
Osaka
Pukul. 23.39 malam
Sabtu
Setelah tadi malam pulang menggunakan kereta cepat, yang mempercepat keempat pemuda ini sampai di kediaman rumah Nathan. Untuk mobil keluarga. Mobil itu di tinggalkan di sana .Mob itu akan di bawa oleh Yoshi pulang jika urusan di Tokyo telah usai.
Dan saat sampai di rumah Nathan, keempat pemuda ini langsung tidur pulas bersamaan di ruang keluarga rumah Nathan.
Sova ruang keluarga yang sudah di tepikan dengan kasur lantai yang tidak terlalu lebar di gelar di sana .Keempat pemuda ini tidur menjadi satu di atas sana. Di tempat yang sempit membuat keempatnya sedikit berdesak-desakan.Tapi itu tidak menyulitkan keempatnya untuk tetap tidur seperti orang yang tidak memiliki nyawa lagi.
++
Pukul 11.00 Siang
Dari keempat pemuda yang tertidur di sinib .Hanam bangun lebih dulu, ia duduk di antara Kenji dan Takumi yang masih setia terpejam .Hanam mengacak-acak surai rambutnya sembaring memperhatikan kiri kanan nya berganti. Ia merasa ada yang hilang tapi ia tidak mengetahui apa itu.
Tidak ingin terlalu ribet memikirkan, ia bangkit dari tempat duduknya. Langkah kaki jengkal panjang meninggalkan ruang keluarga.
Hanam pergi ke dapur untuk menenggak segelas air putih. Sembaring tetap melihat-lihat sekeliling ruangan yang merasa ada yang kurang.
Di saat ia menaruh gelas di wastafel cuci piring."NATHAN!! Ada di mana dia!!?".Ujarnya membulatkan manik hitam sempurna nya.
Hanam bergegas kembali ke ruang keluarga, ia bangun kedua pemuda yang terlelap ini dengan kasar. Karena ia terlalu panik dengan keadaan Nathan.
Menggoyang-goyangkan baha Takumi dan Kenji."OKIRU, OKIRU, OKIRU!!".
"OKIRU!!!".
(Bangun2) .
Kenji langsung menggeliat, sementara Takumi segera bangun dengan pandangan linglung khas orang yang di bangunkan paksa dari tidur pulasnya.
"NATHAN HILANG!!".Membuat Kenji dan Takumi mengerutkan keningnya menatap Hanam .
Mengatur posisi tidur nya kembali."Paling juga pergi belanja."Ucap enteng Kenji.
"Bahan di dapur masih banyak, belanjaan apaan dia!?".Hanam yang tersulit emosi entah karena apa.
Menenangkan Hanam."Sudah-sudah, ayo kita cari dia."Ajaknya.
Tanpa mandi, dengan pakaian yang masih sama seperti semalam. Ketiganya segera mengenakan mantel hangat sebelum beranjak keluar untuk mencari keberadaan Nathan.
Di depan rumah Nathan ketiganya berpisah. Untuk mempermudah mencari keberadaan Nathan.
Kenji mencari Nathan bersama dengan Hanam ,karena ponsel Kenji mati daya yang akan mempersulit cara untuk memberi kabarnya, jika salah satu sudah menemukan kebenaran Nathan.
Hanam mengajak Kenji mencari Nathan ke stasiun kereta umum. Lama keduanya berkeliling di sana ,sampai jam menunjukkan pukul 13.30 siang .Keduanya tetap berkeliling di sekitar stasiun yang lumayan luas ini.
Sampai akhirnya langkah keduanya terhenti dengan suara ponsel Hanam yang berdering .Hanam segera mengambil benda pipih dalam saku jaketnya.
Mengerutkan keningnya."Paman Yoshi!?".Gumamnya menggeser gagang telfon yang bergetar-getar ini.
Tersambung.
*Hallo, bang!!".
Mendengar itu Hanam langsung meninggalkan nada suara dengan menggunakan bahasa Indonesia.
*BAN**GSAT!!Dari mana saja kamu!?".
*Yaampun bang, galak bener sama adik sendiri."
*SAYA SEPERTI ORANG GILA, BODOH. KE SANA KEMARI MENCARI KAMU YANG TIDAK JELAS ADA DI MANA."
*......SEKARANG KAMU DI MANA, ABANG JEMPUT!?".
