My Salvador

My Salvador
Eps.60 Ganasnya Jun-su



Seoul


Pukul ,11.30. Siang


Senin


Siang ini awan-awan abu-abu mulai mengambil tempat di atas sana ,berebut tempat untuk menutupi raja cahaya seharusnya harus bersinar terik ke bawah sini .


Cuaca ini seakan sangat mendukung dengan keadaan alur cerita pemuda ini .Pemuda yang tengah mengendarai mobil KIA Sorento warna putih milik Baek Dae-hyun dengan kecepatan di atas normal .Pemuda ini membelah jalanan di depannya yang sedikit ramai dengan kendaraan-kendaraan mobil lainnya .


Walaupun sudah lama ,pemuda ini jarang menyetir mobil .Namun keahlian dalam menyetir cukup baik untuk di sebuah sebagai profesional guru pembelajaran kendaraan mobil .


Iya ,kalian pasti tahu tidak mudah mengejar waktu yang sudah mepet dengan keadaan jalanan seperti ini .Alhasil pemuda ini mengambil langkah menyela-nyela ,menyalip-nyalip mobil-mobil yang menghalangi jalannya .


Siapa lagi pemuda ini kalau bukan ,Nathan .Pemuda belasan tahun ini sangat fokus menyetir mobil .Ia tidak memperdulikan hal lain ,yang ia pikirkan saat ini adalah sampai di tujuan tepat pada waktunya .


Baek Dae-hyun ,paman nya yang saat ini bersamanya dan duduk di kursi penumpang dekat nya duduk .Pamannya yang sudah sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya ini ,justru semakin khawatir di kala Nathan menyetir mobil dengan kecepatan tidak normal .


Mengeratkan pegangannya dengan kuat."Tuan Nathan ,tuan pelan-pelan ."


"...Saya tidak mau mati dulu, Tuan .Saya masih sangat ingin bersama putri saya , Tuan."Paman Baek Dae-hyun yang panik sendiri.


Nathan yang masih terfokus menyetir mobil ."Paman tenang saja ,manusia tidak akan mati semudah itu ,paman ."Ucap enteng .


Tidak ingin membuka percakapan lagi .Paman Baek Dae-hyun lebih memilih untuk fokus berpegang .


++++++


Sampai akhirnya waktu perjalanan yang banyak mengadaikan nyawa ini berakhir .Akhir nya mobil KIA Sorento warna putih milik Baek Dae-hyun ini sampai di salah satu rumah kediaman Hyun Jun-su.


Rumah ini tidak terlihat sepi ,ada tiga anak buah Hyun Jun-su yang berbadan besar-besaran tengah berjaga di depan teras rumah nya.


Namun sekeliling rumah ini sangat sunyi sepi ,ya bagiamana tidak rumah ini memilik pagar rumah yang cukup tinggi sehingga sulit untuk tetangga mengutip atau sekedar melihat ke dalam halaman rumah .


Setelah menghentikan mobil dengan baik .Nathan segera beranjak turun dan melangkah masuk ke halaman depan rumah ini .Nathan langsung masuk saja ,di kala saat ini pintu gerbang tidak tertutup dengan baik .


Di depan teras rumah ,Nathan dan paman nya langsung di sambut oleh ke tiga pria ini ."Mau apa kalian?".Ucap salah seorang pria menghalangi jalan Nathan .


Menatap manik mata pria di depannya dengan dingin ."Masuk."Ucap Nathan .


"......Saya Nathan orang yang di cari bos kalian."Sambung nya .


Masih di posisi menatap manik hitam lekat Nathan ."Geledah dia ."Ucap pria ini kembali menyuruh rekannya untuk mengeledah tubuh Nathan dan pamannya untuk memastikan tidak ada tidak ada senjata yang di simpan .


Di rasa sudah aman ,Nathan dan pamannya di persilahkan untuk masuk ke dalam rumah .Nathan dan pamannya masuk ke dalam dengan di antar oleh satu pria tadi .


Di ruang tengah ,Nathan dan pamannya terdiam menunggu .Sementara pria tadi masuk lebih ke dalam rumah untuk menemui bos nya .


"Tuan ,istri saya akan baik-baik saja kan Tuan?".Baek Dae-hyun yang mulai mengkhawatirkan keadaan istrinya kembali .


