
Osaka
Pukul ,14.21 menjelang sore
Senin
Langit-langit kamar dengan cahaya redup menyambut .Menyambut pemuda yang baru saja membuka kelopak matanya ,pemuda ini lihat sekeliling yang terlihat di sana dua orang yang tengah tidur pulas di atas sova .
Pemuda yang sudah bangun dengan baik ini ,berlahan-lahan beranjak bangun.Kini ia yang sudah terduduk di atas brankar pesakitan tempatnya tidur .Berlahan menurunkan kakinya ,untuk beranjak turun dari atas brankar pesakitan.
Dengan mendorong tiang infus ,tempat cairannya tergantung .Pemuda ini berjalan berlahan-lahan ke dalam kamar mandi yang tersedia di kamar inap rawat ini .Ia melakukan ini berlahan karena tidak ingin sampai menimbulkan kebisingan yang dapat membangun dua manusia yang tengah tertidur lelap ini .
Pemuda ini juga sempat melirik ke arah jam dinding yang tersedia di kamar rawat inap ini yang sudah menunjukkan pukul 23.54 malam .
Kini ia yang sudah ada di depan pintu kamar mandi segera membuka pintu ini berlahan ,setelah sedikit terbuka ia segera beranjak masuk ke dalam .
Selang beberapa menit kemudian ,pemuda yang sudah selesai dengan urusannya di dalam kamar mandi ini pun membuka pintu kamar mandi secara berlahan kembali ."Anjing bulldog!".Ujarnya dengan nada suara pelan dan ekspresi kaget melihat seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri mematung di depan pintu kamar mandi .
Menatap dengan ekspresi datar ."Lu kenapa tidak bangunkan saya atau ayah ,kalau mau ke kamar mandi?".Tanya Kenji pemuda yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi ini .
"Saya bisa berjalan sendiri ,lagian kalian berdua terlihat sangat lelah .Saya tidak enak jika harus mengganggu."Nathan sembaring menyingkirkan badan Kenji dari hadapannya agar ia bisa berjalan keluar kamar mandi dan kembali ke brankar pesakitan tempatnya istirahat.
Kenji hanya membuang nafasnya dengan kasar ,sembaring berjalan berlahan mengikuti Nathan yang berjalan sangat lambat di depannya.
Setibanya di dekat brankar pesakitan ."Hem tidak perlu membantu Kenji ,kamu tidur saja .Saya juga akan tidur kembali ."Ucap Nathan sembaring naik kembali ke atas brankar pesakitan tempatnya istirahat.
Kenji yang masih berdiri di dekat brankar pesakitan Nathan ."Kamu tidak lapar?".
"Sedikit ."Balas Nathan yang terduduk tengah sibuk memperbaiki selimutnya .
Masih di posisi yang sama ."Mau saya kupaskan buah?".Tanya Kenji .
Nathan yang kini maniknya terfokus menatap lawan bicaranya."Emang ada buah?".Tanyanya balik.
"Ada .Teman-teman tadi datangan ,tapi langsung pulang karena kamu masih tidur ."Ucap Kenji yang mendudukkan pantatnya di kursi kecil yang tersedia di sana ."Jadi mau buah?".Tanya kembali kepada Nathan .
Nathan mengangguk ringan membalas pertanyaan Kenji .
Sementara Kenji mengupas buah ,Nathan yang menunggu hanya terdiam sembaring melamun memikirkan sesuatu yang ia lupakan .
Sesaat setelah loading beberapa lama ."Kenji ,lu bawa ponsel gue ?".Tanya langsung menatap lekat manik hitam milik Kenji .
"Bawa ,tadi sempat gue cas juga .Ada beberapa panggil yang tidak terjawab juga .Gue tidak bisa buka , ponsel lu ke sandi ."Kata Kenji yang masih fokus mengupas buah apel di tangannya.
Masih di posisi yang sama ."Sekarang di mana ponsel gue?".
Kenji mengambil ponsel Nathan yang tergeletak di dalam tas yang ada di atas lemari kecil dekatnya duduk .Ia yang sudah berhasil mengambil ponsel Nathan pun segera memberikannya .
Nathan langsung mengambil ponsel miliknya dan langsung menyalahkan layar ponselnya.Ia segera bermain dengan layar ponselnya sampai tersambung dengan salah satu nomer yang tersedia di dalam kontaknya .
Lama menunggu akhirnya. Tersambung
*Hallo ,kak Riska."
*Adik kamu di mana saja ,dari kemarin di telfon tidak di angkat .Kata paman Yoshi kamu ketiduran di rumahnya .Apakah itu benar?".
Beruntun Riska berucap di seberang sana melalui nada sambung telfon ini .
*Iya ,kak .Maaf tadi Nathan benar-benar lelah tidur sampai lupa waktu ."
*Hemm ,sudah makan?".
