
Sampai di tempat pertama rumah makan. Noemi yang sangat bersemangat bergegas turun dari dalam mobil. Ia yang membaca tulisan yang tertera di atas rumah makan. Lantas ia berkata pada Nathan yang duduk di kursi depannya.
"Ini rumah makan bakso tidak ada tulisan Bu Sushi nya."
"Warung Bu Sushi tidak di sini."
"Terus di mana?".
"Di Kota S. Nanti kalau kembali ke Kota saya ajak kamu mampir ke sana. Sekarang makan saja yang ini dulu."Kata Nathan.
"Hmm."
Next.....
Makanan yang telah di pesan telah di atas ke meja mereka berdua. Akan tetapi bersamaan dengan itu Nathan tiba-tiba mendapat panggilan telepon,"Makam saja duluan."Ia beranjak berlalu keluar rumah makan.
"Hmm."Dehem pelan Noemi.
Tersambung pada panggilan telepon di seberang sana.
*........".
*..............".
*Kak Riska masih belum tau apa-apa kan Jov?".
*Belum, Kak Ezawa masih belum mengatakan apapun pada kak Riska."
*Udah dulu, gue cuma mau memberitahu itu saja. Btw kalau udah balik telfon gue, ada yang ingin gue bicara."
*Iya."
Panggilan di akhir sepihak oleh Jovan.
Next.....
Nathan yang sudah kembali lagi ke meja makan. Ia yang melihat begitu lahapnya Noemi memakan makanannya,"Pelan-pelan, nanti tersedak."
"Hm."Mengangguk ringan dengan mulut yang masih penuh makanan.
Next....
Selepas acara makan-makan bakso dan mie ayam. Nathan langsung mengajak Noemi kembali ke Villa. Karena si ratu rumah sudah tidak sadarkan diri. Iya, karena terlalu kenyang Noemi akhirnya tertidur pulas. Sampai di tujuan pun ia masih tertidur pulas. Alhasil Nathan harus mengendong tubuhnya masuk ke dalam villa.
Selepas mandi. Ia duduk di Sova kamar, melanjutkan memainkan jari jemari nya di atas laptop yang menyalah di depan nya. Tentu untuk memeriksa pekerjaan nya secara online yang sudah di copy olah Kenji.
Sampai menjelang malam tiba. Nathan masih menyibukkan dirinya di depan laptop. Jam tiga sore tadi Noemi terbangun. Selepas mandi sampai menjelang malam hari ia menonton acara televisi. Itu pun atas keinginan Nathan. Karena Noemi tidak ingin menganggu waktu kerja Nathan.
++++++
++++++++++
Dua hari setelah nya. Nathan dan Noemi telah berkemas-kemas bersiap kembali ke Kota S. Memasuki daerah Kota S. Nathan mengajak Noemi berkunjung ke makam kedua orang tua yang seharusnya pertama kali ia kunjungi. Namun karena ada urusan tertentu ia terpaksa mundur waktunya.
Mobil nya sudah terparkir dengan benar di parkiran mobil pemakaman. Nathan bersama dengan Noemi berlanjut berjalan kaki masuk lebih dalam ke area pemakaman.
Next.....
Selepas dari pemakaman. Kini Mobil hitam milik Nathan masuk ke dalam pekarangan rumah mewah keluarga Salvador.
Mendapati mobil sudah berhenti dengan baik Noemi lekas beranjak turun dari dalam mobil. Ia langsung di sambut oleh wanita baru baya di luar mobil.
"Selamat datang Nyonya."Di susul senyum ramahnya.
Nathan yang tengah membantu penjaga rumah menurun barang-barang miliknya dan istrinya dari bagasi mobil,"Beliau Bi Mina, pembantu di sini."Kata Nathan.
"Mari Nyonya."
"Iya."Mengangguk ringan berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah yang di ikuti oleh Bi Mina.
"Bi antar Noemi ke atas."Kata Nathan yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Noemi,"Saya pergi dulu, jika ada yang mau di beli telfon saja nanti kalau pulang saya bawakan."
"Iya."Balas Noemi,"Jangan pulang larut malam mas."Sambungnya.
"Iya."Nathan berlalu pergi keluar rumah kembali.
Next....
Sesampainya di dalam kamar Nathan,"Taruh situ saja paman, Bi."
"Kalian boleh pergi, terimakasih."
"Sama-sama Nyonya, permisi."Kata Bi Mina berlalu bersama Paman tadi meninggalkan Noemi seorang diri dalam kamar.