Terlihat di dalam tatapan ,Baek Dae-hyun sangat merasa bersalah karena membiarkan sang istri pergi keluar seorang diri .Dengan keadaan seperti ,keadaan yang sangat mengancam nyawa Baek Dae-hyun.


Melihat paman nya sekilas."Semua akan baik!".Ucap Nathan .


Cukup lama mereka menunggu di sana .Sampai akhirnya Hyun Jun-su keluar bersama dengan pria tadi dan dua anak buah nya lagi .


Hyun Jun-su masuk ke dalam ruang tengah di mana Nathan dan pamannya tengah menunggu kedatangan nya .


Nathan dan pamannya segera beranjak dari tempat duduknya di kala melihat kedatangan Hyun Jun-su.Hyun Jun-su yang sudah di sana ,menyungging senyum licik nya menatap kedua pria di depannya ."Tutup wajah mereka ."Suruhnya kepada anak buah nya .


"Tunggu!!".


"Apa yang anda mau?".Nathan menatap tajam ke arah manik mata pria setengah paru baya di depan nya .


"Hem."Tersenyum miring .


".......Ikuti saja permainan nya ,Tuan Nathan Salvador ."Hyun Jun-su membalas dengan sorot mata licik nya .


Nathan yang masih bersikap tenang ."Hem."Ia tersenyum tipis yang telah sangat mengerikan ."Permainan!Hem ,jika permainan anda sampai merenggut salah satu orang terdekat saya."Ucap Nathan dengan nada suara dan tatapan mata sangat mengerikan seakan ia ingin menerkam mangsanya saat ini juga ."Makah giliran ku!".Nada suara pelan lembut ,Namun terdengar menakutkan untuk mendengarkan.


"Hhhhh."Tawa Hyun Jun-su menggelegar .Ia tidak akan takut dengan siapapun ,karena tingkat ambisius nya lebih tinggi dari apapun .Entah itu harus melawan sampai membunuh orang pun ia tidak akan perduli .Karena apa yang dia mau harus tercapai ,harus, tidak boleh tidak .Itu adalah karakter Hyun Jun-su ,pria yang gila akan harta tahta .


"BAJI**NGAN KAU JUN-SU .Jika istri ku sampai terluka ,akan ku bunuh kau!".Baek Dae-hyun yang sudah terbawa suasana emosi nya.


"Hhhh....saya tidak perduli .Mungkin istri sudah mati ,saya baru saja membunuh wanita pagi ini ."Hyun Jun-su berucap tanpa rasa beban .".....Habisnya di melawan terus ,saya ya kesal .Saya bunuh ."Sambungan tersenyum lebar .


"Kurang aja kau ,BERE**NGSEK!!".Baek Dae-hyun yang ingin mendekati Hyun Jun-su,bersiap memukul pria egois ini .


Akan tetapi dengan cepat kedua anak buah Hyun Jun-su menghalangi jalan Baek Dae-hyun .Nathan pemuda ini masih setia terdiam di sana ,bukan tidak berani melawan . Melainkan ia sedang menjalani permainan nya .


Akhirnya karena terlalu banyak melawan ,punggung Baek Dae-hyun di pukul dengan sangat kuat sampai ia pingsan .


"Kau mau seperti nya?".Tanya Hyun Jun-su menatap pemuda ini .


Nathan hanya terdiam ,namun manik hitam lekat tidak pernah hilang fokus menatap musuh nya.


Tidak ada respon dari Nathan."Cepat tutup wajah dia .Dan ayo berangkat."Suruh Hyun Jun-su kepada anak buah nya .


Nathan masih terdiam pasrah mengikuti alur permainan Hyun Jun-su .Dengan seluruh kepala yang tertutup kantung kain hitam .Nathan berjalan mengikuti instruksi sesuai dengan seseorang yang tengah memegangi kedua tangannya yang sekarang sudah terikat kuat .


Nathan yang kini sudah di dalam mobil ,bisa merasakan dengan jelas jika mobil ini sudah memulai perjalanan nya .Entah akan pergi ke mana ,yang jelas saat ini ia berharap orang-orang yang tengah dalam sandaran Hyun Jun-su baik-baik saja .


++++++++++


Pukul ,13.59 .Siang


Untuk sekian lama memejamkan mata kini ,wanita berwajah cantik ini membuka mata nya kembali .Wanita ini lihat sekeliling nya ,yang sunyi hanya ada cahaya samar-samar yang tengah bersinar menerangi ruangan ini .