Terdengar suara tawa kecil di seberang sana.
*Maaf bang, tadi saya pergi tidak pamit. Saya sekarang tidak di Osaka. Saya ada di Tokyo, tadi jam 5 pagi saya berangkat ke Tokyo."
*Nathan!!Kenapa tidak membangunkan salah satu dari kita?". Terdengar nada suara khawatir di seberang sini.
*Kalian terlihat sangat lelah, saya tidak enak hati jika harus membangunkan. Lagian saja juga bisa berangkat sendiri."
Menyelah perkata Hanam.
*Ta-tapi tadi pagi saya mau pamit dengan menghubungi Kenji. Tapi nomernya tidak dapat dihubungi, saya mau telfon bang Hanam. Eh ponsel saya yang mati. Jadi saya lanjut kerja ,selesai kerja saya baru pinjem ponsel paman Yoshi untuk hubungi bang Hanam."
*Hem.Terus kamu pulang kapan?".
*Mungkin nanti malam. Bang Hanam dan Kenji tidak perlu menunggu. Kalau bang Hanam pulang ,pulang saja. Kenji suruh saja tetap tinggal di rumah."
*Iya."
*Sudah dulu bang, nanti di lanjut obrolan nya."
Panggilan di akhiri Nathan sepihak dari seberang sana.
Setelah panggilan telepon berakhir. Hanam masih memainkan layar ponselnya untuk mengirim beberapa pesan chat ke Takumi.
^^^Hanam.^^^
^^^*Saya sudah mendapat kabar dari Nathan .Ternyata dia ada di Tokyo."^^^
^^^*Kalau kamu mau langsung pulang, langsung pulang saja. Saya mungkin akan menginap di rumah Nathan lagi, malam ini."^^^
Takumi.
*Yokatta."
*Saya langsung pulang, Han. Okaa-san telpon-telpon saya terus."
*Gomen, tidak bisa menemani."
^^^Hanam.^^^
^^^*Iya, tidak papa."^^^
Pesan berakhir.
Hanam masukkan benda pipih ini kembali ke dalam saku jaket nya. Dan ia alihkan perhatiannya melihat Kenji yang sembaring tadi terdiam memperhatikan lalu-lalang orang-orang yang riwa-riwi masuk keluar stasiun.
"Kenji."Serunya."....Nathan kembali ke Tokyo ,mungkin nanti malam akan kembali. Jadi untuk malam ini saya akan menginap di rumah Nathan kembali untuk memberi anak itu pelajaran nanti malam."Hanam dengan tangan yang mengepal kuat dan ekspresi wajah mengerikan nya.
Tertawa paksa."Hhh...bang, bang, jangan seperti itu, saya berani ko tinggal seorang diri di rumah Nathan."
Menatap mengerikan."Itu bukan masalah berani atau tidak nya kamu. Tapi anak itu sudah membuat kita hampir mati membeku di luar tanpa mandi dua hari. Dia pantas mendapatkan pelajaran."
".....Ayo pulang. Ikut saya ke rumah dulu untuk mengambil pakaian ganti."Ajak Hanam kepada Kenji yang sembaring tadi tersenyum paksa.
++++++++
Pukul. 23.59 Menjelang tengah malam
Hanam masih terjaga di ruang keluarga dengan melihat acara televisi malam hari. Sementara Kenji sudah menjadi bangkai di samping nya.
Sampai suara pintu depan di buka berlahan menarik atensinya untuk melihat ke arah pintu masuk ruang keluarga.
Tidak ingin hanya melihat saja. Hanam beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan ke ruang gelap tengah, ia sandarkan tubuhnya di dinding depan pintu masuk depan.
Layaknya seorang ayah yang tengah marah dengan putranya yang pulang terlambat. Itu yang tengah Hanam peragakan kepada Nathan.
Baru berbalik setelah mengunci pintu depan rumah kembali. Nathan di buat terkejut bukan main dengan ke hadiran Hanam tiba-tiba.
Benar-benar sama seperti seorang ayah yang tengah marah besar kepada putranya. Hanam dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana panjangnya, menatap tajam Nathan.
Mendapatkan tatapan mengerikan. Nathan justru membalas dengan tersenyum manis sembaring berjalan berlahan melewati Hanam.