*Sudah ."
*Kak Riska sudah pulang kerja?".
*Belum."
*Yasudah kak Riska lanjut kerja ,biar cepat pulang."
*Baiklah ,Good night."
*Night too ."
Panggil berakhir .
Selepas mengakhiri panggilan telepon."Aahh ,saya benar-benar lupa untuk menelpon kakak .Untung saja paman Yoshi tadi tidak bilang kalau saya di rumah sakit ."Gumam Nathan.
Memberikan sepiring apel yang sudah di kupas dan di potong dadu-dadu ."Sudah cepat di makam ."Ucap Kenji.
Nathan menerima piring itu ,dan mulai memakan satu persatu potong apel ini ."Lu baik bener sama gue .Lu baik-baik saja kan?".Goda Nathan kepada Kenji.
"Gue jahat di bilang jahat ,gue baik-baik di tanya kenapa ."Oceh Kenji dengan ekspresi mata yang menatap malas ke arah Nathan.
Fokus kepada sepiring apelnya ."Bercanda Kenji ,muka lu tidak bisa biasa ."Sindir Nathan .
Beranjak dari tempat duduknya ."Dari pada gue ribut sama lu ,cebong cerewet .Lebih baik gue lanjut tidur ."
Nathan yang masih menatap jahil ."Lu tega ninggalin orang sakit sendirian?".
"Dahlah ."Kenji yang tetap berlanjut jalan ke sova tempatnya tidur tadi .
Nathan yang masih di posisi sama hanya tertawa kecil melihat tingkah Kenji yang putung dengannya .
Selesai makan ,dan menaruh kembali piring apel tadi di atas meja dekatnya tidur .Nathan juga sempat mengambil segelas air putih untuk ia teguk. Sebelum ia kembali berbaring kembali di posisi semulanya.
++++++++
++++++++++++
Osaka
Pukul ,07.27 pagi
Selasa
Berlahan-lahan cahaya terang dari luar gedung ini mulai menembus jendela kaca kamar yang gordennya Sudan terbuka lebar .Seperti kamar rawat inap ini .Yang gorden jendelanya sudah terbuka lebar ,membuat cahaya terang ini leluasa menerobos masuk ke dalam .
Cahaya mentari pagi ini terus menerobos masuk ,sampai berhasil membangunkan pemuda yang masih tidur berbalutkan selimut tebal ini .Sayup-sayup pemuda ini membuka mata ,ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menghilangkan pandangan kabur .Sampai semua terlihat jelas ,pemuda ini lihat sekelilingnya .Ia balikan posisi tidurnya menghadap ke sisi lain kamar ,karena di sebelah sini cahaya mentari pagi sangat menyilaukan matanya.
"Ohayogozaimasu ,nak Nathan ."Sapa Yoshi yang tengah merapikan beberapa barang di atas meja kecil dekat brankar Nathan berbaring.
"Ohayo ,Oji-san ."Balasnya menyungging senyum tipisnya ."......Kenji sudah berangkat, Oji-san?".
"Sudah ,tadi sebelum berangkat iya juga sempat mampir ke sini melihat kamu sudah bangun atau belum ."Jelas Yoshi yang kini manik hitamnya terfokus dengan pemuda di depannya."......Mau makan? Sarapan pagi kamu sudah di antar ,baru saja."
Nathan mengangguk ringan membalas perkataan paman Yoshi .
Yoshi segera menyiapkan semuanya ,terutama mendorong meja makan ini ke dekat brankar pesakitan agar Nathan mudah untuk makan.
Semua sudah tertata dengan baik .Nathan yang tadi dibantu oleh Yoshi pun kini sudah terduduk menghadap ke meja yang atasnya sudah tersedia beberapa jenis makanan dan buah .
Yoshi menuangkan air putih ke dalam gelas ,lalu menaruh gelas berisikan air putih tadi di atas meja Nathan makan ."Dimakan ,nak Nathan .Biar lekas sembuh ."Ucap Yoshi .
"Oji-san tidak bekerja?".
"Saya akan berangkat setelah kamu selesai makan."Balas Yoshi yang duduk di kursi kecil yang tersedia di sana .Di dekat brankar Nathan tidur .
Bak seperti seorang ayah kandung bagi Nathan .Yoshi menemani dan merawat Nathan seperti bagaimana ia merawat putranya sendiri .Nathan bahkan sesekali menyungging senyum lebarnya ,yang terlihat sangat senang dan nyaman berada di dekat Yoshi .
Nathan seperti merasakan masih memiliki seorang ayah .Sosok seorang ayah yang selama ini sangat ia rindukan ,sangat .Kini hal itu terwujud ,ia merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang ayah .Dan bagaimana seorang ayah biasa memperlakukan anaknya dengan baik .
Nathan yang tengah ingin minum obat ."Oji-san, terimakasih sudah merawat Nathan ."Ucap Nathan.