Wanita ini berusaha menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit semua .Namun apalah daya nya ,tubuh kecil nya ini sangat lemah .Bahkan untuk tangannya ,ia sangat sulit mengeratkan tangannya sendiri .


Akan tetapi wanita ini mencoba untuk tetap tenang ,sampai sesuatu ingatannya lewati dijalan pikiran .Seketika itu wanita ini langsung terduduk ."AYAH!ayah ,DIMANA AYAH!ayah ,ayah di mana ."Wanita yang tiba-tiba teriak-teriak histeris .


Seorang wanita setengah paru baya yang kebetulan saat itu sedang menemani wanita ini langsung beranjak mendekati wanita ini di kala mendengar teriak histeris wanita ini .


"Nona Riska ada apa?".Tanya Bik Yong-see ,wanita setengah paru baya yang saat ini menemani Riska .Wanita yang baru saja sadar dari koma nya ,dan wanita yang tiba-tiba berteriak histeris .


Dengan ekspresi wajah cemas (panik)."B Yong-see ,ayah di mana ayah, Bi?".


"Ayah baik-baik saja kan Bi ?".


"Riska takut bi ,mobil ayah meledak Bi .Ayah baik-baik saja kan Bi .Riska takut bi ,mobil ayah meledak ,meledak Bi .Mobil ayah terbakar Bi .Riska tidak mau kehilangan ayah Bi....hik..."Riska yang terus saja meracau mengoceh-ngoceh panik dengan air mata yang menetes deras membasahi pipinya .


Bi Yong-see yang melihat itu di buah bingung sendiri ,seingat nya ayah Riska sudah meninggal lama .Lalu kenapa Riska kembali mengungkit-ungukit kematian ayah nya kembali ,seakan ayah nya baru saja meninggal dunia .


"Bi jangan diam saja ,dimana ayah Riska ,Bi?".Bentak Riska yang saat ini sudah terduduk di atas brankar pesakitan nya .


Menatap dengan sedu manik hitam wanita ini."Maaf Nona Riska ,tapi ayah Nona sudah meninggal 19 tahun yang lalu ."Ucap Bi Yong-see."Nona Riska lupa?". Lanjut bertanya dengan sedikit mendekati dirinya kearah majikan.


Mencengkram kuat kepalanya dengan menarik kuat rambut kepalanya."TIDAK ,tid-tidak mungkin .BI YONG-SEE BOHONG ,ayah pasti baik-baik .Benar kan Bi?".Riska seperti wanita yang mengalami depresi berat.


Bi Yong-see yang belum menyadari apa yang tengah di alami ,majikan mencoba mengelus punggung Riska dengan berharap Riska lebih tenang .Tidak, Riska semakin mendekap tubuhnya dengan kedua tangan yang semakin menarik rambut kepalanya .


Bi Yong-see yang menyadari itu ."Hentikan Nona,ini akan menyakiti rambut kepala Nona .HENTIKAN!!". Sedikit meninggikan nada bicaranya di akhir kalimat .Bi Yong-see mencoba melepas paksa tangan Riska menarik-narik rambut kepala sendiri .


Jen Xin-ki yang mendengar jelas pertengkaran di dalam segera membuka paksa pintu ruang kamar rawat inap ini .Bi Yong-see yang menyadari kehadiran Jen Xin-ki ."Nak Xin-ki panggil dokter ,nak .Cepat ."Bibi Yong-see yang sekarang sudah merangkul tubuh Riska yang terus-menerus meronta-ronta ingin menyakiti dirinya sendiri ."Tenang Nona Riska ,ini akan melukai anda ."Menggenggam pergelangan tangan Riska .


Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya .Bahkan wajah sudah basah dengan air matanya sendiri ."Ayah ,Bi ,mobil ayah meledak Bi karena Riska Bi ayah Bi ."Ucapnya histeris ketakutan.


Riska semakin meronta-ronta. Bi Yong-see di buat kewalahan dengan tenaga Riska yang cukup kuat .Riska bahkan berhasil lepas paksa selang infus di tangannya sampai darah segar mengalir di daras dari punggung tangannya.


