My Salvador

My Salvador
Eps.208 Terulang



Italia


Pukul. 09.00 Siang


Minggu


Walaupun hari Minggu. Hari libur sekolah. Nathan tetap tidak bisa bergerak dengan bebas .Ia masih terkurung didalam villa tidak bisa keluar jalan-jalan menikmati suasana hari Minggu kota Italia.


Iya tengah duduk seorang diri di ruang tengah villa .Yang menghadap langsung ke taman belakang villa .Nathan duduk di sana sembaring sibuk bermain game online yang di gawai nya.


Sibuk-sibuknya bermain game .Salah satu pembantu perempuan villa menghampiri Nathan ."Permisi tuan muda ."Ucap pembantu perempuan ini .


Tetap fokus pada layar gawai nya ."Hem?".


"Di luar pemuda yang mengaku-ngaku sebagai tem.....".Tekk.....Tap....Tapp.....Menaruh ponselnya di atas meja .Nathan langsung beranjak dan berjalan cepat meninggalkan ruangan ini .


Next.....


Di luar pintu gerbang Villa .Nathan yang baru terlihat oleh atensi mata Jovan ."CK gue tidak bisa masuk Be***go ."Ucap Jovan kepada Nathan dalam bahasa Indonesia.


"Salah sendiri jemput tidak mau."Balas enteng Nathan yang sudah berdiri di sana .Mengalihkan fokusnya kepada paman Dante ."Di sahabat saya .Biarkan dia masuk."Kata Nathan kepada paman Dante .


"Tap....".


"Ck belum puaskan anda mengurung saya ,jika putra anda yang ada di posisi saya .Apakah anda akan melakukan hal yang sama?Membiarkan putra anda gila kesepian di dalam Villa sebesar ini."Omel Nathan dengan nada bicara sedikit tinggi.


Setelah hening sesaat."Baiklah. Akan tetapi tuan muda jangan pernah keluar villa tanpa sepengetahuan saya lagi."


"Iya."Balas singkat Nathan."Ayo Jov."Ajak Nathan pada Jovan yang masih mematung di tempat.


"Tunggu, tunggu ."Jovan yang masih terdiam di tempatnya."Uncle can speak English?".Tanya Jovan kepada paman Dante.


(Paman bisa berbahasa Inggris? )


"Yes ,tuan....".


"Jovan ."Timpal Jovan .


Nathan yang sudah lelah menunggu."Hoy ayo be***go .Lu mau gue usir."


Fokus pada lawan bicaranya."Iya bantu bang***sat."Jovan melihat barang-barang nya .Yang hanya satu koper berukuran sedang juga tas ransel.


Kesal Nathan langsung mengambil alih menarik koper ini .Dan berjalan lebih dulu meninggalkan Jovan .


"Duluan paman ."Pamit Jovan menyungging senyum hangat kepada paman Dante.


Menyusul Nathan dengan langkah cepat .Serettt.....mendorong kasar belakang kepala Nathan."Jalan pelan-pelan be***go ,gue capek ."


Nathan yang hampir tersungkur ke depan."CK sudah di bawakan mala cari gara-gara."Geram Nathan melepas kan genggam nya dari gagang untuk menarik koper .


Settt.......Dengan ekspresi wajah ngeselin Jovan menghindar dari serangan tendangan maut Nathan .Membuat Nathan semakin geram ."JOVAN."Teriak Nathan lantang .Sett.....Pakk......Menangkis kaki Nathan dengan lengan tangan .Tidak lupa dengan ekspresi wajah ngeselin.


Sett.....Brugkkk......Bukk.....Jovan tersungkur dengan posisi terduduk di atas jalanan paving ."Kapok."Nathan menarik kasar koper milik Jovan berlalu pergi tanpa membantu Jovan berdiri .


"Loh Nat. WOY FU***CK."


Seling..... Nathan berpaling cepat menatap tajam Jovan ,di susul dengan jari tengah tangan kanannya.


++++++++


Pukul. 18.00 Malam


Nathan dan Jovan tengah duduk berdua di meja makan menikmati menu makan malam yang sudah di sediakan.


"Jujur lu jauh banget anjing pindahnya ."Jovan yang menusuk kasar masakan daging di depannya.


Nathan yang fokus menikmati menu makanannya."Hem...".Dehem Nathan.


"Tidak ada rencana kabur kemana gitu?".


"Tidak."


"Hem.....Kevin sama Asta tadinya mau ikut gue kesini ."Menjedah ucapannya yang masih tidak ada respon dari Nathan ."Tapi gue larang karena besok mereka harus mengikuti ujian kenaikan kelas ."


"Terus lu sendiri."Nathan yang sudah fokus pada lawan bicaranya."Gue masalah gampang."Balas enteng Jovan .


"Apa rencana lu setelah ini?".