Yoshi yang tengah menuangkan air putih kembali ke dalam gelas ."Sama-sama ."Memberikan gelas berisikan air putih."Ayo minum obatnya ,biar cepat sembuh."Ucap Yoshi .
Selesai Nathan minum obat .Yoshi segera membereskan bekas makan Nathan .Tidak lupa selesai membereskan bekas makan Nathan. Yoshi bertanya-tanya lebih dulu dengan Nathan kali saja ada yang masih di butuhkan ,sebelum ia pergi berangkat kerja .
Setelah sudah tidak ada yang dibutuhkan ,Yoshi segera beranjak pergi dari sana .Kini hanya tinggal Nathan seorang di dalam kamar rawat inap rumah sakit ini .
Tidur terlentang di atas tempat tidur rumah sakit ,dengan kedua mata yang masih membuka lebar .Ini yang tengah Nathan lakukan ,dan sangat membosankan sekali .Ingin ia bermain game di ponselnya namun ia sedang malas .Alhasil ia hanya terdiam diri ,sampai sesuatu hal terlintas dalam pikirannya.
Nathan buka layar telfonnya ,setelah layar ponsel pipih ini menyalahkan .Ia membuka aplikasi WhatsApp yang telah datang di penyimpanan ponselnya.
Aplikasi WhatsApp ,ia segera mencari nama seseorang di dalam kontak WhatsApp nya .
Jovan
*Jov lu masih tidur?".
Lama menunggu ,bahkan ponsel miliknya sempat ia matikan terlebih dahulu. Sembaring menunggu jawaban dari Jovan di seberang sana .
^^^Balas Jovan^^^
^^^*Gk ".^^^
^^^*Ada apa chat?".^^^
Mendengar suara ponsel bergetar. Nathan segera menyalahkan layar ponselnya kembali .
Jovan
*Tidak ada kerjaan ."
*Gue mager Jov ,bahas-bahas terserah lu .Yang penting temani gue ."
^^^Balas Jovan^^^
^^^*Vc aja ,jangan banyak cing**cong".^^^
Jovan
*Siap ,bos."
Dengan emot tangan hormat .
^^^Balas Jovan^^^
^^^*Okeh ,cepat!!".^^^
Beralih ke panggilan video Coll dengan Jovan di seberang sana .
Setelah tersambung Jovan yang di sebrang sana, melihat Nathan seperti tengah di rumah sakit.
*Rumah sakit ."
*......Lu kenapa belum tidur jam segini?".
*Malas ,gue lagi main game di balkon kamar nanggung."
*Hemm".
*Gue main ML kalah terus, kampret!".
*Hhhhh!!... lu biasanya main ff kenapa main ML .Mau ganti profesi lu?"
Tawa Jovan di sebrang sana .
*Ho! lu tertawa di atas penderita gue? ."
*.....Tidak dibantu atau apa gitu ,dah tidak mood ."
*Sorry-sorry bro ,tidak perlu putung ."
*..Lu sejak kapan di rumah sakit?".Lanjutnya membuka percakapan lain .
*Tadi malam."
*Gimana kabar kalian?".
*Baik ,Mak kita makin galak aji**mm!".
*Mak Kevin?".
*Ho'o ".
*Galak gimana an**jir ,Mak dari dulu kan kalem hhh...".
Nathan dengan tawa kecilnya .
*Tau, dia sedang masa pubertas kedua mungkin."
Jawab julid Jovan di seberang sana .
*Anjing lah ."
*Nat ."
*H?".
*Terimakasih buat ceramah lu kemarin .Karena lu gue jadi sadar .Benar kata lu ,adik gue sangat tersiksa dengan penyakitnya. Banyak hal yang sangat ingin dia lakukan ,tapi karena sakit semua hanya menjadi angan-angannya saja."
Jovan sedikit menunduk perhatian di sebrang sana .
*Lu sudah coba bantu-bantu, seperti ajak dia lihat-lihat apa gitu .Pertandingan basket ,mungkin ."
*Tidak bisa ,Nat .Adik gue tidak boleh terlalu lelah ,gue juga sudah capek debat sama bokap."
*Hemm ,ajak saja bermain di rumah .Di kamar kan bisa Jov ,lu tau mainan bola karet yang sama persis seperti bola basket."
*.....Itu bisa di buat bermain ,Jov .Sambil tiduran malas".
*Gue tidak kepikiran ,tapi akan ku coba nanti."
*Gue lihat-lihat lu kurusan ,Jov. Lu sakit?".
*Tidak ,gue sehat Nathan .Gue juga sudah berhenti merokok ,seperti saran istri gue Hhhhhh......".
Jovan di sebrang sana sembaring tertawa terbahak-bahak.
*Idih ,kita sudah cerai ya."