Tidak sampai di situ ,Riska juga terus menjambak menarik kuat rambut kepalanya sampai selah-selah kepalanya mengeluarkan darah segar ."Nona hentikan ,NONA RISKA , STOP .SUDAH STOP NONA RISKA!".Bi Yong-see yang sedikit meninggikan nada suara .


Sampai akhirnya pintu kamar rawat inap ini kembali di buka paksa dari luar .Seorang dokter yang lebih tua dari Dr.Jee Ghie-hye yang biasa merawat keadaan Riska datang ke dalam ruang kamar rawat inap ini .


Dokter ini memeriksa keadaan Riska yang sudah lepas kendali ,akhirnya Dokter ini pun menyuntikkan obat penenang agar Riska bisa beristirahat kembali .


Masih dalam rangkulan ,pelukan Bi Yong-see."Ayah bi....".Nada suara rendahnya berlahan menghilangkan ,kedua mata wanita ini berlahan menutup kembali .


Dirasa Riska sudah tertidur .Dengan hati-hati Bi Yong-see menidurkan kembali tubuh lemah wanita ini dengan benar di atas brankar tempat tidur rumah sakit .


Sementara dokter ini ,segera memanggil bantuan melalui tombol di atas brankar Riska . Untuk menyuruh perawat membawakan obat untuk membersihkan luka Riska .


Sesaat setelah itu ,satu perawat datang ke ruang rawat ini ."Tolong ganti ,dan bersih luka Nona Riska."Suruh Dokter ini kepada perawat ini .


Perawat ini mengangguk dan segera melakukan tugasnya .Dan di sisi lain ,sembaring selesai menunggu perawat ini mengobati luka Riska .Dokter ini melanjutkan pemeriksaan nya .


Selang beberapa waktu kemudian perawat ini yang sudah selesai mengobati luka Riska ,langsung meminta ijin untuk berlalu pergi meninggalkan kamar rawat inap ini .Meninggalkan Dokter pria setengah paru baya ini tepat di sini.


Jen Xin-ki yang masih di sana ."Dok apa yang terjadi dengan Nona Riska ,kenapa iya berteriak-teriak histeris?". Fokusnya yang sudah menatap dokter ini .


Masih di posisi yang sama dengan ekspresi wajah yang sangat cemas ."Nona Riska bisa sembuh kan dokter? Nona Riska tidak hilang ingatan kan dok?".Bi Yong-see yang sangat sedih mendengar ini .


"Bisa ,Nyonya .Dan iya ,Nona akan melupakan sesuatu di masa sekarang ,iya hanya akan mengingat kejadian yang sangat membekas di ingatannya saja, di masa lalu .Akan tetapi saya perlu meminta data kerusakan otak Nona Riska kepada Dr.Jee Ghie-hye terlebih dahulu, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi."Kata Dokter ini .


"Lalu bagaimana dengan keadaan Nona Riska?".Bi Yong-see yang masih terlihat sangat sedih dan cemas dengan keadaan Riska.


"Nyonya dan tuan tenang saja ,untuk sementara waktu Nona Riska akan tidur .Saya sudah memberinya obat penenang."


"....Saya akan kembali ke sini untuk memeriksa keadaan Nona Riska nanti."Ucap dokter ini .


"Saya permisi ."Pamit Dokter ini beranjak keluar setelah mendapatkan anggukan ringan dari Bi Yong-see dan Jen Xin-ki.


*Sakit Amnesia anterograde penyakit yang diagnosa pertama dokter yang memeriksa keadaan Riska ini.


Sedikit info.


Amnesia anterograde menyebabkan Anda tak bisa membuat ingatan baru. Jadi, Anda hanya mengingat informasi atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Kondisi ini dapat terjadi ketika area otak Anda yang disebut hippocampus mengalami kerusakan. Jenis amnesia ini bisa bersifat sementara ataupun permanen. *


Selepas kepergian dokter pria tadi .Dr.Gon Song-di ,nama dokter pria setengah paru baya tadi.


Kini kedua makhluk bumi menjadi terdiam ,fokus mereka menatap wanita yang terbaring tertidur di atas brankar pesakitan rumah sakit ini .Keduanya menatap iba ,juga sedih melihat begitu sulit perjuangan perempuan ini .


