
Italia
Pukul. 19.20 Malam
Senin
Kedua pemuda ini sibuk dengan urusan nya masing-masing di ruang tamu .Nathan yang sibuk memainkan jari-jarinya di keyboard laptop yang menyalah. Untuk mengerjakan tugas sekolah.
Sementara Jovan sibuk memainkan layar ponsel baru milik Nathan untuk bermain game online. Sesuai dengan kesepakatan tadi sore ,mulai hari ini Jovan membantu Nathan merai peringat terbaik dalam permainan game online.
"Lu kan punya dua laptop. Yang satu lu buat main game ,akunnya kan pakek akun yang sama dengan di hp."Kata Jovan yang tetap fokus pada lawan ponsel nya.
Tanpa melihat lawan bicaranya."Laptop gue di ambil paman Yoshi ,terus di bandara ponsel gue di ambil kakak."
"Kapan?".
"Saat pulang dari Indonesia malam nya."
"Kasihan ."
"CK ."
Duduk dengan benar. Jovan berkata."Pengen bakso anjing."
Nathan yang sudah fokus pada lawan bicaranya."Game gue?".
"CK gue lapar anjing. Gue tidak akan mau mati kelaparan karena lu ."
"Siapa suruh lu mati kelaparan."
"Dahlah."
Melihat Jovan yang beranjak meninggalkan ruang tamu."Mau kenapa bang****sat?".
"Cari apa saja buat isi perut ."Balas Jovan dari kejauhan.
++++++
Di dapur Jovan yang belum mengetahui letak camilan atau makanan di taruh .Jovan menghampiri salah satu pembantu yang kebetulan sedang ada di dapur .Dan kebetulan lagi pembantu itu adalah wanita muda yang tadi pagi berurusan sedikit drama dengan Jovan dan Nathan .
"Permisi."Menepuk bahu pembantu yang tengah sibuk membuat sesuatu di dapur.
Serutt......Jovan sigap menangkap piring yang melesat jatuh dari genggaman tangan pembantu ini."Hampir saja."Ucap Jovan mengambil alih menggenggam piring yang hampir pecah ini.
Menyadari kecerobohan nya .Lantas pembantu ini membungkuk-bungkuk meninta maaf."Maaf tuan ,maaf......". Memotong ucapan pembantu ini."........ iya. Lain kali hati-hati."
"Baik tuan ,maaf."
Teringat tujuan nya datang ke dapur."Di mana letak camilannya di taruh, jajan kemasan?".
"Camilan."Loading sesaat ."Tidak ada tuan ,kami tidak pernah berbelanja makanan kemasan instan."
"Iyahh."Memayungkan bibir nya lesung .
"Saya bisa membuatkan camilan jika tu.....".Menyela cepat ucapan."...... Iya saya tunggu di ruang tamu, cepat dan yang banyak juga ."Jovan menepuk kembali bahu pembantu ini sekilas sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan dapur .
Next.......
Nathan yang sibuk memainkan layar ponselnya. Ia yang menyadari kedatangan Jovan ."Jov gue turun level."
Merebut paksa ponsel Nathan ."CK ,jangan di pegang-pegang anjing. Iya turun level beneran ."Ucapnya yang sudah fokus pada layar ponsel Nathan yang menyalah ."Bang***sat anjing tidak jadi naik level .Lu si be***go ."Marah Jovan kesal dan duduk dengan benar lagi .Di tempat semula fokus pada layar menyalah ponsel Nathan kembali .
Bahkan Nathan yang ingin berucap pun urung."Diam."Tegas Jovan tidak bisa di ganggu .
*Ini Sekar bukan?".
Secepat mungkin Jovan melesat mengambil alih menggenggam ponsel yang Nathan tempelkan di daun telinga .Tap...Tapp...Sett.......
Mengambil langkah menjauh dari Nathan .
*Hallo Sekar ."
*Itu tadi Nathan?".
*Hem."
*Tadi saya bagi tugas nulisnya dengan Kevin mencatat beberapa jawaban soal .Katanya Kevin memang mas suruh ."
*Iya emang......Apa sulit-sulit soalnya?".