Baru saja berlalu. Kerah baju di tarik Hanam."Mau ke mana?".Suara berat tegas Hanam.
Menengok dengan tersenyum semanis mungkin."Tidur bang, capek banget."
Menarik kerah baju Nathan. Agar Nathan berdiri di depannya."Kalau mau pergi-pergi pamit dulu Nathan. Abang sudah di beri amanat sama kak Riska untuk menjaga kamu, tapi walau tidak di beri amanat pun Abang tetap akan menjaga kamu .Kamu itu sudah seperti adik kandung bagi Abang, saat Abang mengetahui kamu hilang tanpa memberikan kabar seperti tadi. Abang sangat khawatir Nathan, jangan pikir hanya karena kita tidak sedarah bukan berarti saya tidak menjaga kamu dengan baik."Omel Hanam kepada Nathan yang hanya memperlihatkan senyum tanpa rasa bersalah nya.
Hanam tersenyum tipis sembaring mengacak-acak surai rambut setengah basah Nathan."Sudah makan?".Tanya nya lembut ,seperti seorang kakak sangat menyayangi adiknya.
"Sudah, bang."
"....saya boleh langsung tidur, cepek sekali bang?".Tanya polos Nathan dengan ekspresi wajah gemoy nya .
"Iya, tidur saja di ruang keluarga. Ada Kenji di sana."
Walaupun pada akhirnya, Hanam tidak bisa memarahi Nathan yang sudah ia anggap seperti seorang adik kandung nya sendiri. Adik kandung kesayangan nya .
Mendengar itu Nathan langsung mengangguk cepat. Ia segera melangkah cepat ke ruang keluarga untuk segera beristirahat agar keesokan paginya ia bisa lebih segar dan berenergi.
Hanam yang melihat itu segera menyusul ikut tidur ,setelah ia selesai mematikan televisi. Karena tubuh lelahnya juga membutuhkan istirahat agar keesokan paginya ia bisa lebih segar.
++++
+++++++++++
Osaka
Pukul. 07.10 Pagi
Suasana di Osaka sudah jauh lebih baik dan cerah .Langit-langit biru dengan gumpalan beberapa awan putih kecil membentang luas di atas sana.
Salju sudah tidak turun lain semalam dua hari ini .Salju-salju yang mengunduk tinggi pun mulai berlahan-lahan mencari. Suhu udara yang biasanya sangat dingin, kini tidak terlalu dingin lagi.
Aktivitas di Osaka juga banyak yang kembali berjalan normal. Orang-orang sibuk mulai kembali berlalu-lalang melakukan aktivitas nya .Suasana yang lumayan sepi, kini sudah terlihat ramai kembali. Terutama di tengah kota Osaka.
Sementara di luaran sana sudah banyak orang-orang yang memulai beraktivitas. Di dalam salah satu rumah yang berdiri di perumahan elit ini ,justru ada dua pemuda yang masih terlelap dalam dunia fantasi nya masing-masing.
Sedangkan di dapur rumah ini, sudah ada Hanam yang tengah membuatkan menu makanan untuk dua pemuda yang masih menjadi bangkai ruang keluarga.
Hanam begitu sibuk memotong beberapa sayuran untuk ia jadikan sup hangat. Sembaring itu ia juga menyambi dengan menggoreng ayah .Begitu sibuknya Hanam sampai tidak menyadari kehadiran Kenji yang sudah duduk di salah satu kursi yang tersedia di dapur.
Baru menyadari kehadiran Kenji."Sudah bangun!?".Memasukkan ayah ke dalam minyak panas."....Nathan sudah bangun?".
Mengacak-acak surai berantakan nya."Belum."Balasnya singkat khas orang bangun tidur.
Tanpa melihat lawan bicaranya."Cepat mandi dan ayo makan bersama. Nathan biar saya yang bangun kan."Kata Hanam layaknya seorang ayah yang perhatian kepada dua putranya.
Kenji hanya mengangguk ringan, ia segera beranjak dan berlalu pergi meninggalkan dapur dengan langkah malasnya.
++++++
Selang beberapa waktu kemudian. Hanam yang selesai menggoreng ayah. Beralih mengecilkan apik yang di gunakan untuk memasak sup. Hanam meninggalkan sup itu tetap di masak, ia tinggalkan untuk pergi membangunkan Nathan.