Terutama Bi Yong-see ,wanita yang sudah lama mengabdikan dirinya bekerja di dalam keluarga ini.Ia adalah sosok orang paling tahu apa yang di rasakan Riska saat ini ,juga Nathan, adik Riska .Jika mengetahui ini .Pasti hati nya sangat hancur ,melihat keadaan kakaknya .Memikirkan itu membuat bui bening Bi Yong-see tanpa terasa mengalir dengan deras nya membasahi wajahnya yang mulai berkerut menua ini .


Jen Xin-ki yang menyadari itu ."Bibi duduk saja ,biarkan saja yang menjaga Noona Riska ."


"Iya ,nak Xin-ki .Kamu di luar saja tidak papa ,bibi bisa menjaga Noona Riska .Jika bibi butuh apa-apa,bibi akan langsung memanggil nak Xin-ki ."Kata Bi Yong-see mencoba menyungging senyum tipisnya.


Jen Xin-ki mengangguk ringan ,ia pun kembali ke luar ruangan dan kembali duduk di kursi panjang yang tersedia di luar ruangan ini .


++++++++++++


Di jam sama ,akan tetapi berlainan tempat .Jee Ghie-hye ,pria yang saat ini kedua tangannya terikat kuat membuat dirinya menggantung di atas tiang yang tidak terlalu tinggi ini .


Memiliki kedua mata yang sudah sebah karena baru saja menangis keadaan nya ,juga ibu nya di bawah sana yang terkapar bersimbah darah .


Ia menangis sejadi-jadinya ,berteriak-teriak sekuat tenaga nya saat melihat jelas ibunya tumbang di depan mata nya karena peluru timah panas yang menembus punggung ibu nya dua kali.


Sebelum kejadian!


Pukul ,10.58 tadi .Jee Ghie-hye pulang ke rumah nya ,dan tidak mendapati siapapun di dalam rumah apartemen nya .Akhirnya ia nekat datang seorang diri ke tempat kediaman rumah ayah angkatnya .


Namun setibanya di dalam rumah ini .Jee Ghie-hye tidak menemukan seorang pun rumah ini kosong .Akan tetapi tiba-tiba benda keras memukul punggung cukup kuat sampai ia tersungkur ke lantai .Belum sempat melihat seseorang yang memukul nya ,benda keras ini kembali menghantam kuat bagian belakang kepala sampai pandangan mengabur sebelum ia akhirnya kehilangan kesadaran.


Dan saat ia membuka matanya .Kedua tangannya sudah terikat ke atas dengan tubuh yang tergantung .Jee Ghie-hye tidak tahu di mana ia saat ini ,namun ia tahu jelas jika ini adalah gudang lama yang sudah lama tidak pergunakan.


Jee Ghie-hye lihat sekeliling ,sampai manik nya terfokus dengan seorang wanita setengah paru baya yang tengah terikat di bawah tidak terlalu jauhnya dirinya tergantung .


Wanita ini terikat di kursi ,dengan keadaan yang masih belum siuman .Jee Ghie-hye ingin mencoba membangunkan,namun mengurungkan niatnya di kala ia melihat ibunya yang tengah berjalan dengan ayah angkatnya masuk ke dalam ruangan berantakan dan kotor ini .


Mendorong tubuh istrinya sampai tersungkur ke depan ."Aarr."Rintih kaget Kim Chil-sul yang tiba-tiba tubuhnya terdorong cukup kuat ke depan ,sampai ia tersungkur dengan lututnya sebagai tumpuan badannya .


"Ibu!".Ujar Jee Ghie-hye yang syok melihat perlakuan Hyun Jun-su kepada ibu nya .


"Eh ,lihatlah .Ini akibat kamu tidak menuruti perintah saya ."Hyun Jun-su menarik kuat rambut kepala istrinya sampai mendongak paksa ke atas.


Kim Chil-sul yang diperlukan seperti ini hanya bisa terdiam tanpa melawan ,ingin melawan pun ia akan tetap kalah .Tenaga suaminya lebih besar dari dirinya.


Dulu sewaktu masih tinggal satu rumah pun ,Ia sering sekali mengalami perlakukan seperti .Ia pernah melawan ,akan tetapi pada akhirnya ia justru semakin di siksa ,dan semakin keras mendapatkan siksaan .


Jee Ghie-hye yang masih ditempat yang sama dengan tubuh tergantung ."Jangan sakit ibu ,Jun-su .Say .......".


Memotong perkataan putranya."Jangan nak ,jangan pernah kamu melakukan hal itu .Keluarga Salvador sudah sangat baik ke pada kita ,nak ."