*.......".
*..........".
Dari jarak yang tidak terlalu jauh. Jiwa jahil Nathan yang tiba-tiba kembali .Menyungging senyum mengerikan di barengi beranjak dari tempat duduknya.
*Mas Jovan es krim tumpah ,belikan lagi mas Larissa masih pengen."Sekeras mungkin dengan nada suara perempuan untuk merusak suasana obrolan Jovan dan Sekar di seberang sana .Dalam bahasa Italia.
Tapi karena ulahnya .Nathan langsung mendapat tatapan lelang dari Jovan .Akan tetapi si pelaku tidak kenal takut .
*Aduhh mas Jovan ,makasih bangettt es krim nya .Uh makin sayang deh Larissa. I love mas mas tampan Larissa."Semakin memanas-manas amarah Jovan .Nathan yang hendak mencium pipi Jovan .
"NATHAN!!!".Bentak Jovan dengan nada suara tinggi. Bruk......Brugkk...... Pinggang Nathan di tendang kuat oleh Jovan sampai tubuh Nathan melayang nyungsep yang kebetulan di jatuh tepat di atas Sova .
*Sekar ,masih di sana?".
*Hhahahh......lucu y mas jadi pingin kenal mas Nathan ."Sekar yang masih bisa mendengar jelas pertengkaran sengit kedua sahabat ini di seberang sana.
*Hem."
*Kayaknya seru deh persahabatan mas Jovan sama mas Nathan .Jadi kebayang pingin punya teman kayak gitu."
*Jangan .Tidak ada enak-enak punya teman kayak Nathan ."
*Udah dulu mas ,mau istirahat udah malam."
*Selamat malam dek Sekar."
*Malam juga mas ."
Panggilan di akhir sepihak oleh Sekar di seberang sana .
Menyadari panggilan telepon seluler sudah berakhir."Nathan sialan ."Gumam Jovan di barengi berbalik badan ke arah Nathan.
Nathan yang sudah sibuk dengan dunia makan-makan sepiring penuh gorengan .Tanpa memperdulikan suasana apapun di sekitar nya .
Melihat itu secepat kilas Jovan menghampiri Nathan ."Woy bang***sat itu camilan gue ."Merebut piring itu tanpa perlawanan.
Mendongak melihat si pelaku perebut ."Bagi anjing ,lu tuh tamu harus menghormati tuan rumah ."Ucap Nathan.
"Bodoh."Jovan hendak berlalu pergi dengan membawa serta sepiring gorengan.
Sett.....Menjegal kaki Jovan Khcikk........Jovan dalam drama mendarat jatuh Hap...... Mengambil kesempatan mengambil alih sepiring gorengan itu agar tidak sampai ikut jatuh Jovan .
Brugkkk......"Aduh......".Jovan jatuh tengkurap.
Sementara Nathan sudah sibuk mengunyah gorengan dalam mulutnya. Di barengi meletakkan kembali piring itu di atas meja .
Beranjak dengan penuh amarah .Brugkk......Jovan menindih tubuh Nathan mencengkram kuat kerah pakaian Nathan, juga muka tangan kanan Nathan yang hendak memukul dirinya .
"Minta maaf ."
"Bodoh."
"Fu***ck Anjing."
"Lepas bren****gsek."
"Bodoamat lu harus minta maaf baji****ngan ."
"Tidak mau gue tidak pernah salah ."
"Lu banyak dosa sama gue baji****ngan ."
"Yang tua harus mengalah ."
"Yang mudah yang harus mengalah ."
"Sal...", Sama-sama saling dorong dan menyerang,"Gue benar.....".
"Tuan."Seru pembantu tadi melihat adegan yang tidak mengenakan untuk kedua kalinya.
Baik Nathan ataupun Jovan langsung mengangkat jari telunjuk masing-masing bersamaan."Sutt....".
Yang di balas anggukan kepala ringan dari pembantu ini .Di barengi melangkah mendekat menaruh sisa camilan yang baru matang .
Sementara Jovan langsung menjauh dengan mendorong kasar tubuh Nathan .Tidak jauh berbeda dengan Nathan .