"Gue akan menjalani hidup gue di sini .Fokus menyelesaikan pendidikan dan segera pergi ke Seoul."


"Lu......". Menyahut ucapan yang belum Jovan lanjut kan."....Gue tidak akan kesepian selama lu mau gue ajak main game kalau gue gabut."


Menyungging senyum miring ."Soal itu gasss.....Masalah game sesibuk-sibuknya gue ,game harus tetap ada dalam jadwal harian gue."


"CK ."


Next......


Selepas makan malam .Tepat pukul 10 malam Nathan berjalan menuruni tangga Villa seorang .Kebetulan Jovan yang baru keluar dari dapur memanggil dengan sedikit berteriak."Nathan."


Menghentikan langkah Nathan tepat di depan jalan ke pintu utama keluar villa .



Berpaling ke arah sumber suara."Hah?".


"Lu mau kemana malam-malam?".


"Keluar."


"Emang lu sudah di izinkan?".Tanya Jovan melangkah mendekati Nathan yang kebetulan bersamaan dengan paman Dante yang masuk ke dalam Villa ."Paman saya boleh keluar kan?".


Nathan kembali melanjutkan langkahnya."Tunggu!Gue ikut .Gelagat lu tidak beres."Ucap Jovan fokus pada lawan bicaranya.


Akhirnya Nathan berlalu pergi bersama dengan Jovan jalan-jalan keluar villa .


Next....


Sampai di jalanan kota yang masih ramai dengan lalu lalang orang-orang yang menikmati suasana malam Minggu.


"Mau kemana?".Tanya Jovan kepada Nathan yang hanya diam saja sepanjang perjalanan.


"Tempat biasa."Balas singkat Nathan .


Tidak mengerti maksud Nathan ."Teman ap......".Ucapan Jovan langsung terhenti tepat saat langkah berhenti tepat di pintu masuk sebuah club .


Menggenggam kuat pergelangan tangan Nathan untuk menghentikan langkah kaki Nathan yang ingin masuk ke dalam gedung club."Cari tempat lain Nat, lu mau ngapain di sini .Sudah ayo cari tempat lain ."


Felakk....Menepis kasar tangan Jovan ."Tempat lain apa? Bukankah ini tempat favorit kita dulu."Ucap Nathan dengan raut wajah datar.


Keduanya saling bertukar tatapan dingin .Sementara Nathan yang mengakhiri lebih dulu langsung berlalu masuk ke dalam meninggalkan Jovan .Yang masih menatapnya tajam."CK Nathan ."Gumam Jovan yang langsung menyusul Nathan masuk ke dalam Club .


Sudah berapa di dalam Club .Jovan terus mengikuti langkah kaki Nathan .


Selesai memesan kursi .Nathan langsung mendudukkan dirinya di sana .Di susul beberapa pelayan bar yang mengantarkan minum dan camilan pesanan Nathan .


Jovan yang melihat dan mengenal dengan baik nama-nama minum dan kadar alkohol yang terkandung dalam minuman ini."Sudah selesai Nat ,ayo keluar dari club ini .Masih banyak tempat-tempat lain untuk menghilangkan stres selain tempat ini."Jovan yang masih berdiri di dekat Nathan duduk .


Namun yang beri nasehat tengah fokus membuka salah satu botol minum. Jovan ingin merebut botol minum yang di genggaman Nathan .Namun ia terlambat Nathan sudah lebih dulu menengok habis minum itu langsung dari dalam botol nya .


Mood Nathan mulai berubah. Nathan tertunduk menyangga kepalanya."Sialan."Umpat nya entah kepada siapa .


Jovan yang gagal menghentikan akhirnya memilih untuk duduk tenang .Membuka dan memakan salah satu camilan yang Nathan pesan. Sembaring fokus memperhatikan Nathan .Mulut yang sibuk mengunyah camilan."Keras kepala kayak gue."Batinnya.


Sesaat kemudian. Nathan sudah kehilangan kesadaran tengah terduduk merangkul botol minum yang tinggal setengah isinya .Merangkul sembaring fokus menatap beberapa wanita dan pria yang tengah sibuk berjoget mengikuti alunan musik DJ .


"Gini amat idup."Ucap Nathan.


Selesai mendapatkan balasan pesan dari paman Dante. Yang sebelum ini sengaja Jovan meminta nomer telponnya."Sudah cukup Nathan, ayo pulang ."Ajak Jovan beranjak dari tempat duduknya membantu Nathan berdiri dari tempat duduknya."Sudah letakan di sini botolnya .Lu sudah cukup banyak minum ."Jovan mengambil dan meletakkan botol yang Nathan genggam di atas meja .


Nathan yang sudah sangat lemah kesadaran dengan banyak minum yang ia habiskan .Menurut saja dengan perintah Jovan yang tiba-tiba tutur katanya menjadi lemah lembut.


Dengan merangkul meletakkan tangan kanan Nathan di atas bahu nya .Jovan mulai memapah Nathan untuk berjalan keluar club.