Berugkk.......


Tamparan keras mendarat di pipi Kim Chil-sul sampai keningnya membentur ubin lantai ini .


Hyun Jun-su menampar sangat keras istrinya tanpa rasa kasih sama sekali .Lalu ia berpaling melihat wanita yang terikat di kursi .Iya wanita yang pingsan tadi ,kini sudah terbangun .


Hyun Jun-su berjalan mendekati wanita ini ,yang tidak lain adalah Nyonya Hyun Yo-min .Istri paman Baek Dae-hyun.


Melihat Hyun Jun-su yang me dekatinya membuat Yo-min ketakutan."Hemmmm ,EHemmm."Histeris Yo-min yang mulut tersolasi .


"Alat baru ku ."Hyun Jun-su dengan tersenyum mengerikan ."...Akan ku pergunakan kau untuk memperalat Dae-hyun ."Kembali melembarkan senyum mengerikannya sembaring melepas paksa lamban yang menutupi mulut wanita ini.


"Berhenti ayah cukup ,lepaskan nyonya itu .Jee Ghie-hye mohon ayah ."Jee Ghie-hye berusaha membujuk sang ayah yang sudah terbawa akan ambisius nya .


Mengangkat senjata api nya mengarah tepat ke arah di mana putranya berdiri dengan badan sedikit tergantung."Hem ,bagaimana jika kau ."Nada suara pelan Hyun Jun-su berucap .


Dor......Dorr......


Suara peluru timah panas melayang mengenai tepat di saat nya .Oh bukan ,tapi dua peluru timah panas itu berhasil menembus punggung Kim Chil-sul yang tiba-tiba berlari ke menghalangi peluru timah panas itu dengan mengunakan tubuhnya sebagai tameng pelindung putra angkat tersayangnya.


Kim Chil-sul yang berdiri menghadap ke arah putranya pun menyungging senyum manis nya sebelum akhirnya ,ia tubuh kehilangan kesadaran nya tumbang .


Jee Ghie-hye yang menyaksikan ,dan melihat langsung apa yang terjadi dengan ibu nya ."Emmoa ,EMMOAA!!!". Teriakan histeris dengan ekspresi wajah memerah syok .


Ia yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan."Emmoa bangun ,Emmoa bangun ,Emmoa!". Perintah Jee Ghie-hye yang berharap ibu nya kembali membuka matanya .


"Astaga Tuhan-astaga Tuhan....".Batin Hyun Yo-min berusaha mengatur nafasnya yang tidak dalam keadaan baik-baik saja .


Kini ia semakin takut ,takut jika hal yang sama akan terjadi dengannya .Dan ia hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja ,dan ia dapat bertemu dengan suami dan putri nya kembali .


Mata yang memerah menahan tangis ."Baji***ngan kau Jun-su , manusia BERE***NGSEK KAU!".Bentak Jee Ghie-hye.


"DIAM LAH KALIAN!Jika kalian berdua tidak ingin bernasib sama seperti wanita sampah ini ."Ucap enten Hyun Jun-su.Berpaling melihat kearah anak buahnya."Urus dia ."Suruhnya .


Hyun Jun-su menyuruh anak buahnya untuk meminggirkan tubuh bersimbah darah istrinya yang hanya menghalang-halangi jalannya .Hemm...entah lah terbuat dari apa hati manusia ini .Yang jelas tidak ada guritan panik atau merasa bersalah di sana ,di raut wajahnya yang tetap bersikap tenang dan tetap fokus kepada tujuan nya semula .


+++++


Setelah tubuh istrinya di pinggir ke sisi lain ruangan ini .Hyun Jun-su mendekati putra angkat nya,ia tatap mata coklat putranya yang saat ini menatap dengan penuh kebencian."Beruntung kau!".Ujarnya menyungging senyum miring .".....Padahal saya berharap kau yang mati ,tapi sayang .Wanita beban itu yang mati ."Berpaling melihat ke arah lain .


Brugk.......


Tubuh Hyun Jun-su terdorong kuat ke belakang ,akibat tendangan kedua kaki Jee Ghie-hye yang terikat.


Iya ,tanpa Hyun Jun-su sadari .Jee Ghie-hye mengayunkan kakinya mengambil abah-abah untuk menendang tubuh pria sialan di depannya.