Balas Nathan tidak kalah julid.
*Anjing hhhh.......".
Jovan di sebrang sana semakin terbahak-bahak ,semakin luas tertawa .
*Yeah ,Jov. Gue jadi pingin ngobrol julid sama lu."
*Cieee... kangen gue hhhh ......".
*Miti**mu ,Jov ."
*Eh ,Nat ."
*Hem?".
*Di sana jelas banyak cewek-cewek cantik ya kan ,Nat ."
*Miti**mu ,anjing, lu mikir cewek saja ."
*Tidak ,gue tanya saja."
*Oh ."
*Lu tidak istirahat?."
*Disini sudah pagi ,Jov ."
Suara ketukan pintu ,sampai pintu terbuka berlahan membuat alih pandangan Nathan melihat ke arah pintu kamar rawat inap nya.
Menyungging senyum ramahnya."Ohayogozaimasu ,Tuan Nathan ."Sapa dokter itu sembaring berjalan mendekat ke arah Nathan berbaring
*Sudah dulu ,Jov .Ada dokter yang memeriksa gue ."
Nathan yang mematikan panggilan VedioColl sepihak.
"Ohayo ,dok ."Balas terlambat Nathan saat dokter yang ingin memeriksa sudah ada di dekatnya.
Dokter pria ini hanya menyungging senyum ramahnya."Keadaan ,Tuan sudah membaik .Nanti malam atau nanti sore pun sudah boleh pulang ,akan tetapi anda harus banyak-banyak istirahat .Untuk sementara waktu anda istirahat terlebih dahulu di rumah, untuk beberapa hari .Sebelum anda memulai menjalin aktivitas seperti biasa ."Ucap dokter itu sembaring melepas alat pemeriksaan .
"Iya dokter, terimakasih .Saya tidak sabar untuk segera pulang ke rumah ."Ucap Nathan yang terlihat sangat bersemangat.
Dokter ikut tersenyum ramah ."Semoga lekas semakin membaik ,Tuan .Saya permisi ."Pamit dokter itu beranjak pergi keluar .
Nathan hanya mengangguk ringan membalas perkataan dokter ini .Selepas kepergian dokter ini ,bersamaan dengan itu ponselnya Nathan kembali bergetar .
Ia mengambil ponselnya yang tergeletak di samping tempatnya tidur .Ia buka layar ponselnya yang terdapat notifikasi Chat dari Jovan di sana.
Balas Jovan
*Gimana ,Nat .Sudah boleh pulang lu?".
^^^Balas Nathan^^^
^^^*Sudah dong ,bro ."^^^
Balas Jovan
*Syukur ,Nat .Besok gue do'akan lu ke Greja ."
^^^Balas Nathan^^^
^^^*Pinter nya ibadah ."^^^
Dengan memberikan stiker tertawa .
Balas Jovan
*Dahlah ,Nat .Salah terus gue di mata lu ."
^^^Balas Nathan^^^
^^^*Tidur sana ,Jov .Sebentar lagi di sana pagi ."^^^
Balas Jovan
*Nanggung ,Nat . Sebentar lagi pagi .Kalau gue tidur, tidak sekolah gue ."
^^^Balas Nathan^^^
^^^*Tidur bentar ,Jov .Ngantuk naik motor bahaya ."^^^
Balas Jovan
*Astaga bawel lu ,seperti istri pertama ."
^^^Balas Nathan^^^
^^^*Sudah ,Jov ."^^^
^^^*CEPAT TIDUR!!".^^^
Balas Jovan
*Y!".
Chat berakhir.
Nathan kembali terdiam diri seorang diri di dalam kamar rawat inapnya yang sangat membosankan ini .
Karena sudah terlalu lama di sini ,dan punggung juga terasa sangat panas karena hanya rebahan saja .Nathan pun memutuskan untuk beranjak turun dari atas tempat tidurnya.
Ia yang sudah turun pun mendorong tiang infus berjalan beriringan dengannya berjalan berlahan ke luar pintu ruang rawatnya .
Nathan yang sudah di luar kamar rawat pun kembali menutup pintu kamar ini kembali .Belum sempat ia melangkah kembali , seorang perawat wanita menghampirinya .Membuat Nathan hampir saja jantung karena perawatan itu yang tiba-tiba menepuk bahunya .
Nathan dengan bola mata hitam yang membulat sempurna."Tuan, tuan mau kemana?".
"Ah ,ne , itu, saya mau keluar jalan-jalan ke taman."Balas Nathan dengan nada suara sedikit gugup .
"Mari saya antar ."Ucap perawat ini membantu Nathan berjalan berlalu pergi dari sana .
Seperti kata perawat wanita ini ,kini Nathan tegah berjalan keluar rumah sakit dengan di bantu oleh perawat wanita ini .Keluar pergi ke taman yang tersedikit di rumah sakit ini .