Cengkik......Jovan yang menyadari ada sorot lensa kamera ponsel yang baru saja mengambil gambar nya dan Nathan. Atensi langsung tersorot ke arah sumber datangannya flash kamera ."Gue urus lu setelah ini."Batin Jovan fokus menatap tajam seseorang itu.


Jovan bergegas melanjutkan langkahnya memapah Nathan keluar club .Di luar Jovan sudah di tunggu oleh dua bodyguard Nathan."Bantu Nathan saya akan segera kembali ."Jovan setelah selesai menyerahkan Nathan kepada bodyguard nya .Ia langsung berlalu kembali masuk ke dalam Club.


Di dalam Jovan sangat ingin sekali langsung melabrak .Namun ia urungkan ,ia hanya mengambil beberapa gambar seseorang diam-diam sebelum akhirnya berlalu keluar club kembali .Tanpa membuat keributan yang hanya memperburuk keadaan.


"Nathan di mana?".Jovan yang langsung panik saat menyadari Nathan belum ada di dalam mobil .


Berpaling ke arah Nathan."Di sana tuan."Kata bodyguard ini .


Nathan tengah membungkuk di pojokan dengan satu bodyguard yang menemani nya ."Gue bunuh lu besok Nathan."Geram Jovan menjinjing lipatan lengan kemeja yang ia kenakan, di barengi berjalan mendekati Nathan.


Next......


Sesampainya di Villa .Nathan dan Jovan langsung di sambut oleh paman Dante yang membantu membukakan pintu mobil untuk Jovan .


Jovan membantu Nathan keluar dari dalam mobil .Memapah Nathan seperti tadi .


Semen fokus Jovan yang melihat paman Dante."Paman tunggu saya di ruang tamu ,ada yang ingin saya bicara. Dan saya mohon sekali .Tolong jangan beritahu kak Riska soal ini .Saya benar-benar minta tolong kepada paman .Saya mohon ,paman."Kata Jovan


Mengangguk ringan."Iya tuan ."


Jovan yang beralih fokus kepada tiga bodyguard Nathan."Dan tolong bantuan saya untuk menakan tombol Liv dan membuka pintu kamar nya ."Yang di balasan anggukan kepala oleh ketiga bodyguard Nathan.


Tanpa basa basi dan tanpa ribet harus memapah jalannya Nathan yang lambat .Jovan langsung saya mengalihkan tubuh Nathan yang di bantu oleh paman Dante .Untuk Jovan gendong di punggung nya .


Salah satu bodyguard langsung mengikuti langkah kaki Jovan mendahului.


Next......


Di dalam kamar tidur Nathan .Jovan langsung membaringkan tubuh Nathan di atas tempat tidur .Melepas kedua sepatu Nathan sebelum akhirnya ia selimuti tubuh Nathan .


Selesai dengan itu."Ayo ke bawah."Ajak Jovan kepada satu bodyguard yang membantunya.


Next....


Di lantai bawah ruang tamu .Sesuai dengan keinginan Jovan tadi .Paman Dante tengah menunggu kehadiran Jovan di sana .


"Silakan duduk paman. Jangan berdiri saja."Jovan yang mempersilakan paman Dante untuk duduk di atas Sova .


Jovan yang dari awal berbicara bahasa Inggris .Memulai obrolan kembali dengan paman Dante pun mengunakan bahasa Inggris.


"Speak English, paman."Ucap Jovan sibuk merogoh kantong celananya. Ia mengeluarkan ponsel miliknya menyalahkan dan menunjukkan foto tadi kepada paman Dante."Paman mengenal orang ini?".


Melihat foto yang terpampang di layar ponsel Jovan."Dia satu sekolah dengan tuan muda .Namanya Enzio ."


"Sudah ku duga."Batin Jovan yang sudah menduga orang dalam foto ini sudah pernah bertemu dengan Nathan dan memiliki masalah dengan Nathan .Entah masalah apa itu."Tadi dia mengambil foto kami diam-diam .Mungkin foto itu akan dia serahkan ke guru Nathan yang akan membuat Nathan terlibat dalam masalah besok."Jelas Jovan.


Paman Dante terdiam sejenak mencerna setiap kalimat yang Jovan ucapkan."Geo ."Panggil paman Dante kepada salah satu bodyguard."Antar saya kediaman Edoardo sekarang."Paman Dante beranjak dari tempat duduknya.


Jovan yang ikut beranjak dari tempat duduknya."Mohon bantuan paman."


"Sudah menjadi tugas saya untuk melindungi keluarga Salvador."Kata paman Dante."Saya permisi, tuan Jovan ."


Yang di balas anggukan kepala ringan oleh Jovan .


Dante berlalu pergi dengan membawa dua bodyguard. Dan hanya menyisakan satu bodyguard saja di villa .