Hyun Jun-su beranjak dari tempat jatuhnya ,sembaring membersihkan pakaian yang sedikit kotor .Ia menyungging senyum miringnya ,ia balikan posisi padangan nya melihat Jee Ghie-hye yang menatap tajam ."Hemm ,BERANINYA KAU!!".Teriak Hyun Jun-su mengambil ancang-ancang memukul putranya dengan kepalan tangannya.


Berugkk......Brugkk.......Bugrk.......


Pukul itu terus berulang-ulang berkali-kali ,sampai putranya ini benar-benar mengeluarkan darah segar .Namun ia tidak menghentikan aktivitas ia tetap memukuli putranya yang kesadaran sudah hampir hilang ini .


Berhasil lepas dari isolasi yang menyumpal mulutnya ,berkat keringat dingin yang sudah membasahi tubuhnya."SETOP!!!".Teriak histeris Yo-min dengan sekuat tenaga ."To-tolong hentikan ,Tuan .Say-saya mohon.. ."Memasang wajah yang sudah memucat .Kacau , ketakutan.


Bersamaan dengan itu Hyun Jun-su langsung menghentikan aktivitas ,ia paling perhatian kearah sumber suara dengan tatapan tajam .Membuat tubuh Yo-min semakin bergetar hebat , ketakutan.


Akan tetapi Hyun Jun-su kembali berpaling kearah lain ,ia rapikan jasnya yang sedikit berantakan ."Hemm ,anak pungut tidak berguna!".Umpatnya beranjak pergi meninggalkan ruangan ini .


Setelah melihat orang itu pergi ,Yo-min berusaha mengeratkan kursi untuk mendekati pemuda yang tubuh nya tergantung ini .


Di rasa sudah sedikit dekat ."Nak kamu baik-baik ,nak bangun ."Yo-min memohon agar pemuda ini membuka matanya .Walaupun keadaan saat ini sedang tidak baik-baik ,dengan darah yang hampir memenuhi wajahnya .Bahkan kemeja yang dikenakan pemuda ini sudah penuh dengan bekas darah nya sendiri .


Mendongak perhatian sedikit ."Tidak papa ,nyonya."Balas pelan Jee Ghie-hye menahan sakit .


Yo-min bisa melihat dari raut wajah pemuda ini yang sedang tidak baik-baik saja ,namun ia memilih diam dan tidak bertanya kembali ."Yang kuat ,Nak sebentar lagi bantuan pasti akan datang ."Yo-min yang mencoba menyemangati pemuda ini .


Jee Ghie-hye hanya membalas dengan senyum tipis nya .


Dan jika ditanya bagaimana keadaan Jee Ghie-hye sekarang .Keadaannya sangat tidak baik-baik saja ,ia baru saja melihat hal yang tidak pernah ia lihat .


Ia melihat ibunya sendiri dibunuh oleh ayah angkatnya sendiri .Tempat di tengah punggung nya dua tembak itu mengenai tubuh Kim Chil-sul .Dan yang paling membuatnya semakin hancur adalah ayah nya sendiri tidak memperlakukan ibunya layaknya seorang istri.


Bilang-bilang soal itu ,Hyun Jun-su saja tidak memperlihatkan ekspresi rasa bersalahnya sama sekali .


Sungguh miris ,hatinya benar-benar sakit saat ini .Jazad ibunya masih bisa ia lihat dari sini .Jazad yang tergeletak terduduk dipojok sisi gedung .Hatinya semakin tidak baik-baik saja saat ,hatinya sangat hancur .Jika ditanya sakit mana antara luka fisik dan hati .Mungkin Jee Ghie-hye akan menjawab bahwa luka hati lebih sakit dari apapun .


Ibu nya adalah segalanya untuk nya ,walaupun bukan ibu kandung ibunya tetaplah ibunya .Seorang ibu yang sudah membesarkan dengan baik ,sampai ia menjadi orang sukses seperti sekarang. Sehingga melihat ini ,Yasudah tidak perlu di kata lagi .Lanjut......


Kembali ke waktu sekarang.


Mobil ini berhenti .Namun Nathan belum dapat melihat berhenti di mana mobil ini. Dan di bawah kemana dia saat ini ,Nathan tidak tahu .


Baik Nathan ataupun paman nya yang sama kepalanya tertutup dengan kain hitam ini .Tidak mengetahui dibawah kemana dia saat ini .