Di ruang keluarga Hanam berjongkok di samping Nathan yang tidur tengkurap. Menggoyangkan pelan punggung Nathan."Nat bangun sarapan sudah siap."
Merasakan itu Nathan menggeliat memutar badan sedikit miring sembaring bersendawa."EeHemm."
Melihat itu Hanam kembali berkata."Ayo bangun cuci muka mu, lalu ayo makan."
Mendengar itu Nathan segera bangun untuk duduk mengumpulkan nyawa."Abang tunggu di ruang makan."Hanam berlalu pergi.
Nathan hanya membalas dengan berdehem."Hem."
Beberapa menit loading mengumpulkan nyawa di sana. Akhirnya Nathan bangkit untuk mencuci muka atau mandi sekali.
Di ujung tangga atas Nathan berpapasan dengan Kenji yang sudah bersih and wangi. Tapi entah akan berulang apa lagi kedua pemuda ini .Dengan berjalan berlawanan arah. Baik Nathan ataupun Kenji saling bertukar tatapan dengan ekspresi wajah julid masing-masing.
Itu terus berlanjut sampai Nathan masuk ke dalam kamar nya, dan Kenji tidak terlihat lagi. Hal itu baru berakhir.
++++++
Di ruang makan sembaring menunggu Nathan ikut bergabung. Kenji dan Hanam yang sudah duduk berhadap-hadapan di ruang makan.
Hanam yang sudah terfokus pada lawan bicaranya."Beberapa hari ini ada hal aneh yang menganggu kalian?".Tanya Hanam membuat Kenji langsung terfokus membalas tatapan pertanyaan Hanam.
Kenji berdehem lebih dulu lalu berkata."Tidak, bang. Semua aman."
Baru ingin berucap lagi, tiba-tiba ponsel berbunyi membuat Hanam terpaksa harus mengakhiri percakapan ini. Ia segera beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi dari ruang makan untuk mengangkat panggilan telepon ini.
Menatap layar ponselnya."Ada apa lagi anak ini!?".Geram Hanam menggeser kasar gagang telfon bergetar ini.
Tersambung.
*Ada apa, Zivanna comel?".Hanam berucap dengan nada suara kesal yang ia paksa selembut mungkin.
*Heheh...BANG!!". Setelah terdengar suara cengengesan di awal. Zivanna menekan kalimat di akhir kalimat.
*Bang Hanam katanya bakal antar saya cari buku ,kenapa sekarang belum datang? Ingin ya bang, saya tidak mau pulang sore. Kalau Abang tidak bisa antar bilang cepat, saya akan cari teman lain. Lagian kemarin-kemarin kenapa bilang bisa, saya jadi batalkan janji dengan teman saya tau. Dan nyatanya sekarang Abang belum kunjung datang .Ihhh....".Oceh Zivanna tanpa memberikan ruang bicara untuk Hanam.
Di seberang sini dengan tersenyum paksa, Hanam membatin."Gini amat punya saudara cewek."
*BANG!!!".
*Iya, iya, Zivanna, beberapa menit lagi Abang akan langsung ke rumah kamu. Sekarang Abang mau makan dulu bentar."
*Bener ya bang, awas kalau sampai tidak datang."
*Iya Zivanna."
Panggilan telepon langsung di akhir sepihak oleh Zivanna di seberang sana .
Melihat itu Hanam menghembuskan nafas sabarnya megadapi saudara adik misanannya ini.
++++
Sementara di ruang makan. Nathan yang sudah bersih anda wangi datang ke ruang makan. Nathan duduk di kursi kosong di dekat Kenji. Sembaring bertanya."Di mana bang Hanam?".
"Angkat telfon."Cuek Kenji .
Tersulit emosi."Lu punya masalah apa sama gue .Di tanya baik-baik tuh di jawab baik-baik ,be**go!".
Kenji yang ikut kesal menatap tajam Nathan."Gue sudah jawab baik-baik, emang pada dasarnya lu nya saja yang mudah tersinggung."Cibir Kenji.
Beranjak dari tempat duduknya."Gelud yuk."Ajak Nathan.
Mendorong kening keduanya bersamaan."APA-APAAN INI??".Bentak Hanam menatap tajam bergantian dua pemuda ini.
