah tenang di hari ini .
Lama ia mengendarai motor lewati jalanan-jalanan beraspal ini .Tiba-tiba aktivitas harus terhenti dengan getaran ponsel di dalam kantung tas selempang yang ia bawa .
Nathan menepis motor nya sejenak untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.
Tersambung.
*Halo ,Nat .Lu dijalan kesini apa?".
*Iya ."
*Kalau sudah sampai tunggu saja di dalam kamar rawat inap gue ,gue mau pergi keruang kontrol bentar ."
*Ahhsiyap!!".
Panggilan berakhir .
Selepas mengakhiri panggilan telepon ,ia kembali mematikan layar ponselnya sebelum akhirnya ia masukkan kembali ke dalam tas .
Di saat ingin melanjutkan perjalanan nya kembali ,ia mengurungkan niatnya .Dikala manik hitam lekat nya terfokus dengan seseorang yang tidak asing .Sosok seseorang yang baru saja berjalan melewati nya .
Alhasil ,ia segera tancap gas sedikit untuk mendekati sesosok itu .Di rasa sudah di samping sesosok orang itu ."Alyah!". Panggil Nathan membuat sesosok perempuan muda ini menghentikan langkahnya.
Perempuan ini berbalik melihat sang sumber suara ."Eh ,siapa?".
Membuang nafas dengan kasar ."Hemmm .Gue Nathan ,lu lupa sama gue? Gue yang sering buat lu nangis ,buat lu kenaka hukum bareng gue di tengah lapangan pas SMP ."Tutur nya .
Mengingat sesuatu ."Dugong ,lu keturunan tiku gorong-gorong SMP ."Lantang perempuan ini menunjukkan Nathan .
"Hemm ,orang sudah ganteng gini masih saja disebut tikus gorong-gorong ."Keluh nya memasang wajah lesung .
Melihat ekspresi pemuda ini , perempuan ini tertawa kecil."Hhhhh..... sorry-sorry kang ."Ujar Alyah dengan tawa renyah nya ."Btw lu dari mana mau kemana?".
"Dari rumah mau ke rumah sakit .Lu sendiri mau kemana?".Nathan yang kini terfokus menatap lawan bicaranya."....Bawa-bawa tas ransel pula."Sambungnya.
"Siapa yang sakit?".
"Jovan .Lu belum tahu?".
"Tidak."
"Umm ."
"Lu mau kemana Dugong?". Sedikit gegas .
"Kerja."
Sedikit menyeriuskan tatapan mata memperhatikan perempuan ini ."Lu tidak sekolah lagi?".
"Gue masih sekolah be***go , sekarang kan Sabtu libur sekolah jadi .....".
Memotong perkataan perempuan ini ."Jadi lu mengambil kerja pagi ."
"Hemm."
"Naik yukk ,gue antar ."Ajak Nathan mempersilakan wanita ini untuk naik ke atas motor .
"Lu kan mau ke rumah sakit ,tak usah lah."Tolak perempuan ini .
Nathan beranjak dari atas motor membuka bagasi motornya untuk mengambil helm yang memang sudah ia siapkan untuk Jovan nanti .Ia mengambil helm itu dan memberikan nya kepada perempuan ini ."Naik ,gue datang terlambat ke rumah sakit santuy lah Jovan masih beak ."
Melihat Alyah yang tidak kunjung menerima helm darinya .Nathan langsung bertindak memakai helm ini di kepala Alyah .Seketika Alyah reflek langsung berjalan mundur ,yang hampir saja membuat nya menabrak seseorang yang tengah berjalan di belakang .Jika saja Nathan tidak menarik tangannya ."Hati-hati Dugong .Lu ceroboh o'on ,cepat pakek sendiri .Dan ayo lu telat kenak omel baru tahu rasa lu ."
Dengan berat hari Alyah menerima helm pemberian Nathan .Untuk segera ia kenakan .Karna ia juga menyadari beberapa menit lagi tempat kerjanya akan segera di buka .Alhasil mau tidak mau ia harus mengiyakan tawaran Nathan .
Kini Nathan yang tengah membonceng Alyah ."Lu kerja di mana?".Tanyanya yang masih fokus menyetir motor.
"Cafe Madu Merah ,jalan Gucci ."Balas Alyah .
"Oh."
*Kalisyatul Alyah ,atau bisa di panggil Al oleh teman-teman nya .Perempuan cantik ,berambut panjang terurai dengan tinggi badan di atas rata-rata ini adalah sahabat akrab Nathan dari SD sampai SMP .
Perempuan yang selalu sering di jahil oleh Nathan ,juga perempuan yang paling banyak di tolong oleh Nathan .*