Keduanya langsung tertunduk lesung. Melihat itu Hanam yang masih kesal membuang nafas nya dengan kasar."Aaahh.....Sudah cepat makan ,setelah ini saya harus pergi."
"Bang Hanam akan pulang?".Tanya Nathan .
Hanam duduk di kursi kosong di depan dua pemuda ini."Abang ada janji antar keponakan beli buku."
"Oh."
"Cepat makan."Ajaknya .
++!++++(
Pukul. 12.59 Siang
Selesai makan pagi tadi Hanam langsung pergi .Dan Nathan dan Kenji yang membereskan wadah-wadah kotor di wastafel.
Dan di siang hari yang membosankan ini. Nathan dan Kenji tengah rebahan cantik di ruang keluarga .Keduanya sama-sama tertidur dengan fokus pada kesibukannya masing-masing.
Nathan yang sibuk membaca novel, Kenji yang sibuk membaca komik. Itu saja keduanya lakukan berjam-jam sampai hari menjelang sore keduanya tetap nyaman di tempat yang sama tampa rasa bosan sedikit pun.
Bahkan Nathan sudah menghabiskan tiga judul buku novel yang berbeda. Hampir sama dengan Nathan. Kenji pun sudah menghabiskan empat judul buku komik yang berbeda seharian ini.
Di pukul 20.30 malam. Nathan beranjak dari tempat duduknya."Lu mau pop mie?".
"Iya, rasa terserah lu."Balas Kenji tanpa mengubah posisi.
"Hem."Dehem Nathan meninggalkan ruang keluarga.
+++++++
Selang beberapa menit kemudian. Nathan kembali dengan dua pop mie di kedua tangannya. Ia taruh pop mie ini di atas meja.
Menyadari itu Kenji segera bangun untuk duduk menikmati pop mie buatan Nathan.
Keduanya makan dalam hening sembaring memainkan layar ponselnya masing-masing.
Sampai tiba suara benturan keras terdengar menghantam pintu depan cukup kuat.
Brakkk.....
Nathan yang mendengar segera mengalihkan perhatian melihat Kenji. Sementara Kenji langsung menatap televisi mati di depannya dengan manik hitam membulat kaget dengan suara keras itu.
"Gue lihat keluar."Ucap Nathan beranjak dari tempat duduknya.
"Gue ikut."Kenji bergegas menyusul Nathan.
Di teras rumah. Nathan melihat sekelilingnya ,bersamaan dengan itu kakinya menendang sesuatu di bawah sana. Yang ternyata segumpal kertas yang membungkus batu besar.
Nathan sedikit membungkuk untuk mengambil kertas ini. Ia lekas buka untuk melihat isi nya.
Temui gue di danau Aoi seorang diri, jika lu berani. Pukul. 00.30 .Sampai gue tahu lu tidak datang seorang diri, lihat apa yang akan gue lakukan dengan orang itu nanti.
^^^Manusia Silence.^^^
Isi surat ini .
Tanpa rasa ragu Nathan berucap."Gue harus menemuinya."
Menatap tajam."Be**go apa tol**ol lu??Lu cari mati."
"..... Kemarin-kemarin kita keluar tengah malam ada saja masalah yang terjadi. Dan sekarang lu mau mengulangi lagi."Tegas Kenji yang kesal.
Menatap tenang pemuda datar di depannya."Manusia tidak akan mati semudah itu ,Kenchii."Ucap Nathan, mengucapkan nama panggilan akrab Kenji.
"Tap.....". Terpotong."Masuk be**go, pop mie gue."Nathan yang langsung menyelonong masuk.
Melihat kepergian punggung Nathan."Dasar keras kepala."Ujar kesal Kenji.
+++++++
Pukul. 23.59 Menjelang tengah malam .
Suasana dingin menusuk kulit ini. Pasti banyak orang-orang yang tengah menghangatkan tubuhnya di penghangat rumahnya masing-masing.Tapi tidak dengan apa yang di lakukan dua pemuda ini.
Keduanya tengah berjalan-jalan di gelap nya malam melawan hawa dingin untuk pergi ke suatu tempat.
Kenji tetap memasak ikut dengan Nathan yang padahal sudah jelas tertulis di kertas itu, jika tidak boleh ada siapapun mengikuti Nathan. Dan jika ada makah keselamatan orang itu akan terancam dal bahaya.